| | |
| Wednesday, 16 November 2011 | |
| BANDUNG– Ironis. Di tengah gencargencarnya kampanye ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung, kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati malah melakukan penebangan ratusan pohon. Kemarin, puluhan mahasiswa UIN mengecam tindakan tersebut dan mendatangi DPRD Kota Bandung di Jalan Aceh. “Mereka (Rektorat UIN) secara sewenang-wenang melakukan penebangan pohon sebanyak 240 pohon dari total 360 pohon di kampus UIN,”ungkap koordinator aksi,Hadi Kusna. Menurut Hadi,penebangan pohon dilakukan sejak dua bulan lalu atau sekitar September 2011. Ratusan pohon ditebang berusia puluhan tahun yang sangat berguna bagi lingkungan sekitar. Pihak kampus, lanjutnya, tidak melakukan sosialisasi sebelum penebangan. “Padahal kita sudah melakukan protes ke rektorat,namun jawaban rektorat mahasiswa tak punya hak untuk mempertahankan pohon-pohon itu. Sangat aneh dengan sikap rektorat semacam itu,”tegas Hadi. Dia menyebutkan, pohon yang ditebang terdiri atas berbagai jenis dan rata-rata berusia lebih dari 20 tahun. Tinggi pohon ada yang mencapai 15-20 meter dengandiameterhingga1meter. Keberadaan pohon itu sangat terasa manfaatnya oleh semua civitas dan masyarakat sekitar kampus. “Sangat miris sekali ketika gerakan Indonesia hijau sedang digalakkan seperti yang diimbau mulai dari Presiden, Gubernur,Wali Kota,dan Bupati, tapi di kampus UIN telah terjadi penebangan sampai ratusan pohon,”sesalnya. Pihaknya pun meminta Menteri Lingkungan Hidup untuk menindak tegas Rektor UIN Sunan Gunung Djati Nanat Fathah Natsir atas penebangan ratusanpohonitu. “Khusus kepada Wali Kota, kami minta menginstruksikan dinas terkait meninjau kerusakan lingkunganyangterjadiakibatpenebangan pohon itu.Kami pun menuntut Rektor bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi,” tegasnya. “Kita akan terus berjuang. Kalau mentok dan harus melalui proses hukum,ya kita akan ikuti,”tandas Hadi. Sementara itu, Wali Kota Bandung Dada Rosada menyesalkan sikap kampus yang melakukan penebangan ratusan pohon karena hal ini bertolak belakang dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tentang penghijauan. “Bila memang itu dilakukan demi kepentingan kampus tanpa memedulikan lingkungan, sungguh saya sayangkan.Di satu sisi kami melakukan terus penanaman pohon di berbagai wilayah Kota Bandung, tapi ini (kampus UIN) malah melakukan penebangan,”ungkap Dada diPendopo,JalanDaleumkaum. Dada pun langsung memerintahkan Dinas Pertamanan dan Pemakaman untuk melakukan pengecekan kepada pihak kampus tentang penebangan tersebut. ”Bila memang pihak UIN melakukan penebangan, diwajibkan untuk mengganti pohon yang sudah ditebang. Idealnya bila memang satu pohon ditebang,wajib menggantinya sebanyak 100 pohon dan itu harus dilakukan oleh mereka,”tegas Dada. Di tempat sama,Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan pun menyayangkan penebangan ratusan pohon tersebut. “Ironis sekalidenganapayangdilakukan mereka.Kita masih kekurangan RTH yang baru tercapai 9% dari angka ideal 20%.Tapi, mereka malah melakukan penebangan,” bebernya. Erwansangatmenyetujuijika kampus UIN diberikan sanksi jika memang terbukti melakukan penebangan ratusan pohontersebut.“Wajibdiberikan sanksi, karena mereka dengan sewenang-wenang melakukan penebangan di saat kita tengah giat-giatnya melakukan penanaman pohon,”tandas Erwan. Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak UIN enggan memberikan komentar.Humas UIN Sunan Gunung Djati Sakrim menolak menjawab pertanyaan SINDO. “Kalau mau penjelasan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut (penebangan pohon) lebih baik di kantor saja, saya tidak melayani keterangan lebih lanjut di luar jam kerja,” ujar Sakrim. yugi prasetyo/CR-1 |