Oleh Aep Saepullah Mubarok
"Biarlah mereka menjadi peniru lambat laun kian membeku , kita terus melaju menjadi Pembaharu suatu saat mereka kembali meniru"
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أنه قال :( إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا
(رواه أبو داود)
Hadits dari Rasululloh SAW.
Beliau Telah Bersabda:
"Sesungguhnya pada setiap penghujung 100 tahun, Allâh akan mengutus untuk umat ini orang yang akan mengembalikan kegemilangan Agama mereka" ( Riwayat Abu Daud)
Yang harus dijadikan ekstra perhatian kalimat "yujadidu diambil dari shighot " Jaddada- yujaddidu- tajdidan" kalimat "tajdid" shighot isim mashdar mengandung pengertian pembaruan, modernisasi, restorasi, atau perbaikan dengan mengembalikan kontruksi yang yang sudah usang dan carut marut kepada posisi semula sesuai dengan khittoh dan thoriqoh
Sejenak kita tengok sejarah Gerakan Tajdid atau pembaruan dalam Islam muncul pada periode modern, yakni sekitar abad ke-17 hingga abad ke-18, terinspirasi dari Ibnu Taimiyah seorang ulama dan filsuf dari Turki sebagai sosok yang sangat teguh pendiriannya pada masalah keislaman. Munculnya gerakan ini berasal dari faktor internal umat Islam, yang waktu itu mulai dirusak oleh paham syirik dan Khurofat (cerita fiktif dan khayalan yang melanda dalam adat istiadat, ramalan-ramalan, yang menyimpang dari ajaran Islam).
Gerakan pembaruan/ tajdid ini berhasil di Arab Saudi, setelah digerakan oleh Muhammad bin Abdul Wahab dan didukung oleh Muhammad bin Saud, pendiri Negara Saudi Pertama.
Keberhasilan gerakan Tajdid di Arab Saudi ditandai dengan berdirinya negara Arab Saudi.
Sejak itu, gerakan Tajdid berkembang hingga ke Benua Afrika. Hal ini ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh pembaru Islam, seperti Usman dan Fonjo di Nigeria, Muhammad Ali bin as-Sanusi di Libya, dan Muhammad Ahmad bin Abdullah di Sudan.
Misi Restorasi atau pembaruan ini dapat kita kaji dan realisasikan dari surat ali imron ayat 104 :
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung" (Ali Imron 104)
Langkah Penyeru dapat kita kongkritkan :
1. Pengukuhan keyakinan tauhid murni sesuai dengan titah Allah Swt. yang dibawa oleh para Rasul semenjak Nabi Adam A.S hingga khotamul anbiya Muhammad Saw.
2 Mendalami dan mengkaji agama melalui akal pikiran sesuai dengan ruh Islam untuk memberi solusi yang multikompleks di sela-sela tantangan dan ancaman zaman
3. Mendakwahkan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an/As-Sunnah sebagai ismah dan qudwah bagi segenp ummat
4. Aktualisasi ajaran Islam dalam kehidupan bil-fardii wal -Jama'i
Akhirul kalam semoga kita tetap menjadi insan-insan agamis modernis, tetap bersuara dan bersahaja sehingga hidup tak sia-sia dimakan usia dan tak lekang dimakan waktu.
والله اعلم.
Garut 4 Agustus 2022 M/ 6 Muharam 1444 H.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar