23 April 2012
HABIS GELAP TERBITLAH TERANG : "DOOR DUITERNIS TOT LICHT" (QS.2 AL-BAQARAH:257)
DOOR DUISTERNIS TOT LICHT ", yg terlanjur diartikan oleh Armijn Pane sbg, " Habis Gelap Terbitlah Terang ". Sedangkan Prof. Dr. Haryati Soebadio, Dirjen Kebudayaan Depdikbud, yg notabene cucu R.A. Kartini mengartikannya sbg:
"D A R I - G E L A P - M E N U J U - C A H A Y A"
Yg kalau kita lihat dalam Al Qur'an akan tertulis sbg: "Minadzhdzhulumati Ilaan Nuur". Ini merupakan inti ajaran Islam yg membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya keimanan.
Menurut Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara, seorang pakar Sejarah dari Universitas Pajajaran dalam bukunya “Api Sejarah” (2009), dari surat-suratnya yang dikenal dengan “Habis Gelap Timbullah Terang” dikisahkan bagaimana kekaguman Kartini kepada Al Qur’an.
Kartini pernah menulis tentang kekagumannya terhadapan Kitab Suci muslim ini sebagaimana tertera pada suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902. “Alangkah bebal dan bodohnya kami, kami tidak melihat, tidak tahu bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan disamping kami”.
Ahmad Mansyur kemudian menyatakan bahwa Kartini menilai Al Qur’an sebagai gunung kekayaan yang telah lama ada disampingnya. Akibat pendidikan Barat, Al Qur’an menjadi terlupakan, namun setelah Tafsir Al Qur’an dibacanya, Kartini melihat Al Qur’an sebagai gunung agung hakikat kehidupan.
Kartini tidak hanya ingin memahami dirinya sendiri, namun juga mempelopori kecerdasan terhadap anak bangsa. Sikap perjuangan Kartini agar kesetaraan pendidikan terhadap anak bangsa yang bukan dari Jawa, menurut Profesor Ahmad Mansyur, sangat dipengaruhi oleh ajaran Al Qur’an.
Namun sayang, segala yang berbau Islam dan Qur'an selalu dihilangkan dari sejarah negeri ini, mulai dari Ustadz Jendral Soedirman yg mengobarkan perang dengan Hadits Rasulullah Muhammad ﷺ, Kapten Ahmad Pattimura, Pidato Jihad Boeng Tomo, Peran Ulama dan Santri memukul mundur penjajah di palagan ambarawa dan seterusnya.
www.islamterbuktibenar.net
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tiga pemuda pernah belajar di bawah atap yang sama. Mereka menyerap pelajaran tentang perlawanan terhadap p...
-
Oleh : Pepen Irpan Fauzan _Borosngora Persatuan Islam_ Koran _Sipatahoenan_ pada 27 Djanoeari 1933 memberitakan pujian-apresiatif para tok...