12 Juli 2012

JABAR FIELD DAY 2012

Jawa Barat Field Day (JBFD) adalah sebuah agenda rutin yang diselenggarakan minimal satu kali selama masa periode kepengurusan ORARI Daerah Jawa Barat, JBFD merupakan salah satu keputusan Musyawarah Daerah (MUSDA).
Kita menyadari negara Indonesia merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana, sebagai Anggota ORARI disamping hoby Amatir Radio mempunyai tanggung jawab moral untuk turut mengabdikan diri dan perangkatnya untuk bangsa dan masyarakat ketika dalam kondisi darurat atau saat diperlukan.
JABAR Field Day, sebuah kegiatan yang di selenggarakan di area terbuka / lapang dan diikuti oleh seluruh perwakilan kontingen ORARI Lokal se Jawa Barat sehingga disebut juga sebagai Pesta Amatir Radio Jawa Barat. Berbagai kegiatan dikemas dalam bentuk game/permainan yang berkaitan dengan Amatir Radio.
Set Up Emergency Communication & Log-in Contest; merupakan ajang mengasah kemampuan dan pengetahuan dalam menyiapkan diri dan perangkat dalam kondisi darurat sehingga tetap dapat menyampaikan informasi dari satu tempat ke tempat lain, setiap tim/kontingen diharapkan mampu menyiapkan dan mendirikan stasiun komunikasi dalam waktu yang relatif singkat dalam kondisi terbatas tanpa catu daya listrik PLN, mulai persiapan Power Supply/Accu/Genset, Transceiver, SWR Meter, Feeder line, tower/penyangga dan Antenna dirangkai dalam sebuah tenda di area/lapangan terbuka, tim harus mampu mengoperasikan stasiunnya dan komunikasi minimal dengan Mode Phone pada High Frequency (HF) terdiri dari 5 band (80/40/20/15/10), masing-masing band memiliki karakteristik tersendiri, sehingga tim harus mampu memperkirakan propagasi yang dapat digunakan untuk komunikasi dari lokasi ke berbagai penjuru tanah air atau penjuru dunia, kemampuan inilah yang akan selalu mengasah anggota Amatir Radio untuk selalu meningkatkan pengetahuan sesuai Kode Etik Amatir Radio “Progresif”.
Amateur Radio Direct Finding (ARDF); kegiatan yang satu ini memiliki peminat terbanyak dari seluruh perlombaan, ARDF dapat dilakukan secara tim atau personal, tim atau personal dituntut kemampuan fisik dan kejelian dalam membaca/mencari signal sebuah pemancar yang disembunyikan oleh panitia, ketelitian, sensitivitas dan selektifitas sangat diperlukan dalam lomba ini. Lomba ARDF juga merupakan simulasi dalam SAR, ketika mencari sebuah benda/object yang memancarkan signal ELTs (Emergency Locator Beacons) atau EPIRBs (Emergency Positioning Indicator Radio Beacons), mekanisme pelacakan signal antara lomba ARDF dengan pelacakan signal sesungguhnya pada pesawat hanya dibedakan pada frekuensi dan areal, sehingga tim/personal harus mengetahui karakteristik frekuensi yang sedang digunakan.
Merakit komponen elektronika; cikal bakal teknologi yang ada saat ini, kemunculan microchip yang sangat kecil dan mempunyai kemampuan luar biasa adalah merupakan perkembangan yang di lakukan secara terus menerus yang berawal dari komponen elektronik terurai. Pada JBFD peserta diberikan kesempatan untuk merangkai komponen elektronika yang sudah ditentukan oleh panitia menjadi sebuah rangkaian yang dapat berfungsi, anggota yang memiliki kemampuan merangkai komponen mulai menurun semenjak maraknya teknologi microchip dan modular.
Morse; atau dikenal juga telegraphy, sebuah teknologi komunikasi paling kuno, tehnologi ini mendasari dari sistem digital yang saat ini menjadi primadona, Morse sebuah kode yang di buat dengan lambang titik dan garis (Dit dan Dah) menjadi alat komunikasi relatif lama, sampai akhirnya muncul microphone untuk mengubah suara menjadi gelombang elektromagnetik, maka Morse secara perlahan mulai ditinggalkan. Dalam dunia Amatir Radio morse masih menjadi alat komunikasi yang sangat digemari, karena mmepunyai karakteristik yang unik, mampu menembus propagasi yang kurang bagus atau noise yang sangat tinggi yang tidak mungkin dilakukan dengan phone, ORARI Daerah Jawa Barat memiliki markonis-markonis handal yang mampu mengirim dan menerima kode Morse mulai dari kecepatan rendah hingga kecepatan tinggi, ini sebuah pontensi yang sangat luar biasa, akan tetapi tidak semua Anggota mempunyai kemampuan komunikasi dengan kode Morse.
Direct Beam Antenna; lebih banyak dikenal Antenna Slalom Test, sebuah Fun Game yang banyak digemari, peserta perorangan dan tidak banyak menguras fisik dalam lombanya, peserta harus memiliki kemampuan dalam menyeleksi dan mendeteksi dengan Hand Beam Antenna diantara beberapa antena yang di letakan di depan peserta dan hanya ada satu antena yang digunakan memancar pada saat itu.
ATARI (Asah Trampil Amatir Radio); lomba satu ini mirip sekali dengan lomba-lomba beberapa puluh tahun yang lalu dibeberapa sekolah, lomba cerdas cermat yang berisikan materi tentang Amatiran Radio biasanya diikuti secara tim, kemampuan, pengalaman dan pengetahuan sangat penting dan diujikan dilomba ini, bahkan tidak menutup kemungkinan peserta diminta memperagakan secara visual didepan tim juri.
Eye Ball QSO; orang awam (non amatir radio) akan kesulitan mencari translate dari bahasa ini, jika kita urai Eye Ball (bola mata) yang berarti memandang atau menatap, QSO dalam kode Q Amatir Radio adalah komunikasi, sehingga dapat kita ambil makna dari Eye Ball QSO adalah komunikasi secara langsung artinya tidak melalui radio, sebuah Fun Game yang banyak peminatnya, lomba ini relatif mudah dilakukan oleh siapapun, hanya perlu satu modal, berani menghadap kepada siapapun dan meminta tanda tangan/paraf, tentunya tidak semua orang yang ada dimintai tanda tangan, hanya pengunjung yang hadir dan terdata di “receptionist event” yang boleh dimintai tanda tangan, anggota atau pengunjung yang dimintai tanda tangan boleh mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan Amatir Radio kepada peserta Eye Ball QSO yang minta tanda tangan, hal ini tentu akan mengasah kemampuan peserta.
Selamat berlomba, jaga sportifitas, jaga kerukunan, jaga diri, jaga kekompakan, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dari Jabar Field Day, tetapi silahturahmi jauh lebih terhormat dan penting.

Panitia JABAR FIELD DAY 2012

Tidak ada komentar: