| BLK. FACTORY,(GM)- Pernyataan Komandan Brigade Hizbullah, H. Ahmad Dahlan yang menyatakan Hizbullah mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Dadang Naser-Deden Rukman Rumaji (DNDR), dianggap sebagai pengunduran diri dari keanggotaan Hizbullah. Sebab sikapnya tersebut berseberangan dengan garis perjuangan Brigade Hizbullah. Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kab. Bandung, H. Ery Ridwan Latief, dalam siaran pers yang diterima "GM", Senin (18/10) menyatakan, Brgade Hizbullah merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki kewajiban utama mengawal perjalanan dakwah Islam di segala bidang, baik sosial, politik, juga kemasyarakatan lainnya. "Brigade Hizbullah itu bukan sayap partai karena hanya ada satu partai saja di Indonesia yang dengan tegas memperjuangkan syariat Islam yaitu Partai Bulan Bintang. Karenanya secara hukum Islam Hizbullah adalah pengawal syariatnya," jelasnya. Jadi apabila ada orang yang mengatasnamakan Hizbullah dan berseberangan dengan garis perjuangannya, lanjut Ery, maka sudah bisa dipastikan dia telah melucuti diri dari pasukannya. "Tapi pernyataan yang dilontarkan Saudara Ahmad Dahlan adalah pernyataan yang tidak perlu dibantah, karena hak politik pribadi yang melekat pada setiap warga negara. Namun kalau dia mengatasnamakan Komandan Hizbullah, ini yang kemudian akan merampas dan melucuti hak-hak dia sebagai Hizbullah," katanya sambil menambahkan, karena telah mengambil sikap yang berseberangan dengan misi Brigade Hizbullah, otomatis ia mengundurkan diri dari keanggotaan Brigade Hizbullah dan tidak bisa mengatasnamakan Brigade Hizbullah. Sementara Ketua DPC PBB, Asep Anwar menegaskan, pernyataan Ahmad Dahlan adalah pernyataan pribadi, sebab hingga kini Brigade Hizbullah dan sayap partai lainnya masih solid untuk mendukung Ridho-Darus. "Itu hanya pribadinya saja, bukan organisasi. Sebab sampai saat ini kita masih solid mendukung Ridho-Darus," katanya sambil menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menindak Ahmad Dahlan sesuai aturan kepartaian. Sementara Komandan Brigade Hizbullah, Ahmad Dahlan menuturkan, MPC tidak bisa menganggap dirinya mengundurkan diri. "Kita mendukung DNDR bukan karena parpolnya, tapi karena pribadinya. Kita juga berhak menentukan siapa yang akan jadi imam di Kab. Bandung ini," tegasnya. Menurut Ahmad, MPC Kab. Bandung tidak bisa menganggap dirinya mengundurkan diri dari Hizbullah atau melakukan pemecatan. "Sebab SK pengangkatan sebagai Komandan Brigade Hizbullah diturunkan dari pusat," katanya. Ditegaskan Ahmad, dirinya juga siap menanggung risiko karena mendukung DNDR. Bahkan jika diturunkan dari peran sebagai Wakil Ketua DPC PBB Kab. Bandung, yang kini disandangnya. "Kalau secara kepartaian, saya siap diturunkan sebagai wakil ketua. Tapi kalau sebagai Komandan Hizbullah, MPC tidak bisa memecat saya," katanya. (B.97)** |
19 Oktober 2010
Buntut Pernyataan Dukungan pada DNDR, Komandan Brigade Hizbullah Dianggap Undurkan Diri
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tiga pemuda pernah belajar di bawah atap yang sama. Mereka menyerap pelajaran tentang perlawanan terhadap p...
-
Oleh : Pepen Irpan Fauzan _Borosngora Persatuan Islam_ Koran _Sipatahoenan_ pada 27 Djanoeari 1933 memberitakan pujian-apresiatif para tok...