Setelah
Nabi Muhammad SAW cukup lama melakukan tugas dakwah di Mekah, Nabi Muhammad
mendapat perintah untuk melakukan hijrah ke Madinah.
1.
Kondisi
Masyarakat Madinah sebelum Islam Datang
Ada 2 golongan yang berbeda di kota Madinah, yaitu:
a.
Golongan
dari Utara (bangsa Yahudi) terdiri atas 3 suku: Bani Qainuqa’, Bani
Nadhir, Bani
Quraidhah.
b.
Golongan
dari Selatan (suku-suku Arab) terdiri atas kaum Aus dan Khazraj.
Kedua golongan
ini selalu bertengkar, hal ini disebabkan oleh adu domba yang selalu dilakukan
oleh orang-orang Yahudi. Sebelum kedatangan Islam/sebelum Nabi dan sahabatnya
hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah menyembah berhala. Pada saat masyarakat
Madinah mengikuti upacara tradisional di Ka’bah, mereka melihat Nabi Muhammad
SAW giat mengajak orang-orang Arab supaya beriman kepada Allah SWT dan ini
membuat mereka teringat orang-orang Yahudi pernah berkata “Allah akan segera
mengutus Nabi-Nya untuk kami ikuti dan bersama dia kami akan memerangi kalian
(penyembah berhala) seperti yang pernah dilancarkan terhadap kaum Ad dan iram.”
2.
Tradisi
Masyarakat Madinah sebelum Islam Datang Golongan yahudi di Madinah memonopoli
perekonomian, baik dalam bidang pertanian dan perkebunan kurma, maupun dalam
bidang perdagangan. Mereka juga berprofesi sebagai renternir.
3.
Tanggapan
Masyarakat Madinah terhadap Kaum Muhajirin Pada hari Senin tanggal 12 Rabiul
Awal, Nabi tiba di Quba, kira-kira 10 km dari kota Madinah. Setelah empat hari
beristirahat, Nabi mendirikan masjid Quba, masjid pertama yang didirikan dalam
sejarah Islam. Pada hari Jum’at 12 Rabiul Awal (24 September 622 Masehi) Nabi
Muhammad SAW, Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib memasuki kota Madinah. Kehadiran
para sahaba yang hijrah ke Madinah (kaum Muhajirin) disambut dengan suka cita,
lebih-lebih sambutan terhadap Rasulullah SAW.
4.
Hubungan
Kaum Anshar (penduduk asli Madinah) dan Muhajirin Nabi melakukan pembinaan
kesatuan dan persatuan umat dengan jalan mempersaudarakan golongan Muhajirin
dengan golongan Anshar. Kepedulian golongan Anshar terhadap Muhajirin demikian
besarnya meliputi :
a.
Menyediakan
tempat tinggal
b.
Memberi
dan mencarikan modal usaha
c.
Memberi
makan
d.
Melaih
cara bekerja atau bertani
e.
Mencarikan
lapangan kerja
f.
Memberikan
dan mencarikan jodoh
g.
Menyediakan
bahan dan membanu pembangunan rumah
h.
Membagi
tanah dan lading unuk dibangun rumah atau untuk bertani
5.
Pelajaran
dari Peristiwa Hijrah
a.
Hijrah
merupakan langkah keluar dari krisis yang melanda dan langkah stategis menuju
kepasian tegaknya Islam.
b. Pentingnya sebuah pengorbanan: Rasulullah SAW mengajarkan bahwa
unuk mencapai suatu
usaha besar, dibutuhkan pengorbanan maksimal dari setiap
orang.
6.
Empat
Pilar Kekuatan Dakwah Rasulullah SAW
a.
Kekuaan
akidah dan ibadah: dengan cara membangun masjid
b.
Kekuatan
ekonomi: dengan melahirkan para pelaku bisnis yang andal yang menguasai roda
perekonomian, seperti menguasai pasar
c.
Kekuatan
social: tandanya al-muakhah (kegiatan mempersaudarakan) sahabat Muhajirin
dengan sahabat Anshar
d.
Kekuatan
politik: dengan dilahirkannya ‘Piagam Madinah’. Ini merupakan piagam tertulis
pertama di dunia. Dalam Piagam madinah tersebut, antara lain diatur hunungan
muslin dengan non muslim seperti Yahudi dengan Nasrani.
7.
Piagam
Madinah Piagam Madinah adalah undang-undang Islam yang berlaku universal, berisi
nilai asasi untuk terwujudnya Hayatan Mubaraka (hidup yang penuh berkah).
Piagam Madinah merangkum semua sifat yang dibutuhkan sebagai “Konstiusi
Tertulis yang Pertama di Dunia”. Piagam Madinah mengajarkan bahwa suau Negara
(daulah) yang merdeka dan berdaulat penuh harus mempunyai 4 unsur utama:
a.
Negara
harus mempunyai rakyat (ummat) yang beragama Islam
b.
Negara
harus mempunyai wilayah yang ditempati oleh rakyat pribumi
c.
Negara
harus mempunyai pemerintah (imam) yang bertindak sebagai hakim umma
d.
Negara
harus mempunyai undang-undang yang berdaulat, berdasarkan hokum Ilahi yang
menetapkan kewajiban mematuhi hokum Allah, sunnah Rasulullah dan kesepakaan
(ijma’) ummat. Selanjutnya nabi Muhammad SAW diakui sebagai pemimpin dari
seluruh warga Madinah.
8.
Pelajaran
dari Perkembangan Masyarakat Madinah setelah Islam Datang
a.
Hubungan
intern umat Islam semakin kokoh, terutama antara Muhajirin dan Anshar
b.
Hubungan
antara umat Islam dengan orang-orang non muslim menjadi lebih baik
c.
Kebebasan
bagi pemeluk agama lain untuk menjalankan agamanya
d.
Nabi
merupakan pemimpin yang merajut perdamaian diantara yang bertikai
e.
Muhammad
seorang pemimpin pemersatu diantara keragaman komunitas ummat. Itu yang bisa
aku bagikan.