4 September 2024
MISA PAUS HARUS HORMATI KEYAKINAN & AKIDAH UMAT ISLAM INDONESIA
3 September 2024
Kawal Kunjungan Paus Fransiscus, Hima Persis Jakarta Siap Bersinergi dengan Polda Metro Jaya
Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Daerah Khusus Jakarta menyampaikan pernyataan dukungan atas rencana kunjungan Paus Fransiscus ke Jakarta yang dijadwalkan pada tanggal 3 hingga 6 September 2024.
“Sebagai organisasi kemahasiswaan yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan, kami memandang kunjungan ini sebagai momentum signifikan dalam konteks penguatan hubungan antar umat beragama dan konsolidasi toleransi di negara yang bercirikan Keberagaman Agama ini” kata Ihsan, ketua Hima Persis Jakarta, Selasa (3/9/2024).
Ihsan Ketua Hima Persis Jakarta Menyatakan, pihaknya juga siap untuk berkolaborasi dengan Polda Metro Jaya dalam upaya menjamin keamanan selama berlangsungnya kunjungan di Indonesia Khususnya di Jakarta.
Dilansir oleh Nusantara TV, Polda Metro Jaya telah menyiapkan 4.730 personel gabungan untuk mengamankan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Selain berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Siber dan Sandi Negara, serta TNI, pihak kepolisian juga menempatkan penembak jitu di beberapa titik strategis.
Pada kunjungan Asia Pasifik kali ini, Indonesia dipilih menjadi negara pertama yang akan dikunjungi Paus Fransiskus. Sebelumnya, ketika masa kepemimpinan Paus Paulus VI pada 1970 pernah mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya.
Kemudian, kunjungan yang kedua pada 1989 ketika Gereja Katolik Roma dipimpin oleh Paus Yohanes Paulus II. Lalu untuk yang ketiga kalinya akan dilakukan oleh Paus Fransiskus, sekaligus akan tercatat menjadi perjalanan Apostolik yang ke-45 dalam masa kepausannya.
“Kunjungan Pemimpin Gereja Katolik Dunia ke Indonesia ini menjadi peristiwa bersejarah dan penting dalam memperkuat hubungan diplomasi dua negara, meningkatkan toleransi antar umat beragama, sekaligus menekankan nilai perdamaian dan kemanusiaan” terang Ihsan.
Dalam perspektif kemanusiaan dan kebangsaan, kunjungan Paus Fransiscus dapat diinterpretasikan sebagai manifestasi Kebebasan beragama yang diatur dalam Konsitusi Pasal 29 UUD 1945 Ayat 2 “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya”
“Dukungan kami terhadap kunjungan ini dilandasi oleh pemahaman theologis yang bersumber dari Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Mumtahanah ayat 8 yang menyatakan: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” ungkapnya.
“Interpretasi kontemporer terhadap ayat ini, sebagaimana diuraikan oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsirnya Al-Misbah, menekankan pentingnya membangun relasi positif dengan non-Muslim dalam konteks kenegaraan dan kemanusiaan, selama tidak mengancam akidah dan kedaulatan negara, tegas Ihsan” pungkas Ihsan.
Surat Terbuka PP PERSIS atas Kunjungan Paus Fransiskus
Sehubungan dengan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, PP. PERSIS menyambut gembira dengan semangat ukhuwah insaniyah-basyariyah sebagaimana diajarkan oleh Islam. PP Persis menyerukan dan menyatakan sikap sebagai berikut :
Pertama, Kami berharap kehadiran pemimpin tertinggi umat Katolik di Indonesia dan beberapa negara Asean, dapat memberi pesan yang memperkuat semangat persaudaraan antar iman dan toleransi antar umat beragama.
Kedua, kedatangan Paus dapat membawa kabar yang memberikan harapan kebahagiaan dan pesan perdamaian bagi dunia yang sedang dilanda ketegangan dan perang seperti yang terjadi antara Ukraina dan Rusia.
Ketiga, Harapan kami yang terbesar atas kujungan Paus ke Indonesia dan beberapa negara kali ini dapat menjadi momentum untuk menyerukan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Negara Palestina
Keempat, kami berharap Paus menyerukan masyarakat dunia untuk bersama-sama menghentikan kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.
Kelima, Dengan pesan-pesan dan seruan Paus untuk memperkuat kerukunan antar iman, mewujudkan toleransi antar umat beragama dan menghentikan islamophobia.
Demikian seruan dan pernyataan kami sampaikan, Insya Allah kunjungan Paus akan sangat bermakna dan dikenang oleh masyarakat muslim di Indonesia dan dunia.
-
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tiga pemuda pernah belajar di bawah atap yang sama. Mereka menyerap pelajaran tentang perlawanan terhadap p...
-
Oleh : Pepen Irpan Fauzan _Borosngora Persatuan Islam_ Koran _Sipatahoenan_ pada 27 Djanoeari 1933 memberitakan pujian-apresiatif para tok...

