24 Juli 2023

Yulia sang Pembisik Surgawi



Perempuan yang tidak tahu bahwa dirinya ini mempunyai kekuatan bernama Yulia Widiasari Rahmah, lahir di Tasikmalaya, tanggal 9 Juli 1975. Saat berkecamuk letusan gunung Galunggung, ia bersama orang tua serta adik adiknya pindah ke  Banjaran, ketika itu masih kelas 2 SD. Menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di Banjaran, kemudian pendidikan terakhir di SMAN 4 Bandung. Dari SD hingga SMA ia sudah tertarik berkegiatan dalam organisasi sekolah. 

Gadis yang baru lulus SMA ini kemudian menemukan jodohnya , dan dipersunting oleh belahan jiwanya Eri Ridwan Latief pada tahun 1994, dikaruniai 5 para pejuang Allah Byan Illabiqisti Latief, Binar Miladifiqhan Latief, Biyadika Raksanagari Latiefah, Brilian Rahmaningputri Latiefah, Barami Maulidajindi Latiefah.

Mantu Hanifah Hilmiati dan calon mantu Febrianti Nurhafidah

Dalam menjalankan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga , ia berkesempatan menjadi mujahidah di pemudi persis sejak tahun 2000. Menjadi ketua jamaah Pemudi Persis Ciapus Banjaran, tasykil PC Pemudi Persis Banjaran bidgar Seni Budaya selama 2 periode. Tahun 2014 mutasi ke Persistri dan aktif di PJ Persistri Ciapus Banjaran sabagai Sekretaris. Belum selesai menjabat sebagai sekretaris PJ persistri pada periodenya, ia diamanati sebagai bidgar bimhajum PC Persistri Banjaran selama 2 periode sampai sekarang. Dan diamanati mengajar tahsin di PJ Persistri Ciapus 1 dan PJ Persistri Ciapus Girang.

Merasa diri kurang ilmu , maka selama di pemudi maupun di Persistri ia rajin mengikuti pengajian ataupun seminar seminar di jamiyyah. Tahun 2001 mengikuti tamhiedul mubalighat PD Persistri kab. Bandung di Ciapus Banjaran sampai selesai.  Dan mengikuti Pembinaan Anggota di PD Persistri kabupaten Bandung, dengan harapan ilmu yang ia dapat menjadi bekal untuk lebih faham tentang agama, dan berkehidupan di Jam'iyyah persistri yang baik sebagai mana mestinya. 

Alhamdulillaah selama di PA angkatan 11, banyak ilmu bermanfaat yang didapatkan, ia  jadi bisa lebih memaknai hidup dibanding sebelumnya. Termasuk dalam menyikapi ujian ujian hidup yang Allah anugerahkan kepadanya. Ia merasa bahwa Allah Ar Rahman, Ar Rahim, selalu memberi kemudahan di dalam setiap kesempitan. 

Terimakasih , jazaakumullah Khoiron katsieron kepada asatidzah PA , penyelenggaraatas ilmu yang diajarkan, semoga menjadi bekal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Tak lupa apresiasi ia sampaikan kepada ibu KM, sekretaris , dan bendahara PA angkatan 11 yang telah  berjuang demi kelancaran terselenggaranya pendidikan ini. Semoga usaha kita dalam menjalankan syari'at Islam sesuai dengan perintah Allah dan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah Saw.

Tidak ada komentar: