4 Januari 2013

KAMI AKAN SELALU MERINDUKAMU MOM



Kamis tanggal 3 Januari 2013 / 22 Muharram 1434 H pukul 11.15 Wib, Allah Swt telah memanggilnya (Hj. Mariah -85 th) di Rumah Duka Jl. Raya 206 Banjaran Bandung 40377. Semoga Allah Swt menempatkan beliau di Surga-Nya. Amien
Ibu,,jika memang dengan aku menjelma angin, lantas kau dapat merasakan kesejukan itu,,akan ku lakukan itu untukmu,,aku tak tau akan seberapa berharganya hidupku bila tanpamu..Karena Yang ku tau,, kau mampu membuat cinta ini semakin besar..Kau t’lah banyak berjuang untukku,, untuk nafasku..Kalaupun aku bisa menciptakan sedikit senyuman itu,,mungkin itu tak kan pernah sebanding dengan apa yang kau lakukan untuk hidupku..Aku selalu berharap,, Tuhan tak pernah ambil senyum itu darimuPercayalah,,aku mencintaimu dengan hati,,dengan hati yang tak bisa ku sematkan pada wanita selainmudan aku menyayangimu dengan nada,,dengan nada yang tak bisa ku harmonikan pada yang lain.. Ibu,boleh kan aku merayu?aku ingin berbaring di pangkuanmu,mengadu tentang hari-hari lelahku,tentang keras dunia,yang tak seteduh kasihmu,dan ingin kupertanyakan,mengapa di luar sana,tak pernah kutemukan keikhlasan,seperti keikhlasanmu padaku.Ibu,Belailah rambutku,pijatlah lenganku,usaplah dahiku,aku ingin membasahi pangkuanmu,dengan air mataku,dengan keringat dinginku,dan ninabobokan aku,bacakan kisah-kisah tentang indahnya surga,hingga aku terlelap.Ibu,Ibuku sayang,acap kali kulihat,orang-orang hanya sempat mencium ibunya,sekali saja,saat jasad ibunya hendak dikebumikan,sungguh,aku tak ingin seperti itu,maka ijinkan aku,untuk menciummu setiap hari
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan—
Untuk berjuang dalam pertempuran.
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi
Doakanlah agar aku berhasil.
Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang.
Merebut kemenangan di mana pun adanya.
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis—
Biar kucari jalanku sendiri.
Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut.
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata—
Biar kuutarakan pikiranku.
Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku
Memahat tempatku, menjahit kainku
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku—
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku




Tidak ada komentar: