10 November 2013

Hari Pahlawan 10 Nopember dalam pandangan YUSRIL IHZA MAHENDRA





Kebanyakan orang tentu masih ingat, tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan
Tanggal10 November kita jadikan sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang perjuangan heroik pemuda Surabaya dan sekitarnya. Melawan pendaratan tentara Sekutu di kota itu. Dalam tentara sekutu itu ikut tentara Belanda yg ingin mengambil kembali daerah jajahannya
Tentara Sekutu yg dipimpin Inggris bertugas untuk melucuti senjata tentara Jepang yg menyerah tanpa syarat kpd Sekutu tgl 15/8/1945
Tentara Sekutu jg berkewajiban menjaga Hindia Belanda dalam keadaan status quo pasca penyerahan Jepang. Situasi ini menguntungkan Belanda
Sementara 2 hari setelah Jepang menyerah kpd sekutu, Sukarno-Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Negara baru telah lahir
Situasi seperti itu memang menyulitkan pihak Sekutu, yg dg mudah dituduh bangsa kita mendukung Belanda untuk kembali menjajah Indonesia
Sy pernah behari2 membaca koran2 yg terbit sekitar pertempuran di Surabaya itu di Perpustakaan Nasional agar sy dapat menjiwai suasananya
Kesan sy sejak akhir Oktober 45 pertempuran memang sudah dimulai. Berita teriakan takbir memanggil ke medan perang tiap hari jadi berita
Di tengah memanasnya situasi di Surabaya, ada berita politik cukup besar tentang Kongres Umat Islam di Yogyakarta mulai 3 November 45
Kongres berakhir tanggal 7 November dan memutuskan berdirinya Partai Politik Islam Indonesia Masjoemi" sebagai satu2nya parpol Islam
Partai dipimpin oleh Ketua Majelis Syuro Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari dan Ketua Pengurus Besar Dr Sukiman Wirjosandjojo
Selama kongres situasi Surabaya dan pertempuran di daerah lain dibahas secara serius
Hadratusysyeikh KH Hasyim Asy'ari dalam kedudukannya sebagai Ketua PB NU dan Ketua Majelis Syura Masyumi keluarkan fatwa jihad
Masyumi memutuskan membentuk Barisan Sabilillah dan Lasykar Hizbullah untuk melaksanakan fatwa jihad mempertahankan kemerdekaan
Menghadapi situasi Surabaya, Ketua Masyumi Dr Sukiman menyampaikan pesan melalui Radio Yogya kepada Muhammad Ali Jinnah di India
Sukiman minta Jinnah agar menyerukan kpd tentara Inggris asal Punjab tdk ikut bertempur melawan bangsa Indonesia yb ingin merdeka
Pesan Sukiman didengar di India dan Jinnah berpidato via Radio Delhi menyerukan agar tentara Inggris Muslim asal India lakukan disersi
Tanggal 9 November Kapten Zia Ul Haq dan anak buahnya melakukan disersi di Surabaya. Mereka menolak bertempur dg umat Islam
Jauh di kemudian hari Kapten Muhammad Zia ul Haque menjadi Panglima AD Pakistan dan menjadi Presiden Pakistan
Saya membaca juga berita koran Berita Indonesia di bulan November itu 1 batalyon tentara Inggris asal Punjab lakukan disersi di Jakarta
Mereka mundur dari Sukabumi karena dihadang rakyat yang meneriakkan takbir. Mrk juga mendengar seruan Ali Jinnah yng berulang2 di radio
Tentara Muslim yng disersi itu digiring ke Lapangan Banteng atau Lapangan Weltevreden dan ditawan di Pulau Onrust di Teluk Jakarta
Yang tetap meneruskan pertempuran adalah Tentara Ghurka, asal Nepal, yg kebanyakan beragama Sikh
Sukiman juga berpidato melalui Radio Yogya berisi pesan kepada Raja Saud agar mengumumkan kpd jemaah haji yg akan wukuf bahwa...
Indonesia sudah merdeka. Mohon Raja Saud menyerukan jemaah haji agar mendoakan perjuangan bangsa Indonesia pertahankan kemerdekaan
Bagi saya yg membaca koran2 bulan oktober dan november 1945, suasana perjuangan membela kemerdekaan kala itu memang luar biasa
Berita insiden bendera di Hotel Yamamato Surabaya dimuat besar2. Peristiwa itu sangat heroik. Juga berita kematian Brigjen Mallaby
Saya lihat juga foto Bung Tomo sedang bertakbir memanggil Pemuda Surabaya agar turun ke medan jihad
Bagi saya, 10 November memang layak dijadikan sebagai Hari Pahlawan
Di awal kemerdekaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan memang luar biasa
Bagi kita generasi sekarang, pengorbanan para pendahulu kita janganlah kita anggap tdk berarti. Tanpa mereka kita takkan spt sekarang
Banyak yg lupa kepada peristiwa masa lalu karena miskinnya minat terhadap sejarah. Padahal belajar sejarah bangsa itu sangat penting
Banyak orang suka menyepelekan masa lalu, karena miskinnya pemahaman terhadap sejarah bangsanya sendiri dan penjiwaan terhadapnya
Menyepelekan perjuangan masa lalu hanya akan melahirkan manusia kerdil, sedikit arogan, karena tdk mengerti apa2 masa lalu bangsanya
Demikian sedikit kultwt saya di hari minggu 10 November 2013. Salam