Oleh : Dadan Wildan
Jangan terlalu berharap dan menggantungkan harapan kepada manusia. Manusia itu pikiran, ucapan, dan tindakan seringkali berubah. Apalagi dalam dinamika politik.
Ingat, belum kering bibir menyanjung dan memuji PS. Sekarang AB.... atau entah siapa lagi.
Ingat, dinamika politik tidak bisa didominasi oleh satu kelompok. Ada banyak elemen yg ada di negeri ini. Pengalaman kita setiap ganti presiden, hampir tak ada yg bisa memuaskan semua pihak.
Sejarah mencatat, Soekarno tampil sebagai presiden dengan penuh sanjungan dan rakyat menggantungkan harapan. 20 tahun kemudian, dijatuhkan. Kurang hebat apa Soekarno.
Lalu orang berharap pada Soeharto. 32 tahun kemudian, Soeharto juga jatuh.
Lalu berharap pada pak habibie. Yg dianggap representasi islam intelektual dengan ICMI nya. Habibiepun jatuh.
Tampil Gusdur, representasi kiai. Juga tidak lama, diturunkan.
Penggantinya, Megawati, tidak lama dan tidak terpilih. Lanjut SBY bisa bertahan 10 tahun. Pak Jokowi juga bisa sampai dua periode.
Meskipun selalu saja ada yg tidak sabar, ingin menjatuhkan. Seakan akan, di negeri ini, jatuh menjatuhkan itu menjadi heroik.
Jadi, berhentilah terlalu berharap pada manusia. Kita ikuti dinamika politik. Presiden, menteri, pejabat sudah ada catatannya di lauh mahfudz. Kita hanya berikhtiar. Sudah ada calon pengganti presiden di 2024. Siapa dia?; Jalani saja kehidupan ini dengan penuh makna dan beribadah. Hidup di dunia tidak lama. Apalagi dinamika politik cepat berubah...
وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar