7 Januari 2014

YUSRIL IHZA MAHENDRA BUKAN CAPRES ALTERNATIF.


 

Banyak yang mengatakan bahwa Yusril Ihza Mahendra adalah capres ALTERNATIF, namun dalam pandangan saya bahwa Yusril Ihza Mahendra adalah capres ASPIRATIF.
-
Kenapa demikian? karena di tengah ketidak pastian berbagai tatanan hukum dan ketidak adilan tentu banyak rakyat Indonesia yang menginginkan capres yang kompeten untuk memberikan solusi nya.
-
Dalam pandangan saya Hukum dan Keadilan lah hal yang paling prinsip dalam berkehidupan bernegara dan berbangsa untuk mencapai negara yang adil, kemudian makmur baru sejahtera.
-
Saatnya kini Indonesia dipimpin yang bisa memberikan kepastian hukum dan keadilan untuk semua, serta yang teruji kemampuannya bukan karena pencitraannya.
-
Bahasa Yusril sebagai capres Alternatif dalam pandangan saya merendahkan kemampuan Yusril yang sudah teruji dan harus di akui bukan di manipulasi.
-
Dan bahasa alternatif adalah seolah-olah pilihan ketika sudah tidak ada lagi capres yang potensial. Padahal dalam pandangan saya Yusril lah Capres potensial karena sudah teruji kemampuan dan pemahamannya dalam ketata negaraan. Bukan potensial yang lahir dari sebuah jajak pendapat dan pencitraan.
-
Masih dalam pandangan saya, Capres potensial haruslah lahir dari kemampuan dan pemahaman tentang ketata negaraan, bukan kah Yusril mbah nya Hukum Tata Negara?
-
Kemudian Capres potensial pun bukan lah yang populer, karena popularitas itu bisa dibentuk oleh pemberitaan dan tayangan-tayangan media, kenapa popularitas malah bukan dibentuk karena pemahaman-pemahaman dan kemampuan-kemampuanya, dan yang terpenting popularitas tidak lah selalu menjamin kompetensi.
-
Maka :
Disinilah tugas saya, anda dan kita semua sebagai kader, simpatisan dan pencinta Partai Bulan Bintang untuk memberikan dan menyebarkan kebenaran ini bukan menyebarkan image yang lahir dari pencitraan.
-
Bravo Untuk Kita Semua ... dan Jayalah Partai Bulan Bintang.

Tidak ada komentar: