Tangisan ku tak pernah
berwujud di mata ini,
Tangisan ku seperti darah yang mengalir dalam denyut nadi
Sampai tubuh ini terasa
bergejolak karena menahan setiap isakan
yang keluar dalam diri, menahan
setiap air mata menetes.
Kalimat inilah yang
keluar dari salah satu elemen masyarakat bangsa yang melihat betapa telah
"melenceng" jauh cara pandang "bangsa" dalam memaknai
kedalaman makna PANCASILA.
Sebagai dasar negara
PANCASILA dimaknai berbeda-beda tergantung dari kacamata atau sudut pandang
masing-masing warga negara "seolah" mereka leluasa menafsirkan
sekehendaknya.
Satu kubu bersikeras
menafsirkan PANCASILA sebagai puncak dialektika bangsa menuju kebhinekaan
berbasis gotong royong dengan budaya Indonesia sebagai warna ideologinya dengan
tidak memasukan makna agama sedikitpun, kubu yang lain memaknai bahwa substansi
PANCASILA merupakan kesimpulan para founding father bangsa yang bersumber pada
ajaran agama-agama yang ada, sehingga menjadi prasyarat utama penopang haluan
keadaban bangsa yang berlandaskan KETUHANAN YANG MAHA ESA, artinya INDONESIA
adalah sebuah negara yang menjadi tempat hidup rakyatnya yang BERTUHAN
(beragama).
Perbedaan yang diameteral
ini harus segera diakhiri, maka harus ada satu langkah dari warga negara yang
berani mengambil ARAH BARU INDONESIA dengan melakukan terobosan berfikir
menyatukan pandangan bahwa PANCASILA merupakan PERMADANI BANGSA yang menjadi pijakan
dasar bangsa dalam membangun keadaban dalam keberadaban.
PANCASILA harus menjadi
dasar paradigma berfikir rakyat yang multi fungsi;
PANCASILA sebagai
Karakter Bangsa yang BERTUHAN,
PANCASILA sebagai perekat
keberagaman, suku, adat, dan agama,
PANCASILA sebagai Dasar
Negara Bangsa yang diambil dari intisari Agama - agama yang ada, harus mampu
berdiri tegak dalam meninggikan harga diri bangsa, sehingga mampu menjadi
Kekuatan ke 5 Dunia.
PANCASILA tidak dijadikan
senjata untuk menghacurkan kekuatan politik manapun oleh kekuatan manapun.
Pertanyaannya ; kita mau
memosisikan diri dimana? Menjadikan PANCASILA sebagai ruh dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara?, atau PANCASILA hanya dijadikan alat politik dan
dimaknai sekehendak syahwat politiknya?
Jawabannya ada pada diri
masing-masing pengisi bangsa ini.
Khatimah
PANCASILA adalah sinar
gemintang yang tak'kan pernah padam dalam memberikan semangat berjuang.....
PANCASILA adalah
PERMADANI BANGSA yang harus senantiasa diperjuangkan, dalam mewujudkan tatanan
masyarakat yang makmur, beradab dan sejahtera.
Teruslah berjuang,
GELORA-kan, dan teguhkan nilai dasar bangsa menuju masa depan INDONESIA
yang GEMILANG

Tidak ada komentar:
Posting Komentar