26 Juli 2013

BERGERAK UNTUK KEMASLAHATAN UMMAT


Drs. H. Eri Ridwan Latif, M.Ag insya Allah maju lagi dalam Pemilu Legislatif 2014 dari PARTAI BULAN BINTANG (14) Nomor Urut 2, beliau dicalonkan untuk DPRD Kabupaten Bandung  Daerah Pemilihan VII yaitu Kec. Pameungpeuk, Arjasari, Banjaran, Cangkuang, Cimaung dan Pangalengan. Semoga berkah pak Haji

11 Juli 2013

Islam, Politik, dan Kepemimpinan



Berkata Utsman bin ‘Affan Radhiallahu ‘Anhuma:
إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن
“Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan wewenang kepada penguasa untuk menghilangkan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan oleh Al Quran.” (Imam Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah, 2/12. Dar Ihya At Turats)
Mukadimah
Kaum sekuler –baik Barat maupun Timur- tidak akan ada kata henti menyerukan manusia; jauhkan agama dari politik, jauhkan Islam dari Negara. Seruan ini, bukan barang baru, dalam sejarah keagamaan dia memiliki akar dalam ‘kesucian’ teks agama Nasrani. Dalam Bible disebutkan: “Berikan Hak Kaisar kepada Kaisar dan berikan hak Tuhan kepada Tuhan.” Inilah pemisahan ekstrim antara keterkaitan kekuasaan dan agama, tetapi bukan dari Islam, bukan dari Allah dan RasulNya, tidak dikenal oleh para sahabat, dan asing dalam seluruh literatur mu’tabarah para ulama dan sejarawan Islam.
Tahun terus berjalan, abad berganti abad, upaya mereka untuk memadamkan agama Allah Ta’ala dengan mulut-mulut mereka terus bergulir, dengan wajah dan pakaian baru tetapi isinya sama. Tetapi selalu ada pada tubuh umat ini segolongan manusia yang membendung mereka, melucuti kebohongan dan meruntuhkan semua bangunan argumen yang mereka dirikan. Hingga agama ini tetap menduduki haknya sebagai penguasa dan pengelola dunia ini.
Allah Ta’ala berfirman:
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash Shaf (61): 8)
Kekuasaan Adalah Warisan Allah Kepada Orang Mukmin
Tidak bisa dibenarkan klaim sebagian manusia -sayangnya mereka dikenal sebagai ‘tokoh Islam’ yang berada dalam komunitas Jam’iyyah Islamiyah- yang mengatakan Islam tidak pernah mengurus negara dan politik. Tidak ada daulah dalam Islam. Ini jelas syubhat sekularisme yang mereka dapatkan melalui pendidikan dan interaksi akademis yang bebas nilai.
Banyak sekali ayat-ayat yang menjadi dalil wajibnya berdiri Daulah Islamiyah. Allah Ta’ala berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur (24): 55)
FirmanNya yang lain:
الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al Hajj (22): 41)
FirmanNya yang lain:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka Barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih.” (QS. Al Baqarah (2): 178)
FirmanNya yang lain:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa (4): 58-59)
Ayat-ayat ini menuntut didirikan Daulah Islamiyah, bagaimana bisa amanat dan pesan agung yang ada pada ayat-ayat ini bisa berjalan secara utuh dan sempurna tanpa adanya negara yang menerapkan dan menjaganya?
Perhatikan ayat 58, objek pembicaraan pada ayat ini adalah pemerintah dan penguasa, di mana mereka diperintahkan untuk memelihara amanah yang dibebankan kepadanya dan menetapkan hukum secara adil. Lalu pada ayat 59, objek pembicaraannya adalah rakyat yang beriman. Mereka harus taat kepada Ulil Amri yang berasal dari mereka sendiri dengan syarat Ulil Amri tersebut telah mentaati Allah dan RasulNya. Mereka pun menjadikan ketaatan kepada Ulil Amri, adalah tahapan lanjutan dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Selain itu, mereka juga diharuskan meredam perselisihan dengan cara mengembalikannya kepada konstitusi syar’i, yakni kepada Allah dan RasulNya yakni Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Menjalankan semua ini, agar berjalan sempurna dan utuh, tentu melazimkan adanya pada sebuah Negara, tidak hanya sekadar kehidupan individu.
Oleh karena itu, surat An Nisa ayat 58-59 ini telah dijadikan landasan utama oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam menulis kitabnya As Siyasah Asy Syar’iyyah fi Ishlahir Ra’i war Ra’iyyah.
Dalam Al Quran masih banyak ayat-ayat yang membahas tema-tema sosial, politik, ekonomi, perjuangan, dan militer. Ayat-ayat ini telah menjadi perhatian khusus para imam kaum muslimin. Mereka menamakannya dengan ayatul ahkam (ayat-ayat hukum). Tak kurang dari Imam Asy Syafi’i, Imam Al Jashash, dan Imam Ibnul ‘Arabi membuat kitab tafsir khusus membahas ayat-ayat hukum, dengan judul yang sama: Ahkamul Quran. Ulama kontemporer juga ada yang melakukannya yakni Syaikh Prof. Dr. Ali Ash Shabuni menyusun kitab Rawa’i Al Bayan fi Tafsiri Ayatil Ahkam minal Quran.

Pengabaran As Sunnah
Banyak sekali hadits shahih -puluhan bahkan ratusan- yang membahas tentang khalifah, kekuasaan kepemimpinan, bai’at, pengadilan, dan karakteristik pemimpin. Juga dibahas tentang cara menasihati mereka, bermusyawarah dengan mereka, serta menyikapi mereka baik yang adil maupun yang zhalim. Pemimpin seperti apa yang layak ditaati dan yang bagaimana yang tidak boleh ditaati. Juga, hak dan kewajiban mereka,
Para imam ahli hadits pun telah membuat pembahasan dalam kitab mereka bab khusus tentang kepemimpinan dan hak-hak yang terkait dengan wewenang pemimpin. Imam Bukhari dalam Jami’ush Shahih-nya membuat Kitab Al Hudud, Kitab Ad Diyat, juga Kitab Al Ahkam yang membuat bab-bab tentang Al Imamah dan Al Imarah (kepemimpinan). Begitu pula Imam Muslim, dalam kitab Jami’ush Shahih-nya membuat Kitab Al Imarah, juga Kitab Al Hudud, dan Al Qasamah wal Muharibin wal Qishash wal Diyat. Hal sama dilakukan juga para pengarang kitab Sunan.
Fakta ilmiyah ini merupakan jawaban atas tudingan sebagian pihak yang mengatakan bahwa Khilafah Islamiyah tidak memiliki akar yuridis dalam Islam. Bagaimana bisa mereka mengatakan demikian padahal As Sunnah adalah salah satu dasar yuridis Islam, dan telah begitu banyak As Sunnah membicarakan kepemimpinan, kekuasaan khilafah, bai’at, dan pembahasan lain yang terkait.
Contoh hadits berikut:
Dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إذا خرج ثلاثةٌ في سفرٍ فليؤَمِّروا أحدهم
“Jika tiga orang keluar bepergian maka hendaknya salah seorang mereka menjadi pemimpinnya.” (HR. Abu Daud No. 2608. Syaikh Al Albani mengatakan hasan shahih. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 2608)
Jika urusan safar saja Islam ikut mengambil bagian untuk menetapkan adanya pemimpin, maka tidak syak lagi bagi urusan yang lebih urgen dan besar dari itu seperti kenegaraan. Maka, adalah hal yang mustahil Islam luput dari hal-hal besar seperti politik dan Negara.
Hadits lain:
الامام ظل الله في الارض
“Pemimpin adalah naungan Allah di muka bumi.” (HR. Ahmad dan Ath Thabarani, Al Haitsami mengatakan para perawi Ahmad adalah tsiqat. Lihat Majma’ Az Zawaid, 5/215)
Hadits ini menunjukkan posisi penting kepemimpinan dalam pandangan Islam. Maka, bagaimana mungkin mereka mengatakan Islam sama sekali tidak pernah bicara kekuasaan?
Fakta Warisan Pemikiran Islam
Tema tentang kepemimpinan, kekuasaan, dan apa-apa yang menjadi tautannya seperti hudud, bai’at, diyat, pengadilan, dan lainnya. Telah dibicarakan para ulama Islam sejak masa-masa awal hingga zaman modern. Baik pembahasan yang include dengan kajian fiqih lainnya, atau pembahasan khusus pada kitab khusus pula.
Tidak pernah sepi di kolong langit ini para ulama yang mengkaji permasalahan kepemimpinan, kenegaraan, pidana, dan politik Islam. Imam Abul Hasan Al Mawardi menyusun kitab Al Ahkam As Sulthaniyah (Hukum-hukum Kekuasaan). Begitu pula Imam Abu Ya’ala dengan judul yang sama. Imam Al Haramain menyusun kitab Al Ghiyats. Imam Ibnu Taimiyah menyusun kitab As Siyasah Asy Syar’iyyah. Sedangkan muridnya, Imam Ibnul Qayyim menyusun kitab Ath Thuruq Al Hukmiyah (metode-metode pemerintahan). Imam As Suyuthi menyusun kitab Al Asathin fi ‘Adamil Muji’ As Salathin. Ibnu Syidad menyusun kitab An Nawadir As Sulthaniyah, lain sebagainya.
Fakta ini menunjukkan bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dengan Negara dan politik. Adanya karya-karya ini serta perhatian para sarjana muslim sejak masa klasik membuktikan bahwa memang keterkaitan antara Islam dan Negara adalah memang wujud (ada). Sebab, adalah hal mustahil para imam ini membicarakan sesuatu yang sia-sia, yang tidak pernah terjadi dalam Islam dan dunianya. Dia dibicarakan karena dia ada. Hakikat ini sangat jelas bagi orang-orang yang berakal.
Fakta Sejarah Kepemimpinan Islam
Sejak masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dilanjutkan para khalifah yang empat, lalu dilanjutkan oleh para khilafah dinasti, hingga berakhirnya khilafah Turki Utsmani tahun 1924M, dan pada masa itu selalu ada ulama Islam yang memberikan sumbangan pemikiran untuk kemakmuran Negara, adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah bahwa agama ini sangat perhatian dengan masalah kepemimpinan, kekuasaan, wilayahnya, serta negara. Ini juga menunjukkan, tidak mungkin selama belasan abad lamanya umat Islam dan para ulamanya melakukan kesalahan langkah karena ‘mencampurkan’ agama dan Negara, apalagi disebut tidak memiliki akar sejarah dan teologis.
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إن الله لا يجمع أمتي أو قال أمة محمد صلى الله عليه وسلم على ضلالة ويد الله مع الجماعة
“Sesungguhnya Allah tidaklah mengumpulkan umatku – atau Beliau bersabda: Umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 2167)
Seringkali kaum sekuler dan liberal menjadikan sejarah hitam kekuasaan Islam sebagai bukti untuk memperkuat hawa nafsu mereka. Mereka membeberkan adanya konflik, bahkan pertumpahan darah pada sebagian masa-masa khilafah Islamiyah. Pandangan mereka sama sekali tidak bisa dibenarkan. Peristiwa-peristiwa yang dilahirkan dari kejahatan manusia, serta kepentingan duniawi pelakunya, sama sekali bukanlah noda serta bukan pula alasan untuk menafikan nilai dan bangunan sistem yang ada. Perilaku konflik mereka hendaknya disandarkan sebagai sikap dan perilaku pribadi manusianya, bukan karena nilai yang dianut dan yang berlaku saat itu. Lalu, kenapa mereka tidak berkaca pada fakta sejarah kegemilangan Khalifah yang empat dan Umar bin Abdul Aziz? Apa yang membuat mereka menutup mata terhadap fragmen yang lain? Jika bukan kebodohan dan mata kebencian terhadap Islam, nama apalagi yang cocok buat sikap mereka ini?!
Selain itu, kaum sekuler juga membangun argumentasi mereka dengan dasar pobhia negara teokrasi a la Barat. Mereka menyangka jika Islam dijadikan dasar pemerintahan kekuasaan dan hukum-hukumnya, akan mengulangi kekuasaan kaum gerejani di Eropa yang absolute. Kekuasaan yang selalu mengatasnamakan semua perbuatan dan keputusan pemimpin berasal dari Tuhan. Sehingga, tidak ada celah untuk bertanya ‘mengapa?’, lebih-lebih mengatakan ‘tidak!’. Pemikiran dan ketakutan mereka ini sangat rapuh, bodoh, dan tidak sesuai fakta sejarah kepemimpinan rahmatan lil ‘Alamin-nya Islam. Dan, Islam sendiri menolak sistem Teokrasi, yang memposisikan suara pemimpin adalah suara Tuhan.
Tidak cukup dengan itu, mereka juga sok membela agama dengan mengatakan agama adalah sakral dan suci yang tidak selayaknya dicampuradukkan ke dunia politik dan kekuasaan yang penuh intrik dan hawa nafsu. Ini juga pemikiran yang dibangun bukan berdasarkan nilai-nilai Islam yang utuh dan menyeluruh dan menafikan sikap Islam terhadap politik, melainkan berdasarkan asumsi dan kasus manusia yang mereka lihat saja.
Jahatnya lagi adalah mereka tidak pernah mempermasalahkan lahirnya Negara sosialis, komunis, kapitalis, serta Negara Kristen vatikan, Hindu India, dan Yahudi Israel. Semua ini bebas hidup dan menghirup udara segar di alam demokrasi versi mereka. Tetapi, tangan mereka terkepal, bom mereka siap diluncurkan, serta syubuhat pemikiran pun dipublikasikan, ketika berhadapan dengan ide dan gagasan Negara Islam. Padahal baru sekadar gagasan!
Fakta sejarah bahwa Islam senantiasa ada dalam panggung kekuasaan juga telah diisyaratkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa umat ini akan mengalami lima tahap kepemimpinan. Pertama. Kepemimpinan di atas manhaj kenabian. Kedua, kepemimpinan khalifah di atas manhaj kenabian. Ketiga, kepemimpinan raja-raja menggigit. Keempat, kepemimpinan raja-raja diktator. Kelima, kepemimpinan khilafah di atas manhaj kenabian lagi. Lalu Nabi terdiam. (HR. Ahmad No. 17680. Imam Al Haitsami mengatakan: perawinya tsiqat. Lihat Majma’ Az Zawaid 5/188-189)

Sebagai mukmin kita akan meyakini sign dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini. Dan, sebagai seorang yang berilmu kita telah menunjukkan fakta-fakta sejarah, serta nilai-nilai yuridis teologis bahwa memang Islam dan Kekuasaan adalah senyawa tak terpisah sejak awal lahirnya hingga berakhirnya dunia.

8 Juli 2013

YUSRIL PRESIDEN, KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM AKAN TEGAK


Prof. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA, SH. M.Sc :
1. Saya keberatan kalau Polri bilang akan tindak tegas pengibaran "bendera Bulan Bintang di aceh"; 
2. Sebaiknya Polri tegas saja menyebut akan menindak bendera aceh yg sama atau mirip dengan bendera GAM; 
3. Menyebut akan menindak pengibaran bendera "Bulan Bintang" bisa menimbulkan kesan Polri akan tindak pemasangan bendera Partai Bulan Bintang;
4. Padahal bendera Partai Bulan Bintang adalah bendera partai yg sah menurut hukum RI dan terdaftar baik di Kemenkumham maupun KPU; 
5. Saya meminta Polri jangan lagi gunakan istilah akan menindak pengibaran bendera "Bulan Bintang" di aceh karena bs timbulkan salah paham. 

Mari kita berpolitik dengan AKHLAK yang beradab !


Atasnama Majelis Pertimbangan Cabang PARTAI BULAN BINTANG (14) Kabupaten Bandung mengucapkan Selamat menunaikan ibadah Shaum 1434 H semoga shaum kita dapat menghantarkan kepada ketaqwaan. Amien — 

6 Juli 2013

Obrolan dua tokoh Pemimpin Bangsa



Yusril Ihza Mahendra : Gus dur dulu pernah bilang sama saya “Bang, bang yusril inikan anak orang Masyumi” “kenapa Gus?” “yah nggak bisa tahlil, nggak bisa baca talkit” “Siapa bilang? Kalau perlu Gus dur masih hidup saya Talkinin sekarang...” “ oh jangan!” katanya begitu, ternyata Gus dur takut juga di talkinin hehehe, dikirain saya tidak bisa baca Talqin.

Diliana Ermaningtias, ST calon anggota DPR-RI dari Partai Bulan Bintang

Puteri Komjen Pol (Purn) Drs. H. Susno Duadji, SH.MH.M.Sc : Diliana Ermaningtias, ST maju dalam Pemilu Legislatif dari Partai Bulan Bintang No. 14 untuk DPR-RI No. Urut 1 dari Daerah Pemilihan Jabar I (Kota Bandung dan Kota Cimahi). Selamat berjuang ! Ganbatte !

LEBIH BAIK SAYA MATI BERDIRI, DARIPADA MEMBUNGKUK KEPADA AMERIKA SERIKAT !



Assalamualaikum wr.wb 

Bapak-bapak dan ibu-ibu saudara-saudara keluarga besar Partai bulan bintang yang dimuliakan Allah swt.Hari ini kita bersyukur kehadirat Allah SWT, kita semua berkumpul di Hotel Kartika Chandra ini dalam rangka orientasi bagi para calon-calon anggota dewan perwakilan rakyat republik Indonesia dalam Pemilu 2014 dari Partai Bulan Bintang.

Pertemuan ini selain kita maksudkan untuk bersilaturrahim antara kita sesama kita mengingat banyak kader-kader baru, banyak anggota-anggota baru banyak calon-calon legislatif baru yang bergabung ke PBB dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.

Selain dari pada itu kesempatan ini kita manfaatkan untuk secara lebih dalam memahami persoalan-persoalan partai , misi partai dan persoalan-persoalan yang terkait dengan kehidupan bangsa dan negara kita.

15 tahun sudah keberadaan PBB ditengah-tengah masyarakat Indonesia dan kita telah memainkan peran politik yang signifikan dalam memberikan warna bagi perjalanan politik bangsa dan negara kita selama 15 tahun terakhir ini. Kehidupan sebuah partai sangat banyak dinamikanya, mengalami pasang surut, mengalami hal-hal yang menyenangkan maupun mengalami hal-hal yang mengenaskan dan menyedihkan bagi kita semua. Partai politik bisa menjadi besar , bisa juga menjadi kecil, bisa juga kecil dalam jangka yang sangat panjang, atau bisa juga besar dalam jangka waktu yang sangat panjang. Tapi tidak ada partai politik yang tidak mengalami masa pasang surut dalam perjalanan sejarahnya.

Saya teringat pada tahun 1998 ketika partai ini mulai berdiri,kita membandingkan partai bulan bintang itu dengan partai sosial demokrat jerman, dia sudah ada berkembang dan baru 100 tahun kemudian partai itu menguasai dunia politik di negara itu. PBB memang lahir dengan tantangan2 yang sangat besar diawal kelahirannya. Partai ini secara tegas menyatakan sebagai partai yang meneruskan cita-cita perjuangan partai politik Islam Indonesia Masyumi yang didirikan pada 1945 dan terpaksa membubarkan diri pada tahun 1960. Usia Masyumi Cuma 15 tahun dan usia PBB sekarang ini sudah 15 tahun. Kalau kita membandingkan 2 periode sejarah itu memang nampak jauh sekali perbedaannya. Masyumi lahir dari awal sebagai kekuatan politik yang besar, yang menghimpun 2 sayap kekuatan Ormas Islam Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. PBB lahir di era reformasi tahun 1998 ketika pengaruh dari Partai Masyumi sudah mulai berkurang ditengah2 masyarakat kita bahkan sebagian besar generasi muda sudah tidak mengenal Partai Masyumi itu. dibubarkan tahun 1960 dan oleh pemerintah orde baru dianggap organisasi atau partai politik yang terlarang. Kita dengan segala keberanian menghidupkan kembali semangat itu, semangat persatuan umat Islam sesunguhnya yang berhimpun didalam satu partai politik Islam Indonesia pada tahun 1945. Yang dimaksudkan akan menjadi satu-satunya partai politik Islam ditanah air kita, namun sejarah menunjukkan kepada kita Partai Islam terpecah dan berpecah belah dan melemahkan kekuatan politiknya sendiri sampai ketika itu terjadi pertarungan Ideologi antara Islam Nasionalis , sekuler dan komunis dan Partai Islam yang membawa semangat kemoderenan seperti Masyumi terpaksa tersingkir dari kekuasaan oleh karena menentang rezim yang berkuasa dimasa itu di bawah Presiden Soekarno yang orientasi politiknya makin hari makin berkembang kearah kiri kearah sosialis dan komunisme. Kita menghidupkan kembali cita-cita awal kemerdekaan tahun 1945 yang pada waktu itu pada waktu mendirikan partai politik Islam Indonesia Masyumi tujuannya adalah untuk menjunjung Tinggi agama Islam dan menegakkan kedaulatan negara. Itulah tujuannya yang awal sekali. Dari awal itu pun telah memainkan suatu peran penting baik peran diplomasi, peran politik maupun peran kemiliteran dalam menegakkan negara kesatuan republik indonesia ini. Apa yang dikatakan pak fuad amsyori tadi betul adanya, kita adalah Islam dan kita sekaligus adalah Nasionalis. Dua-duanya itu bagaikan menyatu dalam diri kita karena memang partai politik didirikan khusus untuk sebuah bangsa dan sebuah negara, dan tiap tujuan untuk meraih atau mengambil alih atau memegang kekuasaan politik di sebuah negara dan karena itu partai politik tidak bisa bergerak dibeberapa negara kecuali hanya di satu negara saja. Itu bedanya partai politik dengan gerakan dakwah atau Harikat Islamiyah yang lain yang bisa menjangkau negara-negara lain, tapi sebuah partai pada dasarnya hanya berdiri disebuah negara untuk meraih, membangun kekuasaan politik dan membawa bangsa dan negara itu kepada apa yang mereka cita-citakan.

Kita adalah Partai politik berasaskan Islam, mencintai bangsa dan negara Indonesia berjuang untuk memajukan prikehidupan kebangsaan indonesia dengan dilandasi dengan ajaran-ajaran Islam. Itulah yang menjadi misi, itulah yang prinsip yang dianut oleh partai bulan bintang ini. Mudah-mudahan tidak timbul kesalahpahaman dan khususnya saudara-saudara para calon anggota legislatif dapat menjelaskan kepada rakyat bahwa partai bulan bintang adalah partai Islam , Partai Indonesia juga sekaligus berdasarkan Islam didirikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan negara indonesia dan membawa negara republik Indonesia ini kearah kejayaan dan kemuliaan dimasa depan. Itulah yang menjadi prinsip –prinsip yang kita pegang teguh itu.

Mengapa kita bersikap demikian? Kita sesungguhnya meyakini bahwa Islam itu adalah Huddanli al nas wabayyinaati mina al huda wa al furqon Alquran adalah petunjuk , penjelasan dan pembeda antara kebenaran dengan kesalahan, dan ajaran ini bersifat universal dan kita berupaya untuk menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita masing-masing baik dalam artian pribadi , keluarga , masyarakat dan kehidupan bangsa dan negara kita ini. Jangan kita biarkan negara kita ini menjadi negara yang sekuler yang menganggap bahwa urusan keagamaan dan urusan keduniaan adalah 2 hal yang berbeda dan harus dipisahkan. Perbedaan antara politik orang sekuler dengan politik Islam terletak disini (Meletakkan tangan didada) sejauh orang memegang teguh tauhid dan menerapkan prinsip-prinsip dibidang ahlak dalam berpolitik, maka selama itu maka politik yaitu dapat dikatakan politik yang bersifat Islam. Sedangkan sebaliknya yang melihat politik adalah semata-mata politik saja nah itulah politik yang sekuler. Bagi orang sekuler dunia ini adalah dunia saja sedangkan bagi orang yang beragama, bagi orang Islam, dunia ini bukan sekedar dunia saja. Tapi dunia ini ada suatu makna ada suatu tujuan ada suatu itikad yang ingin di capai dengan penciptaan dunia ini. Dalam politikpun kita tidak pernah melepaskan etik dari politik dan menyadari bahwa tauhid adalah landasan dari sikap dan perilaku politik kita semuanya. Kita sudah merdeka 68 tahun lamanya sampai sekarang. Tugas-tugas itu makin banyak dan makin berat. Kit amendirikan partai karena kita ingin mengisi perjalanan bangsa dan negara kita ini, sesuai dengan arah yang menjadi cita-cita, yang menjadi landasan, yang menjadi ideologi dari partai kita ini. Islam sendiri kita ketahui peran Islam bukan Ideologi, Islam adalah Dinullah Ideologi itu pikiran manusia, Islam sebagai Dinullah itu memberikan suatu petunjuk bagaimana kita menyelesaikan persoalan-persoalan kita. Pemikiran Reflektif kita terhadap ajaran-ajaran Islam dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kita itulah yang membentuk sebuah ideologi politik yang dianut oleh Partai Bulan Bintang ini. Itu semua dapat dibaca dalam Anggaran Dasar dan dapat dibaca juga didalam tafsir asas dari Partai Bulan Bintang ini. Sehingga kalau orang tanya kepada kita, apa bedanya partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan Sejahtera. Apa bedanya PBB dengan PPP dan sebagainya, maka kita mengatakan yah semua adalah Partai Islam. Tapi secara ideologi dia bisa berbeda dalam menafsirkan petunjuk-petunjuk dalam Alquran dan sunah itu dalam menjawab persoalan-persoalan yang kita hadapi ini. Ijtihad bisa berbeda dan PBB itu jelas pandangannya itu jelas dari awal tokoh-tokohnya dulu terlibat dalam membentuk , mendirikan negara Republik Indonesia ini. Kita terima ini sebagai suatu kenyataan yang kita perjuangkan adalah bagaimana kita mengisi warna, bentuk dan isi Islam kepada negara Republik Indonesia ini. Dari situ jelas kita beda dengan Hizbut Tahrir misalnya yang berkeinginan untuk membentuk Khilafat Islamiyah dengan merubah struktur yang ada ini. Kita tidak. Kapan-kapan memang saya berencana untuk kita terbitkan kembali buku-buku tentang Masyumi tulisan-tulisan dari DR. Sukiman Wirjosandjojo, tulisan dari muhammad Natsir, tulisan dari H. Agus Salim , tokoh-tokoh masyumi yang awal sekali juga tokoh-tokoh ulama Masyumi pada waktu itu seperti Hadratus Syech Haji Hasyim Asyhari, Kyai Haji Wahab Hasbullah, Kyai Haji Wahid Hasyim yang menulis begitu banyak pemikiran-pemikiran Islam untuk menjawab persoalan-persoalan politik bangsa dan negara kita agar kita dapat lebih mengetahui dan menyadari ada kesinambungan sejarah yang terus menerus memberi Inspirasi kepada kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi sekarang ini . jangan kita lepaskan pertautan historis dengan para pendahulu oleh karena kita sebenarnya adalah generasi Melanjutkan apa yang telah mereka rintis, apa yang telah mereka perjuangkan, apa yang telah mereka tegakkan dan kita meneruskan cita-cita perjuangan kita tetap negara republik Indonesia yang kita perjuangkan adalah mengisi Ruh dan semangat Islam dalam perjalanan hidup bangsa dan negara kita kedepan sambil kita memecahkan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi oleh bangsa dan negara kita sekarang ini.

Satu hal yang harus kita sadari bersama-sama adalah bahwa negara ini sangat kaya, negara ini sangat-sangat besar, betul-betul besar dibandingkan dengan negara-negara lain kecuali dibandingkan sama cina, sama rusia atau kanada, negara kita ini memang negara yang sangat-sangat besar. Saya sering diminta oleh pengurus-pengurus di cabang-cabang supaya mengunjungi disetiap cabang. Saya katakan, ada 520 lebih cabang Partai bulan bintang di seluruh Indonesia ini. Sehingga jika saya datang satu hari satu cabang saja, maka satu tahun tidak semua cabang dapat dikunjungi. Jadi memang ini negeri sangat besar dan sangat kaya tapi mengapa kita hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan seperti sekarang? Sebabnya adalah ketidakmampuan kita dalam mengelola, menata kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. sistem kita bernegara itu masih jauh dari pada baik dan efektif, sehingga banyak waktu terbuang sia-sia, proses pengambilan keputusan sangat lambat dan management menjalankan roda pemerintahan dinegara kita ini tidak bisa berjalan secara efektif. PBB memikirkan itu! karena itu kita sebenarnya berupaya untuk membangun sebuah sistem, sistem bernegara yang kuat, sistem bernegara yang efektif dan efisien sehingga kita dapat mengelola negara ini secara lebih baik, lebih cepat dibandingkan dengan waktu dahulu maupun keadaan sekarang ini . yang kedua kita harus betul-betul menyadari bahwa tidak akan ada siapapun yang akan menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini kecuali kita sendiri.

Jangan terlalu banyak kita bergantung kepada bangsa-bangsa lain, kepada orang asing karena mereka tidak akan pernah menginginkan bangsa dan negara kita ini menjadi bangsa yang kuat dan maju. Pengalaman dimasa yang lalu kita sudah dijajah oleh kekuatan asing. Ekonomi kita di obrak-abrik oleh kekuatan imperialisme dan yang sangat mengenaskan ialah ketika terjadi krisis tahun 1997 dampaknya masih terasa sampai sekarang dan kita berkelahi teus di internal bangsa kita, sementara sebenarnya skenario untuk menenggelamkan bangsa kita pada tahun 1997 itu masih belum banyak diketahui oleh masyarakat kita sendiri. Dan ketika krisis itu terjadi tahun 1997 kita tidak siap untuk menjawab menghadapi apa yang terjadi pada saat itu karena Ilmu kurang dan kita memang tidak punya pengalaman menghadapi krisis yang sangat dashyat seperti itu. pemerintah orde baru pada waktu itu selalu mengklaim fundamental ekonomi kita kuat, cadangan devisa kita besar, stabilitas politik kita mantap dan kita dianggap akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan internal kita sendiri. Tapi tiba-tiba dengan satu goncangan dibidang moneter pada waktu itu 1 US$ adalah Rp.2500 tiba-tiba mengalami krisis dibidang moneter melompat menjadi Rp.16500 sehingga tidak ada satu usahapun yang dapat mengkalkulasi, merencanakan kegiatan usahanya, kita bingung apakah kita akan melepaskan kurs kita dengan fluktuatif mengikuti perkembangan mekanisme pasar ataukah kita akan PEK seberapa jumlah yang kita mau tentukan kita dalam keadaan panik, kita melepaskan bunga bank, semua Kolaps dan pemerintah pada waktu itu mengambil kebijakan untuk mengatasi bank-bank yang Kolaps memberikan bantuan likuiditas yang disebut dengan BLBI yang sampai sekarang masalahnya tetap rumit untuk kita selesaikan bersama-sama. Malaysia pada waktu itu mengambil sikap yang jauh berbeda. Malaysia menolak kerjasama dengan IMF dan bank dunia kita sebaliknya menerima mereka. Malaysia zero Count , Nol Count bunga bank , kita biarkan sampai 70% bunga bank pada waktu itu dan kemudian malaysia PEK uangnya 1 US$ (Sebesar) 3,4 Ringgit , kita biarkan mengambang terus dan kita betul-betul dalam keadaan krisis dan saya ingat betul pada waktu Megawati menjadi Presiden, menteri keuangan Boediono pada waktu itu melaporkan dalam sidang kabinet bahwa cost kita dalam menanggulangi krisis adalah jumlahnya 632 Trilyun dan itu menjadi tanggungan negara dan menjadi beban bagi seluruh rakyat sampai hari ini.

Kalau kita lihat sebenarnya BLBI Pada waktu itu dikucurkan oleh pemerintah untuk membayar utang kepada pihak asing, sehingga mereka tidak mengalami kerugian sama sekali dan bahkan mereka mendapat keuntungan yang luar biasa oleh karena ketika uang d pinjam dalam bentuk US$ dan ketika harus kembalikan, kita harus membandingkan atau menghitung rupiah dalam Dollar maka terjadinya adalah Hutang pada awalnya Rp.2500 tapi ketika bayar, bayarnya Rp.16.500 dan itu luar biasa dampaknya sampai sekarang ini. Memang kejadian itu yang kemudian yang menciptakan PERPU Kepailitan, merumuskan begitu banyak kebijakan yang sampai hari ini masih ini kita rasakan segala dampak dan akibatnya.

Karena itu saya mengingatkan saudara-saudara tidak ada siapapun yang akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini kecuali kita sendiri. Lebih baik kita tidak bisa percaya kepada kekuatan-kekuatan asing, dia tidak berpihak kepada kita. Kenapa mereka tidak berpihak kepada kita? Pertama, negeri ini sangat kaya raya. Saya tahu mungkin nanti saatnya saya akan kemukakan bagaimana kita harus menyelesaikan persoalan bangsa ini, bagaimana kita harus melipatgandakan APBN kita, sehingga kita memperkuat fundamental ekonomi kita, membiayai seluruh pembiayaan negara yang harus kita tanggulangi dan kita pikul bersama, nanti akan dikemukakan menjelang pemilihan Presiden. Saya tidak ingin ide-ide ini dicuri oleh pihak-pihak lain.. jadi kita nanti tidak dikemukakan sekarang ini.

Jadi kekayaan kita tidak pernah habis kalau ilmu kita punya, ini prinsipnya. Jadi kalau orang tanya kepada saya bagaimanakah sikap kita terhadap kontrak-kontrak karya yang sudah ditandatangani baik pada masa presiden Soekarno dan pada masa presiden Soeharto, Freport dan lain-lain. saya mengatakan kalau kita Nasionalisasi bukan persoalan kita berani atau tidak berani , tapi apakah itu realistis atau tidak? Kita pernah melakukan nasionalisasi pada tahun 1952, pertama kali kita menasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank Central dan itu dulu dilakukan oleh Menteri keuangan Masyumi , Mr. Yusuf Wibisono., Jadilah Bank Indonesia itu. tapi kita bayar sama Belanda, kita Nasionalisasi KPM menjadi Pelni,kita bayar sama Belanda, Nasionalisasi KLM menjadi Garuda, kita bayar, kita Nasionalisasi Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton menjadi PN Tambang Timah kita bayar sama belanda! Persoalannya kita harus kalkulasi, kalau kita Nasionalisasi Freeport maka harus dianggarkan dalam APBN, apakah itu akan menguntungkan atau tidak? Maka saya mengatakan yang paling efektif adalah kita melakukan renegosiasi apakah kontrak dilaksanakan dengan konsisten ataukah terjadi kecurangan –kecurangan didalamnya? dan kalau terjadi kecurangan-kecurangan kita bisa menuntut pembatalan kontrak. Kalau kontrak kita batalkan maka di bawa ke badan Arbitrase internasional dan pengalaman kita selana ini kita selalu kalah di Arbitrase Internasional. Terakhir saya ingat kita kalah di Arbitrase New York dalam kasus Balongan kilang minyak yang tidak jadi dibangun dan kita dikalahkan oleh Arbitrase karena perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh pemerintah pada umumnya sangat-sangat lemah dan selalu menguntungkan Pihak Asing dan merugikan Negeri kita sendiri. Tapi barangkali dengan teknologi yang berkembang kita dapat mengatasi semua itu , barangkali suatu saat kita hanya akan mengatakan sama seperti kepada Belanda yang dulu telah menambang dalam sampai 400 M dibawah tanah, mereka hanya mengambil Timah. Apa yang ada dibawah mereka ditinggalkan diatas, sama seperti Freeport sekarang. Mereka menambang dibawah tanah , ditinggal diatas yang dibawah “konon” hanya tembaga, mungkin juga yang lain tapi yang tertinggal masih banyak. Mungkin suatu kali kita akan mengatakan yah, terima kasih kepada Freeport anda sudah angkat ini barang ke atas kami tinggal mengolah dan akan menjadi suatu Real Act Metal yang akan menjadikan bangsa Indonesia ini sebagai bangsa yang akan kembali kedepan mungkin akan menaklukkan dari perjalanan dunia ini. Nantilah lebih detail kita akan kemukakan.

Mengapa mereka tidak ingin kita menjadi maju? Pertama memang negara ini sangat kaya. Sudah ditambang sama Belanda, sudah ditambang sama Republik, sudah dikerjain sama perusahaan-perusahaan perusahaan-perusahaan tambang asing, tapi tetap kekayaan itu tidak pernah habis-habisnya sampai hari ini dan malah makin banyak, makin banyak.

Yang kedua, Negeri ini negeri Muslim terbesar di dunia, tidak akan pernah orang-orang yahudi, Orang-orang Nasrani, orang-orang sekuler itu akan senang kalau melihat Indonesia ini menjadi sebuah negara muslim yang kuat dan maju di dunia ini. Kita lihat negara-negara timur tengah sudah dikacaukan habis sama mereka, di adu domba satu dengan yang lain tidak bisa maju-maju sampai sekarang ,perang tanpa henti-hentinya. Kita Alhamdulillah bisa membangun asia tenggara yang damai bebas dari knflik-konflik yang besar dan menjadikan forum Asean sebagai forum dialog untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Konflik regional. Tidak ada yang senang dengan kita.

Yang ketiga, Letak kita yang sangat strategis ini. Indonesia pada waktu Prof. Mohctar Kusumaatmadja menjadi Menteri luar negeri. Kita berhasil memperjuangkan apa yang disebut dengan UNCLOS (United Nations on the Law of The Sea) tentang hukum laut Internasional. Kita pada waktu itu di sokong oleh Inggris Filipina dan Jepang yang menyatakan bahwa negara di dunia ini ada yang disebut dengan negara-negara kepulauan. Atau disebut Archipelagic State . yang spesifik tidak ada pada negara yang tidak bercorak Archipelagic kepulauan itu. apa yang penting adalah menurut hukum laut Internasional batas suatu negara itu adalah 14 Mil ditarik dari air surut yang paling jauh, kesana ditarik ketengah laut ,sampai disitulah batas negara. Kalau begitu antara kalimantan dan pulau jawa, siapa yang punya laut di tengah2 itu? Archipol maka kita mengatakan laut antara 2 pulau dalam sebuah negara kepulauan adalah kedaulatan dari negara itu, bahkan kita mengajukan konsep tentang batas laut 200 Mil yang disebut dengan dengan Zone Economic Exclusive yang sebenarnya membuat luas wilayah kita makin besar , cadangan minyak kita juga sebenarnya masih sangat besar. Dan dengan konsep Archipol itu maka timbul persoalan... saya ingat suatu hari saya menyelesaikan perundingan tapal batas Indonesia dengan Vietnam yang berunding 24 tahun tidak selesai-selesai. Pada waktu itu saya dengan saudara Hasan Wirayudha memfinalkan Penetapan Tapal Batas republik Indonesia dan republik Vietnam. Dengan itu sempat Mahathir Muhammad agak kesal dan dia bilang sama saya “Yusril... itu pulau awak kecil sangatlah, maksudnya dia bilang pulau anda kecil sekali di ujung pulau natuna. Akibatnya karena kita Archipelagic maka batas laut kita itu dari pulau tioman dipantai timur malaysia di tarik sampai ke dekat kota Ho Chi Minh City yang mengakibatkan malaysia itu terpisah antara semenanjung malaya - Sabah sarawak disana, itu persis seperti Pakistan barat dan Pakistan Timur yang dulu dipisahkan oleh daratan India, karena dibelah begitu. Hanya kita memberikan konsesi kepada malaysia, meskipun kita perang dengan Malaysia, maka pesawat malaysia baik militer maupun sipil bisa terbang dari sabah ke semenanjung atau ke serawak melintasi batas itu tanpa memerlukan izin dari pemerintah Indonesia, termasuk Nelayan malaysia bisa melaut di situ sejauh adalah nelayan-nelayan tradisional malaysia. Kita sebenarnya konsekuensi dari negara kepulauan itu maka kita harus memberikan kesempatan bagi negara lain untuk melintas negara kita , maka kita hanya membuka 3 pintu yang disebut dengan Jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) pertama adalah alur laut dari lautan Hindia, Selat Sunda dibagian timur pulau belitung itu samapi ke barat pontianak, sampai ke Natuna, terus ke Asia Timur. Kedua melalui Selat Lombok dan selat makasar dan yang ketiga ada alur dari sebelah timur dari pulau Halmahera sampai ke selatan. Amerika serikat berkali-kali memaksa kita supaya kita membuka alur dari barat ke timur yang dulu saya menjadi Menteri Kehakiman tidak pernah saya mau memberikannya! Saya katakan lebih baik saya mati berdiri daripada membungkuk kepada Amerika Serikat! Karena kalau dia buka jalur dari barat ke timur sebenarnya susah bagi kita untuk mempertahankan kedaulatan negara kita sendiri.. apa yang belakang sempat diributkan dulu mengenai kapal yang dibawah laut itu, Namru. Memang kita sampai pernah mencabut status diplomatik dari awak kapal Namru itu... agak mengherankan saya ada kapal selam bekerja dibawah laut, petugasnya adalah marinir Amerika Serikat tapi Amerika memaksa supaya seluruh mereka diberi status Diplomatik dan pakai paspor diplomatik. Udah dibawah laut tentara kenapa harus diberi status diplomatik? Ada apa ini? Kan memang ada satu penelitian di bawah laut sampai hari ini kita juga belum tahu, kemungkinan juga adalah pengembangan dari senjata biologi yang dilakukan oleh kapal Namru itu. Jadi tidak akan pernah senang mereka kalau kita ini menjadi kuat dan bersatu. Itu harus kita pahami betul.

Jadi banyak kawan-kawan kita itu terlalu percaya pada orang asing. Bahwa kita sering ditipu oleh orang asing itu sendiri. Banyak UU kita ini kalau nanti saudara-saudara sudah terpilih menjadi Anggota DPR, akan banyak yayasan-yayasan , banyak kelompok-kelompok, banyak lembaga-lembaga bantuan yang mendekati para anggota DPR dengan Draft rancangan UU dan ketika itu kita pelajari sebenarnya adalah kepentingan-kepentingan asing yang bermain dibalik itu. itu betul! Harus lebih hati-hati, harus waspada seperti misalnya UU Minerval bikin hancur pertambangan kita karena kesalahan membuat UU. Dan itu konsultan-konsultannya orang asing semua. Kadang-kadang orang australia baru-baru ini katanya memberikan Allowance atau memberikan bantuan untuk merevisi UU tentang terorisme. Dan itu sebenarnya bukan kepentingan kita, itu kepentingannya mereka. Hati-hati betul jangan sampai kita secara tidak sadar kita kemudian diperalat oleh negara-negara lain, untuk kepentingan mereka. Termasuk persoalan kedaulatan Australia tidak akan pernah merasa senang karena negara itu ada diselatan, kalau mereka mau pergi ke utara, mau lewat wilayah kita ini harus “kulonuwun” sama pemerintah Indonesia, itu memang iya.

Dulu pernah saya nekat-nekatan suatu hari, ketika terjadi perang di Teluk Persia, pada waktu itu Armada Laut Amerika serikat bergerak dari Huang di Wilayah timur Filipina akan pergi ke Teluk Persia dan tidak ada pilihan mereka harus lewat selat makasar, saya waktu itu mengatakan okey kita berikan ini tapi berlaku ketentuan UNCLOS bahwa senjata harus di tutup meriam harus di sarungi, aktivitas milter berhenti sampai mereka lewat Selat bali. Apa yang tejadi? Ketika kapal induk itu ada diperairan selat bali, tiba-tiba salah satu pesawat F16 Tomcats waktu itu mengudara dan ditangkap oleh radar kita dimalang, dan pada waktu itu menteri pertahanan menelpon saya “Menteri kehakiman, radar menangkap ada pesawat Amerika mengudara 6 Menit, apa yang dilakukan?”.... Kejar!! Saya bilang. Dan 5 pesawat kita naik dari Malang dan berhadapan di udara dengan satu pesawat Amerika Serikat.... secara teknis ya kalau terjadi penembakan lima pesawat kita akan rontok, itu pesawat F15 Eagle mengahdapi F18 Tom Cats, tapi kita ingin tunjukkan ini negara kita dan kita punya kedaulatan!.. orang bilang gila ini! Pesawat tempur rongsokan menghadapi pesawat tempur serba modern. Tapi di udara diperingatkan dan pesawat Tomcats itu kembali mendarat di kapal induk Amerika Serikat. Dan besoknya Duta Besar Amerika Serikat datang meminta maaf dan mengatakan ada kesalahan Teknis, yang dalam hati saya mengatakan masa mungkin ada kesalahan teknis satu pesawat bisa naik ke udara? Sebenarnya hal-hal seperti ini harus kita jaga, Ibarat kita mengatakan walaupun Cuma tinggal punya parang kita dirumah kalau musuh datang, parang itulah kita bawa keluar. Inilah jaga bangsa dan negara kita ini jangan sampai kita digangu oleh siapapun. Ini pesan saya kepada saudara-saudara calon anggota legislatif.

Mengapa saya berkata begitu? Pada waktu para pendahulu kita mengadakan muktamar umat Islam di Madrasah Mualimin muhamadiyah petanggungan Yogyakarta pada tanggal 1 November 1945, mereka mendirikan Partai Politik Islam Indonesia dalam tanda kutip “Masyumi” namanya dan pada hari ke tiga keputusannya itu apa? mengumumkan dan meminta dukungan dunia agar mensupport kemerdekaan Indonesia. Hari itu DR. Sukiman Wirosenjoyo menyampaikan Telegram kepada raja Saud dan telegram disampaikan kepada Muhammad Al Jina Presiden dari Islamiq Muslim Leaq of India pada waktu itu. permintaannya pertama, mohon Raja Saud menyampaikan kepada orang-yang sedang wukuf di arafah, memberitahu kepada mereka Bahwa INDONESIA SUDAH MERDEKA. Minta negara-negara mereka menyokong kemerdekaan Indonesia, Raja Saud berpidato di padang Arafah. Itu diplomasi pertama yang luar biasa. Kedua, DR. Sukirman menyampaikan pidato melalui radio Jogya, pesan kepada Muhammad Al Jina supaya menyerukan kepada tentara British Army dari divisi ke 22 tentara Punjab supaya tidak ikut bertempur melawan bangsa Indonesia. Besok Paginya Al Jinna menjawab melalui pidato radio India dan menyerukan kepada tentara Inggris yang berasal dari India yang beragama Islam supaya tidak ikut bertempur melawan orang Indonesia. Akibat pidato Jinna itu maka pasukan India yang ada disurabaya dipimpin Kapten Muhammadi Ziah Ulhaq, yang belakangan menjadi presiden pakistan, itu serentak mereka Disersi, naik ke kapal dan tidak mau bertempur. Dan ada 2 batalion tentara punjab menyerah di lapangan banteng. Mereka di kirim pergi ke bandung untuk bertempur. Sampai di sukabumi ketika mereka siap bertempur orang pakai Allahu Akbar, Tentara India Muslim itu bagaimana mau tembak berani? Mereka pulang ke jakarta dan meletakkan senjatanya dilapangan banteng. Mengatakan kami tidak mau bertempur.., kemudian oleh Inggris mereka ditawan. 2 batalion itu ditempatkan dipulau Onrus, di Pulau Seribu. Sebagai tawanan perang. Saya masih bertemu dengan dua orang diantara mereka yang pada tahun 70-an menjadi marbot di masjid Agung AL-Azhar. Orang itu selalu pakai baju tentara, jadi Satpam di situ dan kelihatannya seperti tampang orang India. Dia bilang saya tentara Punjab yang menyerah dulu dan pernah ditawan Inggris dan saya tidak mau pulang ke India saya tetap menjadi warga negara Indonesia, yang bertempur itu adalah pasukan Burka. Pasukan Burka itu bukan India, pasukan Burka itu pasukan Nepal. Yang pakai sorban itu beragama Sigh itu yang sangat kejam yang banyak membantai orang di surabaya dan di bandung. Tapi tentara muslim India hampir 100% disersi. Jadi itu Jinna bersikap demikian terhadap pidato Sukiman melalui radio, pesan kepada Jinna .

pada waktu itu juga muktamar Masyumi mengatakan membentuk pasukan Hizbullah dan Barisan sabilillah, untuk mempertahankan kemerdekaan dan mereka mengadakan latihan perang dilapangan Asri Yogyakarta. Yang ketiga jangan dilupakan Hadratus syeh Kyai Haji Hasyim Ashari, yang diangkat menjadi ketua Majelis Syuro Masyumi mengeluarkan fatwa Jihad. Kyai Haji Hasyim Ashari mengeluarkan Fatwa Jihad dalam kedudukannya sebagai ketua Majelis Syuro Masyumi! Itu jangan dilupakan. Sekarang sering di Klaim ah itu Ketua NU, Ngak... beliau mengucapkan itu dalam kapasitas sebagai Ketua Majelis Syuro Masyumi, Fatwa Jihad melawan penjajah. Jadi kalau kita ingat sejarah seperti itu, kita ini rasa-rasanya tidak mungkin berhianat kepada bangsa dan negara kita ini. Ini hasil perjuangan para pendahulu kita semua dan kita wajib untuk meneruskannya. Banyak sekali hal-hal yang kadang-kadang salah paham dan musti diluruskan. Contoh misalnya orang selalu bilang kita kehilangan 2 pulau. Pulau Sipadan dan pulau Ligitan. Nanti saudara-saudara sebagai anggota DPR, kalau terpilih Insya Allah akan juga menghadapi beban ini. Saya mengetahui masalah ini. Sebenarnya dan sejujur-jujurnya kita tidak pernah kehilangan pulau! Mengapa?? Karena sejak awal pulau Sipadan dan Pulau Ligitan itu tidak jelas dalam Peta kita, juga tidak jelas dalam peta Malaysia. Awalnya memang begitu. Beda dengan pulau sebatik. Pulau sebatik itu sudah jelas sejak zaman belanda dibagi dua. Bagian utara masuk namanya pada waktu itu British north Borneo, jadi Inggris kalimantan utara. Itu belakangan baru gabung ke malaysia. Bagian selatan pulau sebatik itu masuk Netherlands India. Ada pulau yang sempat diperselisihkan Belanda dan Spanyol. Itu pulau Miangas. Dalam peta Filipina pulau itu dibilang Pulas Las Palmas. Letaknya di utara dari Pulau Sangihe talaud. Pulau itu penduduknya 4500 orang, 400 orang Indonesia, 4100 orang filipina. Orang belanja disitu pakai uang peso lebih banyak daripada pakai uang rupiah. Itu Miangas. Pulau itu diselesaikan oleh Arbitrase Washington tahun 1906, karena belanda dan Amerika serikat pada waktu itu Filipina menjadi jajahan Amerika. Berselisih amerika dengan ini di bawa ke Arbitrase Washington dan Arbitrase memutuskan pulau Miangas milik Hindia Belanda. Sampai hari ini pulau itu lebih dekat ke pulau Dafao Filipina, tapi itu wilayah Indonesia. Penduduknya lebih banyak orang filipina daripada orang Indonesia.

Pulau Sipadan Ligitan itu tidak jelas di peta Inggris tidak Jelas di Peta Belanda! Beda dengan pulau sebatik. Pada waktu kita mengesahkan UNCLOS kita coba klaim pulau itu sebagai pulau punya kita. Pada waktu bersamaan malaysia juga bilang pulau itu punya kita. Jadi memang tidak jelas pulau itu punya siapa? Dari awal itu ngak jelas. Dan kita sudah berunding selama 22 tahun untuk menyelesaikan persoalan Miangas itu . sampai Mahathir bilang ke saya..” Gini sajalah, kamu yusril kamu bilang sama pemerintah Indonesia sudahlah daripada kita ribut kita bagi dua saja ini pulau. Yah indonesiakan sudah banyak pulaunya, untuk apa lagi ambil ini pulau...” kata mahathir. Dia bilang sama saya. Yah salah satunya sipadan masuk kita Ligitan masuk Malaysia. Tapi pemerintah kita juga tidak mau. Tawaran kompromi tidak mau. Karena ini perundingan tidak selesai-selesai mengenai status pulau sipadan dan ligitan itu maka akhirnya Pak Harto dan Pak Mahathir pada waktu itu sepakat untuk membawa masalah ini ke International Court of Justice, membawa ke ICJ di DeenHag. Biar ICJ yang memutuskan siapa yang berhak atas kedua pulau ini. Tolong anda putuskan Pulau ini punya siapa? Lalu kita bawa argumen, malaysia juga bawa argumen dan kita sewa pengacara. Tapi pada waktu kita mau serahkan ke ICJ itu, MOU kita dengan Malaysia mengatakan apapun putusan ICJ akan diterima oleh kedua negara dengan sukarela. Itu sikap kita. Ketika diputuskan ICJ malamnya, ICJ mengatakan malaysia lebih berhak atas kedua pulau ini daripada Indonesia. Jadi kita tidak pernah kehilangan dua pulau! Ini sudah salah paham semua, susah menjelaskannya begitu. Dan ketika kita kehilangan dua pulau, dari awal pulau itu tidak jelas punya siapa?? Kita saling Klaim.

Jadi nanti banyak hal yang harus kita sikapi. Saya betul-betul berharap jika saudara-saudara terpilih menjadi anggota DPR, kita Islam, kita komitmen kebangsaannya jelas sekali.. kita tidak mau dipermainkan oleh kekuatan-kekuatan asing untuk kepentingan mereka sendiri dengan merugikan kepentingan bangsa kita ini.

Saya juga ingin berpesan kepada saudara-saudara, bahwa kedepankan rasionalitas daripada emosi. Nanti kita akan adu argumen di DPR. Pernah dulu kita 13 orang menghadapi fraksi-fraksi besar. PDIP, Golkar, dan lainnya. Tapi mekanisme di DPR itu sebelum votting, maka apapun itu satu fraksi satu fraksi didengar. Tanya semua fraksi itu harus sampai kepada persetujuan kalau itu sudah selesai. Pada saat itu sebenarnya tidak ada beda antara fraksi besar dengan fraksi kecil. Kekuatannya ada pada argumentasi. Sering fraksi kita itu menyetop sidang DPR bahkan menghentikan sidang MPR, hanya dengan kekuatan 13 orang. Maka itu saya berharap PBB sekali ini harus melampaui Parlementary Threshold yang ditetapkan oleh UU. Harus kita lakukan!

Saya kali ini All out! Support! Bantu kawan-kawan sebagai calon-calon anggota DPR, agar terpilih kita punya fraksi walaupun tidak terlampau besar, tapi fraksi yang solid dan kuat, punya argumentasi yang jelas dan akan mempengaruhi Produk-produk DPR yang akan datang.

Tanyakanlah kepada Pak Kaban, saksi . beliau anggota DPR sama-sama dengan saya tahun 1999. Saya Cuma 22 hari jadi anggota DPR. Terus masuk kabinet, terus berhenti sebagai anggota DPR. Sering fraksi golkar dan fraksi PDIP itu bertanya sama PBB, bagaimana ini ya? Jadi kita ngajarin mereka (tertawa) ini kenyataan bukan kita takabur. Jadi rupanya kita punya kekuatan. Apalagi kalau sekiranya jumlah anggota DPR kita sekarang, katakanlah mencapai angka 7 atau 8 persen.kita akan mempunyai sebuah kekuatan yang besar.

Yang kedua, persoalan pilpres ini. Ini persoalan Pilpres kalau bahasa Soeltan Batugana ini “ngeri-ngeri sedap” katanya. Ngeri-ngeri sedap barang ini katanya. Kita belum tahu peta politik kita ini, tapi harus kita sadari partai mengalami krisis tokoh. Semua orang. Partai-partai juga sedang mengalami krisis-krisis besar tersangkut masalah-masalah hukum sekarang. Jangan pulalah kita memanfaatkan musibah yang menimpa partai-partai lain. tapi realistis dilapangan kita harus tahu. Sekarang orang yang menjadi pemilih setia partai Islam, pilihannya itu makin besar kearah PBB. Partai A partai B sudah mengalami musibah. Kalau musibah itu “Inna lillahi wa innaillahi rajiun” kata Quran kan begitu. Jadi ini ada tren kepada kita. Tren kepada kita yang makin menguat. Harus disadari bahwa pemilih kita itu adalah dari segala macam warna masyarakat. Jadi kita jangan MENYEMPITKAN diri. Jangan kita mengatakan harus begitu harus begini, ngak. Partai itukan ada misi dakwahnya. Dan tidak bisa orang itu seketika menjadi Mu`minin dan Mu`minat seperti kita. Gak bisa. Latar belakang keluarga berbeda. Latar belakang sejarah berbeda. Mungkin ada orang baru masuk Islam setahun yang lalu mau disamakan dengan dia yang sudah dari zaman sunan Kalijogo nenek moyangnya beragama islam pula. Ngak proporsional! Ini baru masuk Islam kemarin. Dia dari zaman sunan Kalojogo nenek moyangnya sudah muslim. Ngak bisa disamakan begitu... , jadi kita harus lebih Fleksibel lah. Tapi yang kurang-kurang Islamnya itu kita dakwahi terus supaya menjadi Islam yang baik, jangan dijauhi jangan dimusuhi!

Saya ingin menegaskan, kita ini seperti Masyumi dulu. Ada orang sering tanya saya, PBB itu PERSIS (Organisasi Islam) ya Pak Yusril?......

“Persis sama siapa?” saya bilang,

“Bukan, PERSIS (Organisasi Islam) yg dibandung” katanya

“Oh..” saya bilang tidak, sambil ketawa saya bilang PBB itu ASWAJA.. Ahlul Sunnah Wal Jammaah.

“yang bener?” Katanya

“Oh iya... sebaliknya kan Ahlul Bidah wal kulafa”

kenapa saya bilang begitu sambil ketawa-ketawa? Jadi saya bilang begini itu ada fatwa Masyumi tahun 1954. Ditandatangani oleh Kyai Haji Ahmad Ashari, ketua Majelis Syuro. Itu sikap Masyumi terhadap Mashab, itu kita pegang terus sampai sekarang. Dikatakan Masyumi adalah Partai Politik, bergerak dalam lapangan politik, terutama adalah lapangan Politik. Dan karena itu Masyumi tidak mencampuri Urusan Mashab-Mashab. Jadi urusan Mashab-mashab itu diserahkan kepada masing-masing. Pada waktu itu ada NU sebelumnya , ada Muhammadiyah, Jamiatul Qaslia, ada PUI, ada Al-Irsyad, dan jalur dakwah Wal Irsyad, ada Matlaul Anwar, ada Nahdatul woton semuanya itu anggota Masyumi. Jadi kalau berdebat soal Khilafiah bisa rame di situ. Karena itu Majelis Syuro mengambil sikap, Masyumi Lapangan kegiatannya adalah Politik. Utamanya. Jadi tidak memasuki soal Mashab-Mashab. Lah itu pegangan kitalah.. jangan kita bawa Partai perdebatan persoalan Nisfu Syaban. Ini hadisnya ini shohih atau Dhoif yang di jadikan dalil untuk malam Nisfu syaban termasuk puasa Nisfu Syaban. Banyak yang nanya saya, saya ngak mau jawab. Tau sih tau, tapi udahlah jangan nanya saya soal itu gitu saya bilang. Bukan tidak bisa jawab, hadist aja sudah kumpulin juga, Cuma... udahlah. Jadi persoalan seperti itu jangan kita masuki, sehingga ada persatuan diantara kita, sesama kita ini. Jadi kalaupun nanti sholat subuh ada orang PBB yang pakai Qunut, ada yang ngak pakai, udah kita jangan ribut soal itu. supaya dijelaskan nanti. Nanti jangan ibu sebagai caleg ditanya orang... PBB ini wahabi ya...kan pusing kita jawabnya? .... saya bilang tetangga saya itu pak Wahab tapi sudah meninggal saya bilang. Hehehe... jadi kita tidak usah pusing dengan soal itu ya....

Nah yang kedua, kita ini, ini kaitannya dengan Pilpres. Yah Pilpres ini One Person One Vote. Satu orang satu suara. Itu profesor dengan orang yang ngak tamat SD, suaranya sama. Dengan 1 suara. Jadi jangan dilupakan 66% penduduk kita itu tinggal di pulau jawa.. bukan berarti orang jawa.. iya kan? Tinggal di pulau jawa!..... orangnya itu orang jawa dijawa tengah sana, ada orang sunda ada orang madura dibagian timur sana,harus kita sadari... jadi kalau orang maju ke pencalonan presiden, memenangkan seluruh propinsi tapi kalah di pulau jawa.... Abis! Karena itu kekuatan dipulau jawa sangat penting. Inikan ada In balance. Dalam parlimetary threhold sekarang ini, PBB katakanlah bisa dapat 30 kursi. Tapi diakumulasi suaranya itu mendapat suara di Bangka belitung, di kepulauan riau , dimaluku utara.. disana dengan 68 ribu suara bisa satu kursi anggota DPR. Dimaluku utara atau di Bangka belitung. Tapi dijawa mana bisa? Itu anggota DPRD kabupaten yang barangkali kayak gitu.... nah kita bisa dapat 30 kursi tapi kalau dikumpulin karena kita menang disuara-suara daerah kecil, tidak sampai 3,5% kita ngak bisa dilantik! Ngak dianggap memenhi threshold... ini masalah bagi kita. Karena itu kekuatan kita dipulau jawa, sangat-sangat penting!.....

Karena itu memang kita fokus di jawa tengah, jawa timur, jawa barat, banten, jogya, untuk diperkuat ini. Karena pengurus kita loyo nih DPW,DPC diseluruh daerah. Makanya kita harus bergerak lebih kuat. Nah persoalannya apa yang pernah dikatakan Sri Sultan Hamangkuboewono X kesaya, mungkin ada benarnya. Kata beliau “Pak yusril, orang jawa itu yang abangan sama santri itu mana yang lebih banyak?” Yah masih lebih banyak abangan. Orang jawa yang transmigrasi berpindah sendiri keluar jawa bahkan sampai ke suriname, itu bukan orang santri. Itu abangan semua.. orang di suriname aja bikin Masjid tetap ngadap kebarat, kok jawa kok ngadapnya kebarat, kan berencana ke timur.. ngak apa-apa tetap aja ke barat. Kalau saya ngak mau ribut, orang itu sudah mau sholat saja sudah syukur Alhamdulillah bagi saya begitu ya...., kenapa? Karena di suriname itu, tanya sama Sultan Hamengkubuwono... bertemu kita dengan tokoh-tokoh agama. Ada kristen ada Islam ada hindu, macam-macam. Ada satu yang pakai blangkon.

Jadi sama Sri Sultan, “loh.. sampean iki sopo?”

“saya ini pemimpin kromo jowo..” Jadi pemimpin agama Jawa. Rupanya ada agama jawa di suriname, dia kebatinan itu.

Harus kita pahami ideologis kaum modernis muslim, itu tidak bisa menyentuh mereka. Makanya Masyumi tahun 1955, waktu itu propinsi kita itu ada 15, tahun 1955. Masyumi menang 10 Propinsi. Kalahnya itu 5 Propinsi. Jawa tengah kalah yang menang PNI, Jawa timur kalah yang menang NU, Bali kalah yang menang PNI, kalimantan selatan yang menang NU dan partai katolik menang di Propinsi Sunda kecil pada waktu itu... NTT sekarang. Jadi kita menang 10 kalah 5 tapi di DPR suara Masyumi dengan PNI sama 58 – 58. PNI itu Partai yang paling tidak Rasionalis, meskipun mengaku Partai nasionalis. Karena PNI hanya menang di Jawa tengah dan Bali. Berarti bukan Partai Nasionalis itu. Masyumi jauh lebih nasionalis dia menang di 10 Propinsi. Papua belum ikut pemilu pada waktu itu pada tahun 1955. Kalau kita lihat sosiologis politiknya, orang jawa abangan ini bedanya Cuma 2, kalau tidak PNI, PKI. Makanya di Solo, Jogya pemilu setelah tahun 1958, PKI Menang 72%. Jadi tidak bisa. Ikut NU aja mereka ngak mau apalagi ikut Masyumi yang puritan.

Nah sekarang suara ini sangat penting. Oleh karena itu saya berharap. Ada akidah, ada pikiran dikepala kita tetapi ketika berhadapan dengan yang lain cobalah kita sedikit lebih lunak dan lebih akomodatif. Bukan kita mentolerir ya... artinya paham-paham seperti itu sudahlah kita menahan diri dululah. Jadi saya juga ngak mau pusing. Jadi kalau bulan Syaban orang mau ruwahan saya ikut ruwahan. Saya ngak mau pusing, kalau orang tahlil saya tahlil aja.... kemarin apa bang katanya, mau nahlilin abang Taufik .. oh iya saya tahlil..

Gus dur dulu pernah bilang sama saya “Bang, bang yusril inikan anak orang Masyumi”

“kenapa Gus?”

“yah ngak bisa tahlil, ngak bisa baca talkit”

“Siapa bilang? Kalau perlu Gus dur masih hidup saya Talkinin sekarang...”

“ oh jangan!” katanya begitu, ternyata Gus dur takut juga di talkinin hehehe, dikirain saya tidak bisa baca Talqin. Dikampung saya biasa bacain talqin setiap hari orang mati, ngak ada urusan saya bilang begitu.. jadi yang begitu-begitu kita agak toleran lah. Begitu ya... Saya pikir ya bagus jugalah sudah menjelang puasa, ada orang Nisfu syaban mengingatkan dua minggu lagi puasa loh! Terus orang baca yasin, terus orang bersihkan rumah, bersihkan Masjid, bersihkan kuburan... saya pikir baik sajalah pekerjaan itu, ngapain dipersoalkan begitu ya...

Kemarin dibilang ke saya di twitter pada nanya Bid`ah baca yasin bang katanya dimalam Nisfu sya`ban .. yah kalau tidak baca yasin yah.. dibaca saja sura al-baqarah saya bilang... hehehe..

Hehehehe... Jadi udahlah kita agak sedikit anulah begitu ya...walaupun kita tahu yang benarnya gimana yang begini.. tapi sudahlah supaya kita ini agak lebih akomodatif dengan semua dan mudah-mudahan ya kita mendapat dukungan yang kuat dari segala komponen dan masyarakat, gitu yah.

Saya juga kalau lihat teman-teman di Yogya atau di solo tulis brosur-brosur tentang saya... saya pun bacanya ketawa begitu.. ditulisnya pake bahasa jawa ada bahasa Indonesianya . saya dibilang apa, Yusril itu sudah disebut dalam ramalan joyoboyo apa begitu... disebut katanya ini Satrio pinandito, Rojo tanpa Mahkoto... segala macamlah.. saya juga kalau baca juga tertawa... tapi sudahlah saya pikir, pusing amat dengan urusan begini-begini..

Jadi saya pernah ngikutin pak kyai entus, ki dalang itu manggung di tempatnya pak Muhanto di Kudus sana. Dibikin gambar cheng ho begitu, diwayangin di depan... apa-apa dia bilang. Saya Cuma ketawa aja dengerin begitu.. yah sudahlah untuk apa kita mempersoalkan masalah-masalah seperti ini... jadi tolong kepada para caleg agak lebih tolerans lebih terbukalah....

Lalu saya juga ingin berpesan kepada saudara-saudara semua, ini jangan diam. Rakyat awam itu melihat simbol-simbol. Banyak komplain yang disampaikan kepada saya, bang katanya dikabupaten ini, Rokan hilir itu ngak ada kegiatan bang katanya... jadi sebenarnya bagi orang awam, partai itu ada kalau dilihat ada benderanya, dipasang diatas pohon... jadi itu kecil bagi kita, yah tapi bagi orang awam itu penting. Menunjukkan simbol bahwa kita ada disitu. Dan penyakit orang PBB itu kalau disuruh masang bendera.. malasnya bukan main! Ini bingung saya.... (pada tertawa) padahal ini kerjaan kecil saja, apa sih susahnya begitu ya.. ada disatu kabupaten, masuk di kampung saya juga.... “Mau minta bendera bang!”...... saya kasih 5 ribu benderanya, waktu saya datang kesitu kok benderanya ngak dipasang... mau dipasang katanya bang itu untuk beli bambu segala macam ngak ada duitnya... aduh.... saya pikir bagaimana kalau begini sontoloyo semua... (tertawa semua) gak ada semangat bekerja gitu..., jadi buatlah ada semangat... simbol-simbol partai itu, pasanglah dimana-mana.. saya bantu juga.. saya sekarang sudah mulai terpikir nih, saya mau cetak bendera berapa kabupaten, 520 kabupaten, taruhlah kita kasih 5000 satu kabupaten, tapi... dipasanglah! Dan inisiatif juga para caleg itu, ramai-ramai kumpul di DPC... ini caleg pusat, ini caleg propinsi, ini caleg kabupaten, udah bikin saja masing-masing nyumbang 100 biji...lalu pasang. Jadi orang tahu, oh ada partai PBB disini .

Saya dikirimin foto 2 biji, saya lihat foto itu ketawa saya... foto dari kabupaten wamena.. ‘PBB Mendaftarkan Caleg’ jadi orang pada baris dan ada beberapa orang pake koteka lagi bawa bendera PBB.. wah ini dashyat ini saya pikir!... ini kalau di lihat pak fuad amsyari, ini bisa ngomel dia... wah bagaimana ini melanggar etik, bisa dibawa ke badan kehormatan (pada ketawa).. takjub juga saya melihatnya, luar biasa juga begitu ya...



Kemarin ada orang datang ke kantor saya.. namanya Natalius apa begitu..

“pak saya lagi perkara di MK ini pak... ,”

“loh bagaimana ini urusan”

“yah kita lawan pak..”

“Bagaimana melawan, bapak ini siapa?”

“Oh saya calon bupati pak.., saya ketua PBB wamena”.... eh bukan wamena sebelahnya itu

“Bapak...?”

“Saya orang kristen pak tapi saya ketua PBB”

Dia calon bupati, sampai sekarang mandek. Jadi dia ngadu kesaya ini ngak benar MK pak. Masak MK mutus, lawan saya dimenangkan sudah putaran kedua pak katanya,putaran pertama kalah tinggal 2 pasangan dan saya lawan Bupati Incumbent. Gak jelas suaranya akhirnya MK memutuskan berdasarkan musyawarah adat.

“Apa bisa pak..”

“Oh, gak bisa dong..”

Dia datang lagi ke saya, “itu KPU kabupaten itu tidak mau melaksanakan keputusan MK”

Saya bilang “kenapa kok ngak ngasih tahu?”

“Oh saya baru pak, ini kabupaten pemekaran.., yah disitu ada satu orang padang, disitu buka warung padang.. yah dia bilang mau bikin PBB terus saya dipanggil, supaya saya jadi ketuanya... yah saya jadi ketua PBB”

Ini yang begini-begini yang kita udah Alhamdulillah.... orang kristen, baru saja jadi ketua PBB langsung jadi calon Bupati mau mengalahkan Incumbent... itu luar biasa! Walaupun dia beragama Kristen.

Jadi kita terbukalah dengan keadaan-keadaan seperti ini. Jadi dulu juga waktu Partai Masyumi masih ada itu tahun 50, pada waktu itukan ada DPR Republik Indonesia Serikat, DPR RIS dan Senat Republik Indonesia Serikat. Kan dulu kan dua, ketika Pak Natsir sampaikan Mosi Integral, dibubarkanlah RIS, dibentuk negara kesatuan RI. Kalau sudah negara kesatuan kan tidak ada lagi senat, maka anggota senat menjadi anggota DPR. Dan pada waktu itu anggota senat dipersilahkan untuk bergabung ke partai-partai. Nah pada waktu itu ada 2 orang yang keturunan belanda, yang bergabung ke Masyumi. Pertama adalah Doktor Setia budi atau Dowes dekker ke III, yang ada jalan setiabudi di bandung atau disini setiabudi itu orang Masyumi jangan lupa itu.jangan salah, jangan dikira orang ngak jelas. Itu orang Masyumi . dia senator pada waktu itu, bergabung langsung ke Masyumi . satu lagi namanya YMF Rembref, itu orang diangkat menjadi anggota DPR sebagai orang Indo belanda, dan dia Kristen. Dia bergabung ke Masyumi. Ada itu dalam sejarahnya. Supaya kita tahu, jadi kalau kita lihat ke dalam rancangan UUD Republik Indonesia yang dibawa Masyumi ke konstituante, membuktikan satu-satunya jabatan yang tidak boleh diserahkan kepada bukan muslim adalah jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

Kalau begitu ya kalau ada seperti dikabupaten pecahan wamena itu ya, orang kristen mau jadi ketua PBB kalau saya sih tidak keberatan, silahkan sajalah . saya tanya sama bapak itu,

“Pak orang Islam ada berapa dikampung bapak itu?”

“Ada 186 orang pak orang islam”

Orang Islam cuma 186 orang disatu kabupaten. Bagaimana kita mau bikin pengurus PBB, yah biar sajalah orang kristen mau jadi orang PBB. Sepanjang dia setuju dengan asas-asas dan perjuangan kita. Itu aja,kita terima aja kok.

Jadi harapan saya kepada bapak dan ibu-ibu, ngak usah terlalu panjang ceramah kita ini, tapi waktu makin singkat dan dana kita terbatas, sementara ini tolonglah bergotong royong dulu, sambil Pak kaban sama saya cari-cari duit dulu. Mudah-mudahan dapat duit, dapat rejeki , entah namanya dipinjamin atau di Infaqin sama Pak Kaban, yah tunggu sajalah..

Tapi paling tidak sekarang ini kita berharap, para caleg kita berkontribusilah semampu-mampunya . paling tidak untuk bikin bendera, melakukan sosialisasi, bakti sosial kecil-kecilan dikampung supaya kita kelihatan bahwa kita ada aktivitas. PBB ini memang penyakitnya tidak berduit, itu saja yang dari dulu. Kalau kita banyak duit nya barangkali partai kita ini lebih besar daripada sekarang. Tapi Insya Allah kedepan ini lebih baik kita dibandingkan dengan yang lalu. Kenapa kita tidak berduit? Karena memang kita tidak terlibat korupsi. Saya 3x jadi menteri tetap saja miskin. Pak kaban begitu juga. Jadi jangan dikira jadi menteri itu enak. Saya pengalaman jadi menteri gajinya 5 Juta rupiah. Setelah itu naik jadi 20 juta waktu saya berhenti. Dan sampai hari ini saya dapat pensiun jadi menteri. Berapa Pensiun menteri? Rp. 850.000,- rupiah. Yah itulah, kalau besok disuruh saya jadi menteri, sudahlah saya kasihlah bambang setyo lah jadi menteri. Karena saya tahu tidak ada enaknya jadi menteri itu. tiap hari dimaki orang yang gajinya kecil, udah pensiun, pensiunnya 850 ribu rupiah. Jadi saya diketawain oleh Almarhumah ibu saya. Ibu saya waktu itu tanya sama saya..

“Ril, kamu itu kan 3x jadi menteri. Pensiunnya berapa?”

“850 ribu” saya bilang

“oh, masih besaran saya 50 ribu! Pensiun saya 900 ribu!”

Padahal ibu saya itu pensiun Janda, yang bapak saya Almarhum kepala KUA kecamatan, sudah pensiun lam, anak sudah dewasa. Tinggalah beliau sendiri, dapat pensiun janda. Katanya pensiun saya lebih besar 50 ribu daripada pensiun kamu. Jadi saya pikir Naudzubillah min Zalik saya jadi menteri, capek kita. Siapa yang mau jadi menteri Pak sahar atau silahkanlah besok-besok silahkan ikutan daftar ajalah..

Itulah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf kalau ada kata-kata yg kurang baik, mudah-mudahan setelah ini nanti kita akan melakukan pertemuan lagi, dan mungkin setelah pemilu kita betul-betul menata pengkaderan partai kita ini supaya lebih solid, lebih kuat, lebih paham akan visi dan misi perjuangan .

Terima kasih banyak .
Wassalaamu'alaikum wrwb