14 November 2011

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung memang "BARBAR" Rusak Lingkungan

Sebanyak 130 pohon telah ditebang di kampus UIN SGD Bandung dan penebangan secara besar-besaran terjadi pada hari Minggu (13/11) pagi. Hingga siang ini bekas penebangan, golondongan pohon masih terlihat berserakan di samping Menwa, gedung Al-Jamiah, depan Auditorium Utama, lapangan Sepak Bola dan Basket. 
Menurut Hamzah Turmudi, senior MAHAPEKA memberikan komentar tentang penebangan pohon, "Kami atas nama Mahapeka bukan untuk menghalangi pembangunan Kampus, tapi meminta kejelasan kepada pihak Rektorat dan pemborong supaya pohon yang ditebang itu diganti dengan pohon yang sama, bahkan lebih besarnya" saat dihubungi PusInfokom ketika melihat tumpukan potongan pohon di samping gedung Al-Jamiah, Senin (14/11)
Memang penebangan pohon ini diakuinya untuk menciptakan kampus tertata rapi dan hijau "Bukan tidak jelas penataanya. Untuk itu, pergantian pohon yang sama menjadi penting untuk menghijaukan kampus dan terlihat rapi, seperti yang pernah dilakukan oleh kampus ITB, UI dalam setiap pembangunan dan berhasil dilakukan" jelasnya
Ketidakjelasan master plan pembangunan UIN SGD menjadi faktor utama penebangan pohon, seperti diungkapkan oleh Asep Seful Mimbar, dosen Ushuluddin. Ia menuturkan "Membangun fisik kampus tidak mesti dengan merusak lingkungan hidup. Ini terjadi karena UIN tidak mempunyai master plan yang bagus. Coba tanyakan bagaimana konsep Wahyu Memandu ilmu itu bisa memandu ekosistem alam?" paparnya

Tidak ada komentar: