| PRESTISE Mualimin Pesantren Persatuan Islam No. 31 Banjaran, sudah cukup menggema di wilayah Banjaran. Jadi enggak aneh deh, kalo banyak orangtua orang berminat menyekolahkan anaknya di di pesantren ini. Kesuksesan dalam membina santri, menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini pulalah yang membuat Byan Illabiqisti latief memutuskan buat terus belajar di Mualimin. Dulu, ketikamasih tsanawiah, Byan emang belajar di pesantren ini. Keunggulannya membuat Byan enggak mau melirik sekolah lain. "Memang dari awal, Mualimin ini banyak mendapat sambutan karena dinilai berhasil mencetak alumni yang berkualitas. Oleh sebab itu, aku memutuskan untuk belajar di sini," ujarnya kepada "GM", pekan lalu. Banyak hal positif yang bisa diambil selama belajar di pesantren ini. Selain didukung para pengajar yang berkualitas, situasi pesantren pun sangat nyaman sehingga bikin santri makin betah belajar. "Asatidznya bagus-bagus. Setiap pelajaran disampaikan dengan baik sehingga mudah untuk dimengerti," ungkapnya. Banyaknya pelajaran di Mualimin, enggak membuatnya stres. Justru sebaliknya, ia makin termotivasi buat belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa menguasai pelajaran. "Mata pelajarannya emang banyak. Tapi, aku bisa menyesuaikan diri dan enjoy dalam belajar. Banyaknya mata pelajaran, membuatku makin termotivasi untuk serius dalam belajar," katanya. Ia berharap bisa menembus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menjadi ilmuwan yang terkenal dan profesional. Ia optimistis dengan belajar yang tekun dan didukung dengan motivasi dari orang tua, ia bisa mewujudkan impiannya tersebut. "Ingin kuliah di ITB dan menjadi ilmuwan yang memiliki ilmu agama yang baik. Sehingga ilmu yang kudapatkan nanti bisa membawa kemaslahatan bagi masyarakat bukan menjadi kemadaratan," pungkas anak sulung dari lima bersaudara pasangan Drs. H. Ery Ridwan Latief, M.Ag. dan Yulia Widiasari Rahmah ini. (andri ridwan f/"GM")** |
10 November 2011
Jadi Ilmuwan yang Bawa Maslahat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tiga pemuda pernah belajar di bawah atap yang sama. Mereka menyerap pelajaran tentang perlawanan terhadap p...
-
Oleh : Pepen Irpan Fauzan _Borosngora Persatuan Islam_ Koran _Sipatahoenan_ pada 27 Djanoeari 1933 memberitakan pujian-apresiatif para tok...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar