30 Agustus 2021

"PANCASILA PERMADANI BANGSA"

 


oleh : Eri Ridwan Latief


Tangisan ku tak pernah berwujud
di mata ini,
Tangisan ku seperti darah
Yang mengalir dalam denyut nadi

Sampai tubuh ini terasa bergejolak
Karena menahan setiap isakan
yang keluar dalam diri,
Menahan setiap air mata menetes.

Kalimat inilah yang keluar dari salah satu elemen masyarakat bangsa yang melihat betapa telah "melenceng" jauh cara pandang "bangsa" dalam memaknai kedalaman makna PANCASILA.

Sebagai dasar negara PANCASILA dimaknai berbeda-beda tergantung dari kacamata atau sudut pandang masing-masing warga negara "seolah" mereka leluasa menafsirkan sekehendaknya.

Satu kubu bersikeras menafsirkan PANCASILA sebagai puncak dialektika bangsa menuju kebhinekaan berbasis gotong royong dengan budaya Indonesia sebagai warna ideologinya dengan tidak memasukan makna agama sedikitpun, kubu yang lain memaknai bahwa substansi PANCASILA merupakan kesimpulan para founding father bangsa yang bersumber pada ajaran agama-agama yang ada, sehingga menjadi prasyarat utama penopang haluan keadaban bangsa yang berlandaskan KETUHANAN YANG MAHA ESA, artinya INDONESIA adalah sebuah negara yang menjadi tempat hidup rakyatnya yang BERTUHAN (beragama).

Perbedaan yang diameteral ini harus segera diakhiri, maka harus ada satu langkah dari warga negara yang berani mengambil ARAH BARU INDONESIA dengan melakukan terobosan berfikir menyatukan pandangan bahwa PANCASILA merupakan PERMADANI BANGSA yang menjadi pijakan dasar bangsa dalam membangun keadaban dalam keberadaban.
PANCASILA harus menjadi dasar paradigma berfikir rakyat yang multi fungsi;
PANCASILA sebagai Karakter Bangsa yang BERTUHAN,
PANCASILA sebagai perekat keberagaman, suku, adat, dan agama,
PANCASILA sebagai Dasar Negara Bangsa yang diambil dari intisari Agama - agama yang ada, harus mampu berdiri tegak dalam meninggikan harga diri bangsa, sehingga mampu menjadi Kekuatan ke 5 Dunia.

PANCASILA tidak dijadikan senjata untuk menghacurkan kekuatan politik manapun oleh kekuatan manapun.
Pertanyaannya ; kita mau memosisikan diri dimana? Menjadikan PANCASILA sebagai ruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?, atau PANCASILA hanya dijadikan alat politik dan dimaknai sekehendak syahwat politiknya?
Jawabannya ada pada diri masing-masing pengisi bangsa ini.

Khatimah

PANCASILA adalah sinar gemintang yang tak'kan pernah padam dalam memberikan semangat berjuang.....

PANCASILA adalah PERMADANI BANGSA yang harus senantiasa diperjuangkan, dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang makmur, beradab dan sejahtera.

Teruslah berjuang, GELORA-kan, dan teguhkan nilai dasar bangsa  menuju masa depan INDONESIA yang GEMILANG

Tidak ada komentar: