Pengendalian emosi ternyata harus disertai dengan kecerdasan..ya..itulah kecerdasan emosi (EQ).
Tidak mudah memang..shabar itu butuh tenaga..
Pulang ke rumah dengan kerinduan pada suami dan anak2...Mereka menyambutku dengan gembira...Aku gembira..mereka gembira..Tapi hanya sesaat..
.
Pandanganku mulai mengitari setiap sudut rumah...Hmmm..Surgaku..Pada dzahirnya memang seperti di 'JARIAN'..seperti kapal pecah...Ooops !! langsung hatiku berkata..inilah surgaku..
Tak lama berselang...rengekan khas teh Lian yang minta uang jajan mengusik..menggelitik pertahananku...Sebetulnya tak ada masalah bila keinginannya untuk jajan bukan pada waktu adzan maghrib tiba..Lagipula sebelum dia merengek dia mengeluh sakit kepala..dan minta izin untuk tidak ngaji ke mesjid.
Emosiku tumpah juga..teriakan khas seorang ibu yg kelelahan..sambil mengeluarkan kata2 agak kasar..kuomeli anakku yg memendam keinginan yg sepele..
Bapaknya sdg asyik main keyboard di studio..dia tdk tau insiden itu..aku faham..dia sedang menurunkan ketegangan sepulang ngajar sambil ngasuh d Lida.
A Byan juga faham..ibunya kelelahan..dia memandangku dengan tatapan penuh makna..dia beri sinyal bahwa hal itu tidak boleh kulakukan..Langsung aku menghela nafas panjang..dan berkata.."A ibu ingin semuanya baik2 saja..tapi ibu tidak mampu..tolong carikan jalan keluar ya.."
Dengan kewibawaannya yang khas dia langsung berinisiatif..mengintruksi t Dika supaya cuci piring..Alhamdulillah..Dika nurut.
Aku langsung wudlu, sholat dan mohon kekuatan, dan kesabaran pada Allah...Selesai shalat kupanggil t Lian..dan bicara.." Ibu sayang teh Lian" sambil kupeluk erat2.
"Teh Lian sayang ibu?" dia mengangguk , kulihat matanya berkaca2. "Kalo teteh sayang ibu..teteh harus bla..bla..bla..ibu ingin bla..bla..bla.." dan dia mengerti. Kuajak dia membereskan kamarnya yg berantakan..dia melakukannya dengan senang hati..Tanpa kuduga2..dia menulis" I love you Ibu Yulia..I love you bapa Ery" pada secarik kertas dan ditempel di lemari..alhamdulillaah..
Beres sudah...ternyata aku bisa..with or without any one..Aku berfikir lagi..kenapa tadi tidak beli oleh2 untuk anak2 ? kalo ada oleh2 tentu insiden itu tdk akan terjadi..yaa..sudahlah..aku janji pada diriku..besok aku belikan oleh2.
Satu catatan penting..menurunkan amarah yang bergejolak adalah susah..tapi ternyata bisa dilakukan..inilah kunci Emosional Quotion (kecerdasan emosi)
Qaala Rasulullah saw Laisa assyadiidu bishshur'ati, innamasysyadiidu alladzii yamliku nafsahu 'indal ghodlobi..Muttafaqun 'alaihi.
Telah berkata Rasulullah saw..Tidak disebut kuat seorang pegulat..Orang yang kuat itu tidak lain adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah..Muttafaq 'alaihi..
Wallahu a'lam bishawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar