23 November 2011

Penebangan Pohon di UIN Bandung Dinilai sebagai Tindakan Biadab


SembilanNews.com (Bandung) – Komisi C DPRD Kota Bandung menyesalkan Tindakan penebangan ratusan pohon di area kampus UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung demi kepentingan pembangunan kampus. Pasalnya dengan adanya penebangan pohon itu, tidak hanya pohon saja yang hilang namun dampak besarnya lingkungan menjadi rusak.
Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Entang Suryaman mengatakan, Komisi C dan Pemkot Bandung mendukung penuh pembangunan di Kota Bandung. Hal itu disampaikan anggota Entang usai meninjau langsung ke lokasi, bersama dengan sejumlah anggota Komisi C lainnya, Selasa (22/11).
Hanya hal yang perlu disikapi, pembangunan jangan sampai merusak lingkungan. “Dalam kasus UIN ini, kita tentu sangat menyayangkan kenapa ratusan pohon ditebang. Malahan setelah kita lihat ke lokasi, disana ada beberapa pohon yang tidak mengganggu pembangunan tapi ditebang. Minggu depan kita akan undang pihak rektorat, instansi terkait dan mahasiswa untuk duduk bersama,” ujar Entang kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Selasa (22/11).
Entang juga menyatakan, di lokasi kampus UIN saat ini kondisinya sudah rusak, sebagaimana yang disampaikan oleh mahasiswa. Dan sesuai dengan data yang disampaikan mahasiswa, kata Entang, ada sebanyak 300 pohon yang ditebang.
“Di sana sangat semrawut, banyak pohon yang ditebang dan drainase yang dikorbankan. Kita sangat menyayangkan kondisi itu, meskipun itu menjadi hak pihak kampus karena itu lahan mereka,” ujarnya.
Ia pun berharap, ke depannya peristiwa itu tidak sampai terulang di Kota Bandung. Apa yang saat ini terjadi, harus menjadi pelajaran. Untuk SKPD terkait, juga menjadi bahan koreksi agar fungsi pengawasan lebih ditingkatkan. “Pengawasan dari Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) sejauh ini saya pikir masih sangat lemah. Kalau tidak lemah, tidak mungkin terjadi hal ini (penebangan ratusan pohon,red),” tandas Entang.
Hal senada dilontarkan anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Edwin Sendjaya, yang bahkan menilai penebangan pohon tersebut dikategorikan sebagai tindakan biadab.
“Penebangan ratusan pohon itu perlu disoroti bersama. Tidak hanya pohon yang hilang, tapi juga sekaligus sudah merusak lingkungan. Saya pikir ini tindakan yang biadab, apalagi ditengah upaya Pemkot Bandung yang saat ini tengah menggalakan isu masalah lingkungan hidup,” tegas Edwin.
Hasil peninjauan ke lokasi, pihaknya melihat banyak pohon yang ditebang, bahkan diduga mencapai ratusan batang pohon dan ada sejumlah pohon yang termasuk pohon keras serta berusia tua. Atas tindakan dari pihak rektorat UIN SGD, Edwin pun meminta agar Pemkot Bandung memberikan tindakan tegas kepada pihak rektorat.
“Kita berharap, sekalipun dari pihak rektorat ada keinginan atau upaya untuk mengganti pohon yang sudah ditebang, tetap tidak bisa lepas dari tindakan tegas Pemkot Bandung. Meskipun harus kita hargai upaya mereka (rektorat). Tindakan tegas harus menjadi contoh agar peristiwa seperti ini tidak terulang dan tidak memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa begitu mudahnya merusak pohon,” ungkap Edwin.
Anggota Komisi C lainnya, Agus Gunawan mengatakan, pembangunan di kampus UIN itu terkesan tidak memiliki konsep yang jelas, termasuk pengaturan ruang terbuka hija (RTH). Menurutnya, jika pembangunan sudah direncanakan, seharusnya pihak UIN tidak menebang pohon secara sporadic seperti saat ini.
“Memang mereka berencana menggantinya dengan 400 pohon baru, tapi saya lihat di lokasi, tidak ada lagi ruang untuk penanaman pohon itu,” tandas Agus. Selain itu, lanjut Agus, kondisi pasca penebangan dan pembangunan kampus juga dikeluhkan para mahasiswanya, karena dinilai mengganggu aktivitas perkuliahan.(SN-Tommy)