17 November 2011

"SARUANA", EUWEUH NU SAHULUEUN


BANDUNG, TRIBUN - Wali Kota Bandung Dada Rosada minta Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati tetap mengganti pohon yang ditebang.

"Meski pohon milik kampus, bukan milik pemerintah, tetap harus dijaga demi keseimbangan lingkungan dan  tidak boleh semena-mena menebang pohon karena ada aturannya. Apalagi UIN intisuisi milik pemerintah," ujar Dada seusai pembukaan Seminar dan Lokakarya Dakwah Islam dan Problematika Lingkungan Hidup di Kota Bandung di Masjid As-Siraj, Patal, Cipadung, Jalan Raya AH Nasution, Rabu (16/11).

Dada mengatakan, idealnya satu pohon yang ditebang harus diganti 100 pohon baru.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung Yogi Supardjo mengatakan, kampus UIN berdasarkan Perda RTH No 7/20011, lahan itu termasuk lahan privasi, jadi kewenangan hak UIN. Pemkot hanya mengarahkan, tidak bisa intervensi.

"Kami hanya mengimbau agar menanam kembali minimal dengan jumlah yang sama. Hal ini untuk mempertahankan dan menambah tegakan pohon, khususnya di wilayah UIN," ujar Yogi, yang mengatakan, setelah mengadakan pertemuan dengan pihak UIN, disanggupi menanam kembali 400 pohon baru.

Humas UIN SGD, Sakrim Mihardjai, yang menemui Dada di acara seminar, mengatakan, yang ditebang hanya 60 pohon, bukan 240 pohon seperti yang ditudingkan. Menurut Sakrim, kampus akan membangun ruang baru dan akan menanam pohon kembali. (tsm)

1 komentar:

kautsar mengatakan...

pembantaian luar biasa...jika tidak segera ditanami lagi pohon, maka telah terjadi pelanggaran konservasi