Ade mengaku tak berniat ikut dalam aksi unjuk rasa bersama mahasiswa. Namun, ia mendukung aspirasi BEM SI yang menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.
"Saya tidak ikut demo. Saya mantau dan ingin mengatakan saya mendukung," kata dia kepada wartawan di lokasi, Senin (11/4) siang.
Melihat pernyataan diatas DR. Moeflich Hasbullah lontarkan sebuah pertanyaan ; benarkah Ade Armando Dosen Ilmu Komunikasi?
Kata beliau; ksus Ade Armando itu bukti nyata dia dosen ilmu komunikasi tapi tidak bisa berkomunikasi. Jauh kalau harus disebut ahli ilmu komunikasi. Kalau ahli komunikasi, dia tidak akan datang ke tempat demo besar itu yang dia harusnya tahu, berdasarkan ilmunya, massa memusuhinya, dan banyak dibenci umat.
Datangnya ketempat demo bukti bahwa dia tidak punya ilmu komunikasi. Dia tidak komunikatif dengan dirinya dan dengan ilmunya yang mestinya mencegahnya datang ke kumpulan ribuan massa yang sedang kecewa dan marah.
Selama ini Ade Armando selalu kontroversial. Kontroversial itu bukti seseorang tidak komunikatif dengan masyarakat. Pikirannya yang bersebrangan, diserang terus karena banyak menantang dan menyakiti perasaan umat, artinya bukti dosen ilmu komunikasi itu tidak komunikatif, ilmunya tidak jadi amal dirinya dan komunikasinya gagal.
Banyak sekali ahli ilmu komunikasi tapi tidak komunikatif dengan pasangannya (istri/suami), dengan keluarganya, dengan teman-temannya, dengan lingkungannya, dengan masyarakatnya bahkan dengan dirinya sendiri.
Begitulah ilmu yg tidak bermanfaat. Ilmu yang tidak bermanfaat di perguruan tinggi seperti itu banyak sekali, dimana-mana dan hampir di semua bidang ilmu: Ekonomi, politik, sosiologi, sejarah bahkan agama. Ilmu yang tidak menjadi jiwa, tidak menjadi karakter, menjadi amal dan keselamatan dirinya.***
