Oleh : Kang Uce
🏪Jika konsistensi adalah prinsip dalam merawat budaya, maka banyak nama rumah sakit di bawah ini juga seharusnya masuk radar “de-lokalisasi” Kang Dedi Mulyadi . Tapi kenyataannya tidak. Hanya ketika sebuah nama mengandung unsur Arab terutama yang identik dengan Islam tiba-tiba dianggap “asing” atau “tidak mencerminkan kearifan lokal”. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada “bahasa asing”, melainkan pada sensitivitas selektif terhadap identitas tertentu.
1⃣ RS Immanuel – Bandung
“Immanuel” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “Tuhan beserta kita”.
Nama ini berakar dari tradisi Kristen.
2⃣ RS Santo Borromeus – Bandung
“Borromeus” merujuk pada Carlo Borromeo, seorang santo Katolik dari Italia.
Nama ini berakar dari tradisi Katolik Italia.
3⃣ RS Hermina – Beberapa kota di Jawa Barat (Bandung, Depok, Bekasi)
“Hermina” adalah nama perempuan dari akar Latin atau Yunani, tidak berhubungan langsung dengan budaya lokal.
4⃣ RS Elisabeth – Purwakarta
“Elisabeth” adalah nama dari bahasa Ibrani-Yunani, populer dalam tradisi Kristiani.
5⃣ RS Advent – Bandung
“Advent” berasal dari bahasa Latin “adventus” yang berarti "kedatangan", merujuk pada kedatangan Yesus dalam tradisi Kristen Protestan.
6⃣ RS St. Carolus – Bekasi (jaringan Katolik)
Carolus adalah bentuk Latin dari Charles, nama Eropa klasik, merujuk pada Santo Carolus Borromeus.
7⃣ RS St. Vincentius – Garut
Nama Vincentius berasal dari bahasa Latin, lazim dalam tradisi Katolik.
8⃣ RS Ananda – Bekasi
Ananda berasal dari bahasa Sansekerta, artinya “kebahagiaan”, sering digunakan dalam budaya Hindu-Buddha.
