29 Agustus 2022

Catatan Kecil Sambut Muktamar Persis XVI

 


Terlalu mahal jika perhelatan besar ini hanya sekedar rutinitas administratif lima tahunan saja,  Muktamar Persistri XIII, Muktamar XII Pemudi Persis, Muktamar X Himi Persis merupakan momentum yang tepat untuk kita semua Jama’ah Persis dan Bagian Otonom untuk melakukan muhasabah dan melakukan otokritik terhadap perjalanan Jam’iyyah Persis selama ini. Usia mendekati 100 tahun bukanlah usia muda, sudah kenyang dengan berbagai macam pengalaman. Jam’iyyah Persis terbukti dan teruji tetap eksis dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Mari kita evaluasi secara jujur sejauhmana Jam’iyyah Persis telah berbuat untuk umat.


Persis (Persatuan Islam) sebagai salah satu ormas besar Islam mainstream di Indonesia dengan usianya yang hampir satu abad. Tentu ini adalah suatu capaian prestasi perjuangan dan wujud nyata dalam memberikan kontribusi bagi negara dan bangsa ini, terutama umat Islam. Terlebih dalam sejarahnya, para tokoh Persis telah banyak memberikan kontribusi dan jasa besar bagi negara dan bangsa ini. Konsep Negara Kesatuan Republk Indonesia yang belakangan jadi jargon NKRI harga mati, hal itu tidak bisa dilepaskan dari tokoh besar Persis M. Natsir dengan mosi integralnya yang dicetuskan di parlemen dan disetujui semua fraksi pada saat itu tanggal 3 April 1950, Ketika sebelumnya Indonesia dipecah oleh Belanda menjadi Republik Indonesia Serikat


Melepaskan diri dari romantisme sejarah, pada tingkat tertentu harus dilakukan jam’iyyah Persis karena gerakan Persis sejatinya adalah bersifat dinamis artinya mengikuti perkembangan yang ada tanpa mengabaikan prinsip-prinsip yang dipegang. Romantisme sejarah akan melahirkan justifikasi ideologis tanpa menawarkan pikiran-pikiran alternatif.


Sebagai ormas keagamaan, Persis jangan melulu berkutat dalam gerakan tabligh normatif an sich. Ke depan, tantangan sekaligus peluang, Persis mesti berani kembali ke tengah untuk terlibat dalam proses menentukan arah pembangunan bangsa. Persis mesti terlibat dalam proses pembangunan isu-isu kebangsaan. Pembangunan hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan peradaban yang berkeadilan dengan spirit keislaman yang lebih substantif.


Pasang surut pergerakan dakwah itu hal biasa, Persis dulu dikenal luas dan disegani oleh lawan maupun kawan, sejarah masa silam jadikan ibrah untuk  menatap masa depan. Yang terpenting bagaimana mengambil spirit perjuangan masa lalu yang kemudian dikontekstualisasikan dalam kondisi sekarang.


Dalam sebuah hadits yang shahîh dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: 

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا 

Sesungguhnya Allâh akan mengutus (menghadirkan) bagi umat ini (umat Islam) orang yang akan memperbaharui (urusan) agama mereka pada setiap akhir seratus tahun

HR. Abu Dawud (no. 4291), al-Hakim (no. 8592), dan ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul ausath” (no. 6527), Dinyatakan shahih oleh Imam al-Hakim, al-‘Iraqi, Ibnu Hajar (dinukil dalam kitab “’Aunul Ma’buud” 11/267) dan syaikh al-Albani dalam “Silsilatul ahaaditsish shahihah” (no. 599)


Jangan sampai hanya bisa membanggakan masa lalu tanpa bisa membuktikan masa kini dan masa depan, Persis harus “keluar” dari sejarah lamanya dan menghadirkan kembali Persis di masa kini dan mendatang


Ada beberapa catatan tentang perjalanan Jam’iyyah Persis dan perlu kiranya menjadi perhatian –terutama- bagi pucuk pimpinan yang akan datang dan umumnya penggiat Persis.


Pertama, Reorientasi Wawasan Pergerakan. Jam’iyyah Persis mengklaim diri sebagai jam’iyyah (organisasi) yang bergerak dalam bidang dakwah, Pendidikan dan sosial kemasyarakatan. 

Dakwah bagi jamiyah Persis perlu diperluas gerakannya, bukan semata tabligh tapi bagaimana mengajak umat untuk Kembali ke ajaran agama. Pendekatan dakwah juga harus menggunakan berbagai pisau analisis dan metode. Bidang Dakwah di lingkungan Persis popular, hanya sayang pengertian dakwah disini dalam realitasnya lebih kepada pengertian yang sempit yaitu dakwah bil-lisan, sangat sedikit yang bisa menyampaikan dakwah secara tertulis (bil kitabah) dan dengan perbuatan (bil-hal) yang bisa menjadi teladan umat, lebih jauh lagi seharusnya Jam’iyyah Persis memaknai dakwah sebagai rekonstruksi sosial (social recontruction) yang bersifat multidemensional. Bidang Sosial Kemasyarakatan, Bidang ini yang belum digarap secara serius oleh Jam’iyyah, bahwa proses purifikasi (pemurnian) keagamaan oleh Persis sudah final dan terus menerus didakwahkan sampai saat sekarang, tapi proses dinamisasi Jam’iyyah belum terlihat secara jelas. Kalau di Muhammadiyyah ada pelayanan sosial berupa rumah sakit, panti asuhan dan lain-lain. Jam’iyyah Persis meskipun ada varian dari gerakan purifikasi yang dilakukan tapi belumlah optimal. Bukan hanya pelayanan sosial saja tapi juga aspek-aspek lainnya (isu lingkungan hidup, HAM dll) perlu kiranya dipertimbangkan oleh Persis sebagai bagian dari gerakan Persis sehingga tuduhan bahwa Persis itu fiqh ubudiyah oriented terbantahkan. 


Tidak kalah pentingnya dalam wawasan pergerakan ini adalah Jam’iyyah Persis harus membuat cetak biru (blue print) Persis dan Bagian Otonomnya agar tercipta pola pengkaderan yang terintegrasi, sistematis, berjenjang dan kontinyu serta sinergis sehingga kualifikasi, kapasitas dan militansi kader Persis dan Bagian Otonom bisa dipertanggungjawabkan bukan hanya sekedar kader emosional kultural tapi tercipta kader-kader rasional.


 Kedua, Reorientasi Wawasan Pendidikan, sudah banyak yang telah dilakukan dan tengah diupayakan oleh Jam’iyyah Persis namun belumlah memadai. Dalam sistem pendidikan Persis  tidak perlu sentralisasi sistem pendidikan di Persis disamping tidak efektif juga kekhasan masing-masing Pesantren khususnya tidak terlihat. Perlu difikirkan juga pengembangan model-model pendidikan alternatif lainnya sebagai upaya pengembangan jam’iyyah. Masalah pendidikan merupakan masalah yang dinamik, dan merupakan isu yang selalu muncul (recurrent issues). Di samping itu lebih ideal lagi untuk mencerdaskan umat dalam rangka mengangkat harkat dan martabat mereka sebagai manusia, yang dalam bahasa al-Qur’an disebut sebagai “khaira ummah”. Untuk itu pendidikan harus dapat memberikan “nilai tambah” dalam rangka mencapai kesejahteraan lahir-batin mereka. Di samping dituntut mampu mengembangkan “perilaku membangun”, yakni perilaku kreatif, produktif, efektif, efesien dan dinamis, serta mengembangkan “sikap kearifan”, yakni sikap yang mampu memahami makna kehidupan dan menyadari peranan dirinya di tengah-tengah kehidupan bersama untuk membangun masyarakatnya.


 Ketiga, Reorientasi Wawasan Sosial Politik. “Politik adalah ilmu seni memungkinkan”  itu pandangan sebagian perspektif dalam melihat dunia politik, dunia politik adalah grey area atau dunia abu-abu, tidak hitam tidak juga putih penuh dengan intrik, lobby, penetrasi, negosiasi, kompromi dan lain-lain. Menang dalam pengertian politik bukanlah ditentukan hanya dengan suara saja, bisa saja orang itu kalah dalam voting tapi “menang , menguasai dan merebut” dalam hal lain.

 Siyasah Nubuwwah harus diturunkan dalam tataran aplikatif masa kini bentuknya bagaimana, metodeloginya seperti apa dan lain sebagainya

 Persis sebagai organisasi sosial keagamaan dalam pendidikan dan dakwah bisa memainkan peran yang jauh lebih besar daripada fungsi parpol, Persis bisa melakukan enlightment politics (pencerahan politik). Persis bisa menjadi inspitrator dalam perjuangan politik Islam. Persis bisa menentukan arah dan kecenderungan pilihan politik ummat Islam, atau Persis bisa mengeluarkan produk-produk politik yang akan menjadi instrumen perjuangan bagi mereka yang aktif di dunia politik praktis. Persis juga bisa menjadi penentu kebijakan  politik yang akan diambil. Bahkan Persis bisa menjadi alat penyeimbang dalam gerakan-gerakan politik praktis sekaligus sebagai pengontrol. Peran mana yang mau diambil ? Semuanya terpulang kepada  terutama pimpinan Jam’iyyah.


 Keempat, Reorientasi Wawasan Ekonomi. Memperhatikan keadaan ekonomi umat Islam tidak ubahnya seperti melihat sebuah lautan. Posisi ekonomi umat Islam dalam peta besar perekonomian ibarat riak-riak kecil di tepi pantai menghadapi gelombang besar di tengah samudera. Riak-riak kecil itu tetap ada namun senantiasa di pinggiran (pereipheral), tidak pernah mampu ke tengah, karena setiap kali dihempas kembali ke tepian oleh gelombang besar yang datang dari tengah samudera (Dumairy, 1993:125).


 Tantangan jam’iyyah Persis dalam meningkatkan Ekonomi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya;  (1) meningkatkan pemahaman bahwa persoalan ekonomi adalah juga persoalan umat, (2) tranformasi ekonomi melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan, (3) Penataan kembali lembaga-lembaga ekonomi milik Persis sehingga bisa profesional, tranparan dan akuntable,


Kelima, Reorientasi Wawasan Pemikiran Keislaman. Persis dalam catatan sejarah memiliki “senjata” andalan yaitu dengan mengimbangi arus pemikiran keislaman kala itu dengan debat-debat secara terbuka sebagaimana yang dilakukan A.Hassan, dari mulai persoalan fiqh sampai persoalan negara. Kini, mengingat tantangan kehidupan industri modern yang kompleks dan arus globalisasi ilmu budaya yang tak terelakan, perlu kiranya studi agama yang bersifat kritis historis yang mengkaji epistimologi pemikiran keagamaan secara empiris maupun filosofis belum digarap oleh Persis, dan belum berani mengawinkan dengan diskursus ilmu-ilmu sosial dan falsafah kontemporer. Sudah saatnya Jam’iyyah Persis mengembangkan dua pendekatan, yaitu pendekatan yang bersifat imani (believer) dan pendekatan ilmu (scientific).


Keenam, Reorientasi Wawasan Isu Pemberdayan Perempuan, Gerakan perempuan harus menjadi perhatian khusus bagi organisasi otonom di lingkungan Persis (Persistri, Pemudi dan Himi), paling tidak ada beberapa isu strategis: peningkatan pemberdayaan kualitas perempuan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak


Persis Kedepan


Kaderisasi adalah keniscayaan sunatullah, roda berputar dunia bergulir, regenerasi mesti dilakukan. Pemimpin yang baik harus mewariskan legacy dengan memberikan jalan dan kesempatan bagi kadernya untuk mengisi kepemimpinan yang akan datang.


Di level eksekutif tanfiziyah Pimpinan Pusat Ormas Persis memerlukan pemimpin yang energik, dan dinamis, mempunyai akselerasi yang cepat dan tanggap terhadap dinamikan permasalahan yang berkembang, serta tasykil yang kuat dan kompak. Para pinisepuh, ulama memberikan dorongan di Majelis Penasihat atau Dewan Hisbah.


Bukan hanya di level pemimpin tapi juga tasykil yang ada juga harus ada regenerasi, berikan kesempatan kepada yang lain, jangan ada anggapan bahwa Persis tidak punya stok kader, di setiap jenjang jamiyah dan Bagian Otonom cukup banyak yang bisa mengisi menjadi tasykil/pengurus di level Pimpinan Pusat.


Ala kulli hal, selamat bermuktamar XVI Persis, Muktamar Persistri XIII, Muktamar XII Pemudi Persis, Muktamar X Himi Persis semoga lancar dan sukses serta menghasilkan putusan yang brilian bagi umat dan bangsa


19 Agustus 2022

Satu Tahun Orari Lokal Kab Bandung Sebagai Cadangan Nasional Kukuhkan Semangat Nasionalisme

 






Berselang dua tahun setelah Indonesia dirundung COVID-19, Orari Daerah Jawa Barat Lokal Kabupaten Bandung mengadakan acara First ANNIVERSARY di tahun 2022, bertempat di Sekolah Alam dan Rumah Tahfidz SMP Prima Cendekia Islami di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan pada tanggal 16 dan 17 Agustus 2022.


Acara ini diikuti lebih dari 125 peserta anggota Orari Lokal Kabupaten Bandung serta para pengurus dan anggota Orari dari Lokal lain di Jawa Barat.
Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar Insan Radio.
“Ratusan orang hadir, tidak hanya berasal dari Kabupaten Bandung, tetapi juga dari lokal Kota Bandung, Cimahi, hingga Bogor,” ujar Yus Jaime.

Sementara ketua Orari Lokal Kabupaten Bandung, Drs. H Ery Ridwan Latief, M. Ag., mengatakan, tahun 2022 ini, kami memperingati berdirinya Orari Lokal Kabupaten Bandung yang dipusatkan di Sekolah Alam dan Rumah Tahfiz SMP Prima Cendekia Islami, di Desa Warnasari Pangalengan, selama dua hari dari tanggal 16 hingga 17 Agustus 2023.
Selama dua hari ini, kami mengisinya dengan serangkaian kegiatan, baik kegiatan radio seperti Mini Fox Hunting hingga Slallom Test Antenna yang khusus diperuntukkan bagi anggota dan Keluarga Besar Orari Lokal Kabupaten Bandung.

Malam harinya, lanjut Eri, kami adakan malam tasyakuran dengan pemotongan tumpeng.
“Dan puncaknya, pada hari Rabu, 17 Agustus 2022 kami menyelenggarakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih untuk memperingati detik-detik Proklamasi 77 Tahun Republik Indonesia merdeka sekaligus puncak acara peringatan satu tahun Orari Lokal Kabupaten Bandung,” ujar Erry penyandang callsign YB1BWI.

Pelaksanaan upacara bendera sangat khidmat. Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah H. Dadan Konjala, SH pemilik callsign YB1MYT, selain sebagai sekretaris DPP Orari Kabupaten Bandung, juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bandung yang aktif di Orari, sedangkan bertindak sebagai Inspektur upacara dipimpin langsung oleh Erry sebagai Ketua ORARI Jawa Barat Lokal Kabupaten Bandung.
Dalam amanatnya, Erry mengatakan bahwa Orari bukanlah organisasi hobi semata bagi penggemar radio, namun merupakan cadangan Nasional sebagai perekat semangat kebangsaan dan keindonesiaan.

“Sebagai Organisasi Cadangan Nasional ORARI harus mampu melaksanakan fungsinya ; menumbuhkan Loyalitas terhadap bangsanya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengukuhkan semangat keindonesiaan yang kuat. Orari diharapkan tidak hanya menjadi pemersatu di udara, tetapi juga pengikat kebangsaan di seluruh tanah tumpah darah Indonesia,” ujar Erry.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami Prof. Dr. Dadan Wildan, M. Hum., yang mengelola Sekolah Alam dan Rumah Tahfiz SMP Prima Cendekia Islami, menngapresiasi kegiatan anniversary di tempatnya.

Kami sangat Bangga bahwa Sekolah Alam dan Rumah Tahfidz yang kami kelola ini dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan besar Orari lokal Kabupaten Bandung.
“Semoga kedepan kerjasama ini mampu melahirkan kebaikan-kebaikan bagi masyarakat kabupaten bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera (BEDAS),” tandas Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum penyandang callsign YC1CDN yang juga Ketua DPP Orari lokal Kabupaten Bandung.

Prof. Dadan berharap,Orari dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui peran aktif komunikasi radio. Apalagi kondisi Kabupaten Bandung yang luas, dengan bentang alam yang bergunung gunung, serta penduduknya tersebar di pelosok desa.
“Kehadiran insan radio sangat diperlukan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Saya berharap,Orari Lokal Kabupaten Bandung dapat lebih dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” tutupnya

Ketua panitia perhelatan perayaan satu tahun Orari Lokal Kabupaten Bandung Yus Djatnika Jaime yang juga penyandang callsign YC1IT mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas berdirinya satu tahun Orari Lokal Kabupaten Bandung hasil peleburan dua lokal Orari, yakni Orari Lokal Bandung Timur dan Lokal Bandung Selatan



10 Agustus 2022

UJIAN UTK SEMUA MANUSIA YANG DIBERI ILMU, JABATAN, HARTA DAN TAHTA

 



Apakah itu semua dikendalikan oleh bimbingan WAHYU ataukah HAWA NAFSU.
jika wahyu yg dijadikan panduan hidupnya maka dialah sebaik baiknya manusia.Namun jika hawa nafsunya yg jadi pijakan maka dialah seburuk buruknya manusia.
Allah swt berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?(45:23).

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai(7:179).
*SLH

Catatan kaki kasus FS

Yang dibunuh Polisi
Yang menembak Polisi
Yang membunuh Polisi
Yang menangkap Polisi
Yang ditangkap Polisi
Yang menghukum Polisi
Yang mati CCTV ...

مُستَجاب إِجابَةِ دُعاءِ المظلومِ عَلى ظالِمِهِ

POLISI SEDANG MEMANEN ISTIDRAJ



Polisi sedang menumpuk dosa. Mereka lagi bergelimang *istidraj*. Tak sadar bahwa tengah dihadiahi azab yg berbentuk kenikmatan oleh Allah. Maka mereka bebas berbuat zalim tapi tetap diagungkan. Semena-mena tapi tetap berkuasa. Leluasa mempertontonkan ketidakadilan kepada si lemah, tanpa sadar bahwa wajah Allah terletak pada orang-orang miskin dan rakyat yang teraniaya.


Polisi juga sedang menabung musuh. Tiap kali ada ulama, pejuang, atau rakyat tak berdosa yang dizalimi, saat itu pulalah bertambah manusia calon penganiaya polisi. Hingga suatu saat akan membludak jumlah manusia yang nekat ingin membalaskan dendamnya. Dengan brutal, sadis, dan kejam. Hingga mata polisi akan terbelalak, tak menyangka bahwa azab neraka jahanam telah hadir lebih cepat di depan mata mereka.


Bayangkan. Ketika polisi mempersekusi Imam Besar, berapa juta rakyat yg dalam sekejapan mata telah dijadikan musuh besar oleh polisi.


Saat membui Syahgandha dkk, berapa ribu aktivis berbagai organisasi yang mengutuk polisi.


Di kala Munarman diseret dan dibutakan matanya dengan tutup kain hitam, berapa rakyat yang heran ternganga dan kemudian marah sembari menyumpahi polisi.


Di malam jahanam ketika 6 Syuhada tewas dibantai, disayat-sayat tubuhnya, dan diberondong peluru sekujur badan mereka, berapa malaikat yg menyaksikan, menangis, dan melaknat perbuatan biadab polisi itu.


Jadi jangan heran kalau kebinasaan polisi nanti akan sangat mengerikan. Tak akan sanggup kita melihatnya, terlebih jika sebagian diantara mereka adalah kerabat dan keluarga kita. Mereka, para polisi baik itu, akan ikut menanggung azab karena diam ketika ketidakadilan merajalela. Lebih takut tak bisa makan ketimbang menegakkan hukum Allah.


Polisi saat ini telah menjadi musuh bersama. Menjelma sebagai PKI, Polisi Komunis Indonesia. Tak heran rakyat sudah menjadikan polisi sebagai common enemy.

Buktinya, hati rakyat tak tenang tiap kali bertemu polisi. Sebisa mungkin tidak berhubungan dengan polisi. Lihat polisi seperti melihat setan. Sampai-sampai seragam coklat polisi diidentikkan dengan isi WC yang berwarna coklat kehitaman. Persis seperti hitam pekatnya mental polisi di bawah rezim dajjal sekarang.


Sambil berpesta pora dan menyebarkan tawa iblis, sesungguhnya polisi sedang menuju kepunahannya. *Istidraj* dari Allah adalah sesuatu yang betul-betul telah melenakan mereka.


Korps berseragam coklat dan hitam itu tak paham bahwa tangan-tangan berpeluru dan kaki-kaki bersepatu lars mereka yang jumawa menginjak hak para pencari keadilan itu, sesungguhnya sedang berbaris menuju jahanam.


Jutaan rakyat tak berdosa dari seluruh penjuru Nusantara saat ini tengah menangis. Tak rela ulama difitnah, kyai ditangkapi, ustad mereka dipersekusi, dan Agama Islam diradikalisasi.


Dari jutaan mulut rakyat yang merasa dizalimi itu, kini menggema doa-doa yang belum pernah mereka panjatkan sebelumnya. Doa yang sebenarnya mereka pun tak tega mengucapkannya.


Dengan hati tersayat, benak menahan kepedihan, wajah berurai air mata, jari jemari tertangkup menengadah, dan bibir yang bergetar menahan amarah, doa maha dashyat pun dilantunkan...


Rakyat meminta agar laknat cepat diturunkan kepada polisi, oligarki, rezim, dan buzzeRp yang menjadi penjahat bagi kaumnya sendiri.


Rakyat memohon agar Allah segerakan azab yang amat sangat pedih kepada mereka!


Karena rakyat tahu *tidak ada hijab diantara doa orang yang teraniaya dengan Allah Azza wa Jalla*. Tiada penghalang antara Allah dengan makhluk-Nya.


Doa-doa umat teraniaya itu akan terbang melesat menembus langit, langsung kepada Sang Pencipta. Tanpa menunggu Malaikat menyampaikannya.


Naudzubillahimindzaliq.

Semoga Allah mengabulkan semua doa rakyat Indonesia.


AAMIIN.

8 Agustus 2022

PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN


 

Ada baiknya pra muktamar persis ke -16 berkaca pada masa kekholifahan atau masa  keemasan Sahabat-sahabat Rasulullah Saw. Tentang 5 butir nota kesepahaman:


*شروط إمارة المؤمنين*


اتفق أئمة المسلمين على مجموعة من الشروط التي يجب توافرها فيمن يتولى إمارة المؤمنين، فيما اختلفوا على شروطٍ أخرى، وفيما يلي مجموعة شروط إمارة المؤمنين التي أجمع عليها فقهاء وعلماء الدين الإسلامي:


1) أن يكون امير المؤمنين مسلمًا، إذ لا تصح الولاية لكافر، قوله تعالى {وَلَن يَجْعَلَ اللَّـهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا﴿١٤١﴾}.


2) أن يكون امير المؤمنين مكلفًا، ويشمل ذلك العقل والبلوغ، إذ لا تصح إمامة صبي، أو مجنون لأنهما في ولاية غيرهما، لذا لا يوليان على المسلمين.


3) أن يكون ذكرًا، إذ لا تصح إمارة النساء، فالإمارة تناط بها مخاطر وأعمال جسيمة تتنافى مع طبيعة المرأة وأنوثتها، وفي الحديث الشريف ” لن يفلح قوم ولوا أمرهم امرأة”.


4) أن يحقق شرط الكفاية، وتشمل الجرأة والشجاعة والنجدة بما يمكنه من إصدار أمر الحرب والدفاع عن الإمة وإدارة ساستها.


5) أن يكون حرًا، فالعبد مشغول بخدمة سيده، لذا لا تصح إمامة من فيه رق وعبودية.


Para Ulama, Fuqoha dan para Imam telah merumuskan Nota kesepahaman,  tentang Syarat- syarat pemimpin dikalangan mukminin meliputi:


 1. Bahwa pemimpin harus seorang Muslim, pemimpin oleh orang kafir tidak sah, sebagaimana Firman Alloh:

" ...Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman ( QS. Annisa 141).


2.  Bahwa pemimpin harus bertanggung jawab, dan musti sehat akal pikiran  ( sehat jasmani dan rohani) ,  tidak sah pemimpin oleh anak kecil atau  oleh orang gila ( sakit)  apalagi mereka yang masih berada di bawah umur dan di bawah standar. 


3. Bahwa laki- laki di bawah kepemimpinan wanita tidak sah, karena Pemimpin itu mengemban amanat sebuah risiko yang serius sedangkan tipologi pemimpin wanita tidak sesuai dengan sifat dan karakter feminismenya. 

dalam hadits:  “Tidak akan sukses suatu kaum apabila pemimpin dikalangan mereka seorang perempuan”


4.  Bahwa Pemimpin harus memenuhi syarat yang memadai dalam aspek keberanian.  Sekalipun angkat senjata untuk mempelopori berperang demi membela dan menjaga stabilitas  negara (ormas). Dan Pemimpin itu harus memiliki skill mengelola organisasi. 


 5. Bahwa pemimpin itu harus memiliki jiwa merdeka, ( bebas finansial dan bebas dari cengkraman kolonial) karena sejatinya  pemimpin akan sibuk melayani tuannya ( ummatnya), sedangkan pemimpin yang terlalu sibuk dan diperbudak oleh kepentingan pribadinya tidak sah. 


والله اعلم


Garut,  8 Agustus 2022 M / 

10 Muharam 1444 

6 Agustus 2022

Negeriku Sedang Dilahap Rayap



Oleh Taufik Ismail


Kita Hampir Paripurna menjadi Bangsa Porak- Poranda,


Terbungkuk Dibebani Hutang


dan Merayap Melata Sengsara di dunia.


Pergelangan Tangan dan Kaki Indonesia “DIBORGOL” di Ruang Tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya.


Negeri kita “Tidak Merdeka Lagi”,


Kita sudah jadi Negeri Jajahan Kembali.


Selamat Datang dalam

“Zaman Kolonialisme Baru,”*

Saudaraku.


Dulu penjajah kita “Satu Negara”,


Kini penjajah kita *"Multi-Kolonialis”*

banyak bangsa.


Mereka “Berdasi Sutra”,


Ramah-Tamah luar biasa


dan Banyak Senyumnya.


Makin banyak kita

“Meminjam Uang, Makin Gembira" 


karena 

Leher Kita Makin Mudah dipatahkannya


Bergerak ke kiri "Ketabrak Copet”,


Bergerak ke kanan "Kesenggol Jambret”,


Jalan di depan "Dikuasai Maling",


Jalan di Belakang penuh “Tukang Peras"


Yang di atas “Tukang Tindas.”


Lihatlah PARA MALING itu

kini mencuri secara Berjamaah.


Mereka berSaf-Saf Berdiri Rapat,


Teratur Berdisiplin dan Betapa Khusyu’.


Begitu rapatnya mereka berdiri


susah engkau menembusnya,


Begitu Sistematis,


Itukah rezim yang kalian banggakan dan di bela-bela.


Lalu dari sisi mana hebatnya rezim sekarang ini..



4 Agustus 2022

PEMBARUAN Tak lekang dimakan waktu

 


Oleh Aep Saepullah Mubarok


"Biarlah mereka menjadi peniru  lambat laun kian membeku ,  kita terus melaju menjadi Pembaharu suatu saat mereka kembali meniru"


عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أنه قال :( إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا 

(رواه أبو داود)


Hadits dari Rasululloh SAW. 

Beliau Telah Bersabda:

"Sesungguhnya pada setiap penghujung 100 tahun, Allâh akan mengutus untuk umat ini orang yang akan mengembalikan kegemilangan  Agama mereka" ( Riwayat Abu Daud) 


Yang harus dijadikan ekstra perhatian kalimat "yujadidu diambil dari shighot " Jaddada- yujaddidu- tajdidan" kalimat "tajdid" shighot isim mashdar mengandung pengertian pembaruan, modernisasi, restorasi, atau perbaikan dengan mengembalikan kontruksi yang yang sudah usang dan carut marut kepada posisi semula sesuai dengan khittoh dan thoriqoh


Sejenak kita tengok sejarah Gerakan Tajdid atau pembaruan dalam Islam muncul pada periode modern, yakni sekitar abad ke-17 hingga abad ke-18,  terinspirasi dari Ibnu Taimiyah seorang ulama dan filsuf dari Turki  sebagai sosok yang sangat teguh pendiriannya pada masalah keislaman. Munculnya gerakan ini berasal dari faktor internal umat Islam, yang waktu itu mulai dirusak oleh paham syirik dan Khurofat (cerita fiktif dan khayalan yang melanda dalam adat istiadat, ramalan-ramalan, yang menyimpang dari ajaran Islam).


Gerakan pembaruan/ tajdid ini berhasil di Arab Saudi, setelah digerakan oleh Muhammad bin Abdul Wahab dan didukung oleh Muhammad bin Saud, pendiri Negara Saudi Pertama.

Keberhasilan gerakan Tajdid di Arab Saudi ditandai dengan berdirinya negara Arab Saudi.

Sejak itu, gerakan Tajdid berkembang hingga ke Benua Afrika. Hal ini ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh pembaru Islam, seperti Usman dan Fonjo di Nigeria, Muhammad Ali bin as-Sanusi di Libya, dan Muhammad Ahmad bin Abdullah di Sudan.


Misi Restorasi  atau pembaruan ini  dapat kita kaji dan realisasikan dari surat ali imron ayat 104 :


وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ


"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung" (Ali Imron 104)


Langkah Penyeru dapat kita kongkritkan :

1. Pengukuhan keyakinan tauhid murni sesuai dengan titah Allah Swt. yang dibawa oleh para Rasul semenjak Nabi Adam A.S hingga khotamul anbiya Muhammad Saw.


2   Mendalami dan mengkaji agama melalui akal pikiran sesuai dengan ruh Islam untuk memberi solusi yang multikompleks di sela-sela tantangan dan ancaman zaman


3.  Mendakwahkan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an/As-Sunnah sebagai ismah dan qudwah bagi segenp ummat


4.  Aktualisasi ajaran Islam dalam kehidupan bil-fardii wal -Jama'i


Akhirul kalam semoga kita tetap menjadi insan-insan agamis modernis,  tetap bersuara dan bersahaja sehingga hidup tak sia-sia dimakan usia dan tak lekang dimakan waktu. 

والله اعلم. 

Garut 4 Agustus 2022 M/ 6 Muharam 1444 H.