Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Partai Gelora sebagai pendatang baru di kancah Pemilu 2024 berhasil bercokol di lima besar perolehan suara Simulasi Pemilu 2024 Radar Bandung untuk raihan suara terbanyak surat suara DPRD Jabar dapil Jabar II.
Partai Gelombang Rakyat Indonesia mampu bersaing sengit dengan partai-partai raksasa para penguasa pemilu sebelumnya seperti Partai Gerakan Indonesia Raya, PDI Perjuangan, Partai Golkar dan PKS.
Berikut lima besar raihan suara terbanyak Simulasi Pemilu 2024 Radar Bandung untuk surat suara DPRD Jabar Dapil Jabar II yang meliputi Kabupaten Bandung dan KBB yang salah satunya dihuni Partai Gelombang Rakyat Indonesia.
Posisi pertama dihuni parpol besutan Prabowo Subianto, Partai Gerakan Indonesia Raya dengan sang caleg H. Taufik Hidayat: 5,73 persen dan disusul caleg Endah Suwarni dengan raihan 2,06 persen.
Posisi kedua dihuni Partai Demokrat dengan caleg Toni Setiawan 3,96 persen diikuti caleg Saeful Bachri dengan raihan 1,32 persen.
Posisi ketiga ada Partai Keadilan Sejahtera dengan sang caleg H. Jajang Rohana dengan raihan suara 3,23 persen diikuti Tedi Surahman dengan raihan suara 1,91 persen.
Sementara itu, posisi keempat ada Partai Gelombang Rakyat Indonesia dengan sang caleg H. Abdurrachim Santosa dengan suara 3,23 persen dan diikuti oleh caleg Rudi Darmawan dengan raihan suara 1,32 persen.
Sementara PDI Perjuangan harus rela berada di posisi kelima dengan sang caleg S. Apriyanto Wijaya dengan raihan suara 2,20 persen diikuti caleg Neng Yuyun dengan 1,47 persen.
Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani), Arlan Siddha mengatakan, mampunya partai Gelora masuk pada lima besar simulasi tersebut merupakan fenomena yang menarik.
"Partai baru sebenarnya tapi orang lama. Sehingga menarik fenomena ini karena partai Gelora ini sebenarnya partai pecahan dari PKS yah," katanya saat dihubungi, Jumat (29/12/2023).
Ia menambahkan, munculnya Partai Gelora di lima besar merupakan bukan sesuatu hal yang besar.
Namun demikian, hal tersebut menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi partai yang lain.
"Karena sekali lagi partai Gelora ini adalah partai dimana kemudian loyalis-loyalis dari partai PKS dan mereka mempunyai basis yang hampir sama dengan PKS dan ditambah lagi partai Gelora ini sedikit lebih menyentuh kepada anak-anak muda," katanya.
"Jadi artinya basisnya masih sama seperti PKS tapi cara perjuangannya agak berbeda dalam mencari marketnya. Sehingga banyak konstituen yang dulunya memang loyalis gitu ya. Akhirnya pindah ke Gelora kemudian cukup besar," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, cara dan strategi Partai Gelora dalam mendapatkan konstituen hampir sama dengan PKS. Namun ada cara lain yang berbeda dilakukan oleh Partai Gelora.
"Itu sih tentunya hampir sama tapi ada cara-cara yang kemudian mereka tawarkan kepada konstituen tapi tidak seperti PKS . Cara mereka mengajak, cara mereka memaparkan platform partai. PKS jelas dia lakukan secara door to door yang sering dilakukan," paparnya.
"Gelora ini kan saya tidak mengatakan lebih modern tapi Gelora ini lebih dekat dengan cara dia berkomunikasinya. Menurut saya partai gelora ini nantinya akan menjadi tantangan tersendiri buat partai-partai yang lain," imbuhnya.
Ia menegaskan, dirinya melihat bahwa partai Gelora ini memang sangat menjanjikan dalam konteks platform baik kedewasaan berpolitik, kedewasaan berpikir dan Partai Gelora ini agak berbeda dari partai pecahannya.
"Gelora memiliki komitmen yang jelas. Progress Gelora sebagai partai baru walaupun orang lama tapi mereka cukup berani untuk tampil dan percaya diri di hadapan partai-partai yang sudah mapan," tandasnya. (kro)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar