25 November 2009

HIMPUNAN HAJI QORNUL MANAZIL Persatuan Islam


Tasykil Pimpinan Tingkat Pusat Himpunan Hajji Qornul Manazil (H2QM) Persatuan Islam berphoto setelah pengukuhan pengurus di Mesjid PP. Persatuan Islam Jl. Via ducht Bandung

Telah Terbit Almanak Baru H2QM


Bagi yang membutuhkan silahkan menghubungi : H. Use Juhaya 08122108704, H. Uro Yusup 08122125163, Arief Faisal Latief 0817420254

DISALOKASI KETA’ATAN

Rahmat (cinta dan kasih sayang Allah SWT) bagi setiap orang yang beriman merupakan suatu kebutuhan yang bersifat mutlak. 
Sebab, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, selain usaha dan kerja keras, kita akan bisa menyelesaikan bermacam masalah dalam kehidupan ini, sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan dan godaan. 

Raudhah terasa seakan Rosulullah berada disana terlontar do’a yang singkat : ''Salamun 'alaika ya Rasulullah.''. pertanda seorang umat Muhammad mencintai Nabi dan ajarannya, juga bentuk penghormatan kepada Nabi, adalah perintah kepada orang beriman, karena Allah dan para malaikat-Nya senantiasa bersalawat untuk Nabi, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS 33 A-Ahzab:56). 

Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat : dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan : Allahuma shalli ala Muhammad. Dengan mengucapkan Perkataan seperti : Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya : semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi. mengenai Ka'bah, Allah melukiskannya sebagai al-Bayt al- 'Atiq, yaitu rumah ibadat yang antik dan agung. 

Muhammad Al-Ghazali dalam bukunya Akhlak Seorang Muslim (1983: 5-6) menyatakan bahwa meskipun ibadah-ibadah yang diperintahkan ajaran Islam sangat bervariasi cara dan bentuknya, seperti misalnya shalat yang menekankan pada aspek ucapan dan perbuatan; ibadah zakat tekanannya pada pengeluaran sebagian harta yang dimiliki; ibadah shaum (puasa) pada upaya untuk menahan diri (imsak) dari makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari selama satu bulan penuh; ibadah umrah dan haji tekanannya pada kekuatan fisik dan kekuatan harta (isthitha'ah), namun ibadah-ibadah tersebut memiliki ruh dan napas yang sama. 

Yakni, terbentuknya akhlak yang mulia dalam kehidupan seorang Muslim. Akhlak mulia itu tercermin terutama setelah yang bersangkutan melakukan kegiatan-kegiatan ibadah tersebut. Allah SWT berfirman tentang sifat-sifat orang mukmin yang akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan: Dan sesungguhnya pada harta mereka terdapat bagian tertentu bagi orang yang meminta ataupun yang tidak meminta.'' (QS 70: 24-25). 

Ibadah haji dan umrah, akan menumbuhkan ruh dan nafas pengorbanan yang tinggi, persamaan, ukhuwah, dan persaudaraan antara sesama Muslim, dan mujahadah (kesungguhan) dalam melakukan berbagai tugas pengabdian kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia. Allah menguji manusia dengan menurunkan musibah adalah menguji ketajaman iman kita “Al-halaalu bayyinun” : Yang halal sudah jelas dan “Al-haromu bayyinun” : Yang haram juga sudah jelas Kedudukan hukum Allah bukan untuk diperbincangkan, tapi untuk dilaksanakan Rahmat Allah bisa didapat dengan lima cara : 
Pertama, orang yang beriman selalu berusaha bersinergi dengan sesamanya. 
Kedua, aktif melakukan kegiatan amar makruf nahyi mungkar 
Ketiga, mendirikan shalat ''Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya''. (QS Al-Fath [48] ayat 29), 
Keempat, mengeluarkan sebagian dari hartanya, 
Kelima, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala hal. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS. An-Nisaa : 59) Ayat ini ayat yang paling suka disalahgunakan oleh para pemimpin yang sesungguhnya jauh dari Allah dan Rasulnya, padahal hanya ingin dita’ati umatnya Said Hawwa : Keta’atan kepada Allah dan Rosulnya ada kata “Ta’atilah” menggambarkan Keta’atan mutlaq, tidak perlu dipertanyakan lagi harus “bilaasy-syakkin wa laa roibin” tanpa keraguan dan kebimbangan, sedang keta’atan terhadap pemimpin adalah keta’atan yang bersyarat ; dikuatkan dengan kalimah sesudahnya “jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)” Tidak ada yang layak untuk disebut pemimpin, karena (ketika) mereka menghadapi masalah, mereka enggan mengembalikan persoalan itu pada Al-Qur’an dan as-Sunnah dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." 

Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka(QS.Al-Baqarah : 167) Allah SWT menegaskan bahwa semesta alam adalah 'ayat-ayat-Nya' yang diperlihatkan kepada manusia. 

Dia ingin menunjukkan eksistensinya pada manusia lewat sebuah 'tanda', sebagai petunjuk atas adanya 'Yang Menandai'. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. al-Baqarah ayat 164) 

Ibnu Arabi menyebut bahwa alam adalah 'cermin' sekaligus 'bayangan' Tuhan. Lewat alam ini, Tuhan sebetulnya ingin memperlihatkan, mengenalkan, sekaligus melihat dirinya sendiri lewat pantulan dalam 'cermin'. 
Dalam terminologi tasawuf dikatakan Allah SWT ber-tajalli lewat alam. Sebaliknya, tanpa rahmat dan pertolongan-Nya, tidak mungkin kita bisa menuntaskan persoalan-persoalan yang kita hadapi. 
Apakah itu persoalan pribadi, keluarga, terlebih lagi persoalan masyarakat dan bangsa. Rahmat dan pertolongan Allah pasti akan diberikan kepada setiap orang yang beriman, yang memiliki perilaku dan amaliah, seperti tergambar dalam QS At-Taubah [9] ayat 71, yaitu: dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( QS At-Taubah [9] ayat 71)

Henning Sieverts in Jazz Break Revival Edisi Ke XV (KlabJazz)


H. Ery bersama "Henning Sieverts" (Jerman) dalam acara Jazz Break Revival Edisi Ke XV (KlabJazz) di BP Sangkuriang JL. Kiputih No. 12 Bandung. Kamis, 08 Oktober 2009

2 November 2009

KH Siddiq Amin Berpulang


Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Umat Islam di Indonesia kehilangan seorang sosok ulama, KH Siddiq Amin (54). Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) itu mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (31/10), pukul 22.10 WIB, di RS Al Islam, Bandung.

Kiai Siddiq wafat setelah selama hampir sebulan dirawat di RS Al Islam karena stroke. Ia juga sempat menjalani operasi untuk mengeringkan darah yang pecah di otaknya. Segala ikhtiar telah dilakukan, namun Allah SWT menakdirkan lain. Ia akhirnya berpulang.

Jenazah Kiai Siddiq kemudian dibawa dari RS Al Islam dan disemayamkan di Masjid PP Persis, Jl Kemerdekaan, Kota Bandung. Terbalut rasa duka, berduyun-duyun warga Persis dan Kota Bandung, bergantian memasuki masjid, mendoakan dan menyalatkan sang kiai.

Di antara para pelayat, terlihat sejumlah ulama terkenal, seperti Ketua MUI Kota Bandung KH Miftah Farid dan Athian Ali Da'i. Ahad (1/11), pukul 07.00 WIB, ambulans membawa jenazah Kiai Siddiq menuju ke kediamannya, Pesantren Persis 67 Benda, Tasikmalaya.

Ahmad Heryawan, gubernur Jawa Barat, tiba tepat saat jenazah Kiai Siddiq akan dibawa ke Tasikmalaya. Ia menatap wajah mendiang Kiai Siddiq yang telah ada di dalam mobil ambulans. Dan, doa pun dilantunkannya untuk kiai kharismatik itu.

Menurut Ahmad, ia turut berduka cita atas wafatnya Kiai Siddiq. ''Kepergian almarhum harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan upaya dakwah. Almarhum merupakan sosok yang konsisten menyampaikan syiar Islam kepada umat,'' katanya.

Tokoh Persis Kabupaten Bandung, Ery Ridwan Latief, menjelaskan, almarhum banyak meninggalkan investasi syiar Islam bagi umat. Bahkan, menurut dia, banyak jasa yang ditanamkan oleh almarhum yang perlu ditiru oleh umat Muslim lainnya.

''Yang membuat kami salut, beliau sama sekali tak mencari popularitas di balik kualitas gerakan dakwahnya,'' ungkap Ery. Rasa kehilangan merasuk dalam diri Ketua Umum MUI Kota Bandung, Miftah Farid. ''Kami kehilangan sosok ulama yang hingga akhir hayatnya terus berdakwah.''

Hal sama dirasakan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), Athian Ali Da'i. Ia mengatakan, dirinya merasakan kehilangan luar biasa atas wafatnya Kiai Siddiq. Ia menilai, Kiai Siddiq merupakan ulama yang teguh memegang prinsip.

''Saat negeri ini sedang mengalami krisis ulama, salah satu sosok ulama yang dikenal konsisten dalam berjuang di jalan Allah juga teguh dalam memegang prinsip Islamnya itu, kini telah dipanggil oleh Allah SWT,'' ungkap Athian.

Bagi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH Hafizh Utsman, sosok Kiai Siddiq merupakan ulama yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan cerdas. Sebagai pemimpin organisasi besar seperti Persis, Kiai Siddiq merupakan sosok yang cerdas.

Doa pun tak pernah putus mengalir. Ribuan santri, masyarakat, dan pejabat Kota Tasikmalaya, menshalatkan mendiang Kiai Siddiq di Masjid Benda. Tak semua jamaah tertampung. Mereka pun harus bergantian menshalatkan jenazah Kiai Siddiq sebelum dimakamkan.

Mendiang Kiai Siddiq menjabat sebagai ketua umum PP Persis sejak 1999, menggantikan KH Abdul Latief yang wafat. Ia kemudian dikukuhkan menjadi ketua umum sejak 2000 dan terpilih kembali pada 2005, untuk periode 2005-2009, dalam Muktamar Persis pada 9 September 2005.

Sekretaris Dewan Hisbah PP Persis, Wawan Shofwan, mengungkapkan tim dokter telah memberikan isyarat jika penyakit yang diderita oleh Kiai Siddiq membutuhkan proses la ma untuk penyembuhannya. irfan/sandi/c03 ed: ferry