Aku salah langkah...ampun Gusti..
Ampuni aku ya Rabb..
Bila ini ujian dari-Mu..kami ingin lulus sempurna..
Aku sayang..aku cinta dia..
Aku sadar aku bodoh...langkah2ku norak..
Dan aku biarkan aku larut dlm komunikasi yg diharamkan..
Ya Allah..aku benar2 salah langkah..
Astaghfirullaahaladziim..
Kuserahkan semua urusan ini pada Mu..
Ya Allah...aku terlalu mencintainya.
Aku sungguh bahagia hidup bersamanya.
Tak ada hal yang kurang...
Semua sudah kudapatkan.
Cinta dan kasih sayang...serta perhatian yang berlebih .
Kami saling membutuhkan.
Kami satu jiwa...satu raga...tak mungkin terpisahkan.
Ya Allah bila ini adalah ujian kenikmatan dari Mu...
Beri kami kemampuan untuk selalu bersyukur.
Ya Allah...bila ada ujian lain dalam kehidupan kami...
kami terima, dan berharap lulus sempurna.
Bila aku berbuat khilaf atas kebodohanku..
aku mohon ampun Ya Rabb..Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Jauhkan aku dari jalan yang bisa membawaku ke jurang kemaksiatan.
Kami terlalu yakin adanya Yaumul hisab.
Aku malu pada diriku ketika menghadap-Mu nanti.
Nafasku mungkin hanya bisa dihitung dengan jari...
hari pertemuan dengan Mu mungkin semakin dekat.
Ya Allah...Rabbussamaawaati walardl...
Tetap bimbing kami menapaki jalan menuju Ridlo Mu.
24 Maret 2011
23 Maret 2011
Bocoran WikiLeaks dan Teori Konspirasi
BEBERAPA pekan terakhir, bahkan mungkin beberapa pekan kedepan, wacana pemberitaan yang dirilis oleh dua media Australia pemberitaan tentang perilaku rezim SBY yang memata-matai rival politiknya dan 'Abused Power'-nya akan terus mendapat perhatian berbagai pihak. Coba kita renungkan beberapa peristiwa berikut.
Bocoran kawat diplomatik Kedubes Amerika Serikat di Indonesia tentang perilaku rezim permintahan SBY yang berhasil diperoleh WikiLeaks dimuat oleh dua surat kabar di Australia telah membuat Istana, Presiden dan para pendukungnya panik; Gempa berkekuatan 9 skala Richter yang menyebabkan terjadinya Tsunami mendapat perhatian serius para ahli nuklir di Indonesia karena meledaknya beberapa reaktor nuklir. Bahkan, begitu pentingnya, sebuah stasiun televisi swasta memandang perlu menghadirkan Staf Khusus Presiden bidang penanggulangan bencana, Andi Arif; Sebuah paket berisi buku yang dikirim oleh seseorang yang beralamat di Ciomas kepada aktifis Jaringan Islam Liberal ternyata juga berisi bom dan meledak yang mencederai beberapa orang termasuk aparat kepolisian; Selang beberapa jam setelah paket bom di Utan Kayu, paket sejenis dikirimkan ke kantor BNN, meski tak sempat meledak dan menelan korban.
Rentetan peristiwa di atas tampaknya wajar. Namun, melihat dekatnya jarak terjadinya dan respons atas peristiwa itu oleh Negara dan aparaturnya, patut menimbulkan tanda tanya. Tulisan ini berupaya memang dari sudut yang berbeda.
Teori Konspirasi
Salah satu teori yang sejak kelahirannya hingga hari ini belum selesai adalah Teori Konspirasi atau sering pula disebut sebagai Teori Persekong kolan. Pada dasarnya, Teori Konspirasi meyakini bahwa suatu peristiwa ganjil pasti dilatarbelakangi oleh persengkongkolan kuat di belakangnya.
Menurut Wikipedia, Teori Konspirasi (conspiracy theory), adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh.
Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Dari kacamata Teori Konspirasi ini pula kita akan mencoba menelaah beberapa peristiwa di atas yang terjadi seolah-oleh bersinambung.
Berita Utama halaman depan The Age dan Sydney Morning Herald, yang menurunkan berita yang bersumber dari WikiLeaks berupa bocoran kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia bertitel Yudhoyono Abused Power, memang me nggemparkan publik dalam negeri. Sumber itu antara lain mengatakan bahwa Presiden SBY menggunakan intelijen Indonesia untuk memata-matai para pesaing politiknya, setidaknya satu kali, yakni seorang menteri sangat senior (most senior cabinet) di dalam pemerintahannya.
Istana berekasi. Didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi membantah semua informasi yang dibocorkan Wikileaks terkait Presiden Yudhoyono dan menjadi berita utama di dua harian Australia "The Age" dan "The Sydney Morning Herald".
Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, berkomentar dengan mengatakan bahwa secara pribadi, SBY shock disebut telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Presiden mengurut dada, sementara Ibu negara menangis karena sangat terpukul.
Ketua Umum Partai Demokrat -Partai di mana SBY sebagai Ketua Dewan Pembinanya, Anas Urbaningrum, merasa perlu berkomentar keras.
Meski komentar yang disampaikan Anas, bila telisik dari sisi hubungan antar dua negara dan substansi persoalan jauh dari kesepadanan dalam tata pergaulan diplomatik. Yang pasti, Partai Demokrat panik.
Kepanikan juga terjadi pada Kementerian Luar Negeri. Marty Natalegawa, merasa perlu mengundang Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia dan menggelar konferensi pers. Meski lagi-lagi, tata-pergaulan diplomatik -yang semestinya dijunjung tinggi oleh sekretariatnya Marty, tampak dilanggar.
Meski tampak berada di sebelah Marty, Duta Besar Amerika Serikat -yang tentunya tahu posisinya, enggan berkomentar. Meski akhirnya beliau berkomentar ketika wartawan mencegatnya sambil berjalan. Lagi, Departemen Luar negeri juga panik.
Wajar saja Istana dan pejabat serta orang-orang SBY panik. Hal ini setidaknya karena batalnya rencana telepon Obama kepada SBY. Direncanakan bahwa Obama seharusnya menelepon SBY pada hari Jumat untuk membicarakan dan membahas KTT Asia Timur yang akan datang, yang akan diselenggarakan di Indonesia. Tetapi, 'ketika kasus WikiLeaks tersebut mencuat, pembicaraan itu pun tidak terjadi'. Meski hal ini mendapat konfirmasi dari Juru Bicara Presiden Teuku Faizasyah yang memastikan tidak adanya telepon itu, tetapi Teuku mengecilkan maknanya dengan mengatakan "penjadwalan untuk telepon-telepon semacam itu selalu cair".
Sekali lagi rentetan peristiwa di atas, akan sangat menarik bila ditinjau dari sisi Teori Konspirasi. Setelah kewalahan dengan gencarnya pemberitaan tentang perilaku rezim SBY terhadap lawan-lawan politik dan hal lainnya, tampaknya "perlu pengalihan isu pemberitaan WikiLeaks". Memang, dari sisi teori komunikasi propaganda, pemberitaan dan dampak dari suatu informasi hanya mungkin tertutupi atau dialihkan oleh munculnya pemberitaan dan informasi yang lebih besar dampak dan kualitasnya.
Melemahnya dukungan AS?
Kembali ke persoalan WikiLeaks, sesungguhnya hal itu tidak berhubungan dengan content atau isi berita yang disampaikannya, karena mereka hanya menyadap kawat rahasia yang disampaikan oleh Kedubes Amerika Serikat di Jakarta dan kemudian mereka bocorkan. Baik Menlu AS Hillary Clinton maupun Dubes AS di Jakarta tidaklah membantah maupun membenarkan isi kawat yang disadap dan kemudian disebarkan itu.
Mereka hanya mengecam penyadapan itu. Isi kawat rahasia yang disebarkan itu, menurut mereka belumlah merupakan kebijakan Pemerintah AS. Tentu saja setiap laporan dari kedubes negara manapun di dunia ini, semuanya akan menjadi bahan untuk diverifikasi dan didalami lebih lanjut.
Namun apa sikap Pemerintah Pusat mereka tentang laporan itu, sangat tergantung, apakah akan didiamkan saja sebagai informasi atau akan dijadikan bahan untuk mewaspadai, atau akan ada reaksi, semuanya tergantung pada Pemerintahnya sendiri. (Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor Departemen Sosiologi FISIP UI)
28 Februari 2011
Sekelumit Piagam Jakarta
Bila disebutkan rangkaian kata Piagam Jakarta, tidak sedikit diantara yang mendengarnya langsung memunyai penilaian negatif terhadap makan yang dikandungnya. Meski, pendengar itu belum tentu pernah membaca sejarah lahirnya kedua kata itu. Bahkan bagi sebagai kalangan, 2 kata itu begitu menakutkan. Tidak jarang ia dihubung-hubungkan dengan istilah negara agama, bahkan negara Islam. Dan pada gilirannya, diberi pemaknaan yang jauh dari nilai-nilai sejarah dan kebenarannya. Tulisan ini berupaya mengungkap sekelumit tentang kesimpang-siuran Piagam Jakarta.
Piagam Jakarta adalah naskah Mukaddimah (Preambule/Pembukaan) UUD 1945 yang telah disepakati dan disahkan oleh Panitia 9, yang merupakan panitia ad hoc yang dientuk oleh Panitia Persiapan Kererdekaan Indonesia (PPKI), pada tanggal 22 Juni 1945. Kontroversi tentang Piagam Jakarta muncul berawal dari kisah yang diceritakan oleh Moehammad Hatta tentang pertemuannya dengan 4 tokoh, yaitu: Ki Bagoes Hadikoesoemo, K.H.A. Wachid Hasjim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Teuku Mohammad Hasan, sebagai tindak lanjut atas telepon dari Tuan Nisjidjima, pembantu Admiral Mayeda yang mengutus opsir utusan dan memberitahukan dengan sungguh-sungguh, bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik dalam daerah yang dikuasai oleh angkatan laut Jepang, berkeberatan sangat terhadap bagian kalimat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar, yang berbunyi: “Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syari‘at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”
Pertemuan yang menghasilkan rumusan pencoretan tujuh kata itu begitu fenomenal. Hatta menceritakan: “Karena begitu serius rupanya, esok paginya tanggal 18 Agustus 1945, sebelum sidang Panitia Persiapan bermula, Saya ajak Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasjim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Mr. Teuku Hassan dari Sumatera mengadakan suatu rapat pendahuluan untuk membicarakan masalah itu. Supaya kita jangan pecah sebagai bangsa, kami mufakat untuk menghilangkan bagian kalimat yang menusuk hati kaum Kristen itu dan menggantinya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apabila suatu masalah yang serius dan bisa membahayakan keutuhan negara dapat diatasi dalam sidang kecil yang lamanya kurang dari 15 menit, itu adalah suatu pertanda bahwa pemimpin-pemimpin tersebut di waktu itu benar-benar mementingkan nasib dan persatuan negara. Pada waktu itu kami dapat menginsyafi bahwa semangat Piagam Jakarta tidak lenyap dengan menghilangkan perkataan “Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syari‘at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan menggantinya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. (Hatta, 1970)
Penghilangan tujuh kata ini telah menimbulkan beragam pandangan. Bagi sebagian tokoh Islam dari NU, Saifuddin Zuhri misalnya, penghapusan tujuh kata merupakan lebih demi memelihara persatuan dan demi ketahanan perjuangan dalam revolusi Bangsa Indonesia yang hanya mengharapkan prospek-prospek di masa depan dan akan menjadi hikmah.
Zuhri menulis, “sebenarnya nilai 7 kata-kata itu bersifat konstitusional dan tidak seolah-olah menganak-emaskan ummat Islam. Ummat Islam adalah golongan mayoritas. Mereka telah dijamin hak-haknya dalam melaksanakan 7 kata-kata dalam tersebut di atas itu oleh pasal 29 UUD 1945 ayat 1 dan 2. Tanpa 7 kata-kata dalam Piagam Jakarta itu hak-hak Ummat Islam melaksanakan kewajiban syari‘at Islam mereka tetap dijamin (pasal 29 ayat 2). Dihapuskannya 7 kata-kata dalam Piagam Jakarta itu boleh dibilang tidak “diributkan” oleh Ummat Islam, demi memelihara persatuan dan demi ketahanan perjuangan dalam revolusi Bangsa Indonesia, althans untuk menjaga kekompakan seluruh potensi nasional mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berusia 1 hari. Apakah ini bukan suatu toleransi terbesar dari Ummat Islam Indonesia? Jika pada tanggal 18 Agustus yaitu tatkala UUD 1945 disahkan Ummat Islam “ngotot” mempertahankan 7 kata-kata dalam Piagam Jakarta, barangkali sejarah akan menjadi lain. Tetapi segala telah terjadi. Ummat Islam hanya mengharapkan prospek-prospek di masa depan semoga segala akan menjadi hikmah. (Zuhri, 1982)
Sementara bagi Anwar Harjono, tokoh Islam dari Partai Masyumi, melihat dari sisi yuridis-konstitusional, menyebutkan bahwa sebenarnya umat Islam dapat menjadikan Pasal 29 UUD 1945 sebagai sumber hukum formal untuk menyalurkan aspirasi-aspirasi politik dan kemasyarakatannya yang bersumberkan kepada ajaran agama Islam dan perundang-undangan negara. Dan apa yang dirumuskan dalam Piagam Jakarta, sungguh-sungguh sangat mendalam, berurat-berakar, mendarah-daging, dan bahkan menjiwai setiap pejuang muslim. Oleh karena itu, memperjuangkan agar setiap muslim melaksanakan syari‘at Islam, merupakan panggilan hidup. (Harjono, 1997).
Sejarawan Belanda, B.J. Boland mengajukan beberapa pertanyaan mendasar sebagai konsekuensi tujuh kata dari Piagam Jakarta. Ia menyebutkan beberapa di antara persoalan yang muncul kemudian dan menjadi penting dalam perdebatan tentang kedudukan Islam dalam Indonesia baru. Katanya, “kalimat yang paling penting dalam Piagam Jakarta, sudah tentu adalah ketentuan bahwa negara didasarkan kepada ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari‘at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Di Indonesia masa kini kalimat ini disebut sebagai “tujuh kata”. Apakah rumusan itu kurang lebih berarti suatu negara Islam? Apakah kalimat itu mempunyai akibat hukum, sehingga pemerintah harus bekerja keras untuk dan mengawasi pelaksanaan hukum Islam? Haruskah pemerintah mengundangkan hukum yang terpisah untuk kaum Muslimin (misalnya yang berhubungan dengan perkawinan). Atau bahkan harus mengawasi terlaksananya ibadat keagamaan dalam artinya yang sempit? Ataukah rumusan itu hanya mempunyai arti sebagai suatu dorongan kesalehan bagi kaum Muslimin? Tetapi jika demikian, mengapa kalimat itu muncul dalam rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945? Atau dengan perkataan lain, apakah hubungannya dengan negara? Ataukah kalimat itu hanyalah merupakan kerangka kosong sebagai hiburan bagi kaum ortodoks tradisional? Ringkasnya, apakah rumusan itu suatu titik tolak usaha rnenuju ke arah suatu Negara Islam, ataukah ia merupakan sisa-sisa terakhir dari perjuangan mendirikan suatu Negara Islam yang telah gagal?” (Boland, 1985)
Sebagai realitas yang harus diterima, pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta masih menyisakan peluang-peluang perubahan. Tokoh-tokoh golongan Islam menerima pencoretan itu, menurut Yusril Ihza Mahendra, agaknya berdasarkan dua pertimbangan utama. Pertama, karena keadaan yang mendesak pada hari-hari pertama kemerdekaan, ketika rasa persatuan harus lebih diutamakan untuk mempertahankan proklamasi kemerdekaan dan ancaman Jepang, yang meskipun sudah kalah perang, masih memiliki persenjataan yang lengkap. Ancaman juga datang dan pihak Belanda, yang telah bersiap-siap mengambil alih lagi wilayah Indonesia yang selama tiga setengah tahun berada di bawah kekuasaan Jepang. Dan kedua, tokoh-tokoh Islam menyadari bahwa UUD yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah UUD Sementara. Soekarno sendiri, sebagai Ketua PPKI, mengingatkan semua anggota PPKI bahwa UUD yang disahkan itu adalah “Undang-Undang Dasar Kilat”, suatu revolutie grondwet. (Mahendra, 1996).
21 Februari 2011
Demokratisasi ala Mesir : Membaca Ulang Ibnu Khaldun
Permulaan tahun 2011 dapat disebut awal yang berat bagi Negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Perhatian jutaan pasang mata di se-antero jagad hari ini, tertuju pada kawasan Timur Tengah dan Afrika. Tunisia, Mesir, Yaman, Libya dan mungkin beberapa negara lainnya tengah dilanda angin perubahan. Gelombang demokratisasi tengah berlangsung di beberapa Negara belahan benua Afrika dan Timur Tengah itu. Apa yang menyatukan semangat itu, banyak spekulasi berkembang, meski sebagain besar pengamat setju bahwa isu utamanya adalah 'dilanggarnya' asas keadilan yang dirasakan oleh masyarakat kedua negara.
Bila kita mau melihat lebih jauh, sesungguhnya ada catatan sejarah yang dapat merekatkan kesamaan Negara-negara dengan basis berbahasa Arab itu, , hal itu tersimpul pada himpunan ddari beberapa kata, Abdul-Rahman-bin-Khaldun. Seorang Muslim Jenius yang lahir di Tunisia (1332 M) dan meninggal serta dikuburkan di Kairo (1406 M). Apa kaitan Ibnu Khaldun dengan krisis politik yang terjadi di kedua negara itu?
Biografi dan Karya Khaldun
Catatan berikut, yang dihimpun dari beberapa sumber tentang Ibnu Khaldun mungkin bisa memberi sekadar inspirasi. Al-'Allama, yang diindonesiakan kira-kira berarti Sang Maha Guru, adalah judul novel yang ditulis oleh Dr. Benslem Himmish, pemikir, sastrawan, Doktor jebolan Universite de Paris, dan kini menjabat Menteri Kebudayaan Maroko, tentang Ibnu Khaldun. Novel yang diangkat dari perjalanan hidup Ibnu Khaldun itu pun diganjar anugerah Naquib Mahfouz Award dari Pemerintah Mesir tahun 2002. Novel ini menceritakan tentang aktifitas Ibnu Khaldun yang memutuskan bertempat tinggal di pinggiran Sungai Nil, ditemani Sya'ban, Pembantu setianya, dan kisah tentang cinta kedua-nya, juga keterlibatannya dalam pemerintahan Dinasti Mamluk serta pertemuannya dengan Timur Lang yang, Jenderal Penakluk dari Tartar, yang fenomenal.
Berikutnya buku An Arab Philosophy of History: Selection from the Prolegomena of Ibn Khaldun of Tunis, yang dikarang oleh Charles Issawi, mantan Adjunct Professor of Political Science, American University di Beirut. 'Meskipun' hanya merupakan ringkasan dan sekadar ulusan atas karya besar (Magnum Opus) dari Ibnu Khaldun, buku ini memuat kesaksian sejarawan Arnold J. Toynbee, penulis A Study of History, dan Filosof George Sarton, penulis Introduction to the History of Science. Kedua orang itu itu sudah lebih dari cukup.
George Ritzer dan Douglas J. Goodman, merasa perlu menyisipkan sketsa biografi singkat Ibnu Khaldun dalam buku ajar sosiologi -yang diperpegangi oleh hampir semua universitas di seluruh dunia yang menawarkan jurusan sosiologi, Modern Sociological Sociology, 6th Edition (McGill), dan menyisipkan kalimat, “Tak seorang pun pemikir Abad 17 itu yang menganggap diri mereka sebagai sosiolog, dan sedikit sekali di antara mereka yang kini dianggap sebagai sosiolog. Untuk diskusi perkecualian, lihat bografi Ibnu Khaldun”. Sebuah ungkapan yang jujur. Secara ringkas, inilah Ibnu Khaldun!
Dilahirkan pada 27 Mei 1332 M/732 H di Tunisia dari keluarga Bani Khaldun yang banyak berkarer di bidang politik dan akademik. Nama lengkapnya adalah Abu Zaid Abdur Rahman bin Muhammad bin Khaldun as-Hadrami. Sering dipanggil juga dengan Waliyudin. Perjalanan hidup Ahli hokum (mazhab Maliki), sejarawan, filsuf, negarawan, sosiolog dan pelopor ilmu ekonomi ini penuh petualangan. Sebentar mendekam di penjara, tiba-tiba dibebaskan dan diberi kedudukan tinggi, namun tak lama kemudian harus hidup dalam pengasingan.
Kepeloporannya dalam filsafat sejarah tak tertandingi, termasuk oleh Plato, Aristoteles dan Agustinus sekali pun (Robert Flint, History of the Philosophy of History, Blackwood & Son Ltd). Toynbee, menyebut Muqaddimah Ibnu Khaldun, sebagai karya terbesar dalam filsafat sejarah yang pernah dihasilkan oleh kecerdasan manusia di setiap waktu dan tempat. Banyak karya Toynbee yang diilhami oleh Ibnu Khaldun.
Dalam ekonomi, teori-teorinya juga yang jauh mendahului Adam Smith dan Ricardo. Laffer, penasihat ekonomi Presiden Ronald Reagen, yang menemukan Teori Laffer Curve, dengan terus terang mengaku telah mengambil konsepIbnu Khaldun. Ibnu Khaldun mengajukan obat resesi ekonomi, yaitu memperkecil pajak dan meningkatkan ekspor pemerintah. Dengan segala predikat dan kejeniusan yang melekat pada diri Ibnu Khaldun, pertanyaannya apakah kaitannya dengan krisis dan gelombang demokratisasi yang tengah terjadi di Timur Tengah dan Afrika hari ini?
Sebagai sebuah sistem yang fundamental, ekonomi -menurut Ibn Khaldun, adalah centrum bagi sebuah bangsa. Bila ekonomi suatu negara goyah akan goyah pula semua sendi peri-kehidupan bangsa itu. Pada bagian lain, Khaldun menyebutkan, “…karena itu apabila orang mundur dalam kegiatan ekonominya, maka pasar akan lesu dan keadaan masyarakat pun akan menjadi buruk. Dan memburuknya keadaan dalam masyarakat itu akan diikuti oleh kelemahan Negara, karena Negara itu adalah sebagai 'Bentuk' yang keadaannya mengikuti 'Benda'-nya, yaitu Masyarakat. Hancurnya masyarakat itu membawa lemah dan hancurnya Negara”.
Teori Khaldun, setidaknya terbukti dan telah terjadi di Indonesia. Krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis moneter telah pada tahun 1997 telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian Indonesia, pada gilirannya merambah pada timbulnya gejolak sosial 1998 yang melahirkan Reformasi. Bagaimana dengan Tunisia dan Mesir? Sama saja. Persoalan ekonomi yang melilit kedua Negara telah menimbulkan keresahan masyarakat. Daerah-daerah yang jauh dari pusat kota (desa dalam bahasa Ibnu Khaldun) mengalami ketegangan -bahkan sampai tingkat krisis, ekonomi. Padahal -masih menurut Ibnu Khaldun, kehidupan desa adalah lebih tua daripada kehidupan kota, karena kehidupan desa adalah asal dari kehidupan kota yang beradab dan sumber yang terus menerus daripada persediaan manusia untuk kota-kota. Sementara pada bagian lain, tegas-tegas disebutkan oleh Ibnu Khaldun bahwa terbentuknya suatu Negara (kerajaan, dinasti atau apapun namanya), di atas solidaritas rakyat banyak, “kerajaan dan dinasti hanya bisa ditegakkan atas bantuan dan solidaritas rakyat banyak”. Dan solidaritas terbesar dan kuat ada di desa. Reformasi Mei 1998 Indonesia, dan Tragedi Januari Tunisia dan Mesir telah mencabaik-cabik solidaritas rakyat yang seharusnya tetap dijaga dan dipertahankanoleh penguasa. Maka berakhirnya rezim Orde Baru Soeharto dan Tunisia adalah hal yang wajar.
Nasehat Khaldun
Seperti disebutkan oleh Rasullullah shallallahu 'alaihi [wa alihi] wasallam, setelah utusan ke Penguasa Iskandariyah, Muqauqis, Hathib ibn Abi Balta'ah kembali ke Madinah, Mesir akhirnya benar-benar ditaklukkan oleh Islam. Peristiwa penaklukan Mesir oleh tentara Islam terjadi pada masa Khulafa' Rasyidin, tepatnya pada tahun 20 H/640, masa pemerintahan 'Umar ibn al-Khattab (13 H/634-23 H/644). Panglima dalam penaklukan tersebut adalah 'Amr ibn al-Ash. (al-Buthy, 2010).
Mesir memang lekat dengan pergantian rezim melalui revolusi. Mesir modern dimulai dengan pemerintahan Muhammad 'Ali (1805-1848). Inggris menduduki Mesir pada 1882. Sejak itu, Mesir kehilangan kemerdekaannya. Selanjutnya, antara 1914 - 1922 Mesir menjadi Protektorat Inggris dan baru merdeka pada tanggal 28 Pebruari 1922 dan mengambil bentuk Monarki Konstitusional di bawah Faruq. Pada tanggal 23 Juli 1952 terjadi Revolusi yang dipimpin oleh Muhammad Najib. Mesir kemudian menjadi Republik pada 18 Juni 1953 dengan Najib sebagai Presiden dan Perdana Menteri. Selanjutnya Gamal Abdul Nasser menyingkirkan Najib pada 1954 dan terpilih sebagai Presiden pada 1958. Nasser meninggal pada 1970 dan digantikan oleh wakilnya Anwar al-Sadat. Presiden Sadat terbunuh pada 6 Oktober 1981 dan selanjutnya digantikan oleh wakilnya Hosni Mubarak. (Mulia, 2000). Sejak saat itu Mubarak memimpin Mesir sendirian. Setelah 30 tahun memerintah, di tengah desakan mundur dari jutaan warga Mesir, Mubarak menunjuk Sulaeman sebagai Wakil Presiden.
Mesir merupakan contoh terbaik dari berbagai pengaruh kompleks Islam pada perkembangan sosial politik. Sejak beberapa dasawarsa, Islam merupakan bagian dari arena politik, yang dipergunakan baik oleh pemerintah maupun oposisi. Mesir merupakan tempat lahirnya nasionalisme Arab. (Esposito, 1992). Bahkan, prinsip-prinsip syariat dalam artian kaidah-kaidah fikih, telah diakomodasi dalam perundang-undangan, khususnya bagian-bagian yang sesuai dengan semangat zaman. Sistem adopsi atas prinsip-prinsip dan opini mazhab fikih itu, dilakukan oleh para pembuat undang-undang atas pertimbangan yang paling mendekati semangat kekinian dan paling sesuai untuk kondisi sosial rakyat Mesir. (Asymawy, 2003).
Bila demokrasi sudah dipraktikkan, prinsip-prinsip syariat pun telah diundangkan, mengapa jutaan rakyat masih bergolak? Kita perlu penjelasan. Mungkin perlu menelaah kembali catatan kuna yang pernah dibuat oleh seorang mantan hakim di negeri seribu masjid ini, sekitar 700 tahun lalu, Muqaddimah karya Abdul Rahman bin Khaldun.
Pemusatan Kekuasaan
Pada Jilid I Muqaddimah terdapat bab tentang Masyarakat dan Negara. Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh Khaldun tentang hubungan masyarakat dengan timbul, tumbuh dan matinya suatu negara. Menurut Khaldun, adalah termasuk pembawaan negara-negara bahwa kekuasaan akhirnya menjadi terpusat kepada satu orang. Dan sudah menjadi watak negara menimbulkan kemewahan, yang meskipun pada mulanya kemewahan itu menambah kekuatan negara, pada akhirnya kemewahan itu pula merusak moral dengan menarik kejahatan dan kebiasaan-kebiasaan yang rendah. Namun Khaldun juga mengingatkan bahwa sekali usaha pemusatan kekuasaan dalam tangan seseorang tercapai, dan kemewahan serta sifat malas telah merata, maka negara telah mendekati kehancurannya.
Nasser yang merebut kekuasaan dari Najib masih menyediakan kursi wakil bagi al-Sadat. Nasser jatuh, al-Sadat masih membagi kekuasaannya pada wakilnya Mubarak. Tapi, setelah Muabarak berkuasa, ia memegang sendiri kendali kekuasaan. Saat terjepit ia mengangkat Sulaeman sebagai wakilnya. Boleh disebutkan bahwa Mubarak terkena teori pertama, kekuasaan terpusat kepada satu orang, dirinya sendiri. Soal kemewahan?
Modernisasi dan kemajuan Mesir membuat kemajuan yang sangat berarti. Menurut informasi yang dilansir media, bahwa kekayaan Mubarak selama 30 tahun berkuasa melalui kerajaan bisnis yang dijalankan oleh putranya Jamal diperkirakan tidak kurang dari 30 Milyar Dollar Amerika! Di sisi lain, terjadi himpitan ekonomi yang dirasakan oleh sebagian besar rakyat Mesir. Ketimpangan ekonomi dan terhempasnya perasaan keadilan akhirnya bertemu dalam sebuah aksi solidaritas menuntut mundur Presiden. Mubarak terkena hukum kedua, sudah menjadi watak negara menimbulkan kemewahan, di mana negara termanifestasi dalam kekuasaan tunggal Mubarak dan bisnis Putra Mahkota dan hari ini kemewahan itu pula merusak moral dengan menarik kejahatan dan kebiasaan-kebiasaan yang rendah. Rakyat menyaksikan ketimpangan dan ketidak-adilan dibalut oleh himpitan ekonomi. Pada gilirannya solidaritas murni meski primitif muncul dalam bentuk gelombang protes jutaan rakyat. Meskipun masih ada sebagian rakyat pendemo yang mengatasnamakan pendukung Mubarak.
Tampaknya teori ketiga Khaldun sedang berjalan, bahwa sekali usaha pemusatan kekuasaan dalam tangan seseorang tercapai, dan kemewahan serta sifat malas telah merata, maka negara telah mendekati kehancurannya. Hal ini sangat tergantung dengan eskalasi demonstrasi dan konsolidasi tokoh-tokoh oposisi dalam menyikapi perubahan yang cepat di Mesir.
Khatimah: Pemerintahan yang baik
Belajar dari demokratisasi di beberapa negara, konsolidasi semua kekuatan pro-demokrasi -dan Islam khususnya bagi Mesir, menjadi conditio sine qua non. Bila hal ini gagal, momentum tidak akan datang dua kali. Agenda berikutnya adalah membangun kekuatan melalui pemerintahan yang baik. Untuk hal terakhir, ada baiknya mengikuti saran Khaldun. Ia sesungguhnya telah menyisipkan nasehat yang sangat berharga dengan mengatakan, ”kemudian ketahuilah, bahwa faedah orang yang memerintah bagi rakyatnya terletak bukan pada orangnya, potongannya yang tampan dan rupanya yang elok, pengetahuannya yang luas kecakapannya mengarang yang luar biasa atau otaknya yang tajam, melainkan semata-mata pada hubungannya dengan rakyat”. Demikian Khaldun.
Khaldun tidak berhenti di situ. Ia juga memerikan bagaimana pemerintahan yang baik itu seharusnya. Katanya, ”adapun akan syarat-syarat pemerintahan yang baik, hendaknya orang yang memerintah itu membela rakyatnya dan berhati murah terhadap mereka. Pembelaan adalah sebenarnya raison d'etre daripada pemerintahan, sedang murah hati adalah satu segi dari sifat santun dan lemah lembut orang yang memerintah terhadap rakyatnya dan suatu jalan untuk dapat menambah kesejahteraan rakyat; juga itu adalah salah satu jalan yang utama untuk merebut kecintaan rakyat”.
Memang relevan membaca ulang Ibnu Khaldun di era di mana angin demokratisasi telah merambah di hampir seluruh negeri-negeri Muslim.
18 Februari 2011
Kecerdasan Emosi
Pengendalian emosi ternyata harus disertai dengan kecerdasan..ya..itulah kecerdasan emosi (EQ).
Tidak mudah memang..shabar itu butuh tenaga..
Pulang ke rumah dengan kerinduan pada suami dan anak2...Mereka menyambutku dengan gembira...Aku gembira..mereka gembira..Tapi hanya sesaat..
.
Pandanganku mulai mengitari setiap sudut rumah...Hmmm..Surgaku..Pada dzahirnya memang seperti di 'JARIAN'..seperti kapal pecah...Ooops !! langsung hatiku berkata..inilah surgaku..
Tak lama berselang...rengekan khas teh Lian yang minta uang jajan mengusik..menggelitik pertahananku...Sebetulnya tak ada masalah bila keinginannya untuk jajan bukan pada waktu adzan maghrib tiba..Lagipula sebelum dia merengek dia mengeluh sakit kepala..dan minta izin untuk tidak ngaji ke mesjid.
Emosiku tumpah juga..teriakan khas seorang ibu yg kelelahan..sambil mengeluarkan kata2 agak kasar..kuomeli anakku yg memendam keinginan yg sepele..
Bapaknya sdg asyik main keyboard di studio..dia tdk tau insiden itu..aku faham..dia sedang menurunkan ketegangan sepulang ngajar sambil ngasuh d Lida.
A Byan juga faham..ibunya kelelahan..dia memandangku dengan tatapan penuh makna..dia beri sinyal bahwa hal itu tidak boleh kulakukan..Langsung aku menghela nafas panjang..dan berkata.."A ibu ingin semuanya baik2 saja..tapi ibu tidak mampu..tolong carikan jalan keluar ya.."
Dengan kewibawaannya yang khas dia langsung berinisiatif..mengintruksi t Dika supaya cuci piring..Alhamdulillah..Dika nurut.
Aku langsung wudlu, sholat dan mohon kekuatan, dan kesabaran pada Allah...Selesai shalat kupanggil t Lian..dan bicara.." Ibu sayang teh Lian" sambil kupeluk erat2.
"Teh Lian sayang ibu?" dia mengangguk , kulihat matanya berkaca2. "Kalo teteh sayang ibu..teteh harus bla..bla..bla..ibu ingin bla..bla..bla.." dan dia mengerti. Kuajak dia membereskan kamarnya yg berantakan..dia melakukannya dengan senang hati..Tanpa kuduga2..dia menulis" I love you Ibu Yulia..I love you bapa Ery" pada secarik kertas dan ditempel di lemari..alhamdulillaah..
Beres sudah...ternyata aku bisa..with or without any one..Aku berfikir lagi..kenapa tadi tidak beli oleh2 untuk anak2 ? kalo ada oleh2 tentu insiden itu tdk akan terjadi..yaa..sudahlah..aku janji pada diriku..besok aku belikan oleh2.
Satu catatan penting..menurunkan amarah yang bergejolak adalah susah..tapi ternyata bisa dilakukan..inilah kunci Emosional Quotion (kecerdasan emosi)
Qaala Rasulullah saw Laisa assyadiidu bishshur'ati, innamasysyadiidu alladzii yamliku nafsahu 'indal ghodlobi..Muttafaqun 'alaihi.
Telah berkata Rasulullah saw..Tidak disebut kuat seorang pegulat..Orang yang kuat itu tidak lain adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah..Muttafaq 'alaihi..
Wallahu a'lam bishawab.
Tidak mudah memang..shabar itu butuh tenaga..
Pulang ke rumah dengan kerinduan pada suami dan anak2...Mereka menyambutku dengan gembira...Aku gembira..mereka gembira..Tapi hanya sesaat..
.
Pandanganku mulai mengitari setiap sudut rumah...Hmmm..Surgaku..Pada dzahirnya memang seperti di 'JARIAN'..seperti kapal pecah...Ooops !! langsung hatiku berkata..inilah surgaku..
Tak lama berselang...rengekan khas teh Lian yang minta uang jajan mengusik..menggelitik pertahananku...Sebetulnya tak ada masalah bila keinginannya untuk jajan bukan pada waktu adzan maghrib tiba..Lagipula sebelum dia merengek dia mengeluh sakit kepala..dan minta izin untuk tidak ngaji ke mesjid.
Emosiku tumpah juga..teriakan khas seorang ibu yg kelelahan..sambil mengeluarkan kata2 agak kasar..kuomeli anakku yg memendam keinginan yg sepele..
Bapaknya sdg asyik main keyboard di studio..dia tdk tau insiden itu..aku faham..dia sedang menurunkan ketegangan sepulang ngajar sambil ngasuh d Lida.
A Byan juga faham..ibunya kelelahan..dia memandangku dengan tatapan penuh makna..dia beri sinyal bahwa hal itu tidak boleh kulakukan..Langsung aku menghela nafas panjang..dan berkata.."A ibu ingin semuanya baik2 saja..tapi ibu tidak mampu..tolong carikan jalan keluar ya.."
Dengan kewibawaannya yang khas dia langsung berinisiatif..mengintruksi t Dika supaya cuci piring..Alhamdulillah..Dika nurut.
Aku langsung wudlu, sholat dan mohon kekuatan, dan kesabaran pada Allah...Selesai shalat kupanggil t Lian..dan bicara.." Ibu sayang teh Lian" sambil kupeluk erat2.
"Teh Lian sayang ibu?" dia mengangguk , kulihat matanya berkaca2. "Kalo teteh sayang ibu..teteh harus bla..bla..bla..ibu ingin bla..bla..bla.." dan dia mengerti. Kuajak dia membereskan kamarnya yg berantakan..dia melakukannya dengan senang hati..Tanpa kuduga2..dia menulis" I love you Ibu Yulia..I love you bapa Ery" pada secarik kertas dan ditempel di lemari..alhamdulillaah..
Beres sudah...ternyata aku bisa..with or without any one..Aku berfikir lagi..kenapa tadi tidak beli oleh2 untuk anak2 ? kalo ada oleh2 tentu insiden itu tdk akan terjadi..yaa..sudahlah..aku janji pada diriku..besok aku belikan oleh2.
Satu catatan penting..menurunkan amarah yang bergejolak adalah susah..tapi ternyata bisa dilakukan..inilah kunci Emosional Quotion (kecerdasan emosi)
Qaala Rasulullah saw Laisa assyadiidu bishshur'ati, innamasysyadiidu alladzii yamliku nafsahu 'indal ghodlobi..Muttafaqun 'alaihi.
Telah berkata Rasulullah saw..Tidak disebut kuat seorang pegulat..Orang yang kuat itu tidak lain adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah..Muttafaq 'alaihi..
Wallahu a'lam bishawab.
26 November 2010
Aku dan Dia..... Bahagia
Oleh : Hj.Yulia Widiasari Rahmah
Hari itu tahun 1993 aku masih duduk di kelas 3 SMA, ketika seorang karyawan kopeg Telkom berada satu mobil denganku, tepatnya mobil ayah Yeni sahabatku, teman sekelasku, ternyata dia sekantor dengan pa H Achyar ayahnya Yeni.
Aku duduk di jok paling belakang tepat bersebelahan dengan laki2 itu. Sepanjang perjalanan GO
Aku ingat saat itu aku sedang berpuasa dan sudah membawa bekal untuk tajil di perjalanan, tapi sepanjang perjalanan aku tak berani membuka bekal itu karena dia sedang serius membicarakan satu topik pembicaraan. Aku sangat terkesan dengan wawasannya yang luas, aku baru ketemu orang seperti ini.sangat berkarakter. Sangat istimewa...cuma itu.
Ba'da Isya aku sampai di rumah, sambil berbuka ( karena tertunda) ku ceritakan pada orang tuaku peristiwa di mobil tadi, tanpa ada perasaan apa-apa dan kesannya biasa-biasa saja. Tapi ayahku rupanya punya feeling yang kuat. Tidak biasanya putrinya bercerita tentang seorang laki-laki..hmmm..padahal si aku nya biasa-biasa aja tuh..hehe..
Waktu berlalu begitu saja, tak ada fikiran apa-apa tentang Mr X ini. Suatu hari...yaitu hari yang bertepatan dengan hari perpisahan kelas 3 di SMA ku..sebelum berangkat aku ke rumah Yeni dulu dan mampir ke tempat Mr X ngajar. Dari kejauhan Mr X terlihat menyapa atau apalah nggak begitu jelas, dan mungkin responku dingin-dingin saja...hihihi..
Tak lama dari pertemuan itu Yeni ke rumah, dan to the point katanya ada salam dari Mr X (kang Ery) . Katanya hari itu aku sombong alias cuex bebex..jadi bikin dia penasaran..heuheuheu..!!. Cerita punya cerita (entah betul atau tidak) malam sebelum aku ke pesantren dia sholat istikhoroh dan entah apa do'anya pada waktu itu (ntar ya konfirmasi dulu takut salah..hehe). Dan ternyata yang datang seorang wanita berkacamata tebal dengan pakaian ungu warna favoritenya..hufpt!.
Yeni pengen langsung dapat jawabannya...duh aku jadi bingung...tanpa fikir panjang ku bilang iya deh kenalan dulu, coba jalani dulu.
Malam minggu pertama katanya dia kerumah...eee..ternyata di rumah kosong, memang seisi rumah lagi nonton laser disc di rumah saudara..xixixi...kasian ya ?
Tapi dia tidak patah semangat, dia datang lagi.... yang nerima langsung bapakku yang lagi dengerin radio KLCBS....fikirnya "Waah..nyambung nih" secara... dia kan penggemar jazz berat geetoo loch !
Dia langsung menyampaikan maksud kedatangannya ke bapak...eeh malah bapakku yang grogi..xixixi..dianya lancar2 aja. Yaa...udah gitu bapakku tidak bisa berkata tidak...terserah anaknyalaaaah....!
si gue juga masa nolak maksud baik orang, walaupun pada saat itu fikiranku masih seputar masuk perguruan tinggi...sukur sukur kalo diterima PTN.
Begitulah..akhirnya aku terima niat orang yang mau ibadah. Usiaku terpaut 8 tahun..aku masih polos waktu itu...dan sedikitpun tidak pernah terbersit difikiranku , bahwa dia adalah jodoh yang Allah berikan padaku.
Entah kapan mulainya cinta itu tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu...sempat long distance juga...dia sempat ngapel jam 4 subuh ke Tasik ..saking dianya nggak kuku menahan rindu.
4 Februari 1994 khitbah dilaksanakan...hmmm setelah itu long distance,aku di Singaparna Tasikmalaya...dia di Banjaran. Bapakku ternyata pengertian banget aku di titipin di rumah wa H Mimin di Soreang sambil belajar dagang katanya. Makasih ya wa Haji...kebaikan wa haji sangat berarti bagi kami.
Tanggal 27 November 1994 kami menikah...dan Subhanallah kami sekarang sudah punya 5 anak . Dia adalah bapak yang baik, bertanggung jawab, kekasih yang pengertian, sabar atas semua kekuranganku, guru yang telah mendewasakan aku, suami yang sholeh...dengan segala keunikannya aku terima dia apa adanya...dan kuharap dia juga terima aku apa adanya.
Ya Allah..segala puji bagiMu yang telah memberiku imam yang sholeh...cerdaskan aku ya Allah, agar aku bisa selalu mendukungnya dalam setiap gerak langkahnya yang selalu diniatkan untuk memberi kemanfaatan pada orang lain.
Ya Allah...berikan kekuatan pada suamiku dalam menjalankan segala amanah yang di embannya. Tugas-tugasnya sangat berat dan tanpa pertolonganMu dia tidak mungkin sekuat ini.
Kadang dikala kondisinya lemah...tekanan darahnya drop sampai 90/60.
Suamiku...tanpa dirimu aku tak berdaya. Aku mencintaimu...
3 November 2010
Ridho-Darus Minta Perlindungan Polisi
| KATAPANG,(GM)- Pasangan cabup-cawabup Ridho Budiman Utama-Dadang Rusdiana (Ridho-Darus), meminta perlindungan Polres Bandung. Permintaan yang disampaikan Selasa (2/11) sore melalui surat permohonan resmi itu, terkait adanya intimidasi terhadap sejumlah saksi Ridho-Darus dan upaya merebut dokumen C-1 (format laporan penghitungan suara, red). Hal itu diungkapkan sekretaris tim sukses Ridho-Darus, Gun Gun Gunawan dalam keterangan pers di kantor DPC PKS Kab. Bandung, Jalan Raya Katapang, Kab. Bandung, kemarin. "Terkait adanya intimidasi dan pemukulan terhadap sejumlah saksi kami, bahkan ada upaya perebutan dokumen C-1. Kami rencananya sore ini akan melaporkan kejadian itu sekaligus meminta perlindungan Polres Bandung," ungkapnya. Diungkapkan Gun Gun, terjadinya intimidasi dan pemukulan yang menimpa sejumlah saksi TPS pihak Ridho-Darus itu, baru terungkap Senin (1/11). Peristiwa itu menimpa petugas TPS Desa Nagrak, Kec. Cangkuang, petugas TPS di Kec. Banjaran, dan petugas TPS di Desa Patengang, Kec. Rancabali. Mengenai pelakunya, orang yang tak dikenal, tapi ada di antaranya yang mengaku dari panwascam setempat. Menurut Gun Gun, adanya tindakan kekerasan tersebut, selain membuat shock saksi yang bersangkutan, juga merugikan pasangan Ridho-Darus. Karena akibat intimidasi dan pemukulan itu, yang bersangkutan menjadi tidak jadi bertugas di TPS. "Karena kita ingin minta jaminan polisi agar petugas kami di lapangan melaksanakan tugasnya dengan aman. Begitu juga dokumen yang dibawanya khususnya C-1, bisa dibawa dengan aman pula," tandasnya. Dikatakan Gun Gun, peristiwa intimidasi terhadap korban di Desa Nagrak, Cangkuang, dilakukan dua orang tak dikenal, Minggu (31/10) subuh sebelum korban bertugas di TPS setempat. Selain diintimidasi, korban juga dipukul sehingga mengalami memar di salah satu bagian badannya. Akibat tindakan kekerasan itu, yang bersangkutan tidak jadi bertugas menjadi saksi di TPS. Peristiwa di Banjaran lanjut Gun Gun, terjadi Jumat (29/10). Pelaku kepada korban mengaku petugas panswascam setempat. Tapi yang agak janggal, korban bukannya dibawa ke kantor panwascam, tapi dibawa ke tempat lain dan kemudian diintimidasi. "Intimidasi yang sama terjadi di Desa Patengang, Rancabali. Saksi kami saat pulang dari TPS dicegat orang tak dikenal. Selain diintimidasi dan dipukul, pelaku juga berupaya merebut dokumen C-1. Tapi tidak berhasil karena keburu ada warga yang menolong," paparnya. Gun Gun mengatakan, saksi-saksi dari Ridho-Darus saat ini yang sedang bertugas di PPK, dikhawatirkan kembali menjadi korban intimidasi dan pemukulan. "Karena itu kita minta perlindungan polisi," katanya. Yakin menang Terkait penghitungan suara, dikatakan Gun Gun, pihaknya sudah selesai melakukan penghitungan real count versi mereka dengan sistem cepat, selain sistem penghitungan cepat dengan metode quick count. Menurutnya, sejalan dengan hasil quick count, penghitungan real count dengan metode SMS yang telah selesai dilakukan, memperlihatkan pasangan Ridho-Darus unggul meskipun tipis. "Kita telah selesai menghitung secara real count dengan hasil 50,4% untuk pasangan Ridho-Darus dan 49,4% untuk pasangan DNDR," katanya. Ditanya mengenai keyakinannya atas hasil penghitungan, menurut Gun Gun, selain hasil penghitungan real count tersebut hampir sama dengan hasil quick count yang dilakukan pihaknya, penghitungan real count dengan metode SMS pun dilakukan berdasarkan data model C-1. Sehingga tidak ada upaya rekayasa menambah atau mengurangi perolehan suara. (B.35)** |
2 November 2010
Kaukus Muda Partai Islam se-ASEAN Terbentuk
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Merespon tantangan kaum muda di tengah arus globalisasi, dibentuklah Kaukus Muda Partai Islam se-ASEAN pada Jumat (29/10) di Jakarta. Peluncurannya ditandai dengan penyelenggaran Islamic Leadership Training yang melibatkan peserta dari kalangan muda Parti Islam se-Malaysia (PAS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
''Yang ingin dicapai dengan adanya kaukus ini adalah adanya kesamaan cara pandang atas persoalan-persoalan kawasan dan global, sehinga memudahkan dalam upaya menghadapinya,'' ungkap Sahal L Hassan, Wakil Ketua Umum PBB di sela-sela pembukaan Islamic Leadershp Training tersebuit di Kantor DPP PBB, Jakarta (29/10).
Dikatakan Sahar, ini merupakan awal yang baik, diharapkan dengan seiringnya waktu, peserta kaukus ini bertambah banyak serta frekuensi pertemuan dan kegiatan juga semakin sering. ''Ke depan, tidak hanya pelatihan kepemimpinan, namun Kaukus ini juga akan menggelar berbagai pelatihan seperti kewirausahaan bagi pemuda Islam dan lainnya,'' jelasnya.
Islamic Leadership Training diikuti oleh 20 peserta dari Indonesia dan 22 peserta dari delegasi partai Islam di Malaysia. Pelatihan dibuka oleh Ketua Umum PBB, MS Ka'ban. Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Fathurahman Mahfudz, menegaskan bahwa dengan cikal bakal peserta dari dua negara serumpun ini, Kaukus akan mengembang ke negara-negara sekitar di kawasan ASEAN. '
'Prioritas pengembangan adalah Brunei Darussalam, Filipina (bagian Selatan) serta Thailand bagian selatan). Partai Islam di Indonesia lainnya juga diharapkan dapat bergabung dengan kaukus ini. Demikian pula partai dengan pemilih Muslim di Singapura atau negara lainnya,'' papar Fathurrahman.
''Yang ingin dicapai dengan adanya kaukus ini adalah adanya kesamaan cara pandang atas persoalan-persoalan kawasan dan global, sehinga memudahkan dalam upaya menghadapinya,'' ungkap Sahal L Hassan, Wakil Ketua Umum PBB di sela-sela pembukaan Islamic Leadershp Training tersebuit di Kantor DPP PBB, Jakarta (29/10).
Dikatakan Sahar, ini merupakan awal yang baik, diharapkan dengan seiringnya waktu, peserta kaukus ini bertambah banyak serta frekuensi pertemuan dan kegiatan juga semakin sering. ''Ke depan, tidak hanya pelatihan kepemimpinan, namun Kaukus ini juga akan menggelar berbagai pelatihan seperti kewirausahaan bagi pemuda Islam dan lainnya,'' jelasnya.
Islamic Leadership Training diikuti oleh 20 peserta dari Indonesia dan 22 peserta dari delegasi partai Islam di Malaysia. Pelatihan dibuka oleh Ketua Umum PBB, MS Ka'ban. Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Fathurahman Mahfudz, menegaskan bahwa dengan cikal bakal peserta dari dua negara serumpun ini, Kaukus akan mengembang ke negara-negara sekitar di kawasan ASEAN. '
'Prioritas pengembangan adalah Brunei Darussalam, Filipina (bagian Selatan) serta Thailand bagian selatan). Partai Islam di Indonesia lainnya juga diharapkan dapat bergabung dengan kaukus ini. Demikian pula partai dengan pemilih Muslim di Singapura atau negara lainnya,'' papar Fathurrahman.
1 November 2010
Quick Count ORARI & KPU PEMILUKADA 2010
Tabulasi ORARI Kab Bandung,. Perhitungan Suara Sementara.PEMILU Bupati & Wakil Putaran II. pd pukul 22.00, dari 31 Kecamatan...
Paslon No.7 - 673.463 / 53.25 %, Paslon No. 8 - 591.197 / 46.75 % jumlah suara sah 1.264.660 / 100 %. Suara Tdk sah 44.098,
Jumlah DPT 2.129.802. Partisipasi Pemilih... 1.308.758 / 61.45 %.......
31 Oktober 2010
Menang Untuk Perubahan
Penghitungan suara putaran kedua pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kab. Bandung masih berlanjut di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), Minggu (31/10). Masing-masing pasangan belum memberikan klaim, mereka lebih dulu menang. Berikut hasil sementara yang diperoleh dari sejumlah TPS.
Di TPS 2 Cipagalo, pasangan Dadang M. Naser-Deden Ruman Rumaji (DNDR) nomor urut tujuh mengumpulkan 63 suara, sedangkan rivalnya pasangan Ridho Budiman Utama-Dadang Rusdiana nomor urut delapan meraih 138 suara. Dadang-Ridho masih unggul di TPS 19 Rancaekek Kulon dengan merebut 242 suara, dan DNDR tertinggal dengan 96 suara. Hasil yang sama dan menempatkan Dadang-Ridho unggul terjadi di TPS 14 Walura Kecamatan Cicalengka. Dadang-Ridho didukung 93 suara, sedangkan DNDR 64 suara.
Di TPS 19 Desa Lebakwangi Kec. Arjasari DNDR unggul tipis dengan 123 suara, disusul Dadang-Ridho dengan 100 suara. Jumlah suara yang dianggap tidak sah di TPS tersebut mencapai 13 suara. Di TPS 33 Cimekar Bumi Panyawangan nomor urut tujuh memperoleh 29 suara dan nomor urut delapan 77 suara. Sedangkan di TPS 8 di wilayah yang sama DNDR memperoleh 53 suara dan Dadang-Ridho mendapatkan 93 suara.
Keunggulan pasangan Dadang-Ridho kembali berlanjut di tiga TPS Desa Pangauban Kecamatan Katapang. Di TPS 5 desa tersebut Dadang Ridho meraih 109 suara, DNDR 87 suara. TPS 6 menghasilkan DNDR didukung 82 suara, Dadang Ridho meraih dukungan 111 suara. Di TPS 7 Dadang-Ridho mendapatkan 114 suara meninggalakn DNDR yang memperoleh 82 suara. Info lainnya, Dadang-Ridho meraih 137 suara di TPS 11 Kampung Sumumput Mekarrahayu Kec. Margaasih. Sedangkan DNDR di TPS tersebut didukung 93 suara.
22 Oktober 2010
Obar Peroleh Rapor Merah
| BALEENDAH,(GM)- Bupati Bandung, Obar Sobarna memperoleh rapor merah dari Pusat Sumber Daya (PSD) Komunitas Forum Diskusi Anggaran Baraya Bandung, selama menjabat sebagai Bupati Bandung 2005-2010. Penilaian itu diberikan dari visi dan misi bupati, saat akan menjabat sebagai Bupati Bandung. Untuk misi ada delapan poin yang diutarakan Bupati Bandung, Obar Sobarna. Dari delapan poin tersebut, hanya satu misi yang mendapat nilai 6. Sedangkan sisanya berada di bawah nilai 5. "Sebagai publik, kami berhak menilai kinerja bupati selama memimpin Kab. Bandung dengan melihat visi misi yang diutarakan Obar saat pemilihan bupati," ungkap Sekretaris PSD, Dadan Ramdhan, di Sekretariat PSD Komunitas Forum Diskusi Anggaran Baraya Bandung, Baleendah, Kamis (21/10). Dari delapan misinya, tambah Dadan, hanya satu yang nilainya di atas angka lima. Yaitu misi kedua, memelihara stabilitas kehidupan masyarakat yang aman, tertib, tenteram, dan dinamis, dengan nilai enam. Sedangkan tujuh misi bupati yang mendapat nilai merah, menurut Dadan, ada pada misi mewujudkan kepemerintahan yang baik dengan nilai 4,5, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (4,5), meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat (3,5), memantapkan kesalehan sosial berlandaskan iman dan takwa (4), menggali dan menumbuhkembangkan budaya Sunda (5), memelihara keseimbangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan (4), serta meningkatkan kinerja pembangunan desa dengan nilai 4. (B.84)** |
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tiga pemuda pernah belajar di bawah atap yang sama. Mereka menyerap pelajaran tentang perlawanan terhadap p...
-
1. Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekah Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, at...


