26 Maret 2025

HASAN BANDUNG SANG PEMBAHARU



Pengaruh Ahmad Hassan bagi perkembangan Persis sangat besar. Pada 1941 ia pindah dari Bandung ke Bangil, Jawa Timur, atas permintaan keluarganya. Dan di kota ini juga Persis berkembang pesat.


“Ahmad Hasan adalah adalah figur utama dalam Persatuan Islam dan ia bertanggung jawab terhadap orientasi khasnya dalam persoalan-persoalan keislaman. Tidak ada orang lain lagi dalam organisasi itu yang mengekspresikan diri sepenuh hati seperti yang dilakukan Ahmad Hassan (Howard Federspiel).


Saat menetapkan Hari Santri Nasional, Presiden Joko Widodo menyebut sejumlah tokoh santri yang ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka adalah KH Hasyim As’yari (Nahdlatul Ulama), KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), Ahmad Hassan (Persis), Ahmad Soorhati (Al-Irsyad), dan Mas Abdul Rahman (Matlaul Anwar).


Ahmad Hassan lahir di Singapura pada tahun 1887. Nama kecilnya Hassan bin Ahmad. Sang ayah, Ahmad, merupakan pedagang, pengarang, dan wartawan terkenal di Singapura. Ahmad menjadi pemimpin redaksi surat kabar Nurul Islam di Singapura.


Ahmad Hassan banyak menulis artikel tentang Islam. Selain itu, ia pun sering menyampaikan ide-idenya dalam pidato. Pikiran-pikiran Ahmad Hassan sangat tajam dan kritis. Walaupun sebagai pemuka dan guru besar Persatuan Islam (Persis), pendapat dan sikapnya terhadap takhayul, bid’ah, dan khurafat sama dengan Muhammadiyah.


Pada 1921, Ahmad Hassan pindah dari Singapura ke Surabaya. Dia berniat meneruskan pengelolaan toko tekstil milik pamannya, tetapi rugi. Dia pun kembali ke profesi awal sebagai tukang vulkanisir ban mobil. Sambil menjalankan usahanya, dia menjalin persahabatan dengan tokoh Sarekat Islam seperti HOS Tjokroaminoto, AM Sangaji, dan Haji Agus Salim.


Ahmad Hassan juga pernah belajar menenun di Kediri. Tak puas, pada tahun 1925 dia pindah ke Bandung dan mendapat ijazah menenun di kota tersebut.  Di Bandung, dia bertemu dengan sejumlah saudagar Persis seperti Asy’ari, Tamim, dan Zamzam. Di Bandung, Ahmad Hassan tinggal di rumah keluarga Muhammad Yunus, salah seorang pendiri Persis.


Ahmad Hassan sering datang untuk ceramah dan memberikan pelajaran pada pengajian jamaah Persis. Dengan metode dakwah, kepribadian, dan pengetahuan yang luas, jamaah Persis tertarik pada Ahmad Hassan. Ia kemudian menjadi guru dan tokoh Persis. Hal ini membuatnya batal balik ke Surabaya.


Setelah 17 tahun berjuang dan berdakwah di Bandung, pada 1941 Ahmad Hassan hijrah ke Bangil. Sosok yang suka memakai peci hitam dan sarung dari kain pelekat, jas putih tutup leher, dan sepasang sepatu ini membawa serta percetakannya untuk bekal hidup.


Di tempat barunya dia terus berdakwah melalui penulisan, tabligh, pengajian, dialog, dan perdebatan. Ia menulis buku, mencetak, dan menerbitkannya sendiri.

Ahmad Hassan memberikan andil besar terhadap pemikiran keislaman Presiden Soekarno. Bung Karno kerap meminta buku dan majalah karya Ahmad Hassan saat menjalani masa pembuangan oleh penjajah Belanda di Ende, Flores.


Surat-surat Bung Karno kepada Ahmad Hasan menjadi saksi kedekatan mereka.  Ketika Bung Karno di penjara Sukamiskin, Ahmad Hasan kerap mengunjunginya dan memberikan buku-buku bacaan. Ahmad Hassan menganggap Bung Karno sebagai kawannya.

9 Maret 2025

Mengenal Lebih Dekat Mohammad Natsir



Mohammad Natsir (17 Juli 1908–6 Februari 1993) adalah seorang ulama, politikus, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia dari kalangan Persatuan Islam (PERSIS). Di dalam negeri, ia pernah menjabat menteri dan Perdana Menteri Indonesia, sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim Dunia (World Muslim League) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia.


Natsir lahir dan dibesarkan di Solok, sebelum akhirnya pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan kemudian mempelajari ilmu Islam secara luas di perguruan tinggi. Ia terjun ke dunia politik pada pertengahan 1930-an dengan bergabung di partai politik berideologi Islam.


Pada 5 September 1950, ia diangkat sebagai Perdana Menteri Indonesia kelima. Saat menjadi perdana Menteri, ia mengusulkan MOSI INTEGRAL yang menyusun kembaliIndonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sebelumnya berserakan dalam negara-negara bagian yang kecil.


Setelah mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 26 April 1951 karena berselisih paham dengan Presiden Soekarno, ia semakin vokal menyuarakan pentingnya peranan Islam di Indonesia hingga membuatnya dipenjarakan oleh Soekarno. Setelah dibebaskan pada tahun 1966, Natsir terus mengkritisi pemerintah yang saat itu telah dipimpin Soeharto hingga membuatnya dicekal.


Natsir banyak menulis tentang pemikiran Islam. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929; hingga akhir hayatnya ia telah menulis sekitar 45 buku dan ratusan karya tulis lain. Ia memandang Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Ia mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintahan Soekarno dan Soeharto terhadap Islam. Selama hidupnya, Natsir mendapat tiga gelar doktor honoris causa, satu dari Lebanon dan dua dari Malaysia. Pada tanggal 10 November 2008, Natsir mendapat penghargaan sebagai pahlawan nasional Indonesia.


#sejarahindonesia #mnatsir #infopersis

4 Maret 2025

UNAK - ANIK SEPUTAR RAMADHAN

 


Ust. Zae Nandang



1. Do'a _Allohumma Sallimnie_ ... dst, derajatnya dhoif. Berdoa menyambut Ramadhan bisa dgn doa yg mana saja. Dgn doa ini juga bisa, asal jangan ada anggapan ini doa dari Nabi. 


2. Bulan Ramadhan disebut bulan suci, Pertanyaannya suci dari apa? Apakah karena ada Tazkiyatun Nafs? Lalu ada anggapan, karena dianggap bulan suci, ketika masuk bulan Ramadhan, harus dalam keadaan bersuci, mandi dan dikeramas. Ini bukan dari Islam. Datang dari Upacara orang Hindu. Puasa disebut "Upawasa" atau disebut juga "samsara = sengsara". Menurut mereka puasa dlm rangka menyiksa diri. Karena bulan Ramadhan bulan suci, jadi masuk Ramadhan hrs dalam keadaan suci, sehingga ada acara saling maaf memaafkan sebelum masuk Ramadhan. Ini juga tidak ada dalil, tdk ada syariat maaf maafan pada saat masuk bulan Ramdhan.


3. Doa buka shaum, "_Allohumma laka shumtu wabika amantu ...._", haditsnya dhoif. Atau "_Allohumma laka shumtu wa ala rizkika afthartu_", dhoif juga. Adapun doa "_Dzahabazh-zhoma-u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal-ajru in syaa Alloh_", haditsnya Hasan, bisa diamalkan. Namun kapan dibacanya? setelah atau sebelum minum? Dua duanya bisa, karena tidak ada "taqyid" (penekanan) yang menerangkan setelah atau sebelum.


4. Kaidah kita tidak menggunakan hadits dhoif sebagai hujjah beramal. Karena jika hadits dhoif, berarti bukan dari Nabi.


5. Mana yg harus didahulukan, shaum sunnah (nyawalan) atau qodho shaum? Bukan hukum wajib dan sunnah yang jadi alasan, tapi dalil. Qodho shaum boleh kapan saja sedangkan shaum sunnat syawwal hanya pada bulan syawwal saja. Jadi mau nyawalan dulu bagus karena waktunya terbatas, kalau qodho bisa kapan saja. Meskipun sudah terlewat 1 Ramdhan. Apakah boleh membathalkan shaum qodho? Tdk ada dalil yg membolehkan atau mengharamkan. 


6. Melakukan "badal shaum" (mengqodhokan) yg sudah meninggal? Shaum itu Ibadah badaniyyah, tidak bisa diganti oleh orang lain. Kalau ibadah maliyah bisa. Jika qodho shaum yg syariatnya dengan fidyah, berarti menjadi ibadah maaliyah. Misalnya, orang tua tdk kuat shaum, maka qodhonya dgn fidyah, maka fidyahnya boleh dibayarkan orang lain.


7. Wanita yg nifas dan menyusui, apakah qodho atau fidyah? Yg nifas = haram shaum, menyusui = boleh buka jika membahayakan anak, diganti dgn fidyah. Maka jika berbarengan nifas dan menyusui, maka harus qodho, sebab yg pokoknya nifas. Jadi hrs qodho.


8. Ceramah Tarawih, ceramah sebelum tarawih bagaimana hukumnya, karena itu perbuatan bid'ah tdk ada contohnya? Thalabul ilmi itu wajib, kapan dan di mana pun. Namun jangan menentukan/menetapkan sebelum tarawih, Jadi boleh sebelum boleh sesudah. Tidak adapun tidak masalah. Hal itu kaitannya dengan memanfaatkan ramadhan dan semangat thalabul ilmi di bulan Ramadhan.


9. Sholat tarawih, ditinjau dari sisi jumlah rakaatnya disebut witir (ganjil). Disebut tarawih karena dilakukan di bln Ramadhan. Dan disebut Tahajud ketika dilakukan di luar Ramadhan. Disebut Qiyamul lail atau Qiyamu ramadhan, karena dilaksanakannya malam hari. 


Hadits dari Aisyah. 

Sahabat bertanya kepada Aisyah; Bagaimana kaifiyat sholat malam Rosulullah SAW di bulan Ramadhan ?, Jawab Aisyah, *bahwa Rosululloh melakukan sholatnya 11 rakaat, baik di bln Ramadhan maupun di luar Ramadhan; dengan formasi 4, 4, 3.* 

Hadits ini shohih dan shorih (gamblang). Adapun formasi sholat malam, 2-2-2-2-3; 

8 - 3 ; 6 - 5; 10 - 1. Itu shohih tapi di luar Ramadhan. Haditsnya shohih namun ghoir shorih. 


10. Masbuk ketika sholat tarawih. Jika imam salam maka tambah dan selesaikan dulu yg tertinggalnya. Namun imam harus bijaksana; upayakan menunggu dulu yg masbuk. Agar tdk terus menerus masbuk pada saat itu.


11. Kapan membayar fidyah? Bisa di bulan Ramadhan atau di luar Ramdhan. *Namun dianjurkan di bulan Ramdhan, agar bisa dipakai buka dan sahur, sehingga pahalanya bisa berlipat ganda.*