25 November 2009

HIMPUNAN HAJI QORNUL MANAZIL Persatuan Islam


Tasykil Pimpinan Tingkat Pusat Himpunan Hajji Qornul Manazil (H2QM) Persatuan Islam berphoto setelah pengukuhan pengurus di Mesjid PP. Persatuan Islam Jl. Via ducht Bandung

Telah Terbit Almanak Baru H2QM


Bagi yang membutuhkan silahkan menghubungi : H. Use Juhaya 08122108704, H. Uro Yusup 08122125163, Arief Faisal Latief 0817420254

DISALOKASI KETA’ATAN

Rahmat (cinta dan kasih sayang Allah SWT) bagi setiap orang yang beriman merupakan suatu kebutuhan yang bersifat mutlak. 
Sebab, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, selain usaha dan kerja keras, kita akan bisa menyelesaikan bermacam masalah dalam kehidupan ini, sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan dan godaan. 

Raudhah terasa seakan Rosulullah berada disana terlontar do’a yang singkat : ''Salamun 'alaika ya Rasulullah.''. pertanda seorang umat Muhammad mencintai Nabi dan ajarannya, juga bentuk penghormatan kepada Nabi, adalah perintah kepada orang beriman, karena Allah dan para malaikat-Nya senantiasa bersalawat untuk Nabi, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS 33 A-Ahzab:56). 

Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat : dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan : Allahuma shalli ala Muhammad. Dengan mengucapkan Perkataan seperti : Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya : semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi. mengenai Ka'bah, Allah melukiskannya sebagai al-Bayt al- 'Atiq, yaitu rumah ibadat yang antik dan agung. 

Muhammad Al-Ghazali dalam bukunya Akhlak Seorang Muslim (1983: 5-6) menyatakan bahwa meskipun ibadah-ibadah yang diperintahkan ajaran Islam sangat bervariasi cara dan bentuknya, seperti misalnya shalat yang menekankan pada aspek ucapan dan perbuatan; ibadah zakat tekanannya pada pengeluaran sebagian harta yang dimiliki; ibadah shaum (puasa) pada upaya untuk menahan diri (imsak) dari makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari selama satu bulan penuh; ibadah umrah dan haji tekanannya pada kekuatan fisik dan kekuatan harta (isthitha'ah), namun ibadah-ibadah tersebut memiliki ruh dan napas yang sama. 

Yakni, terbentuknya akhlak yang mulia dalam kehidupan seorang Muslim. Akhlak mulia itu tercermin terutama setelah yang bersangkutan melakukan kegiatan-kegiatan ibadah tersebut. Allah SWT berfirman tentang sifat-sifat orang mukmin yang akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan: Dan sesungguhnya pada harta mereka terdapat bagian tertentu bagi orang yang meminta ataupun yang tidak meminta.'' (QS 70: 24-25). 

Ibadah haji dan umrah, akan menumbuhkan ruh dan nafas pengorbanan yang tinggi, persamaan, ukhuwah, dan persaudaraan antara sesama Muslim, dan mujahadah (kesungguhan) dalam melakukan berbagai tugas pengabdian kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia. Allah menguji manusia dengan menurunkan musibah adalah menguji ketajaman iman kita “Al-halaalu bayyinun” : Yang halal sudah jelas dan “Al-haromu bayyinun” : Yang haram juga sudah jelas Kedudukan hukum Allah bukan untuk diperbincangkan, tapi untuk dilaksanakan Rahmat Allah bisa didapat dengan lima cara : 
Pertama, orang yang beriman selalu berusaha bersinergi dengan sesamanya. 
Kedua, aktif melakukan kegiatan amar makruf nahyi mungkar 
Ketiga, mendirikan shalat ''Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya''. (QS Al-Fath [48] ayat 29), 
Keempat, mengeluarkan sebagian dari hartanya, 
Kelima, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala hal. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS. An-Nisaa : 59) Ayat ini ayat yang paling suka disalahgunakan oleh para pemimpin yang sesungguhnya jauh dari Allah dan Rasulnya, padahal hanya ingin dita’ati umatnya Said Hawwa : Keta’atan kepada Allah dan Rosulnya ada kata “Ta’atilah” menggambarkan Keta’atan mutlaq, tidak perlu dipertanyakan lagi harus “bilaasy-syakkin wa laa roibin” tanpa keraguan dan kebimbangan, sedang keta’atan terhadap pemimpin adalah keta’atan yang bersyarat ; dikuatkan dengan kalimah sesudahnya “jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)” Tidak ada yang layak untuk disebut pemimpin, karena (ketika) mereka menghadapi masalah, mereka enggan mengembalikan persoalan itu pada Al-Qur’an dan as-Sunnah dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." 

Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka(QS.Al-Baqarah : 167) Allah SWT menegaskan bahwa semesta alam adalah 'ayat-ayat-Nya' yang diperlihatkan kepada manusia. 

Dia ingin menunjukkan eksistensinya pada manusia lewat sebuah 'tanda', sebagai petunjuk atas adanya 'Yang Menandai'. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. al-Baqarah ayat 164) 

Ibnu Arabi menyebut bahwa alam adalah 'cermin' sekaligus 'bayangan' Tuhan. Lewat alam ini, Tuhan sebetulnya ingin memperlihatkan, mengenalkan, sekaligus melihat dirinya sendiri lewat pantulan dalam 'cermin'. 
Dalam terminologi tasawuf dikatakan Allah SWT ber-tajalli lewat alam. Sebaliknya, tanpa rahmat dan pertolongan-Nya, tidak mungkin kita bisa menuntaskan persoalan-persoalan yang kita hadapi. 
Apakah itu persoalan pribadi, keluarga, terlebih lagi persoalan masyarakat dan bangsa. Rahmat dan pertolongan Allah pasti akan diberikan kepada setiap orang yang beriman, yang memiliki perilaku dan amaliah, seperti tergambar dalam QS At-Taubah [9] ayat 71, yaitu: dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( QS At-Taubah [9] ayat 71)

Henning Sieverts in Jazz Break Revival Edisi Ke XV (KlabJazz)


H. Ery bersama "Henning Sieverts" (Jerman) dalam acara Jazz Break Revival Edisi Ke XV (KlabJazz) di BP Sangkuriang JL. Kiputih No. 12 Bandung. Kamis, 08 Oktober 2009

2 November 2009

KH Siddiq Amin Berpulang


Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Umat Islam di Indonesia kehilangan seorang sosok ulama, KH Siddiq Amin (54). Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) itu mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (31/10), pukul 22.10 WIB, di RS Al Islam, Bandung.

Kiai Siddiq wafat setelah selama hampir sebulan dirawat di RS Al Islam karena stroke. Ia juga sempat menjalani operasi untuk mengeringkan darah yang pecah di otaknya. Segala ikhtiar telah dilakukan, namun Allah SWT menakdirkan lain. Ia akhirnya berpulang.

Jenazah Kiai Siddiq kemudian dibawa dari RS Al Islam dan disemayamkan di Masjid PP Persis, Jl Kemerdekaan, Kota Bandung. Terbalut rasa duka, berduyun-duyun warga Persis dan Kota Bandung, bergantian memasuki masjid, mendoakan dan menyalatkan sang kiai.

Di antara para pelayat, terlihat sejumlah ulama terkenal, seperti Ketua MUI Kota Bandung KH Miftah Farid dan Athian Ali Da'i. Ahad (1/11), pukul 07.00 WIB, ambulans membawa jenazah Kiai Siddiq menuju ke kediamannya, Pesantren Persis 67 Benda, Tasikmalaya.

Ahmad Heryawan, gubernur Jawa Barat, tiba tepat saat jenazah Kiai Siddiq akan dibawa ke Tasikmalaya. Ia menatap wajah mendiang Kiai Siddiq yang telah ada di dalam mobil ambulans. Dan, doa pun dilantunkannya untuk kiai kharismatik itu.

Menurut Ahmad, ia turut berduka cita atas wafatnya Kiai Siddiq. ''Kepergian almarhum harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan upaya dakwah. Almarhum merupakan sosok yang konsisten menyampaikan syiar Islam kepada umat,'' katanya.

Tokoh Persis Kabupaten Bandung, Ery Ridwan Latief, menjelaskan, almarhum banyak meninggalkan investasi syiar Islam bagi umat. Bahkan, menurut dia, banyak jasa yang ditanamkan oleh almarhum yang perlu ditiru oleh umat Muslim lainnya.

''Yang membuat kami salut, beliau sama sekali tak mencari popularitas di balik kualitas gerakan dakwahnya,'' ungkap Ery. Rasa kehilangan merasuk dalam diri Ketua Umum MUI Kota Bandung, Miftah Farid. ''Kami kehilangan sosok ulama yang hingga akhir hayatnya terus berdakwah.''

Hal sama dirasakan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), Athian Ali Da'i. Ia mengatakan, dirinya merasakan kehilangan luar biasa atas wafatnya Kiai Siddiq. Ia menilai, Kiai Siddiq merupakan ulama yang teguh memegang prinsip.

''Saat negeri ini sedang mengalami krisis ulama, salah satu sosok ulama yang dikenal konsisten dalam berjuang di jalan Allah juga teguh dalam memegang prinsip Islamnya itu, kini telah dipanggil oleh Allah SWT,'' ungkap Athian.

Bagi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH Hafizh Utsman, sosok Kiai Siddiq merupakan ulama yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan cerdas. Sebagai pemimpin organisasi besar seperti Persis, Kiai Siddiq merupakan sosok yang cerdas.

Doa pun tak pernah putus mengalir. Ribuan santri, masyarakat, dan pejabat Kota Tasikmalaya, menshalatkan mendiang Kiai Siddiq di Masjid Benda. Tak semua jamaah tertampung. Mereka pun harus bergantian menshalatkan jenazah Kiai Siddiq sebelum dimakamkan.

Mendiang Kiai Siddiq menjabat sebagai ketua umum PP Persis sejak 1999, menggantikan KH Abdul Latief yang wafat. Ia kemudian dikukuhkan menjadi ketua umum sejak 2000 dan terpilih kembali pada 2005, untuk periode 2005-2009, dalam Muktamar Persis pada 9 September 2005.

Sekretaris Dewan Hisbah PP Persis, Wawan Shofwan, mengungkapkan tim dokter telah memberikan isyarat jika penyakit yang diderita oleh Kiai Siddiq membutuhkan proses la ma untuk penyembuhannya. irfan/sandi/c03 ed: ferry

31 Oktober 2009

KH. DRS. SHIDDIQ AMIENULLAH, MBA TELAH TIADA

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) K.H. Shiddieq Amin (53) meninggal dunia pada Sabtu (31/10) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Almarhum sempat dirawat tiga minggu di RS Al Islam Bandung, akibat mengalami stroke dan penyumbatan di otaknya.

Menurut Bendahara Umum PP Persis, H. Andi Sugandi, almarhum dilarikan ke rumah sakit akibat terserang stroke pada Jumat (9/10) lalu. "Saat itu Ustaz Shiddieq akan ke Bandung setelah mengisi pengajian di Kota Tasikmalaya. Namun, di daerah Nagreg, Kab. Bandung, Ustaz Shiddieq terkena serangan stroke sehingga dilarikan ke RS Al Islam," katanya.

Hasil analisis tim dokter, Ustaz Shiddieq mengalami pendarahan di otak kanan dan ada penyumbatan. Akhirnya, pada Senin (12/10) dilakukan operasi yang berjalan sukses.

Namun, sejak masuk RS sampai wafat, Ustaz Shiddieq hanya terbaring tanpa memberikan reaksi (koma). "Memang kata dokter muncul reaksi ketika diberikan stimulan dari obat-obat yang diberikan. Namun, Allah sudah menggariskan takdir-Nya untuk Ustaz Shiddieq," kata H. Andi.

Rencananya, jenazah Ustaz Shiddieq akan langsung dibawa ke Pesantren Benda, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, untuk disalatkan dan dimakamkan esok harinya. Selama ini Ustaz Shiddieq merupakan pengasuh pesantren tersebut.

"Rencananya jenazah Ustaz Shiddieq disemayamkan dulu di masjid Kantor Pusat PP Persis sampai Minggu (1/11) pukul 8.00 WIB agar umat ikut menyalatkannya," katanya.

Sementara itu, berbagai ucapan belasungkawa diterima "PR" dengan wafatnya Ustaz Shiddieq.

"Alim ulama dan warga Jawa Barat kehilangan sosok ulama yang tekun dan tak kenal menyerah dalam dakwah," kata Ketua Umum MUI Jabar K.H. Hafizh Utsman.

Cendekiawan Islam Prof. Dr. Dadan Wildan merasa benar-benar kehilangan atas kepergian almarhum. "Beliau telah membawa Persis dengan baik, dan lebih fokus dalam pencerahan," katanya.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan pimpinan ormas-ormas Islam di Jawa Barat seperti Wakil Ketua PW NU Jabar K.H. Surjani Ichsan, Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Jabar H. Djadja Djahari, Ketua PW Muhammadiyah Jabar H. Dadang Kahmad, Pengurus Al Irsyad Al Islamiyah Jabar H. Abdullah Syuaib, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar H.R. Maulany, dan lain-lain.

Mereka merasa sangat kehilangan dengan kepergian Ustaz Shiddieq. "Semoga jejak perjuangan Beliau bisa dilanjutkan," tutur Djadja. (A-71)

15 Oktober 2009

Kondisi Ust. Shiddiq Kamis, 15 Okt 2009

Pagi ini Bapa masih stabil,Tensi 140,tapi ada Sesak Napas jd suport Oksigen yg kmarin sudah diKurangi tekanannya,skarang ada peningkatan Lg dr Mesin.
Suhu badan yg kmarin Sempat Panas sampai 38,8
pagi ini turun hingga 37,2.
@Arif Rahman Hakim (ibnu siddiq amin)

Kabar meninggalnya Pimpinan PERSIS Beredar Luas di Masyarakat



Kabar meninggalnya Pimpinan PERSIS Beredar Luas di Masyarakat
“Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun telah meninggal Ustadz Siddiq Amin di RS Al-Islam, akibat gagal operasi” begitu tulisan dari sms yang beredar dari orang ke orang, bahkan di facebook pun kabar meninggalnya Ustadz Siddiq Amin telah beredar luas.

Arif Rahman anak Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Ustadz Siddiq Amin saat dikonfirmasi alhikmah membantah isu yang telah berdar luas di masyarakat itu “saya dipanggil dr Rani yang menangani ustdz pukul 07.30 tadi pagi katanya kondisi ustadz masih sama dengan hari kemarin (Selasa 13/09)” ungkap Arif

Saat ini menurut arif dokter yang menangni Ustdz Siddiq Amin sedang Konsentrasi menstabilkan tekanan darah, kalau darah itu diatas 150 maka diberikan obat, begitupun kalau tekanan darah itu dibawah 140 maka diberi obat supaya naik menjadi antara 140-150.

Setelah melakukan operasi pada hari Minggu pukul 02.00-04.30 pernapasan Ustdz Siddiq dibantu oleh mesin. Sekarang ini menurut Arif mesin tersebut sedikit demi sedikit telah dikurangi dan lebih menggunakan oksigen dari tabung. “kata dokter Mudah-mudahan lima hari kedepan kita sudah bisa berkomunikasi dengan Ustadz sidiiq” tutur Arif

Sms yang diterima Arif pun banyak baik dari pulau jawa ataupun diluar pulau jawa. Bahkan masyarakat lain ada yang menerima sms bahwa Ustdz Siddiq Amin dipindahkan ke RS lain.

Kronologi Peristiwa di Nagreg

Hari Jumat 09/09 Ustdz Siddiq Amin mengisi pengajian di Ciamis Jawabarat pukul 14.00 setelah pengajian selesai di waktu ashar, ia berangkat ke Bandung karena seperti biasa Ia berada di Bandung hari Jumat sampai Minggu dan selama perjalanan pulang pergi dari Tasik ke Bandung atau sebaliknya itu Ustdz Siddiq tidak suka diantar oleh supir.

Arif yang waktu itu baru pulang ke rumahnya dari kampus STIPI di Ciamis mendengar HPnya berbunyi dengan sedikit berlari ia meraih HP tersebut namun sayangnya panggilan itu berhenti, setelah dilihat ternyata nama bapaknya.

Tidak lama kemudian hpnya kembali berbunyi dan berhenti sebelum ditekan tombol penerimanya. Untuk ketiga kalinya HP itu berbenyi dan Arif berhasil menekan tombol penerimanya, “A bapa sepertosnamah struk ayeuna bapa di Nagreg sateacan tanjakan enggal aa kadieu (A Bapak sepertinya struk sekarang bapak di nagerg sebelum tanjakan, cepat Aa kesini)” terdengar suara yang sangat berat.

Tanpa pikir panjang Arif langsung menelepon Aan Iskandar (sekretariat PP Persis) yang kebetulan sedang berada di Cinunuk menuju Tasik bersama Atif latiful Hayat. 30 menit kemudian atau sekitar 18.00 Aan telah menemukan Ustdz Siddiq Amin di dalam mobil yang telah terparkir dipinggir jalan dengan kacamata dan HP tergeletak dibawah jok, mesin mobil, AC serta lampu masih menyala. Ustz Siddiq pun langsung dibawa ke RS Al Islam dan setelah dicek darahnya naik dari yang biasanya 90-120 menjadi 225.

“Kaca mobil tertutup lampu sen kiri nyala, lampu depan juga nyala, mesin nyala, sehingga orang sekitar mengira pengemudinya nyangkanya lagi istirahat biasa saja. tidak sakit, kalau tau sakit parah mungkin barang beliau raib,” tutur An Iskandar.

2 Oktober 2009

"START WITH HEART, THINK WITH HEAD"



Indonesia sedang berkabung..... demikian kalimat yang terlontar sa'at ini. Kenapa tidak, sa'at ini bangsa Indonesia sedang menerima anugerah Allah swt dalam bentuk Musibah sepert :
1. Musibah di Lokasi Gempa sebelah Barat Daya Tasikmalaya 30 KM dibawah permukaan laut
Dampak gempa 15 Kab./Kota . Kondisi rumah Rusak : Rusak Ringan : 134.161 rmh, Rusak Sedang : 43.310 rmh, Rusak Berat : 65.950
Ditetapkan Tanggap Darurat.
Dana Rehabilitasi ti Pusat : Rp. 1.531 triliun ; Propinsi : Rp. 250 Milyar
Secara ekologis : "Jabar sedang bunuh diri"

Tidak lama berselang.....
2. Gempa berkekuatan 7.6 SR yang berpusat di 57 km barat daya Pariaman, Sumatra Barat dirasakan hingga 10 wilayah di Indonesia. Goncangan paling keras terasa di Padang.
"Dirasakan di Padang, VI-VII Modified Mercalli Intensity (MMI),"

Selain itu, gempa juga dirasakan di 9 wilayah lain di Indonesia, yaitu di Pekanbaru sebesar II-III MMI, Bukit Tinggi III-IV MMI, Sibolga IV, Tapanuli Selatan III-IV, Bengkulu III-IV, Liwa III-IV, Muko-Muko III-IV, Gunung Sitoli IV, dan Jakarta II MMI.

Goncangan gempa skala I MMI berarti masyarakat tidak merasakan.
Skala II ada beberapa yang merasakan.
Skala III artinya gempa sudah mulai dirasakan.
Skala IV dirasakan masyarakat banyak.
Skala V-VII orang panik dan sulit berjalan.
skala VIII-IX berarti bangunan ada yang roboh dan masyarakat sulit berdiri.
"Sumatera sedang bersimpuh".....

Bershabarlah, dan yakinkan bahwa Alla swt tidakpernah tidur dan senantiasa memberikan perlindungan-Nya. Amien

30 September 2009

TEMU KAWAN SMAN MARGAHAYU Angk. 1986


Kepada seluruh Alumni SMAN Margahayu Bandung angkatan 1986 diharapkan dapat hadir pada acara : "TEMU KAWAN SMAN MARGAHAYU Angkatan 1986" Tempat di KOPO SQUARE Sabtu, 17 Oktober 2009 pukul : 11.00 s/d 17.00 wib

Bahaya Merah PKI & Neo PKI Versus Pemutihan PKI


Kontroversi tragedi berdarah 30 September 1965 yang melibatkan PKI (Partai Komunis Indonesia) dengan jaringan underbownya masih terus berlangsung hingga hari ini, peristiwa pasca itu juga masih menjadi polemik berkepanjangan utamanya operasi pemulihan keamanan ketertiban dan penumpasan gerakan yang disebut G30S/PKI yang konon justru memakan korban luarbiasa banyaknya serta diindikasikan kuat diwarnai berbagai aksi/tindakan pelanggaran HAM.

Dalam setiap propaganda dan aksi yang dilakukan oleh PKI dan organisasi underbownya jauh sebelum meletusnya tragedi september berdarah tersebut seringkali umat islam yang cenderung bersebrangan kepentingan menjadi sasaran intimidasi dan anarki hal ini berlangsung cukup massive di jawa tengah dan jawa timur yang menjadi daerah basis merah (PKI), hal ini tidak berlaku untuk daerah jawa barat dimana umat islam yang direpresentasikan oleh Masyumi memiliki kantong-kantong massa yang solid.

Tidak bisa dinafikan bahwa secara politik Masyumi yang agamis atau beraliran kanan dan PKI yang atheis dan beraliran kiri sangat nyata bersebrangan, namun tokoh-tokoh elite kedua partai selalu bisa melokalisir perseteruan itu hanya ditingkat politik dan di panggung parlemen sementara di luar itu tokoh-tokoh Masyumi menunjukkan kedekatan dan solidaritasnya dengan tokoh elite PKI.
Pemahaman dan kesadaran politik ditingkat elite berbeda dengan di tingkat lapis bawah (grass root) terlebih karena Masyumi sangat vokal mengkritisi kebijakan pemerintah bung karno sementara PKI senantiasa memback up bung karno dan bahkan memobilisasi sebuah lascar pembela bung karno yang disebut barisan soekarno. Faktanya di daerah-daerah basis PKI sering terjadi riak-riak politik yang seringkali berujung anarkisme.

Bahaya Merah PKI, Menggali Kuburnya Sendiri
Kalangan umat islam menjuluki PKI dengan ideologi tak bertuhannya sebagai Bahaya Merah, PKI tidak segan-segan melakukan aksi-aksi demontrasi yang sporadis dan anarkis, PKI dalam memperjuangkan dan mempertahankan keyakinan politiknya cenderung bersikap anti kompromi dan menghalalkan segala cara.
Terlepas kontroversi yang mengiringi tragedy berdarah tahun 1965, PKI telah menggali kuburnya sendiri yang secara jeli bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk tujuan dan kepentingan tertentu.
Reaksi Keras Umat Islam yang menuntut pembubaran PKI adalah reaksi wajar dan sama sekali terpisah dengan Operasi Penumpasan PKI yang dilakukan oleh TNI dengan sebuah operasi yang ternyata dalam beberapa versi sejarah menelan cukup banyak korban jiwa (konon dinyatakan jumlah korban meninggal menyentuh angka yang fantastis dan jumlah korban meninggal terbesar setelah perang dunia kedua)

Pelurusan Sejarah Jangan "Putihkan" PKI
Terlepas dari itu kontroversi-kontroversi diatas, PKI dan Neo PKI tetaplah menjadi bahaya merah bagi bangsa ini karena idiologinya yang cenderung menyelisihi dan menyimpang dari nilai-nilai dasar yang dianut oleh masyarakat bangsa ini.
Ada kecenderungan yang dihembuskan oleh berbagai pihak tertentu untuk menganggap peristiwa 30 September 1965 hanya merupakan ekses dari pertarungan elit politik saat itu atau upaya kudeta dari militer, khususnya Angkatan Darat, dan menempatkan PKI sebagai korban, karena itu diperlukan upaya-upaya nyata pelurusan Sejarah yang sangat diperlukan agar generasi bangsa ini bisa melihat secara jernih dan obyektif serta tidak terbawa oleh sentimen golongan atau kepentingan semata. Jangan Sampai Upaya Pelurusan Sejarah justru berbelok arah menjadi alat kepentingan tertentu untuk Memutihkan PKI dari cap-nya selama ini sebagai Bahaya Merah…Wallahua’lam
(Badrut Tamam Gaffas)

11 September 2009

UNDANGAN TEMU KAWAN ANGKATAN 86


UNDANGAN
TEMU KAWAN ANGKATAN 86

Dilandasi harapan semoga setiap gerak langkah kita senantiasa berada dalam ridho dan inayah Allah Swt. Aamiin.
Sehubungan dengan Pelaksanaan “Temu Kawan Angkatan 86” SMA Negeri 387 Margahayu Angkatan 1986 insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Sabtu, 17 Oktober 2009
Tempat : Gedung KOPO SQUARE Bandung
Pukul : 11.00 s/d selesai
Kami mengundang Sahabat semua untuk hadir tepat pada waktunya.

Tiada harapan yang paling utama selain dukungan dan perhatian penuh dari semua pihak dapat berjalan dengan sukses. disertai do’a “Jazaakumullahu Khairan Katsiiran”.

Bandung, 5 September 2009
Panitia Kolektif
SMA N 387 Margahayu Angkatan '86

Bimbo Berharap Presiden Batalkan SK Menhut

BANDUNG, (PR).-
Kelompok musik kenamaan asal Bandung, Bimbo, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait keluarnya SK Menteri Kehutanan No. 306/ Menhut-II/2009.

Dalam SK tersebut, Menteri Kehutanan M.S. Kaban memberikan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) atas lahan seluas 250,7 hektare di Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu, Kab. Bandung Barat, kepada PT Graha Rani Putra Persada (GRPP). Bimbo berharap presiden bersedia membatalkan SK Menhut tersebut.

Kehadiran perusahaan swasta di Tangkubanparahu, apalagi tanpa rekomendasi dari Pemprov Jabar, dinilai telah mengusik jati diri dan kehormatan masyarakat Sunda.

"Tangkubanparahu menjadi suatu simbol budaya yang bergerak dan melekat pada perubahan zaman yang terjadi di Parahyangan melalui kisah-kisah dalam pantun yang mengandung seloka dan tuntunan hidup masyarakat Sunda. Lantas dengan adanya perusahaan yang dengan tiba-tiba menjadi penguasa di Tangkubanparahu, siapa pun itu dan sehebat apa pun keberadaan mereka dalam pandangan pemerintah, bagi kami hal itu adalah sebuah pelecehan yang tidak bertenggang rasa," demikian petikan surat terbuka yang dikirim Rabu (9/9).

Surat terbuka tersebut ditandatangani tiga personel Bimbo, yaitu Samsudin Hardjakusumah (Sam Bimbo), Darmawan Hardjakusumah (Acil Bimbo), dan Jaka Purnama Hardjakusumah (Jaka Bimbo).

Bukan pertama

Peristiwa semacam ini bukan yang pertama kali. Sejak Orde Baru, sudah banyak investor yang masuk ke Jawa Barat atas kebijakan dan ketetapan dari pemerintah pusat maupun daerah. Hal itu dinilai Bimbo justru mempertegas adanya keserakahan.

Masyarakat Sunda dibuat tak berdaya dan harus diam demi pembangunan. Padahal tindakan investor yang dilegalisasi pemerintah telah mengesampingkan moral, etika, historis, spiritual, dan tata krama masyarakat Sunda.

"Hal tersebut membuat kami, Bimbo, merasa semakin sempit tempat dan tidak punya hak untuk mencintai kampung halamannya sendiri bila investor mempunyai kehendak di Tatar Sunda. Mau sampai kapan hal ini terjadi," kata Sam Bimbo.

Bimbo mengingatkan agar gunung dan hutan di Jawa Barat dibiarkan menjadi hutan rimba secara alamiah. Tidak perlu ada usaha swasta yang mengelola sebab sudah banyak ekses yang diakibatkan. Selanjutnya Bimbo berharap Presiden bersedia memerintahkan Menhut untuk mencabut SK Menhut tentang IPPA tersebut. (A-170)***

8 Agustus 2009

Penyaluran Bansos Sesuai Aturan Sekda, "Tidak Ada yang Perlu Dipersoalkan"


SOREANG, (PR).-
Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, M.P., menegaskan, penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) pemuda, ormas Islam, masjid, ataupun pesantren dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Apabila besaran bantuannya melebihi Rp 50 juta, kata Sofian, bantuan tersebut masuk dalam komponen hibah, dan hal itu sesuai dengan kebijakan yang dimiliki Bupati Bandung.

"Jadi tidak ada hal yang perlu dipersoalkan dalam penyaluran bansos tahun 2008 karena semuanya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Sofian di sela-sela pertandingan sepak bola antara kesebelasan DPRD dan tim sepak bola Pemkab Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (7/8).

Tim Pemkab Bandung yang dimotori Bupati H. Obar Sobarna, S.I.P., dan beberapa kepala satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) memenangi pertandingan dengan mengalahkan tim DPRD dengan skor 2-0. Tim wakil rakyat yang diperkuat staf Sekretariat DPRD Kab. Bandung dipimpin Ketua DPRD H. Agus Yasmin.

Sofian mengatakan, tidak mungkin Pemkab Bandung menyalurkan dana APBD tanpa melalui persetujuan DPRD. "Usulan pemberian dana bansos juga berasal dari ormas ataupun lembaga sosial dan sebagian merupakan kebijakan bupati sebagai kepala daerah," katanya.

Ketika menyerahkan dana bansos tahun 2009 belum lama ini, H. Obar membantah telah memberikan rekomendasi bansos hingga mencapai Rp 153 miliar pada APBD 2008 lalu. "Tidak benar saya membuat kebijakan dan merekomendasikan pemberian dana bansos sampai Rp 153 miliar. Bansos Rp 153 miliar itu untuk lembaga atau organisasi yang tercantum dalam APBD seperti MUI," ungkapnya.

Sementara bansos atas rekomendasi bupati besarnya hanya sekitar Rp 1,7 miliar. "Proposal permintaan dana bansos harus disertai rekomendasi dari desa/kelurahan atau kecamatan sehingga pihak desa dan kecamatan ikut bertanggung jawab. Jangan sampai ada lembaga fiktif yang mendapatkan bantuan tersebut," katanya.

Seperti diberitakan "PR" (Jumat, 7/8), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat menemukan kelebihan penyaluran dana bansos Pemkab Bandung tahun anggaran 2008 hingga mencapai Rp 11,68 miliar. Untuk itu, para penerima bantuan tersebut harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke kas daerah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Bandung dan ormas-ormas Islam menyatakan, dana bansos yang diterimanya merupakan kebijakan Bupati Bandung. Mereka juga siap mempertanggungjawabkan penggunaan dana bantuan itu apabila diminta BPK Perwakilan Jabar.

Siap beri penjelasan

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Bandung H. Agus Yasmin mengatakan, ia tidak bermaksud memolitisasi laporan BPK Perwakilan Jabar soal kelebihan penyaluran dana bansos tersebut. "DPRD hanya ingin mendudukkan masalah dan memberikan peringatan agar kasus-kasus sama tidak terulang kembali," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Agus, DPRD siap memberikan penjelasan soal bansos kepada para pengurus ormas. "Kalau ormas-ormas Islam se-Kab. Bandung yang akan bertemu pada Sabtu besok (hari ini-red.) membutuhkan penjelasan DPRD, kami siap hadir," ucapnya. (A-71)***

TETAP TENANG...!!! Bansos, Kebijakan Bupati ; K.H. Anwar, "MUI tak Pernah Mengajukan Bantuan"


SOREANG, (PR).-
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Bandung dan ormas-ormas Islam menyatakan, dana bantuan sosial (bansos) yang diterimanya merupakan kebijakan Bupati Bandung. Mereka juga siap mempertanggungjawabkan penggunaan dana bantuan itu apabila diminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jabar.

"MUI Kab. Bandung tak pernah mengajukan bantuan. Dana bantuan itu merupakan kebijakan bupati agar ormas-ormas Islam bisa melayani masyarakat lebih baik," kata Ketua Umum MUI Kab. Bandung, K.H. Anwar Saefuddin Kamil, ketika dihubungi "PR", Kamis (6/8).

Diberitakan "PR" (Kamis, 6/8) BPK Perwakilan Jabar menemukan kelebihan penyaluran dana bansos Pemkab Bandung tahun anggaran 2008 hingga mencapai Rp 11,68 miliar. Untuk itu, para penerima bansos harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke kas daerah.

Menurut Anwar, selama tahun 2008 MUI Kab. Bandung menerima Rp 2,8 miliar termasuk untuk dana operasional MUI kecamatan dan MUI desa/kelurahan. "Setiap desa/kelurahan serta MUI kecamatan menerima Rp 5 juta/tahun. Bantuan itu sudah berjalan lama, mengapa baru kali ini dipersoalkan?" katanya.

Bantuan Pemkab Bandung, kata Anwar merupakan kebijakan bupati sehingga aturannya tidak mengacu kepada peraturan bupati (perbup) tentang besaran bansos. "Kami sudah berbicara dengan Pak Bupati dan menurut beliau bantuan itu merupakan kebijakannya sehingga tidak perlu khawatir," ucapnya.

Rencananya MUI dan ormas-ormas Islam Kab. Bandung mengadakan silaturahmi di Wisma Haji Soreang, Sabtu (8/8). "MUI Kab. Bandung sudah menerima surat penjelasan soal bansos ini dari DPRD Kab. Bandung. Dengan adanya pertemuan nanti, diharapkan persoalannya menjadi lebih jelas," ujarnya.

Tak masalah

Sedangkan mantan Sekretaris Pengurus Daerah (PD) Persis Kab. Bandung masa jihad 2004-2008, H. Erry Ridwan Latief mengatakan, setiap ormas Islam, termasuk Persis, menerima bansos tersebut. "Selama penggunaan dana tersebut sesuai dengan pagu anggaran, jelas pelaporannya, tidak menjadi masalah. Hal aneh apabila ormas-ormas termasuk ormas Islam harus mengembalikan dana bansos yang diterimanya," ujarnya.

Menjadi kewajiban pemerintah untuk membantu ormas-ormas yang berhubungan langsung dengan masalah umat. "Toh dana negara diambil dari masyarakat sehingga bansos kepada ormas adalah pengembalian uang rakyat," katanya.

Hanya, Persis Kab. Bandung menyerahkan sepenuhnya masalah itu kepada Bupati Bandung sebagai pihak yang memberikan bansos. "Jangan sampai masalah ini menjadi ajang politisasi perbedaan pendapat di antara elite-elite politik Kab. Bandung," ucapnya.

Sesuai prosedur

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kab. Bandung, Yayat Sudaryat, mengatakan, pencairan dana bansos untuk sejumlah ormas pada tahun 2008, telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Saat akan melakukan pencairan bansos, kami berpegangan pada Perda No. 9 Tahun 2008 tentang Penetapan Perubahan APBD serta Peraturan Bupati No. 22 Tahun 2008. Pertama kali kami mencairkan bantuan untuk ormas yang sudah mendapat persetujuan dari legislatif melalui perda yang disahkan," katanya, Kamis (6/8).

Sedangkan organisasi lain yang belum mengajukan proposal saat perda disahkan, mekanisme pencairannya dibahas dalam perbup. Salah satu poin dalam perbup itu mensyaratkan pemberian bantuan tidak boleh lebih dari Rp 50 juta. (A-71/A-184) ***

6 Agustus 2009

SABULANG BENTOR : Diduga Ada Pelanggaran Dana Bansos

SOREANG,(GM)-
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dugaan pelanggaran dalam penyaluran dana bantuan sosial (bansos) tahun 2008 di Kab. Bandung. Dana yang disalurkan ke 104 lembaga pemerintahan dan nonpemerintahan seharusnya Rp 2 miliar, namun realisasinya mencapai Rp 13,6 miliar.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kab. Bandung, Agus Yasmin kepada wartawan, Rabu (5/8) di Gedung DPRD Kab. Bandung. Agus mengungkapkan, ada kelebihan realisasi penyaluran dana bansos sebesar Rp 11,6 miliar dari standar penyaluran dana bansos sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No. 22 Tahun 2008. Kelebihan tersebut harus dikembalikan Pemkab Bandung ke kas daerah.

Menurut Agus, seluruh lembaga yang terindikasi menerima dana bansos melebihi ketentuan, harus segera mengembalikannya ke kas daerah. "Seluruh lembaga diberi waktu 60 hari untuk mengembalikan kelebihan dana bansos," katanya.

Apabila lembaga-lembaga dimaksud tidak mengembalikan kelebihan dana bansos, Agus akan melaporkan dan memerkarakan masalah tersebut. "Dalam laporan ini sudah terbukti ada banyak penyimpangan dalam penyaluran dana bansos. Jika tidak dikembalikan sesuai waktu yang ditetapkan, akan kami tindak pidanakan," tegasnya.

Dijelaskan, dalam laporan pemeriksaan keuangan (LPK) yang dilakukan BPK, hampir semua lembaga memperoleh kelebihan dana bansos. "Salah satunya bansos untuk sarana dan prasarana keagamaan. Ada salah satu lembaga yang menerima bansos sebesar Rp 379,12 juta. Padahal sesuai perbup, dana bansos yang disalurkan dan diterima hanya Rp 50 juta. Berarti ada selisih sekitar Rp 329,12 juta" katanya.

Panti asuhan

Contoh lainnya, lanjut Agus,ada sebuah panti asuhan di Baleendah yang menerima bansos sebesar Rp 75 juta. Padahal seharusnya hanya Rp 5 juta.

Selain penyaluran dana bansos, lanjut Agus, BPK pun menemukan pelanggaran pada penyaluran bantuan bagi 102 organisasi masyarakat (ormas), yang dilakukan secara berulang sejak 2007. Total bantuan secara berulang ini mencapai Rp 4.325.732.750.

"Tapi dari semua lembaga yang menerima bantuan secara berulang, beberapa di antaranya sudah mengembalikan dengan nilai sebesar Rp 20.750.000," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan dan Pengelola Keuangan (DPPK) Kab. Bandung, Yayat Sutaryat ketika dikonfirmasi mengenai informasi yang disampaikan Agus Yasmin tersebut, mengatakan, tidak ada masalah mengenai penyaluran dana bansos. "Kita sudah sesuai prosedur. Terlebih kita menyalurkannya sesuai anggaran yang ada. Kalau lebih, kita mau nombok-nya dari mana," katanya.

Namun apabila BPK menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam penyaluran dana bansos ini, Yayat mengatakan, akan melihat dan memeriksanya terlebih dulu. (B.97)**

SABULANG BENTOR : Kembalikan Dana Bansos, BPK Temukan Kelebihan Penyaluran Rp 11,68 Miliar


SOREANG, (PR).-
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jabar menemukan kelebihan penyaluran dana bantuan sosial (bansos) Pemkab Bandung tahun anggaran 2008 hingga mencapai Rp 11,68 miliar. Untuk itu, para penerima bansos harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke kas daerah.

"DPRD menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Senin (3/8). Karena itu, paling lambat dalam dua bulan ke depan, dana kelebihan bansos itu sudah masuk ke kas daerah," kata Ketua DPRD Kab. Bandung H. Agus Yasmin, didampingi Wakil Ketua DPRD Kab. Bandung H. Yuyus Yusran, di ruang kerjanya, Selasa (4/8).

Agus Yasmin mencontohkan, bansos yang diterima MUI Rp 379 juta, harus dikembalikan Rp 329 juta, dan Forum Komunikasi Guru Honorer Sekolah (FKGHS) Rp 5,83 miliar harus mengembalikan Rp 5,78 miliar. "Ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, Mathlaul Anwar, Persis, dan Syarikat Islam harus mengembalikan dananya. Mereka masing-masing menerima Rp 75 juta dari yang seharusnya Rp 10 juta/ormas," ujarnya.

Begitu pula Dewan Pendidikan dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) yang masing-masing menerima Rp 100 juta, harus mengembalikan Rp 90 juta. "Badan Amil Zakat (BAZ) juga menerima Rp 177,18 juta dan harus mengembalikannya Rp 167,18 juta ke kas daerah," katanya.

Kasus itu, kata Agus, terus berulang setiap tahun mulai dari bansos tahun 2006, 2007, dan kini 2008. "Ada kesalahan dalam manajemen keuangan di pemkab yang harus diperbaiki agar kasus serupa tidak terulang kembali," katanya.

Dalam pemeriksaan bansos tahun 2008, ungkap Agus, BPK menggunakan parameter peraturan bupati (perbup) yang menetapkan jumlah maksimal penerimaan dana bansos. "Kalau melebihi, otomatis menjadi temuan penyimpangan dari BPK. DPRD sudah lama mengusulkan agar Perbup Bansos diubah atau memasukkan program-program ormas ke dalam dinas-dinas, tidak berupa digit anggaran tersendiri," katanya.

Menurut Agus, ormas-ormas hanya menjadi korban dalam penerimaan dana bansos karena tidak mengetahui keberadaan perbup yang membatasi jumlah bansos. "Kini bagaimana mereka harus mengembalikan dana-dana bansosnya ke kas daerah? Kalau dua bulan ke depan tidak bisa mengembalikannya, akan menjadi tuntutan hukum, kan kasihan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kab. Bandung Arifin Sobari mengatakan, bansos yang bersifat pembangunan fisik dibatasi sampai Rp 50 juta, sedangkan bansos bersifat organisasi maksimal Rp 10 juta.

"Pembuat perbup kurang mengetahui kondisi di lapangan. Masa ormas-ormas Islam yang memiliki 30 cabang maksimal memperoleh bansos Rp 10 juta? Kalau sudah terjadi seperti ini, mau tidak mau ormas-ormas harus mengembalikan dana bansosnya," ujarnya. (A-71)***

4 Agustus 2009

DISTORSI MAKNA JIHAD




Oleh : *Drs. H. Ery Ridwan Latief

Perjalanan hidup manusia tidak bisa lepas dari rencana dan skenario Allah Swt, begitu juga dengan peristiwa-peristiwa hidup manusia tidak bisa melepaskan diri dari apa yang telah Allah canangkan dalam bentuk takdir bagi setiap ummat manusia. Tapi ironisnya kadang kita memahami bahwa sejarah hidup manusia akan senantiasa berjalan dalam alur cerita masing-masing tersebut ada dalam genggamanNya, tetapi kadang pula kita lupa bahwa harga diri manusia dimata pencipta Nya bisa diukur dari sejauhmana dirinya mampu memahami Al Qur’an sebagai Hudan lin Nas dan Al Hadits sebagai metode hidup yang telah dicontohkan melalui Rosulullah SAW. Salah satu misil (contoh); Ketika manusia dipercaya untuk memegang kepeminpinan dalam sebuah bentuk kekuasaan, tidak kurang kemudian makna kekuasaan itu bergeser menjadi “Kumawasa” (merasa lebih berkuasa. pen), sehingga dirinya lupa bahwa ada yang lebih berkuasa diluar dirinya yaitu kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa.
Untuk meyakinkan bahwa Al Qur’an adalah Hudan lin Nas (petunjuk bagi manusia), maka disitu ada syarat yang harus dipenuhi oleh setiap manusia yang berharap mendapatkan petunjuk-Nya. Al Qur’an tidak diturunkan kecuali untuk memberi rambu-rambu bagi manusia dalam melaksanakan hidup dan kehidupan di alam dunia ini. Dalam al Qur’anlah Allah SWT memberikan pelajaran-pelajaran, aturan-aturan hidup manusia yang senantiasa komitmen dalam melaksanakan fungsinya sebagai makhluk Allah untuk mengabdi kepada Nya.
Mari kita tela'ah bersama bahwa setiap peristiwa yang akan dan sedang kita hadapi, itu tidak bisa lepas dari apa yang telah Allah gambarkan dalam Al Qur'an. Seperti Firman Allah dalam QS. 7:127 dikatakan : “Dan berkata pemuka-pemuka kaum Fir'aun : Apakah Engkau biarkan Musa dan Kaumnya berbuat kerusakan di bumi ?”. Dalam ayat selanjutnya QS.7:128 : Musa berkata kepada kaumnya : “Mintalah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah…”
Dalam kodisi sekarang, kita perhatikan apa yang telah dikatakan oleh George W Bush, mantan Presiden Amerika Serikat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) : “Apakah Dewan Keamanan PBB akan membiarkan Ummat Islam berbuat “Terror” di muka bumi ini ?”, sedang para pemimpin bangsa Muslim menghimbau kepada ummatnya untuk memohon pertolongan Allah SWT dan bersabar. Ini sebuah bukti bahwa telah terjadi pengulangan sejarah peristiwa-peristiwa manusia masa lalu (zaman para nabi. Pen) dan terjadi pada masa kehidupan manusia sekarang. Pertanyaannya apakah kita masih tetap meragukan isi Al Qur'an, atau justeru kita tidak mau tahu terhadap Al Qur'an. Naudzu billah.
Dalam satu ketika kadang kita tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari Islam, ketika ummat Islam dieksploitasi, ketika Ummat islam dipinggirkan dan ketika ummat Islam di cap sebagai kelompok teroris, dengan adanya peristiwa Bom di Bali dan yang terakhir di Jakarta misalnya, bathin kita sempat meng-iyakan dan membenarkannya, padahal dalam suatu persoalan tidak bisa kita melihat dari satu aspek saja, tetapi kita harus mampu menafsirkan dari berbagai dimensi kajian yang terintegrasi dalam sebuah pemahaman global. Dapat kita fahami bahwa di Indonesia pernah ada satu kelompok yang memahami Islam hanya dari satu aspek saja, Jihad difahami harus melalui perlawanan fisik, jihad difahami harus melalui kontak senjata (perang), padahal secara substasial pemahaman jihad dengan makna perang adalah pertama, apabila musuh-musuh Islam itu melakukan intimidasi dan kekerasan kepada ummat Islam yang akhirnya kita diserang, maka disini wajib kita mempertahankannya dengan melakukan perlawanan. Kedua, apabila adanya pelarangan dari kelompok manapun kepada kita untuk melakukan ibadah ritual ummat Islam, maka kita ditantang untuk mendakwahinya supaya mereka faham bahwa dengan ibadah itulah manusia akan dihargai oleh Allah sebagai Tuhannya dsb.
Dalam Islam dikenal ada yang disebut dengan Fiqh Ibadah, Fiqhusy Syiasah , fiqh Muamalah dan fiqh yang lainnya, ini menunjukkan masih banyak hal-hal yang harus kita fahami bersama. Satu penomena di Ummat Islam sekarang ; baru mengetahui beberapa ayat Al Qur'an saja. Kita sudah merasa bahwa kita adalah seorang Ulama, seorang Mujahid Dakwah dan istilah-istilah yang lainnya dan tragisnya kita merasa sebagai manusia yang paling layak (dibandingkan dengan yang lainnya) di hadapan Allah. Pertanyaannya inikah makna kemusliman kita ?.
Seharusnya mari kita tela'ah lagi ; bagaimana langkah dakwah yang harus kita kembangkan agar Islam menjadi (dirasakan oleh ummat manusia) sebuah agama yang “Ya'lu ala yu'la alaih” atau Islam itu adalah sebuah “Harokah” atau pergerakan yang harus memberikan jaminan perlindungan dan keamanan bagi semua makhluk yang tercipta di muka bumi ini, bukan hanya sebuah janji-janji tapi Islam-lah yang akan menjamin keselamatan seluruh ummat manusia baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam sejarah penyebaran Islam, kita membaca bahwa perkembangan Islam itu dilakukan dengan cara berperang (Invasi). Wajar Islam dikatakan begitu, karena orang yang diberi kemampuan untuk menulis sejarah adalah “Laisa minal Islam”, tetapi anehnya kenapa ummat Islam tidak menganggap bahwa medalami atau mempelajari ilmu sejarah adalah hal penting. Satu contoh konkrit ada sebuah peperangan yang disebut “Perang Salib” (menurut versi Nashrani), padahal yang terjadi adalah penyerangan yang dilakukan oleh Nashrani terhadap ummat Islam, padahal bila dilihat dari kacamata Islam, peperangan tersebut adalah “Perang Sabil”, ini sebuah penomena.
Maka persoalan-persoalan yang dihadapi ummat islam adalah apa yang digambarkan dalam QS. 7 : 127 tadi bahwa para petinggi-petinggi Fir'aun berkata kepada Fir'aun : Apakah Tuan akan membiarkan Musa dan kaumnya membuat kerusakan di muka bumi ini diakselerasikan dengan ungkapan mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush kepada DK PBB : apakah akan kita biarkan Ummat Islam membuat teror di dunia ini ?.
Ada benang hijau yang harus kita urai bersama yaitu : Islam menghadapi tantangan-tantangan dakwah, Islam menghadapi upaya penghancuran yang direncanakan oleh “laisa minal Islam”. Rasa lebih berkuasa adalah bagian dari fitrah dan kecenderungan yang dimiliki manusia sebagai salah-satu makhluk Allah yang banyak memiliki kekurangan, tetapi apabila kita memahami bahwa kekuasaan adalah sebuah amanah, maka kita akan melaksanakan kekuasaan itu dengan tanggung jawab “lii'laai kalimatillah” seluruh langkah itu hanya didasari niyat untuk Allah semata, tidak ada maksud lain. Contoh lain ; apabila ada tetangga kita yang luar muslim mengalami musibah, meninggal dunia misalnya, terkadang hati kita sama sekali tidak terketuk untuk melakukan “Ta'jiyah” (bela sungkawa), bahkan menghalalkan sikap seperti di atas, sebab memiliki dalil bahwa : apabila kita bertemu dengan orang Yahudi dan Nashrani di jalan, maka doronglah (mereka) ketempat yang lebih sempit, pertanyaannya apakah sikap tersebut adalah sikap seorang muslim ?. Tidak adakah penghargaan kita terhadap tetangga yang bukan muslim seperti apa yang telah dicontohkan Rosulullah SAW dengan istilah “Min qoriibin baabin” (yang dekat pintu rumahnya) bahwa : “ Tetangga yang bukan muslim memiliki hak dari kita “satu” hak ketetanggaan, tetangga, itu lebih jadi prioritas hidup ketimbang saudara kita yang jauh”.
Ummat Islam sekarang sedang menghadapi gangguan pemahaman, terutama dalam memahami sikap bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketika memiliki satu keinginan, mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, dengan cara mengeksploitasi kekuatan Islam lainnya sekalipun. Padahal persoalan yang dihadapi ummat Islam saat ini adalah bagaimana membangun simpul-simpul kekuatan ummat, sehingga mampu mewujudkan sebuah bangunan yang kokoh dan tertata rapih.
Berat memang, tetapi ini adalah sebuah keharusan bagi ummat yang ingin mengabdikan diri dihadapan Allah SWT. Sering kita melakukan interupsi ketika menghadapi cobaan-cobaan yang diturunkan Allah SWT , bahkan sering kita “lose control”, “kalepasan” atau lepas kendali dengan berkata-kata : “Coban apa lagi ya Allah yang Engkau turunkan kepada kami”, padahal Rosulullah SAW pernah memberikan pelajaran dalam sunnahnya : “Barang siapa yang ditakdirkan Allah jadi orang yang bijak (baik/terpilih), Allah akan turunkan cobaan kepadanya “(HR. Bukhari).
Hidup dengan cobaan adalah fitrah, sama seperti hidup dengan kesenangan dan kegembiraan, apabila manusia mendapatkan cobaan, maka itu pertanda dia dalam proses kehidupan, begitupun kesenangan. Ketika ummat Islam ditantang untuk menghadapi kekuatan-kekuatan luar, tidak ada istilah untuk menghindar dari persoalan tersebut, kalau kita ingin digolongkan pada kelompok yang terbaik. Sebaliknya, justeru kita harus merasa aneh apabila ternyata kita tidak mendapatkan kesulitan dan cobaan-cobaan, karena hanya orang yang “kurang normallah” (dengan tidak menyebut istilah gila) yang selamanya meninginkan kesenangan, bahkan tidak kurang masa sekarang ini orang ingin mendapatkan kesenangan dengan cara mengkonsumsi narkoba dll, melalui proses menuju kekurangnormalan (kegilaan). Allah menegaskan sekali lagi dalam QS. 3 : 200 berbunyi : “Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian, dan kuatkanlah kesabaran kalian” (QS. 3 : 200)
Maka difahami bahwa kita diperintahkan untuk bersabar tetapi kita juga ditantang untuk mewujudkan kesabaran itu menjadi wujud kekuatan. Sabar bukan berarti mengalah dari lawan, tetapi sabar adalah memahami tugas dan fungsi sebagai khalifah di muka bumi, senantiasa konsisten dengan apa yang diperintahkan Allah SWT dan Contoh Rosulullah, meski harus mengorbankan nyawa sekalipun. Maka pantas kalau seterusnya dijabarkan oleh Rosulullah SAW dalam sabdanya : “Orang cerdik adalah orang yang mampu menjaga dirinya dari amal kebaikan untuk bekal setelah mati, sedangkan orang kerdil adalah orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya, tetapi mengharap segala macam cita cita kepada Allah SWT“ (HR. Turmudzi).
Ini adalah kesimpulan dari kajian di atas, bagaimana kita menyimpulkan dari nilai sikap hidup manusia. Rosul memberikan dua alternatif : pertama, kalau kita berkeinginan untuk digolongkan kepada kelompok yang cerdik dan terpilih, maka setiap amal kita harus diarahkan untuk bekal setelah mati yang akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, seperti yang telah dikatakan oleh seorang M. Natsir (Tokoh Pendiri Persatuan Islam / PERSIS) : “apabila kita bercita-cita untuk akhirat, maka kita akan mendapatkan dunia, tetapi apabila kita bercita-cita untuk dunia, maka cukuplah pahala yang ia dapatkan di dunia saja”. Kedua, adalah kelompok yang hanya mengejar keinginan hawa nafsunya saja, tetapi ketika ingin mendapatkan berbagai macam kesenangan, kemakmuran dan perlindungan itu, dirinya tidak malu untuk mengungkapkan dihadapan Allah SWT, seperti yang sering kita lihat dari Wakil-wakil Rakyat yang berada di Lembaga Perwakilan (DPR/MPR RI. Pen) ; “Dalam setiap selesai persidangan, maka mereka meminta perlindungan dan rahmat dari Allah SWT, seperti sering kita dengar kalimat-kalimat : yaa Allah beri kami perlindungan, beri bangsa ini rahmat dan inayah Mu beri bangsa ini jalan untuk keluar dari kesulitan-kesulitan, tetapi ketika ada sebagian kecil ummat yang menyodorkan diterapkannya Syariat Islam, mereka dengan serempak mengeluarkan dalil-dalil untuk menolak keinginan tersebut, ironis memang, tapi ini adalah sebuah kenyataan yang ada di pelupuk mata kita. Wallahu a’lam bish-shawwab. (*penulis : Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sekretaris Bidang Pendidikan MUI Kabupaten Bandung)

25 Juli 2009

ISLAM BUKAN TERORIS !!


ANGGAPAN Islam itu teroris, bengis, dan sadis merupakan pernyataan yang salah. Islam agama yang menyuruh umatnya untuk selalu bermuka manis, berkata manis, berhati manis, tidak bengis, dan tidak sadis.

Kalaupun ada orang Islam yang menyebar teror maka itu adalah oknum. Pastinya, itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. Dengan kata lain dia orang Islam tapi tidak islami.

Islam mengajarkan kepada umatnya agar berkasih sayang pada seluruh makhluk sebagaimana dalam salah satu hadis, "Sayangilah yang ada di bumi, pasti aku menyayangi kamu yang ada di langit" (H.R. Buchori).

Pada hadis ini kita diperintahkan Nabi Muhammad SAW agar mencintai dan menyayangi semua makhluk Allah, baik air, udara, tanah, tumbuhan, binatang, laut, hutan, gunung, sungai, dan lingkungan yang ada. Apalagi, makhluk yang bernama manusia.

Secara khusus Rasullullah juga menjelaskan, "Orang yang tidak mencintai sesama manusia tidak akan dirahmati (disayangi, red) Allah" (H.R. Buchori).

Jadi Allah hanya akan menyayangi atau merahmati orang yang mencintai sesama manusia. Sungguh musibah yang sangat besar bila manusia sudah jauh dari rahmat Allah, karena di dunia akan sengsara, di akhirat tidak akan masuk surga. "Seseorang tidak akan masuk surga karena amalnya semata, tetapi dia akan masuk surga karena rahmat Allah" (H.R. Muslim).

Oleh karena itu, jadilah orang Islam yang islami dengan cara menyayangi semua manusia dan tidak mengganggu mereka, baik fisiknya, jiwanya, hartanya, kehormatan, dan keluarganya.

Di sisi lain, terjadinya krisis yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu sampai saat ini, bukan saja krisis moneter, tapi juga krisis kepercayaan terhadap agama Islam oleh penganutnya sendiri.

Krisis kepercayaan terhadap kebenaran Islam sebagai agama universal dan paripurna tidak dapat dimungkiri telah melanda banyak orang yang mengaku beragama Islam. Ini terbukti dengan gaya hidup mereka yang dilihat secara lahiriah masih ada saja kesamaan dengan gaya hidup orang-orang nonmuslim.

Boleh jadi semua akibat ketidaktahuan atau ketidakpahaman. Namun ketidaktahuan ini akibat kebanyakan kaum muslimin telah kehilangan kepercayaan terhadap Islam, sehingga mereka cenderung mengabaikan ajaran-ajarannya. Mempelajari ilmu-ilmu Islam dianggap ketinggalan zaman. Banyak orang Islam, bahkan kalangan akademik yang beranggapan mempelajari ilmu-ilmu Islam tanpa dicampur dengan teori-teori ilmu Barat, suatu kemunduran. Tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan seterusnya.

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, pasti mengimani dan meyakini bahwa hanya Islam sajalah yang terbaik dan benar, sebagai pedoman beribadah dan pedoman hidup di dunia. Sebab ia meyakini segala yang dikatakan Allah dan Rasul-Nya pasti benar dan baik.

Allah berfirman, "Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam" (Q.S. Ali Imran: 19). Berkaitan dengan ayat ini, Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, ayat tersebut merupakan berita dari Allah bahwa tidak ada agama apa pun yang diterima di sisi Allah, kecuali Islam. Sedangkan pada ayat lainnya disebutkan, "Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (Q.S. Ali Imran: 85).

Berdasarkan keterangan di atas, maka umat Islam hendaknya benar-benar mampu membuktikan bahwa syariat Islam yang akan mengantarkan pemeluknya menuju sukses hidup di dunia dan di akhirat. Wallahu'alam. (DRS. H. ASEP SUDARMAN, penyuluh agama Islam Kandepag Kota Bandung )**

17 Juli 2009

Pergub KBU Perpanjang Birokrasi


JLN. CIANJUR,(GM)-
Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat No.1/2008 tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Bandung Utara (KBU) dinilai memperpanjang birokrasi perizinan. Dalam pergub tersebut disebutkan, jika ada pengajuan izin pemanfaatan ruang di empat kabupaten/kota, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Cimahi yang masuk dalam wilayah KBU, maka harus mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Bandung, Rekotomo mengatakan, selama ini pengurusan perizinan yang menyangkut pembangunan di KBU memakan waktu minimal 14 hari

. "Saat ini prosesnya panjang sehingga banyak dikeluhkan masyarakat atau pemohon yang mengajukan izin membangun di KBU," kata Rekotomo saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (15/7).

Dijelaskan, dalam mengurus izin pemanfaatan ruang, pemohon memasukkan permohonan ke BPMPPT. Setelah itu, BPMPPT akan meneruskannya ke Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung untuk mengecek persyaratannya. Biasanya, setelah dari dinas terkait, permohonan izin akan langsung keluar setelah ditandatangani wali kota.

"Tapi dengan adanya pergub ini, harus diserahkan lagi ke gubernur. Lalu di tingkat provinsi dicek lagi oleh Dinas Permukiman dan Perumahan. Setelah semua lengkap, baru ditandatangani perizinannya. Ini proses yang sangat panjang," ujarnya.

Rekotomo mengaku khawatir dengan pengendalian penataan KBU jika harus melalui proses yang panjang ini. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan pemohon akan nekat membangun tanpa izin resmi dari pemerintah.

Karena itu, peran aparatur kewilayahan harus diperketat untuk mengawasi serta mengendalikan pemanfaatan ruang di KBU. Namun, pada prinsipnya Rekotomo sepakat dengan pengendalian pembangunan di KBU. Dia berharap pergub tersebut tidak menghambat proses perizinan. (B.114)**

15 Juli 2009

Maklumat Harian


Merosotnya mental Pemuda Indonesia yang semakin terjebak pada kondisi saling menyalahkan, cenderung otoriter dan ingin menang sendiri. Tentu ada hal yang hilang dari peradaban pemuda sa'at ini, maka jawabannya adalah harus ada satu kelompok yang memiliki komitmen yang jelas dan tegas. Kemerosotan akhlak yang menjebak para pemuda baik di tingkat masyarakat bawah (awam), pelajar dan mahasiswa harus segera diantisipasi dengan segera menanamkan akhlak untuk membangun perilaku bangsa kedepan melalui pengkaderan dan dan pembangunan karakter yang berwawasan keagamaan dan kenasionalan

Zae Nandang Ketua PD Persis Baru



MUSYAWARAH Daerah (Musda) Persatuan Islam (Persis) yang berakhir pada Minggu (17/5) akhirnya secara aklamasi memilih K.H. Zae Nandang sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Persis Kab. Bandung masa jihad 2009-2014. Ustaz Zae Nandang menggantikan K.H. Oom Surahma yang tidak berkenan lagi dicalonkan sebagai ketua. Menurut pengurus Persis Banjaran Ustaz Erry Ridwan Latief, pemilihan pengurus baru berlangsung lancar bahkan Ustaz Zae Nandang terpilih secara aklamasi. "Padahal peserta Musda yang memiliki hak suara sebanyak 142 orang, namun semuanya aklamasi memilih Ustaz Zae," katanya, di Pontren Persis Banjaran, Senin (18/5). Sedangkan posisi wakil ketua oleh Drs. H. Saeful Azis, Sekretaris Haedar, bendahara H. Koko Koswara, dan Sumber Daya Manusia Organisasi (SDM-O) dijabat Drs. H. Hasyim Suryadi. (A-71)***

9 Juni 2009

Minta Percepat Proses Dugaan Kasus Korupsi Bansos Polda Jabar Didemo Massa


Massa dari Aliansi Gerakan Masyarakat Kabupaten Bandung (AGMKB), Senin (8/6) sekitar pukul 11.30 WIB, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolda Jabar. Mereka mendesak Sat Tipikor Polda Jabar mempercepat pemeriksaan terhadap dua pejabat eksekutif, yaitu Bupati Bandung, Obar Sobarna dan Bupati Bandung Barat, Abubakar, terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) di Kab. Bandung tahun anggaran 2005. Massa AGMKB menilai Polda Jabar tebang pilih dalam penanganan kasus tersebut.

"Kami meminta keseriusan Polda Jabar untuk menuntaskan kasus korupsi dengan cepat, transparan, dan tanpa tebang pilih. Kami juga meminta agar dua pejabat eksekutif, Bupati Bandung, Obar Sobarna dan Bupati Bandung Barat, Abubakar segera diperiksa," kata koordinator AGMKB, Khoirul Umam kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, Polda Jabar sangat lamban dalam menangani kasus tersebut. Para tersangka yang telah diperiksa sebagai tersangka pun hingga kini belum ditahan. "Ada 29 anggota dewan yang ditetapkan sebagai tersangka, juga dua pejabat eksekutif. Tetapi kenapa hingga saat ini belum dilakukan penahanan terhadap mereka," ucapnya.

Setelah berorasi sekitar 30 menit di halaman luar Mapolda Jabar, para pengunjuk rasa dialihkan untuk beraudiensi dengan Direktur Reserse Kriminal, Kombes Pol. Ari Dono dan Kasat Tipikor, AKBP Sony Sonjaya di ruangan Reskrim Polda Jabar.

Pada kesempatan itu, Ari Dono yang didampingi Sony menyatakan, proses pemeriksaan terhadap Obar Sobarna dan Abubakar masih menunggu izin dari presiden. Sejauh ini pihaknya telah mengupayakan agar penanganan dugaan kasus korupsi bansos Kab. Bandung segera dituntaskan.

"Kami sudah menggelar kasus ini di Bareskrim dan saat ini sedang mempersiapkan surat izin pemeriksaan dua pejabat eksekutif, Bupati Bandung dan Bupati Bandung Barat, kepada presiden. Kami tidak dapat memeriksanya langsung tanpa ada izin dari presiden," papar Ari Dono.

Terkait masalah penahanan anggota dewan, Ari Dono menyatakan, hal tersebut merupakan kewenangan penyidik. Saat ini timnya masih menuntaskan berkas perkara dari para tersangka yang telah diperiksa. "Kalau jaksa sudah oke dengan berkas perkaranya, baru kita tahan," paparnya.
Jangan berlebihan

Sementara itu, Ketua Presidium Konsorsium LSM Kab. Bandung, Yopi Ahmad Sopian menuturkan, masyarakat sebaiknya tidak perlu melakukan upaya berlebihan dalam menyikapi berbagai masalah korupsi yang kini ditangani Polda Jabar. Upaya berlebihan ini dengan melakukan desakan-desakan maupun intervensi kepada petugas.

"Semua persoalan ini sudah ditangani petugas Polda Jabar. Jadi, masyarakat tidak perlu melakukan upaya berlebihan, baik dengan melakukan desakan atau intervensi. Sebaiknya percayakan saja kepada petugas," ujarnya.

Dijelaskan Yopi, sikap berlebihan maupun intervensi dari masyarakat, bisa menghambat kinerja maupun mekanisme penyidikan petugas. Selaian berdampak kepada petugas, sikap ini bisa mengganggu sejumlah agenda yang sudah direncanakan pemerintah.

"Bukan hanya berpengaruh pada mekanisme penyidikan, tapi juga mengganggu agenda yang sudah direncanakan. Biarkan saja penyidik bekerja sesuai dengan prosedur. Nanti kalau eksekutif maupun legislatif ada yang dipanggil petugas untuk keperluan penyidikan, pastinya akan datang," ujarnya.

Sepuluh kasus korupsi

Sementara itu, Kasat Tipikor Polda Jabar, AKBP Sony Sonjaya menyatakan, pada tahun ini, Polda Jabar telah menargetkan mengungkap 10 kasus korupsi besar. Selain kasus bansos Kab. Bandung, kasus lainnya yang sedang ditangani Sat Tipikor Polda Jabar adalah laboratoruim multimedia di sekolah-sekolah di Kota Bandung, korupsi Pindad, KONI Kab. Ciamis. "Masih banyak kasus korupsi yang saat ini dalam tahap penyelidikan," katanya. (B.109/B.97)**

28 Mei 2009

Isu Jilbab Bisa Pengaruhi Suara


JAKARTA -- Pengamat politik dari Indo Barometer, M Qodari, mengatakan seberapa jauh isu jilbab ini mempengaruhi perubahan pilihan politik masyarakat tergantung dari dua aspek. Aspek pertama adalah jika isu ini dibiarkan saja menyebar secara alamiah.

Qodari menyatakan, jika dibiarkan menyebar secara alamiah maka isu ini bisa berdampak pada perubahan pilihan politik konstituen kalangan tertentu.

"Misalnya konstituen PKS, mereka bisa jadi akan mengubah pilihan politiknya ketika melihat calon yang istrinya menunjukkan keterikatan ideologis seperti itu (jilbab)," ujarnya kepada Republika, Rabu (27/5).

Akan tetapi barangkali isu ini secara alamiah tidak akan terlalu berefek pada partai yang lain, misalnya pada konstituen PAN atau PKB.

Namun, bisa jadi efeknya semakin luas jika ada aspek yang kedua, yakni pengangkatan isu ini oleh pasangan JK-Wiranto pada saat kampanye nanti.

"Jika pasangan JK-Wiranto memakai isu ini sebagai strategi kampanye mereka, barangkali efeknya akan lebih luas dibandingkan jika menyebar secara alamiah," kata Qodari. Bisa jadi, konstituen partai-partai Islam seperti PPP, PAN, dan PKB bisa terpengaruh.

Dampaknya, kata dia, suara dari partai-partai koalisi Partai Demokrat itu bisa jadi tertarik ke pasangan JK-Wiranto. Tentunya, kata dia, ini bisa merugikan pasangan SBY-Boediono.

"Mungkin tidak akan sampai memecah koalisi, akan tetapi suara partai-partai pendukung tersebut bisa tidak bermuara ke satu tujuan," katanya.

Namun sekali lagi, kata dia, akan sangat tergantung dari apakah tim sukses pasangan JK-Wiranto menanggapi isu ini secara sistematis atau tidak. - nan/ahi

18 Mei 2009

Bantuan untuk Ormas Islam Seret, sejak Dinyatakan Perang terhadap Terorisme



SOREANG, (PR).-
Perang terhadap aksi terorisme ternyata berimbas kepada operasional ormas-ormas Islam seperti Persatuan Islam (Persis). Akibat pencitraan terorisme identik dengan Islam membuat dana-dana bantuan dari Timur Tengah diperketat bahkan susah masuk ke Indonesia.
"Perang terhadap terorisme sudah berlangsung sejak 2001 dan sampai kini masih terus terjadi," kata Sekretaris Pengurus Daerah (PD) Persis Kab. Bandung, Ustaz H. Erry Ridwan Latief, di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) Persis Kab. Bandung di Gedung Persis Desa Langonsari, Kec. Pameungpeuk, Kab. Bandung, Minggu (17/5). Musda tersebut dibuka Sekda Kabupaten Bandung, Sofyan Nataprawira.
Erry mengatakan, tidak bisa dimungkiri bantuan dana dari negara-negara Timur Tengah amat membantu perkembangan ormas-ormas Islam di Indonesia. "Para aghniya (kaum kaya-red.) di Timur Tengah menyalurkan dananya untuk kepentingan kaum Muslimin seperti masjid, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi," katanya.
Dana tersebut cukup besar sehingga dapat menggerakkan kehidupan masyarakat. "Di wilayah Kab. Bandung saja ada tujuh masjid bantuan dari aghniya Qatar, dua masjid di antaranya sedang dalam taraf penyelesaian. Kalau bantuan untuk masjid-masjid dari Timur Tengah rata-rata masih lancar," ujarnya.
Namun, bantuan dalam bentuk lain, misalnya untuk dunia pendidikan dan pemberdayaan ekonomi sudah seret. "Kalau dulu, sebelum kasus terorisme merebak, lembaga-lembaga donor Timur Tengah bisa langsung memberikan bantuan melalui rekening ormas atau pesantren," ujarnya.
Sejak beberapa tahun terakhir, bantuan dari Timur Tengah amat seret, bahkan tidak ada. "Kami akhirnya mengandalkan dana dari umat sendiri yang dikumpulkan melalui Pusat Zakat Umat (PZU) atau lembaga sosial lainnya," katanya.
Terhambatnya dana hibah dari Timur Tengah, kata Budi, lebih disebabkan kesalahpahaman dengan menyamakan Islam sebagai teroris. "Teroris selalu digambarkan berserban, membawa tasbih, atau gambaran sesat lainnya. Citra seperti ini yang harus mulai dikikis," ujarnya.
Pilih pengurus
Musda Persis Kab. Bandung dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pengurus, serta memilih pengurus baru. Ketua PD Persis Kab. Bandung saat ini, Ustaz Oom Surahma, tidak bersedia dipilih kembali karena sudah mejabat Ketua PD Persis selama dua periode. "Qanun Asassi (Anggaran Dasar) maupun Qanun Dakhili (Anggaran Rumah Tangga) Persis hanya membolehkan seseorang menjabat dua periode," kata ketua panitia Musda, H. Hasyim Suryadi.
Pada saat bersamaan, diadakan Musda Persistri Kab. Bandung untuk memilih pengurus baru periode 2009-2013. Musda Persis dimeriahkan dengan diskusi buku mengenai kiprah K.H.E. Abdurrahman, Sabtu (16/5). (A-71)***

11 Mei 2009

Kaban : Partai Tak Lolos PT Bisa Bergabung


Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban mengatakan, partai politik yang tidak lolos "parliamentary threshold" (PT) atau ambang batas perolehan suara bisa bergabung untuk memenuhi ambang batas tersebut sehingga suara rakyat tidak hilang.
ADVERTISEMENT

"Harus dicari solusi alternatif agar suara partai tidak hilang," katanya di Jakarta, Minggu malam.

Besarnya ambang batas tersebut adalah 2,5 persen dari suara sah secara nasional. Partai yang tidak lolos PT tidak diikutsertakan dalam penentuan kursi di DPR.

Menurut penghitungan akhir Komisi Pemiihan Umum (KPU), hanya sembilan partai yang lolos PT, sehingga gedung DPR hanya akan diisi oleh anggota yan berasal dari sembilan partai tersebut.

Itu juga berarti, sebanyak 29 partai peserta pemilu lainnya tidak lolos, termasuk PBB yang hanya memperoleh 1,79 persen suara atau di urutan sepuluh.

Kaban yang juga Menteri Kehutanan itu mengatakan, jumlah suara partai yang tidak lolos PT cukup berarti, yakni 18 juta suara.

Sebenarnya, kata Kaban, ada aturan yang memungkinkan partai yang tidak lolos PT untuk bergabung. Aturan tersebut tercantum di UU tentang Partai Politik.

Namun, katanya, sepertinya KPU tidak berani menerapkan aturan tersebut. Mengenai sikap PBB terhadap keputusan KPU tersebut, Kaban menyatakan menghormati keputusan itu.

Sebenarnya, kata Kaban, partai-partai yang tidak lolos PT sudah menjalin komunikasi mengenai masalah tersebut.

Mengenai arah dukungan PBB pada pemilu presiden, Kaban menegaskan sekali lagi bahwa PBB akan berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Sembilan partai yang lolos PT adalah Partai Demokrat, Partai Golar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Parta Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra, dan Partai Hati Nurani Rakyat

7 Mei 2009

KONSPIRASI VERSI INDONESIA ??


Ketika menyeruak Kasus Antasari Azhar, maka habislah perhatian Bangsa Indonesia terhadap ketidakseriusan KPU sebagai penyelenggaraan Pemilu 2009. Inilah Konspirasi dibalik perencanaan terstruktur untuk mengaburkan problem Pemilu 2009 (Rhani Juliani, Huebat yah ?!)
Selain larangan bermain golf, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga harus membatasi pertemuan-pertemuan di tempat publik seperti hotel. Namun konon, saat masih menjabat sebagai Ketua KPK, Antasari Azhar sering bertemu orang di hotel.

Kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir berdalih, pertemuan-pertemuan itu untuk menjaga efektivitas kerja. "Pak Antasari selalu berpikir efektivitas jadi terkadang dia (Antasari) harus jemput bola," katanya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (7/5/2009).

Jemput bola yang dimaksud Ari adalah, Antasari terkadang harus menemui pihak-pihak yang tidak berani datang ke KPK untuk melaporkan kasus tertentu. "Kan terkadang ada orang yang nggak berani untuk lapor dan sebagainya, jadi kadang Pak Antasari harus yang datang menemui kalau memang laporannya akurat dan kasusnya besar," katanya.

Antasari diketahui pernah bertemu Rhani Juliani di Hotel Grand Mahakam. Di hotel inilah Antasari bertemu dengan Kombes Wiliardi Wizar, mantan Kapolres Jaksel yang menjadi tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Di hotel ini pula Antasari pernah bertemu dengan Nasrudin.

Dalam aturan kode etik KPK, KEP-06/P.KPK/02/2004 pasal 6 ayat 1 huruf R, S, T, dan U diatur jelas mengenai hal yang bersifat pribadi. Aturan tersebut yakni:

(R) Memberitahukan kepada pimpinan lainnya mengenai pertemuan dengan pihak lain yang akan dan telah dilaksanakan, baik sendiri atau bersama, baik dalam hubungan dengan tugas maupun tidak

(S) menolak dibayari makan, biaya akomodasi, dan bentuk kesenangan, entertainment lainnya oleh atau dari siapa pun.

(T) Independensi dalam penampilan fisik antara lain diwujudkan dalam bentuk tidak menunjukkan kedekatan dengan siapa pun di depan publik

(U) Membatasi pertemuan di ruang publik seperti di hotel, restoran atau lobi kantor atau hotel, atau di ruang publik lainnya, dan

(V) memberitahukan kepada Pimpinan yang lain mengenai keluarga, kawan, dan pihak-pihak lain yang secara intensif masih berkomunikasi

30 April 2009

Harapan Underground PBB : Lepaskan Koalisi Pilpres, Mari Fokus Benahi Partai !!!



Bismillahirrahmaanirrahiem,
Partai Bulan Bintang sejak awal berketetapan hati untuk memajukan kader terbaiknya sebagai calon presiden, Bang Yusril Ihza Mahendra dengan kompetensi dan pengalaman panjangnya dalam politik dan pemerintahan insyaallah adalah salah seorang kader terbaik yang akan dikhidmatkan untuk bangsa dan ummat, namun raihan pemilu 2009 dan patokan 20 % sebagai persyaratan pencapresan telah menjadi halangan yang mengebiri hak setiap warga negara untuk mencalonkan dan dicalonkan.

Jika kita obyektif mengukur kapabilitas seorang kandidat secara head to head maka sebenarnya Bang YIM sangat layak dan pantas diperhitungkan dalam kompetisi, namun semua itu kandas lantaran kendaraan partai dalam hal ini Partai Bulan Bintang belum "cukup bertenaga" untuk tinggal landas.
focus
Menanggapi kenyataan ini sebagian besar kader, simpatisan dan KB Partai Bulan Bintang merespon positif gagasan Prof. Din Syamsudin agar terbentuk koalisi Islam dalam Pilpres mendatang, namun melihat kenyataan hari ini sepertinya harapan tersebut akan sulit terealisasi.

Kenyataan inilah yang melatar belakangi harapan agar Partai Bulan Bintang sebagai institusi Partai mengambil sikap Netral pada pilpres mendatang seraya tetap fokus membenahi internal partai dan bersiap menjadi oposisi dan pengawas pemerintah diluar lingkar kekuasaan, konsekuensi dari pilihan netralitas partai maka kader, simpatisan dan KB PBB dimanapun "dibebaskan" untuk memilih siapa saja sesuai dengan hati nuraninya, Partai bisa membantu menfaslitasi dengan merumuskan sejumlah kriteria pemimpin yang layak dipilih versi PBB...Wallahu A'lam

Bagaimana kita seharusnya menyikapi hal ini ?!?!
(Lasykar Hijau)

20 April 2009

Kabupaten Bandung Berusia 368 Tahun


SOREANG, (PRLM).- Kabupaten Bandung, Senin (20/4) genap berusia 368 tahun. Puncak peringatan "Dalem Kaum" diisi dengan upacara di Lapangan Upakarti dan sidang paripurna khusus DPRD Kab. Bandung. Semua peserta memakai baju tradisional Sunda.

Bupati Bandung, H. Obar Sobarna, akan memimpin upacara puncak Hari Jadi Kab. Bandung yang disatukan dengan peringatan Hari Kartini. "Puncak Hari Jadi Kab. Bandung dan peringatan Hari Kartini pada 21 April berdekatan, sehingga upacaranya disatukan," kata Kasi Pemberitaan Humas Pemkab Bandung, Drs. Asep Sahdiana, Minggu (19/4).

Selepas upacara, akan dilakukan penghancuran 13.000 botol minuman keras. "Jumlah miras yang berhasil disita tidak bisa lagi tertampung di gudang Satuan Polisi Pamong Praja," kata Kepala Satpol PP Kab. Bandung, Yayan Subarna.

Peringatan Hari Jadi Kab. Bandung berlangsung sederhana meski tidak melupakan aspek kemeriahan. Sejumlah kegiatan digelar seperti gerak jalan wisata dan lomba dayung tradisional, pertandingan olah raga antarkaryawan, serta sepak bola persahabatan antara pejabat Pemkab Bandung dan pimpinan serta anggota DPRD pada Jumat (18/4) lalu.

Di bidang keagamaan, dilakukan kegiatan khataman Alquran yang diikuti ribuan PNS. Kegiatan di bidang lainnya, antara lain operasi katarak gratis, donor darah, pengobatan gratis di setiap Puskesmas, dan pembuatan akta kelahiran gratis bagi warga kurang mampu. "Kami juga akan menggelar Pameran Pembangunan di Lapangan Gading Tutuka, Soreang, dari 30 April sampai 10 Mei," kata Edi.

Di tengah-tengah hiruk pikuk Hari Jadi Kab. Bandung, sejumlah warga mengungkapkan unek-uneknya agar Pemkab Bandung lebih memperhatikan penataan kawasan dan kecamatan. "Lihat saja pusat-pusat kota kecamatan seperti Dayeuhkolot, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Rancaekek, Margahayu, Pangalengan, Ciwidey, dan lain-lain. Kemacetan, PKL, sampah, dan parkir tumpang tindih," katanya.

Hal sama dikatakan Sekretaris PD Persatuan Islam Kab. Bandung, H. Erry Ridwan Latief. "Kabupaten Bandung dan kecamatan-kecamatannya belum memiliki aturan tata ruang yang baik sehingga siapa saja yang mau, bisa membangun. Belum lagi dengan cara pikir dan cara bertindak yang belum sama antara eksekutif dan legislatif," katanya. (A-71/das)***

16 April 2009

UP DATE Raihan suara PBB

Puteri ke 5 (lima) pa H. Eri : Barami Maulidajindi LatiefahData Raihan Suara Akhir Partai Bulan Bintang DPRD Prov dari Jabar 2 Suara Partai : 15.792 No. Urut : (1) Abd. Santosa : 13.353, (2) H. Eri Ridwan Latif : 13.587, (8) Deddy Rahman : 11.360. Total Suara : 65.730. Update 28 April 2009 pukul : 00.00 wib, Subhanallah. Untuk DPR-RI No. Urut (2) Prof.DR. M. Abdurahman, MA : 24.109, Untuk DPD-RI No (5) DR. Eggi Sudjana, SH. MSi : 98.454

12 April 2009

LINTAS GENERASI MASYUMI


H. Eri bersama KH. A. Sambas salah satu tokoh "Masyumi" di Kabupaten Bandung. "Semoga tali perjuangan Masyumi senantiasa terikat rapih diantara generasi Penerus Perjuangan Rosulullah"

4 April 2009

Kompak nieccchhhh...

Eri Ridwan Latif, Drs. H bersama KH. Deddy Rahman dalam Kampanye Terakhir Partai Bulan Bintang 1 April 2009 : "Satukan Kekuatan umat untuk wujudkan Daulatul Ummah"

Bersama Kader Bulan Bintang


H. Eri bersama Kader Pendukung Bulan Bintang di Kampanye putaran Terakhir di Terminal Gading Tutuka Soreang 1 April 2009