Oleh : Hj.Yulia Widiasari Rahmah
Hari itu tahun 1993 aku masih duduk di kelas 3 SMA, ketika seorang karyawan kopeg Telkom berada satu mobil denganku, tepatnya mobil ayah Yeni sahabatku, teman sekelasku, ternyata dia sekantor dengan pa H Achyar ayahnya Yeni.
Aku duduk di jok paling belakang tepat bersebelahan dengan laki2 itu. Sepanjang perjalanan GO
Aku ingat saat itu aku sedang berpuasa dan sudah membawa bekal untuk tajil di perjalanan, tapi sepanjang perjalanan aku tak berani membuka bekal itu karena dia sedang serius membicarakan satu topik pembicaraan. Aku sangat terkesan dengan wawasannya yang luas, aku baru ketemu orang seperti ini.sangat berkarakter. Sangat istimewa...cuma itu.
Ba'da Isya aku sampai di rumah, sambil berbuka ( karena tertunda) ku ceritakan pada orang tuaku peristiwa di mobil tadi, tanpa ada perasaan apa-apa dan kesannya biasa-biasa saja. Tapi ayahku rupanya punya feeling yang kuat. Tidak biasanya putrinya bercerita tentang seorang laki-laki..hmmm..padahal si aku nya biasa-biasa aja tuh..hehe..
Waktu berlalu begitu saja, tak ada fikiran apa-apa tentang Mr X ini. Suatu hari...yaitu hari yang bertepatan dengan hari perpisahan kelas 3 di SMA ku..sebelum berangkat aku ke rumah Yeni dulu dan mampir ke tempat Mr X ngajar. Dari kejauhan Mr X terlihat menyapa atau apalah nggak begitu jelas, dan mungkin responku dingin-dingin saja...hihihi..
Tak lama dari pertemuan itu Yeni ke rumah, dan to the point katanya ada salam dari Mr X (kang Ery) . Katanya hari itu aku sombong alias cuex bebex..jadi bikin dia penasaran..heuheuheu..!!. Cerita punya cerita (entah betul atau tidak) malam sebelum aku ke pesantren dia sholat istikhoroh dan entah apa do'anya pada waktu itu (ntar ya konfirmasi dulu takut salah..hehe). Dan ternyata yang datang seorang wanita berkacamata tebal dengan pakaian ungu warna favoritenya..hufpt!.
Yeni pengen langsung dapat jawabannya...duh aku jadi bingung...tanpa fikir panjang ku bilang iya deh kenalan dulu, coba jalani dulu.
Malam minggu pertama katanya dia kerumah...eee..ternyata di rumah kosong, memang seisi rumah lagi nonton laser disc di rumah saudara..xixixi...kasian ya ?
Tapi dia tidak patah semangat, dia datang lagi.... yang nerima langsung bapakku yang lagi dengerin radio KLCBS....fikirnya "Waah..nyambung nih" secara... dia kan penggemar jazz berat geetoo loch !
Dia langsung menyampaikan maksud kedatangannya ke bapak...eeh malah bapakku yang grogi..xixixi..dianya lancar2 aja. Yaa...udah gitu bapakku tidak bisa berkata tidak...terserah anaknyalaaaah....!
si gue juga masa nolak maksud baik orang, walaupun pada saat itu fikiranku masih seputar masuk perguruan tinggi...sukur sukur kalo diterima PTN.
Begitulah..akhirnya aku terima niat orang yang mau ibadah. Usiaku terpaut 8 tahun..aku masih polos waktu itu...dan sedikitpun tidak pernah terbersit difikiranku , bahwa dia adalah jodoh yang Allah berikan padaku.
Entah kapan mulainya cinta itu tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu...sempat long distance juga...dia sempat ngapel jam 4 subuh ke Tasik ..saking dianya nggak kuku menahan rindu.
4 Februari 1994 khitbah dilaksanakan...hmmm setelah itu long distance,aku di Singaparna Tasikmalaya...dia di Banjaran. Bapakku ternyata pengertian banget aku di titipin di rumah wa H Mimin di Soreang sambil belajar dagang katanya. Makasih ya wa Haji...kebaikan wa haji sangat berarti bagi kami.
Tanggal 27 November 1994 kami menikah...dan Subhanallah kami sekarang sudah punya 5 anak . Dia adalah bapak yang baik, bertanggung jawab, kekasih yang pengertian, sabar atas semua kekuranganku, guru yang telah mendewasakan aku, suami yang sholeh...dengan segala keunikannya aku terima dia apa adanya...dan kuharap dia juga terima aku apa adanya.
Ya Allah..segala puji bagiMu yang telah memberiku imam yang sholeh...cerdaskan aku ya Allah, agar aku bisa selalu mendukungnya dalam setiap gerak langkahnya yang selalu diniatkan untuk memberi kemanfaatan pada orang lain.
Ya Allah...berikan kekuatan pada suamiku dalam menjalankan segala amanah yang di embannya. Tugas-tugasnya sangat berat dan tanpa pertolonganMu dia tidak mungkin sekuat ini.
Kadang dikala kondisinya lemah...tekanan darahnya drop sampai 90/60.
Suamiku...tanpa dirimu aku tak berdaya. Aku mencintaimu...
