Salah satu bukti keberhasilan shaum Ramadhan adalah Tambah Tajam Mata Hati.
Sholat Ied di JIS petjah. Yang biasa sholat di Istiqlal ngacir ke Jogja.
Kenapa?
Saya pikir nyerah sebelum tanding. Kena mental. 😄
Istiqlal selalu ramai. Ada nggak ada dia, dari dulu sholat ied di sana selalu ramai. Dia harus pindah tempat untuk menunjukkan powernya ngumpulin massa. Dari 2019 sudah jelas gagal, apalagi sekarang setelah kebijakannya makin jauh dari ngebela rakyat jelita (maksudnya jelata) Orang yang mikir pakai otak makin banyak loh.
Sementara yang di JIS, dia cerdik. Dia jual momen JIS baru dipakai. Saya curiga grand lounching JIS memang diatur pas momen lebaran dan sebelum masa jabatan dia habis. Di ending banget.
Lokasi sholat yang ternyata bukan di dalam JIS. Padahal katanya area dalam JIS sudah disiapkan garis shaf yang siap pakai. Tapi ternyata, JIS cuma dijadiin background aja.
Tapi lihat hasilnya. Foto-foto yang beredar bikin merinding. Pernah lihat acara di dalam GBK? Sepetjah apa pun acaranya, auranya beda karena GBK yang megah nggak kelihatan. Untuk dapat aura petjahnya, harus ambil dari jauh biar kelihatan buletan GBK. Kalau long shot seperti itu, orangnya nggak kelihatan dong. Bandingkan dengan JIS. Orangnya jelas kelihatan, JIS-nya apalagi. Foto-foto netizen yang beredar pun sama. Bukan cuma deretan kursi atau lapangan penuh aja yang terlihat.
Menjual banget
Di JIS, melihat jamaah mbludak dan background sempurna, yang dukung terharu, seperti reuni 212. Mrindingable
Yang nggak dukung juga merinding. Ini gimana nandinginnya? Jiper duluan. Kena mental. Lalu keluar narasi-narasi, masjid banyak, ngapain ke lapangan? Lupa sunnah kalau ied memang bagusnya di outdoor. Untuk apa? Show off power. 😄😄😄
Apa kabar anak kesayangan yang ke pasar nggak dikenalin pedagang? Kena mental nggak tuh? Kalau dia bikin acara, pakai bagi-bagi sembako, bisa nggak tandingin JIS? Anies nggak keluar uang loh ini. Sholat ied pakai APBD kan?
Waktu tau pilkada 2022 diundur, saya cuma nyengir aja. Katanya untuk menjegal Anies ya? Biar nggak ada jabatan, nggak bisa show off persiapan 2024. Kalau seperti itu, saya lihatnya, penundaan itu malah menguntungkan buat Anies. Dalam kondisi nggak menjabat apa pun, dia bebas ke mana aja. Bayangin kalau 2022 ada pilkada. Dia nyalon jadi gubernur lagi?
Menang? Lalu pas 2024 dia mundur di tengah jalan?
Habislah dia dibully, tjap: gila jabatan.
Kalah? Yah, nyagub aja kalah, mau nyapres. Sadar diri woy!
Nggak maju buat persiapan 2024? Gila, segitu gila jabatannya sampai ngorbanin jabatan gubernur yang sudah ditangan.
See?
Serba salah.
Sementara, ketika dia jobless, dia bisa bebas bergerak, silent campaign. Selama menjabat, dia sudah sebar jaring ke dalam dan luar negeri kan? Dia bantu daerah yang kena bencana, dia kerja sama dengan petani di kandang moncong. Di luar negeri? Sering loh perwakilan negara sahabat nyasar ke Selatan. Penghargaan dari luar banyak, dia dikenal di mancanegara.
Oh iya, tadi di CNN TV saya lihat iklan ucapan selamat idul fitri. Tanpa label apa pun, cuma Anies Baswedan dan keluarga. Siapa dia sampai segitunya pasang iklan? Ya memang tujuannya kampanye. Biar orang makin kenal dia. Urusan ginian banyak lah yang bisa bahas. Anak komunikasi jagonya deh. Saya mah cuma anak pergerakan yang hobi nyinyir aja.
Sekarang, di ujung masa jabatannya, dia gebrak dengan JIS. Moment sholat ied dia pakai. Salah? Jual agama? Tergantung niatnya dia sih. Tapi bener kata Bang Azwar Siregar. Dia menyelamatkan muka muslim Indonesia dengan ngadain ied di tempat terbuka. Ngasih lihat power ummat islam.
Apa nggak jiper tuh musuh lihat orang berkumpul sebanyak itu bahkan ada yang dari dini hari. Semilitan itu? 😱😱😄😄
Lawannya sudah kena mental. Efek revolusi mental yang gagal total. Hanya bisa main di blusukan dan pencitraan.
Anies, orang ini cerdik. Mainnya halus. Narasinya sudah sering dibilang jago ngamong. Tapi pergerakannya halus, nggak grasa grusu. Contoh: gimana dia nyindir Giring dengan check sound JIS, gimana dia nyindir budaya baca dengan foto dia santuy baca buku.
Menggebrak kan?
Seperti kancil dan buaya. Kancil pakai buaya sebagai jembatannya nyebrang.
Above these all, selama mereka masih pakai tekhnologi paling mutakhir kardus digembok, nggak usah berharap orang di luar kelompok mereka yang menang.
Kalau Anies masuk ke sana?
Tinggalkan. Jangan jadi penyembah berhala.
Doa saya selalu, mengutip doa Nabi Ibrahim, minta negara yang aman. Juga, seperti kata Imam Syafi'i, jika cuma satu doa diijabah, mintalah pemimpin yang adil.
Kenapa?
Karena tanpa keamanan dan keadilan, sekaya apa pun kamu, nothing.
Nggak percaya?
Lihat Abrahamovic, dkk. Gara-gara perang Rusia, mereka nggak nyaman. Bahkan tadi sempat baca, dalam waktu dekat ini ada enam orang konglomerat Rusia bunuh diri. Mungkin nggak terkait dengan perang? Sangat mungkin. Tapi yang pasti, ketika negara nggak aman, pemimpin nggak adil, hidup bernegara nggak akan nyaman.
Kampanye terbaik adalah dengan hasil kerja pembuktian janji.
Note: padahal gratis loh kampanye ala Anies karena pakai APBD bahkan APBN, kenapa politisi lain nggak pakai cara ini ya?
Kental "political game"
Halus, merangkul dengan cerdas tidak memukul.
