Kamis tanggal 3 Januari 2013 / 22
Muharram 1434 H pukul 11.15 Wib, Allah Swt telah memanggilnya (Hj. Mariah -85
th) di Rumah Duka Jl. Raya 206 Banjaran Bandung 40377. Semoga Allah Swt
menempatkan beliau di Surga-Nya. Amien
Ibu,,jika memang dengan aku menjelma
angin, lantas kau dapat merasakan kesejukan itu,,akan ku lakukan itu
untukmu,,aku tak tau akan seberapa berharganya hidupku bila tanpamu..Karena
Yang ku tau,, kau mampu membuat cinta ini semakin besar..Kau t’lah banyak
berjuang untukku,, untuk nafasku..Kalaupun aku bisa menciptakan sedikit
senyuman itu,,mungkin itu tak kan pernah sebanding dengan apa yang kau lakukan
untuk hidupku..Aku selalu berharap,, Tuhan tak pernah ambil senyum itu
darimuPercayalah,,aku mencintaimu dengan hati,,dengan hati yang tak bisa ku
sematkan pada wanita selainmudan aku menyayangimu dengan nada,,dengan nada yang
tak bisa ku harmonikan pada yang lain.. Ibu,boleh kan aku merayu?aku ingin
berbaring di pangkuanmu,mengadu tentang hari-hari lelahku,tentang keras
dunia,yang tak seteduh kasihmu,dan ingin kupertanyakan,mengapa di luar sana,tak
pernah kutemukan keikhlasan,seperti keikhlasanmu padaku.Ibu,Belailah
rambutku,pijatlah lenganku,usaplah dahiku,aku ingin membasahi pangkuanmu,dengan
air mataku,dengan keringat dinginku,dan ninabobokan aku,bacakan kisah-kisah
tentang indahnya surga,hingga aku terlelap.Ibu,Ibuku sayang,acap kali
kulihat,orang-orang hanya sempat mencium ibunya,sekali saja,saat jasad ibunya
hendak dikebumikan,sungguh,aku tak ingin seperti itu,maka ijinkan aku,untuk
menciummu setiap hari
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan—
Untuk berjuang dalam pertempuran.
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi
Doakanlah agar aku berhasil.
Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang.
Merebut kemenangan di mana pun adanya.
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis—
Biar kucari jalanku sendiri.
Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut.
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata—
Biar kuutarakan pikiranku.
Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku
Memahat tempatku, menjahit kainku
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku—
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan—
Untuk berjuang dalam pertempuran.
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi
Doakanlah agar aku berhasil.
Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang.
Merebut kemenangan di mana pun adanya.
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis—
Biar kucari jalanku sendiri.
Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut.
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata—
Biar kuutarakan pikiranku.
Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku
Memahat tempatku, menjahit kainku
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku—
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar