6 Juli 2013

LEBIH BAIK SAYA MATI BERDIRI, DARIPADA MEMBUNGKUK KEPADA AMERIKA SERIKAT !



Assalamualaikum wr.wb 

Bapak-bapak dan ibu-ibu saudara-saudara keluarga besar Partai bulan bintang yang dimuliakan Allah swt.Hari ini kita bersyukur kehadirat Allah SWT, kita semua berkumpul di Hotel Kartika Chandra ini dalam rangka orientasi bagi para calon-calon anggota dewan perwakilan rakyat republik Indonesia dalam Pemilu 2014 dari Partai Bulan Bintang.

Pertemuan ini selain kita maksudkan untuk bersilaturrahim antara kita sesama kita mengingat banyak kader-kader baru, banyak anggota-anggota baru banyak calon-calon legislatif baru yang bergabung ke PBB dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.

Selain dari pada itu kesempatan ini kita manfaatkan untuk secara lebih dalam memahami persoalan-persoalan partai , misi partai dan persoalan-persoalan yang terkait dengan kehidupan bangsa dan negara kita.

15 tahun sudah keberadaan PBB ditengah-tengah masyarakat Indonesia dan kita telah memainkan peran politik yang signifikan dalam memberikan warna bagi perjalanan politik bangsa dan negara kita selama 15 tahun terakhir ini. Kehidupan sebuah partai sangat banyak dinamikanya, mengalami pasang surut, mengalami hal-hal yang menyenangkan maupun mengalami hal-hal yang mengenaskan dan menyedihkan bagi kita semua. Partai politik bisa menjadi besar , bisa juga menjadi kecil, bisa juga kecil dalam jangka yang sangat panjang, atau bisa juga besar dalam jangka waktu yang sangat panjang. Tapi tidak ada partai politik yang tidak mengalami masa pasang surut dalam perjalanan sejarahnya.

Saya teringat pada tahun 1998 ketika partai ini mulai berdiri,kita membandingkan partai bulan bintang itu dengan partai sosial demokrat jerman, dia sudah ada berkembang dan baru 100 tahun kemudian partai itu menguasai dunia politik di negara itu. PBB memang lahir dengan tantangan2 yang sangat besar diawal kelahirannya. Partai ini secara tegas menyatakan sebagai partai yang meneruskan cita-cita perjuangan partai politik Islam Indonesia Masyumi yang didirikan pada 1945 dan terpaksa membubarkan diri pada tahun 1960. Usia Masyumi Cuma 15 tahun dan usia PBB sekarang ini sudah 15 tahun. Kalau kita membandingkan 2 periode sejarah itu memang nampak jauh sekali perbedaannya. Masyumi lahir dari awal sebagai kekuatan politik yang besar, yang menghimpun 2 sayap kekuatan Ormas Islam Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. PBB lahir di era reformasi tahun 1998 ketika pengaruh dari Partai Masyumi sudah mulai berkurang ditengah2 masyarakat kita bahkan sebagian besar generasi muda sudah tidak mengenal Partai Masyumi itu. dibubarkan tahun 1960 dan oleh pemerintah orde baru dianggap organisasi atau partai politik yang terlarang. Kita dengan segala keberanian menghidupkan kembali semangat itu, semangat persatuan umat Islam sesunguhnya yang berhimpun didalam satu partai politik Islam Indonesia pada tahun 1945. Yang dimaksudkan akan menjadi satu-satunya partai politik Islam ditanah air kita, namun sejarah menunjukkan kepada kita Partai Islam terpecah dan berpecah belah dan melemahkan kekuatan politiknya sendiri sampai ketika itu terjadi pertarungan Ideologi antara Islam Nasionalis , sekuler dan komunis dan Partai Islam yang membawa semangat kemoderenan seperti Masyumi terpaksa tersingkir dari kekuasaan oleh karena menentang rezim yang berkuasa dimasa itu di bawah Presiden Soekarno yang orientasi politiknya makin hari makin berkembang kearah kiri kearah sosialis dan komunisme. Kita menghidupkan kembali cita-cita awal kemerdekaan tahun 1945 yang pada waktu itu pada waktu mendirikan partai politik Islam Indonesia Masyumi tujuannya adalah untuk menjunjung Tinggi agama Islam dan menegakkan kedaulatan negara. Itulah tujuannya yang awal sekali. Dari awal itu pun telah memainkan suatu peran penting baik peran diplomasi, peran politik maupun peran kemiliteran dalam menegakkan negara kesatuan republik indonesia ini. Apa yang dikatakan pak fuad amsyori tadi betul adanya, kita adalah Islam dan kita sekaligus adalah Nasionalis. Dua-duanya itu bagaikan menyatu dalam diri kita karena memang partai politik didirikan khusus untuk sebuah bangsa dan sebuah negara, dan tiap tujuan untuk meraih atau mengambil alih atau memegang kekuasaan politik di sebuah negara dan karena itu partai politik tidak bisa bergerak dibeberapa negara kecuali hanya di satu negara saja. Itu bedanya partai politik dengan gerakan dakwah atau Harikat Islamiyah yang lain yang bisa menjangkau negara-negara lain, tapi sebuah partai pada dasarnya hanya berdiri disebuah negara untuk meraih, membangun kekuasaan politik dan membawa bangsa dan negara itu kepada apa yang mereka cita-citakan.

Kita adalah Partai politik berasaskan Islam, mencintai bangsa dan negara Indonesia berjuang untuk memajukan prikehidupan kebangsaan indonesia dengan dilandasi dengan ajaran-ajaran Islam. Itulah yang menjadi misi, itulah yang prinsip yang dianut oleh partai bulan bintang ini. Mudah-mudahan tidak timbul kesalahpahaman dan khususnya saudara-saudara para calon anggota legislatif dapat menjelaskan kepada rakyat bahwa partai bulan bintang adalah partai Islam , Partai Indonesia juga sekaligus berdasarkan Islam didirikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan negara indonesia dan membawa negara republik Indonesia ini kearah kejayaan dan kemuliaan dimasa depan. Itulah yang menjadi prinsip –prinsip yang kita pegang teguh itu.

Mengapa kita bersikap demikian? Kita sesungguhnya meyakini bahwa Islam itu adalah Huddanli al nas wabayyinaati mina al huda wa al furqon Alquran adalah petunjuk , penjelasan dan pembeda antara kebenaran dengan kesalahan, dan ajaran ini bersifat universal dan kita berupaya untuk menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita masing-masing baik dalam artian pribadi , keluarga , masyarakat dan kehidupan bangsa dan negara kita ini. Jangan kita biarkan negara kita ini menjadi negara yang sekuler yang menganggap bahwa urusan keagamaan dan urusan keduniaan adalah 2 hal yang berbeda dan harus dipisahkan. Perbedaan antara politik orang sekuler dengan politik Islam terletak disini (Meletakkan tangan didada) sejauh orang memegang teguh tauhid dan menerapkan prinsip-prinsip dibidang ahlak dalam berpolitik, maka selama itu maka politik yaitu dapat dikatakan politik yang bersifat Islam. Sedangkan sebaliknya yang melihat politik adalah semata-mata politik saja nah itulah politik yang sekuler. Bagi orang sekuler dunia ini adalah dunia saja sedangkan bagi orang yang beragama, bagi orang Islam, dunia ini bukan sekedar dunia saja. Tapi dunia ini ada suatu makna ada suatu tujuan ada suatu itikad yang ingin di capai dengan penciptaan dunia ini. Dalam politikpun kita tidak pernah melepaskan etik dari politik dan menyadari bahwa tauhid adalah landasan dari sikap dan perilaku politik kita semuanya. Kita sudah merdeka 68 tahun lamanya sampai sekarang. Tugas-tugas itu makin banyak dan makin berat. Kit amendirikan partai karena kita ingin mengisi perjalanan bangsa dan negara kita ini, sesuai dengan arah yang menjadi cita-cita, yang menjadi landasan, yang menjadi ideologi dari partai kita ini. Islam sendiri kita ketahui peran Islam bukan Ideologi, Islam adalah Dinullah Ideologi itu pikiran manusia, Islam sebagai Dinullah itu memberikan suatu petunjuk bagaimana kita menyelesaikan persoalan-persoalan kita. Pemikiran Reflektif kita terhadap ajaran-ajaran Islam dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kita itulah yang membentuk sebuah ideologi politik yang dianut oleh Partai Bulan Bintang ini. Itu semua dapat dibaca dalam Anggaran Dasar dan dapat dibaca juga didalam tafsir asas dari Partai Bulan Bintang ini. Sehingga kalau orang tanya kepada kita, apa bedanya partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan Sejahtera. Apa bedanya PBB dengan PPP dan sebagainya, maka kita mengatakan yah semua adalah Partai Islam. Tapi secara ideologi dia bisa berbeda dalam menafsirkan petunjuk-petunjuk dalam Alquran dan sunah itu dalam menjawab persoalan-persoalan yang kita hadapi ini. Ijtihad bisa berbeda dan PBB itu jelas pandangannya itu jelas dari awal tokoh-tokohnya dulu terlibat dalam membentuk , mendirikan negara Republik Indonesia ini. Kita terima ini sebagai suatu kenyataan yang kita perjuangkan adalah bagaimana kita mengisi warna, bentuk dan isi Islam kepada negara Republik Indonesia ini. Dari situ jelas kita beda dengan Hizbut Tahrir misalnya yang berkeinginan untuk membentuk Khilafat Islamiyah dengan merubah struktur yang ada ini. Kita tidak. Kapan-kapan memang saya berencana untuk kita terbitkan kembali buku-buku tentang Masyumi tulisan-tulisan dari DR. Sukiman Wirjosandjojo, tulisan dari muhammad Natsir, tulisan dari H. Agus Salim , tokoh-tokoh masyumi yang awal sekali juga tokoh-tokoh ulama Masyumi pada waktu itu seperti Hadratus Syech Haji Hasyim Asyhari, Kyai Haji Wahab Hasbullah, Kyai Haji Wahid Hasyim yang menulis begitu banyak pemikiran-pemikiran Islam untuk menjawab persoalan-persoalan politik bangsa dan negara kita agar kita dapat lebih mengetahui dan menyadari ada kesinambungan sejarah yang terus menerus memberi Inspirasi kepada kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi sekarang ini . jangan kita lepaskan pertautan historis dengan para pendahulu oleh karena kita sebenarnya adalah generasi Melanjutkan apa yang telah mereka rintis, apa yang telah mereka perjuangkan, apa yang telah mereka tegakkan dan kita meneruskan cita-cita perjuangan kita tetap negara republik Indonesia yang kita perjuangkan adalah mengisi Ruh dan semangat Islam dalam perjalanan hidup bangsa dan negara kita kedepan sambil kita memecahkan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi oleh bangsa dan negara kita sekarang ini.

Satu hal yang harus kita sadari bersama-sama adalah bahwa negara ini sangat kaya, negara ini sangat-sangat besar, betul-betul besar dibandingkan dengan negara-negara lain kecuali dibandingkan sama cina, sama rusia atau kanada, negara kita ini memang negara yang sangat-sangat besar. Saya sering diminta oleh pengurus-pengurus di cabang-cabang supaya mengunjungi disetiap cabang. Saya katakan, ada 520 lebih cabang Partai bulan bintang di seluruh Indonesia ini. Sehingga jika saya datang satu hari satu cabang saja, maka satu tahun tidak semua cabang dapat dikunjungi. Jadi memang ini negeri sangat besar dan sangat kaya tapi mengapa kita hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan seperti sekarang? Sebabnya adalah ketidakmampuan kita dalam mengelola, menata kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. sistem kita bernegara itu masih jauh dari pada baik dan efektif, sehingga banyak waktu terbuang sia-sia, proses pengambilan keputusan sangat lambat dan management menjalankan roda pemerintahan dinegara kita ini tidak bisa berjalan secara efektif. PBB memikirkan itu! karena itu kita sebenarnya berupaya untuk membangun sebuah sistem, sistem bernegara yang kuat, sistem bernegara yang efektif dan efisien sehingga kita dapat mengelola negara ini secara lebih baik, lebih cepat dibandingkan dengan waktu dahulu maupun keadaan sekarang ini . yang kedua kita harus betul-betul menyadari bahwa tidak akan ada siapapun yang akan menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini kecuali kita sendiri.

Jangan terlalu banyak kita bergantung kepada bangsa-bangsa lain, kepada orang asing karena mereka tidak akan pernah menginginkan bangsa dan negara kita ini menjadi bangsa yang kuat dan maju. Pengalaman dimasa yang lalu kita sudah dijajah oleh kekuatan asing. Ekonomi kita di obrak-abrik oleh kekuatan imperialisme dan yang sangat mengenaskan ialah ketika terjadi krisis tahun 1997 dampaknya masih terasa sampai sekarang dan kita berkelahi teus di internal bangsa kita, sementara sebenarnya skenario untuk menenggelamkan bangsa kita pada tahun 1997 itu masih belum banyak diketahui oleh masyarakat kita sendiri. Dan ketika krisis itu terjadi tahun 1997 kita tidak siap untuk menjawab menghadapi apa yang terjadi pada saat itu karena Ilmu kurang dan kita memang tidak punya pengalaman menghadapi krisis yang sangat dashyat seperti itu. pemerintah orde baru pada waktu itu selalu mengklaim fundamental ekonomi kita kuat, cadangan devisa kita besar, stabilitas politik kita mantap dan kita dianggap akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan internal kita sendiri. Tapi tiba-tiba dengan satu goncangan dibidang moneter pada waktu itu 1 US$ adalah Rp.2500 tiba-tiba mengalami krisis dibidang moneter melompat menjadi Rp.16500 sehingga tidak ada satu usahapun yang dapat mengkalkulasi, merencanakan kegiatan usahanya, kita bingung apakah kita akan melepaskan kurs kita dengan fluktuatif mengikuti perkembangan mekanisme pasar ataukah kita akan PEK seberapa jumlah yang kita mau tentukan kita dalam keadaan panik, kita melepaskan bunga bank, semua Kolaps dan pemerintah pada waktu itu mengambil kebijakan untuk mengatasi bank-bank yang Kolaps memberikan bantuan likuiditas yang disebut dengan BLBI yang sampai sekarang masalahnya tetap rumit untuk kita selesaikan bersama-sama. Malaysia pada waktu itu mengambil sikap yang jauh berbeda. Malaysia menolak kerjasama dengan IMF dan bank dunia kita sebaliknya menerima mereka. Malaysia zero Count , Nol Count bunga bank , kita biarkan sampai 70% bunga bank pada waktu itu dan kemudian malaysia PEK uangnya 1 US$ (Sebesar) 3,4 Ringgit , kita biarkan mengambang terus dan kita betul-betul dalam keadaan krisis dan saya ingat betul pada waktu Megawati menjadi Presiden, menteri keuangan Boediono pada waktu itu melaporkan dalam sidang kabinet bahwa cost kita dalam menanggulangi krisis adalah jumlahnya 632 Trilyun dan itu menjadi tanggungan negara dan menjadi beban bagi seluruh rakyat sampai hari ini.

Kalau kita lihat sebenarnya BLBI Pada waktu itu dikucurkan oleh pemerintah untuk membayar utang kepada pihak asing, sehingga mereka tidak mengalami kerugian sama sekali dan bahkan mereka mendapat keuntungan yang luar biasa oleh karena ketika uang d pinjam dalam bentuk US$ dan ketika harus kembalikan, kita harus membandingkan atau menghitung rupiah dalam Dollar maka terjadinya adalah Hutang pada awalnya Rp.2500 tapi ketika bayar, bayarnya Rp.16.500 dan itu luar biasa dampaknya sampai sekarang ini. Memang kejadian itu yang kemudian yang menciptakan PERPU Kepailitan, merumuskan begitu banyak kebijakan yang sampai hari ini masih ini kita rasakan segala dampak dan akibatnya.

Karena itu saya mengingatkan saudara-saudara tidak ada siapapun yang akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini kecuali kita sendiri. Lebih baik kita tidak bisa percaya kepada kekuatan-kekuatan asing, dia tidak berpihak kepada kita. Kenapa mereka tidak berpihak kepada kita? Pertama, negeri ini sangat kaya raya. Saya tahu mungkin nanti saatnya saya akan kemukakan bagaimana kita harus menyelesaikan persoalan bangsa ini, bagaimana kita harus melipatgandakan APBN kita, sehingga kita memperkuat fundamental ekonomi kita, membiayai seluruh pembiayaan negara yang harus kita tanggulangi dan kita pikul bersama, nanti akan dikemukakan menjelang pemilihan Presiden. Saya tidak ingin ide-ide ini dicuri oleh pihak-pihak lain.. jadi kita nanti tidak dikemukakan sekarang ini.

Jadi kekayaan kita tidak pernah habis kalau ilmu kita punya, ini prinsipnya. Jadi kalau orang tanya kepada saya bagaimanakah sikap kita terhadap kontrak-kontrak karya yang sudah ditandatangani baik pada masa presiden Soekarno dan pada masa presiden Soeharto, Freport dan lain-lain. saya mengatakan kalau kita Nasionalisasi bukan persoalan kita berani atau tidak berani , tapi apakah itu realistis atau tidak? Kita pernah melakukan nasionalisasi pada tahun 1952, pertama kali kita menasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank Central dan itu dulu dilakukan oleh Menteri keuangan Masyumi , Mr. Yusuf Wibisono., Jadilah Bank Indonesia itu. tapi kita bayar sama Belanda, kita Nasionalisasi KPM menjadi Pelni,kita bayar sama Belanda, Nasionalisasi KLM menjadi Garuda, kita bayar, kita Nasionalisasi Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton menjadi PN Tambang Timah kita bayar sama belanda! Persoalannya kita harus kalkulasi, kalau kita Nasionalisasi Freeport maka harus dianggarkan dalam APBN, apakah itu akan menguntungkan atau tidak? Maka saya mengatakan yang paling efektif adalah kita melakukan renegosiasi apakah kontrak dilaksanakan dengan konsisten ataukah terjadi kecurangan –kecurangan didalamnya? dan kalau terjadi kecurangan-kecurangan kita bisa menuntut pembatalan kontrak. Kalau kontrak kita batalkan maka di bawa ke badan Arbitrase internasional dan pengalaman kita selana ini kita selalu kalah di Arbitrase Internasional. Terakhir saya ingat kita kalah di Arbitrase New York dalam kasus Balongan kilang minyak yang tidak jadi dibangun dan kita dikalahkan oleh Arbitrase karena perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh pemerintah pada umumnya sangat-sangat lemah dan selalu menguntungkan Pihak Asing dan merugikan Negeri kita sendiri. Tapi barangkali dengan teknologi yang berkembang kita dapat mengatasi semua itu , barangkali suatu saat kita hanya akan mengatakan sama seperti kepada Belanda yang dulu telah menambang dalam sampai 400 M dibawah tanah, mereka hanya mengambil Timah. Apa yang ada dibawah mereka ditinggalkan diatas, sama seperti Freeport sekarang. Mereka menambang dibawah tanah , ditinggal diatas yang dibawah “konon” hanya tembaga, mungkin juga yang lain tapi yang tertinggal masih banyak. Mungkin suatu kali kita akan mengatakan yah, terima kasih kepada Freeport anda sudah angkat ini barang ke atas kami tinggal mengolah dan akan menjadi suatu Real Act Metal yang akan menjadikan bangsa Indonesia ini sebagai bangsa yang akan kembali kedepan mungkin akan menaklukkan dari perjalanan dunia ini. Nantilah lebih detail kita akan kemukakan.

Mengapa mereka tidak ingin kita menjadi maju? Pertama memang negara ini sangat kaya. Sudah ditambang sama Belanda, sudah ditambang sama Republik, sudah dikerjain sama perusahaan-perusahaan perusahaan-perusahaan tambang asing, tapi tetap kekayaan itu tidak pernah habis-habisnya sampai hari ini dan malah makin banyak, makin banyak.

Yang kedua, Negeri ini negeri Muslim terbesar di dunia, tidak akan pernah orang-orang yahudi, Orang-orang Nasrani, orang-orang sekuler itu akan senang kalau melihat Indonesia ini menjadi sebuah negara muslim yang kuat dan maju di dunia ini. Kita lihat negara-negara timur tengah sudah dikacaukan habis sama mereka, di adu domba satu dengan yang lain tidak bisa maju-maju sampai sekarang ,perang tanpa henti-hentinya. Kita Alhamdulillah bisa membangun asia tenggara yang damai bebas dari knflik-konflik yang besar dan menjadikan forum Asean sebagai forum dialog untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Konflik regional. Tidak ada yang senang dengan kita.

Yang ketiga, Letak kita yang sangat strategis ini. Indonesia pada waktu Prof. Mohctar Kusumaatmadja menjadi Menteri luar negeri. Kita berhasil memperjuangkan apa yang disebut dengan UNCLOS (United Nations on the Law of The Sea) tentang hukum laut Internasional. Kita pada waktu itu di sokong oleh Inggris Filipina dan Jepang yang menyatakan bahwa negara di dunia ini ada yang disebut dengan negara-negara kepulauan. Atau disebut Archipelagic State . yang spesifik tidak ada pada negara yang tidak bercorak Archipelagic kepulauan itu. apa yang penting adalah menurut hukum laut Internasional batas suatu negara itu adalah 14 Mil ditarik dari air surut yang paling jauh, kesana ditarik ketengah laut ,sampai disitulah batas negara. Kalau begitu antara kalimantan dan pulau jawa, siapa yang punya laut di tengah2 itu? Archipol maka kita mengatakan laut antara 2 pulau dalam sebuah negara kepulauan adalah kedaulatan dari negara itu, bahkan kita mengajukan konsep tentang batas laut 200 Mil yang disebut dengan dengan Zone Economic Exclusive yang sebenarnya membuat luas wilayah kita makin besar , cadangan minyak kita juga sebenarnya masih sangat besar. Dan dengan konsep Archipol itu maka timbul persoalan... saya ingat suatu hari saya menyelesaikan perundingan tapal batas Indonesia dengan Vietnam yang berunding 24 tahun tidak selesai-selesai. Pada waktu itu saya dengan saudara Hasan Wirayudha memfinalkan Penetapan Tapal Batas republik Indonesia dan republik Vietnam. Dengan itu sempat Mahathir Muhammad agak kesal dan dia bilang sama saya “Yusril... itu pulau awak kecil sangatlah, maksudnya dia bilang pulau anda kecil sekali di ujung pulau natuna. Akibatnya karena kita Archipelagic maka batas laut kita itu dari pulau tioman dipantai timur malaysia di tarik sampai ke dekat kota Ho Chi Minh City yang mengakibatkan malaysia itu terpisah antara semenanjung malaya - Sabah sarawak disana, itu persis seperti Pakistan barat dan Pakistan Timur yang dulu dipisahkan oleh daratan India, karena dibelah begitu. Hanya kita memberikan konsesi kepada malaysia, meskipun kita perang dengan Malaysia, maka pesawat malaysia baik militer maupun sipil bisa terbang dari sabah ke semenanjung atau ke serawak melintasi batas itu tanpa memerlukan izin dari pemerintah Indonesia, termasuk Nelayan malaysia bisa melaut di situ sejauh adalah nelayan-nelayan tradisional malaysia. Kita sebenarnya konsekuensi dari negara kepulauan itu maka kita harus memberikan kesempatan bagi negara lain untuk melintas negara kita , maka kita hanya membuka 3 pintu yang disebut dengan Jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) pertama adalah alur laut dari lautan Hindia, Selat Sunda dibagian timur pulau belitung itu samapi ke barat pontianak, sampai ke Natuna, terus ke Asia Timur. Kedua melalui Selat Lombok dan selat makasar dan yang ketiga ada alur dari sebelah timur dari pulau Halmahera sampai ke selatan. Amerika serikat berkali-kali memaksa kita supaya kita membuka alur dari barat ke timur yang dulu saya menjadi Menteri Kehakiman tidak pernah saya mau memberikannya! Saya katakan lebih baik saya mati berdiri daripada membungkuk kepada Amerika Serikat! Karena kalau dia buka jalur dari barat ke timur sebenarnya susah bagi kita untuk mempertahankan kedaulatan negara kita sendiri.. apa yang belakang sempat diributkan dulu mengenai kapal yang dibawah laut itu, Namru. Memang kita sampai pernah mencabut status diplomatik dari awak kapal Namru itu... agak mengherankan saya ada kapal selam bekerja dibawah laut, petugasnya adalah marinir Amerika Serikat tapi Amerika memaksa supaya seluruh mereka diberi status Diplomatik dan pakai paspor diplomatik. Udah dibawah laut tentara kenapa harus diberi status diplomatik? Ada apa ini? Kan memang ada satu penelitian di bawah laut sampai hari ini kita juga belum tahu, kemungkinan juga adalah pengembangan dari senjata biologi yang dilakukan oleh kapal Namru itu. Jadi tidak akan pernah senang mereka kalau kita ini menjadi kuat dan bersatu. Itu harus kita pahami betul.

Jadi banyak kawan-kawan kita itu terlalu percaya pada orang asing. Bahwa kita sering ditipu oleh orang asing itu sendiri. Banyak UU kita ini kalau nanti saudara-saudara sudah terpilih menjadi Anggota DPR, akan banyak yayasan-yayasan , banyak kelompok-kelompok, banyak lembaga-lembaga bantuan yang mendekati para anggota DPR dengan Draft rancangan UU dan ketika itu kita pelajari sebenarnya adalah kepentingan-kepentingan asing yang bermain dibalik itu. itu betul! Harus lebih hati-hati, harus waspada seperti misalnya UU Minerval bikin hancur pertambangan kita karena kesalahan membuat UU. Dan itu konsultan-konsultannya orang asing semua. Kadang-kadang orang australia baru-baru ini katanya memberikan Allowance atau memberikan bantuan untuk merevisi UU tentang terorisme. Dan itu sebenarnya bukan kepentingan kita, itu kepentingannya mereka. Hati-hati betul jangan sampai kita secara tidak sadar kita kemudian diperalat oleh negara-negara lain, untuk kepentingan mereka. Termasuk persoalan kedaulatan Australia tidak akan pernah merasa senang karena negara itu ada diselatan, kalau mereka mau pergi ke utara, mau lewat wilayah kita ini harus “kulonuwun” sama pemerintah Indonesia, itu memang iya.

Dulu pernah saya nekat-nekatan suatu hari, ketika terjadi perang di Teluk Persia, pada waktu itu Armada Laut Amerika serikat bergerak dari Huang di Wilayah timur Filipina akan pergi ke Teluk Persia dan tidak ada pilihan mereka harus lewat selat makasar, saya waktu itu mengatakan okey kita berikan ini tapi berlaku ketentuan UNCLOS bahwa senjata harus di tutup meriam harus di sarungi, aktivitas milter berhenti sampai mereka lewat Selat bali. Apa yang tejadi? Ketika kapal induk itu ada diperairan selat bali, tiba-tiba salah satu pesawat F16 Tomcats waktu itu mengudara dan ditangkap oleh radar kita dimalang, dan pada waktu itu menteri pertahanan menelpon saya “Menteri kehakiman, radar menangkap ada pesawat Amerika mengudara 6 Menit, apa yang dilakukan?”.... Kejar!! Saya bilang. Dan 5 pesawat kita naik dari Malang dan berhadapan di udara dengan satu pesawat Amerika Serikat.... secara teknis ya kalau terjadi penembakan lima pesawat kita akan rontok, itu pesawat F15 Eagle mengahdapi F18 Tom Cats, tapi kita ingin tunjukkan ini negara kita dan kita punya kedaulatan!.. orang bilang gila ini! Pesawat tempur rongsokan menghadapi pesawat tempur serba modern. Tapi di udara diperingatkan dan pesawat Tomcats itu kembali mendarat di kapal induk Amerika Serikat. Dan besoknya Duta Besar Amerika Serikat datang meminta maaf dan mengatakan ada kesalahan Teknis, yang dalam hati saya mengatakan masa mungkin ada kesalahan teknis satu pesawat bisa naik ke udara? Sebenarnya hal-hal seperti ini harus kita jaga, Ibarat kita mengatakan walaupun Cuma tinggal punya parang kita dirumah kalau musuh datang, parang itulah kita bawa keluar. Inilah jaga bangsa dan negara kita ini jangan sampai kita digangu oleh siapapun. Ini pesan saya kepada saudara-saudara calon anggota legislatif.

Mengapa saya berkata begitu? Pada waktu para pendahulu kita mengadakan muktamar umat Islam di Madrasah Mualimin muhamadiyah petanggungan Yogyakarta pada tanggal 1 November 1945, mereka mendirikan Partai Politik Islam Indonesia dalam tanda kutip “Masyumi” namanya dan pada hari ke tiga keputusannya itu apa? mengumumkan dan meminta dukungan dunia agar mensupport kemerdekaan Indonesia. Hari itu DR. Sukiman Wirosenjoyo menyampaikan Telegram kepada raja Saud dan telegram disampaikan kepada Muhammad Al Jina Presiden dari Islamiq Muslim Leaq of India pada waktu itu. permintaannya pertama, mohon Raja Saud menyampaikan kepada orang-yang sedang wukuf di arafah, memberitahu kepada mereka Bahwa INDONESIA SUDAH MERDEKA. Minta negara-negara mereka menyokong kemerdekaan Indonesia, Raja Saud berpidato di padang Arafah. Itu diplomasi pertama yang luar biasa. Kedua, DR. Sukirman menyampaikan pidato melalui radio Jogya, pesan kepada Muhammad Al Jina supaya menyerukan kepada tentara British Army dari divisi ke 22 tentara Punjab supaya tidak ikut bertempur melawan bangsa Indonesia. Besok Paginya Al Jinna menjawab melalui pidato radio India dan menyerukan kepada tentara Inggris yang berasal dari India yang beragama Islam supaya tidak ikut bertempur melawan orang Indonesia. Akibat pidato Jinna itu maka pasukan India yang ada disurabaya dipimpin Kapten Muhammadi Ziah Ulhaq, yang belakangan menjadi presiden pakistan, itu serentak mereka Disersi, naik ke kapal dan tidak mau bertempur. Dan ada 2 batalion tentara punjab menyerah di lapangan banteng. Mereka di kirim pergi ke bandung untuk bertempur. Sampai di sukabumi ketika mereka siap bertempur orang pakai Allahu Akbar, Tentara India Muslim itu bagaimana mau tembak berani? Mereka pulang ke jakarta dan meletakkan senjatanya dilapangan banteng. Mengatakan kami tidak mau bertempur.., kemudian oleh Inggris mereka ditawan. 2 batalion itu ditempatkan dipulau Onrus, di Pulau Seribu. Sebagai tawanan perang. Saya masih bertemu dengan dua orang diantara mereka yang pada tahun 70-an menjadi marbot di masjid Agung AL-Azhar. Orang itu selalu pakai baju tentara, jadi Satpam di situ dan kelihatannya seperti tampang orang India. Dia bilang saya tentara Punjab yang menyerah dulu dan pernah ditawan Inggris dan saya tidak mau pulang ke India saya tetap menjadi warga negara Indonesia, yang bertempur itu adalah pasukan Burka. Pasukan Burka itu bukan India, pasukan Burka itu pasukan Nepal. Yang pakai sorban itu beragama Sigh itu yang sangat kejam yang banyak membantai orang di surabaya dan di bandung. Tapi tentara muslim India hampir 100% disersi. Jadi itu Jinna bersikap demikian terhadap pidato Sukiman melalui radio, pesan kepada Jinna .

pada waktu itu juga muktamar Masyumi mengatakan membentuk pasukan Hizbullah dan Barisan sabilillah, untuk mempertahankan kemerdekaan dan mereka mengadakan latihan perang dilapangan Asri Yogyakarta. Yang ketiga jangan dilupakan Hadratus syeh Kyai Haji Hasyim Ashari, yang diangkat menjadi ketua Majelis Syuro Masyumi mengeluarkan fatwa Jihad. Kyai Haji Hasyim Ashari mengeluarkan Fatwa Jihad dalam kedudukannya sebagai ketua Majelis Syuro Masyumi! Itu jangan dilupakan. Sekarang sering di Klaim ah itu Ketua NU, Ngak... beliau mengucapkan itu dalam kapasitas sebagai Ketua Majelis Syuro Masyumi, Fatwa Jihad melawan penjajah. Jadi kalau kita ingat sejarah seperti itu, kita ini rasa-rasanya tidak mungkin berhianat kepada bangsa dan negara kita ini. Ini hasil perjuangan para pendahulu kita semua dan kita wajib untuk meneruskannya. Banyak sekali hal-hal yang kadang-kadang salah paham dan musti diluruskan. Contoh misalnya orang selalu bilang kita kehilangan 2 pulau. Pulau Sipadan dan pulau Ligitan. Nanti saudara-saudara sebagai anggota DPR, kalau terpilih Insya Allah akan juga menghadapi beban ini. Saya mengetahui masalah ini. Sebenarnya dan sejujur-jujurnya kita tidak pernah kehilangan pulau! Mengapa?? Karena sejak awal pulau Sipadan dan Pulau Ligitan itu tidak jelas dalam Peta kita, juga tidak jelas dalam peta Malaysia. Awalnya memang begitu. Beda dengan pulau sebatik. Pulau sebatik itu sudah jelas sejak zaman belanda dibagi dua. Bagian utara masuk namanya pada waktu itu British north Borneo, jadi Inggris kalimantan utara. Itu belakangan baru gabung ke malaysia. Bagian selatan pulau sebatik itu masuk Netherlands India. Ada pulau yang sempat diperselisihkan Belanda dan Spanyol. Itu pulau Miangas. Dalam peta Filipina pulau itu dibilang Pulas Las Palmas. Letaknya di utara dari Pulau Sangihe talaud. Pulau itu penduduknya 4500 orang, 400 orang Indonesia, 4100 orang filipina. Orang belanja disitu pakai uang peso lebih banyak daripada pakai uang rupiah. Itu Miangas. Pulau itu diselesaikan oleh Arbitrase Washington tahun 1906, karena belanda dan Amerika serikat pada waktu itu Filipina menjadi jajahan Amerika. Berselisih amerika dengan ini di bawa ke Arbitrase Washington dan Arbitrase memutuskan pulau Miangas milik Hindia Belanda. Sampai hari ini pulau itu lebih dekat ke pulau Dafao Filipina, tapi itu wilayah Indonesia. Penduduknya lebih banyak orang filipina daripada orang Indonesia.

Pulau Sipadan Ligitan itu tidak jelas di peta Inggris tidak Jelas di Peta Belanda! Beda dengan pulau sebatik. Pada waktu kita mengesahkan UNCLOS kita coba klaim pulau itu sebagai pulau punya kita. Pada waktu bersamaan malaysia juga bilang pulau itu punya kita. Jadi memang tidak jelas pulau itu punya siapa? Dari awal itu ngak jelas. Dan kita sudah berunding selama 22 tahun untuk menyelesaikan persoalan Miangas itu . sampai Mahathir bilang ke saya..” Gini sajalah, kamu yusril kamu bilang sama pemerintah Indonesia sudahlah daripada kita ribut kita bagi dua saja ini pulau. Yah indonesiakan sudah banyak pulaunya, untuk apa lagi ambil ini pulau...” kata mahathir. Dia bilang sama saya. Yah salah satunya sipadan masuk kita Ligitan masuk Malaysia. Tapi pemerintah kita juga tidak mau. Tawaran kompromi tidak mau. Karena ini perundingan tidak selesai-selesai mengenai status pulau sipadan dan ligitan itu maka akhirnya Pak Harto dan Pak Mahathir pada waktu itu sepakat untuk membawa masalah ini ke International Court of Justice, membawa ke ICJ di DeenHag. Biar ICJ yang memutuskan siapa yang berhak atas kedua pulau ini. Tolong anda putuskan Pulau ini punya siapa? Lalu kita bawa argumen, malaysia juga bawa argumen dan kita sewa pengacara. Tapi pada waktu kita mau serahkan ke ICJ itu, MOU kita dengan Malaysia mengatakan apapun putusan ICJ akan diterima oleh kedua negara dengan sukarela. Itu sikap kita. Ketika diputuskan ICJ malamnya, ICJ mengatakan malaysia lebih berhak atas kedua pulau ini daripada Indonesia. Jadi kita tidak pernah kehilangan dua pulau! Ini sudah salah paham semua, susah menjelaskannya begitu. Dan ketika kita kehilangan dua pulau, dari awal pulau itu tidak jelas punya siapa?? Kita saling Klaim.

Jadi nanti banyak hal yang harus kita sikapi. Saya betul-betul berharap jika saudara-saudara terpilih menjadi anggota DPR, kita Islam, kita komitmen kebangsaannya jelas sekali.. kita tidak mau dipermainkan oleh kekuatan-kekuatan asing untuk kepentingan mereka sendiri dengan merugikan kepentingan bangsa kita ini.

Saya juga ingin berpesan kepada saudara-saudara, bahwa kedepankan rasionalitas daripada emosi. Nanti kita akan adu argumen di DPR. Pernah dulu kita 13 orang menghadapi fraksi-fraksi besar. PDIP, Golkar, dan lainnya. Tapi mekanisme di DPR itu sebelum votting, maka apapun itu satu fraksi satu fraksi didengar. Tanya semua fraksi itu harus sampai kepada persetujuan kalau itu sudah selesai. Pada saat itu sebenarnya tidak ada beda antara fraksi besar dengan fraksi kecil. Kekuatannya ada pada argumentasi. Sering fraksi kita itu menyetop sidang DPR bahkan menghentikan sidang MPR, hanya dengan kekuatan 13 orang. Maka itu saya berharap PBB sekali ini harus melampaui Parlementary Threshold yang ditetapkan oleh UU. Harus kita lakukan!

Saya kali ini All out! Support! Bantu kawan-kawan sebagai calon-calon anggota DPR, agar terpilih kita punya fraksi walaupun tidak terlampau besar, tapi fraksi yang solid dan kuat, punya argumentasi yang jelas dan akan mempengaruhi Produk-produk DPR yang akan datang.

Tanyakanlah kepada Pak Kaban, saksi . beliau anggota DPR sama-sama dengan saya tahun 1999. Saya Cuma 22 hari jadi anggota DPR. Terus masuk kabinet, terus berhenti sebagai anggota DPR. Sering fraksi golkar dan fraksi PDIP itu bertanya sama PBB, bagaimana ini ya? Jadi kita ngajarin mereka (tertawa) ini kenyataan bukan kita takabur. Jadi rupanya kita punya kekuatan. Apalagi kalau sekiranya jumlah anggota DPR kita sekarang, katakanlah mencapai angka 7 atau 8 persen.kita akan mempunyai sebuah kekuatan yang besar.

Yang kedua, persoalan pilpres ini. Ini persoalan Pilpres kalau bahasa Soeltan Batugana ini “ngeri-ngeri sedap” katanya. Ngeri-ngeri sedap barang ini katanya. Kita belum tahu peta politik kita ini, tapi harus kita sadari partai mengalami krisis tokoh. Semua orang. Partai-partai juga sedang mengalami krisis-krisis besar tersangkut masalah-masalah hukum sekarang. Jangan pulalah kita memanfaatkan musibah yang menimpa partai-partai lain. tapi realistis dilapangan kita harus tahu. Sekarang orang yang menjadi pemilih setia partai Islam, pilihannya itu makin besar kearah PBB. Partai A partai B sudah mengalami musibah. Kalau musibah itu “Inna lillahi wa innaillahi rajiun” kata Quran kan begitu. Jadi ini ada tren kepada kita. Tren kepada kita yang makin menguat. Harus disadari bahwa pemilih kita itu adalah dari segala macam warna masyarakat. Jadi kita jangan MENYEMPITKAN diri. Jangan kita mengatakan harus begitu harus begini, ngak. Partai itukan ada misi dakwahnya. Dan tidak bisa orang itu seketika menjadi Mu`minin dan Mu`minat seperti kita. Gak bisa. Latar belakang keluarga berbeda. Latar belakang sejarah berbeda. Mungkin ada orang baru masuk Islam setahun yang lalu mau disamakan dengan dia yang sudah dari zaman sunan Kalijogo nenek moyangnya beragama islam pula. Ngak proporsional! Ini baru masuk Islam kemarin. Dia dari zaman sunan Kalojogo nenek moyangnya sudah muslim. Ngak bisa disamakan begitu... , jadi kita harus lebih Fleksibel lah. Tapi yang kurang-kurang Islamnya itu kita dakwahi terus supaya menjadi Islam yang baik, jangan dijauhi jangan dimusuhi!

Saya ingin menegaskan, kita ini seperti Masyumi dulu. Ada orang sering tanya saya, PBB itu PERSIS (Organisasi Islam) ya Pak Yusril?......

“Persis sama siapa?” saya bilang,

“Bukan, PERSIS (Organisasi Islam) yg dibandung” katanya

“Oh..” saya bilang tidak, sambil ketawa saya bilang PBB itu ASWAJA.. Ahlul Sunnah Wal Jammaah.

“yang bener?” Katanya

“Oh iya... sebaliknya kan Ahlul Bidah wal kulafa”

kenapa saya bilang begitu sambil ketawa-ketawa? Jadi saya bilang begini itu ada fatwa Masyumi tahun 1954. Ditandatangani oleh Kyai Haji Ahmad Ashari, ketua Majelis Syuro. Itu sikap Masyumi terhadap Mashab, itu kita pegang terus sampai sekarang. Dikatakan Masyumi adalah Partai Politik, bergerak dalam lapangan politik, terutama adalah lapangan Politik. Dan karena itu Masyumi tidak mencampuri Urusan Mashab-Mashab. Jadi urusan Mashab-mashab itu diserahkan kepada masing-masing. Pada waktu itu ada NU sebelumnya , ada Muhammadiyah, Jamiatul Qaslia, ada PUI, ada Al-Irsyad, dan jalur dakwah Wal Irsyad, ada Matlaul Anwar, ada Nahdatul woton semuanya itu anggota Masyumi. Jadi kalau berdebat soal Khilafiah bisa rame di situ. Karena itu Majelis Syuro mengambil sikap, Masyumi Lapangan kegiatannya adalah Politik. Utamanya. Jadi tidak memasuki soal Mashab-Mashab. Lah itu pegangan kitalah.. jangan kita bawa Partai perdebatan persoalan Nisfu Syaban. Ini hadisnya ini shohih atau Dhoif yang di jadikan dalil untuk malam Nisfu syaban termasuk puasa Nisfu Syaban. Banyak yang nanya saya, saya ngak mau jawab. Tau sih tau, tapi udahlah jangan nanya saya soal itu gitu saya bilang. Bukan tidak bisa jawab, hadist aja sudah kumpulin juga, Cuma... udahlah. Jadi persoalan seperti itu jangan kita masuki, sehingga ada persatuan diantara kita, sesama kita ini. Jadi kalaupun nanti sholat subuh ada orang PBB yang pakai Qunut, ada yang ngak pakai, udah kita jangan ribut soal itu. supaya dijelaskan nanti. Nanti jangan ibu sebagai caleg ditanya orang... PBB ini wahabi ya...kan pusing kita jawabnya? .... saya bilang tetangga saya itu pak Wahab tapi sudah meninggal saya bilang. Hehehe... jadi kita tidak usah pusing dengan soal itu ya....

Nah yang kedua, kita ini, ini kaitannya dengan Pilpres. Yah Pilpres ini One Person One Vote. Satu orang satu suara. Itu profesor dengan orang yang ngak tamat SD, suaranya sama. Dengan 1 suara. Jadi jangan dilupakan 66% penduduk kita itu tinggal di pulau jawa.. bukan berarti orang jawa.. iya kan? Tinggal di pulau jawa!..... orangnya itu orang jawa dijawa tengah sana, ada orang sunda ada orang madura dibagian timur sana,harus kita sadari... jadi kalau orang maju ke pencalonan presiden, memenangkan seluruh propinsi tapi kalah di pulau jawa.... Abis! Karena itu kekuatan dipulau jawa sangat penting. Inikan ada In balance. Dalam parlimetary threhold sekarang ini, PBB katakanlah bisa dapat 30 kursi. Tapi diakumulasi suaranya itu mendapat suara di Bangka belitung, di kepulauan riau , dimaluku utara.. disana dengan 68 ribu suara bisa satu kursi anggota DPR. Dimaluku utara atau di Bangka belitung. Tapi dijawa mana bisa? Itu anggota DPRD kabupaten yang barangkali kayak gitu.... nah kita bisa dapat 30 kursi tapi kalau dikumpulin karena kita menang disuara-suara daerah kecil, tidak sampai 3,5% kita ngak bisa dilantik! Ngak dianggap memenhi threshold... ini masalah bagi kita. Karena itu kekuatan kita dipulau jawa, sangat-sangat penting!.....

Karena itu memang kita fokus di jawa tengah, jawa timur, jawa barat, banten, jogya, untuk diperkuat ini. Karena pengurus kita loyo nih DPW,DPC diseluruh daerah. Makanya kita harus bergerak lebih kuat. Nah persoalannya apa yang pernah dikatakan Sri Sultan Hamangkuboewono X kesaya, mungkin ada benarnya. Kata beliau “Pak yusril, orang jawa itu yang abangan sama santri itu mana yang lebih banyak?” Yah masih lebih banyak abangan. Orang jawa yang transmigrasi berpindah sendiri keluar jawa bahkan sampai ke suriname, itu bukan orang santri. Itu abangan semua.. orang di suriname aja bikin Masjid tetap ngadap kebarat, kok jawa kok ngadapnya kebarat, kan berencana ke timur.. ngak apa-apa tetap aja ke barat. Kalau saya ngak mau ribut, orang itu sudah mau sholat saja sudah syukur Alhamdulillah bagi saya begitu ya...., kenapa? Karena di suriname itu, tanya sama Sultan Hamengkubuwono... bertemu kita dengan tokoh-tokoh agama. Ada kristen ada Islam ada hindu, macam-macam. Ada satu yang pakai blangkon.

Jadi sama Sri Sultan, “loh.. sampean iki sopo?”

“saya ini pemimpin kromo jowo..” Jadi pemimpin agama Jawa. Rupanya ada agama jawa di suriname, dia kebatinan itu.

Harus kita pahami ideologis kaum modernis muslim, itu tidak bisa menyentuh mereka. Makanya Masyumi tahun 1955, waktu itu propinsi kita itu ada 15, tahun 1955. Masyumi menang 10 Propinsi. Kalahnya itu 5 Propinsi. Jawa tengah kalah yang menang PNI, Jawa timur kalah yang menang NU, Bali kalah yang menang PNI, kalimantan selatan yang menang NU dan partai katolik menang di Propinsi Sunda kecil pada waktu itu... NTT sekarang. Jadi kita menang 10 kalah 5 tapi di DPR suara Masyumi dengan PNI sama 58 – 58. PNI itu Partai yang paling tidak Rasionalis, meskipun mengaku Partai nasionalis. Karena PNI hanya menang di Jawa tengah dan Bali. Berarti bukan Partai Nasionalis itu. Masyumi jauh lebih nasionalis dia menang di 10 Propinsi. Papua belum ikut pemilu pada waktu itu pada tahun 1955. Kalau kita lihat sosiologis politiknya, orang jawa abangan ini bedanya Cuma 2, kalau tidak PNI, PKI. Makanya di Solo, Jogya pemilu setelah tahun 1958, PKI Menang 72%. Jadi tidak bisa. Ikut NU aja mereka ngak mau apalagi ikut Masyumi yang puritan.

Nah sekarang suara ini sangat penting. Oleh karena itu saya berharap. Ada akidah, ada pikiran dikepala kita tetapi ketika berhadapan dengan yang lain cobalah kita sedikit lebih lunak dan lebih akomodatif. Bukan kita mentolerir ya... artinya paham-paham seperti itu sudahlah kita menahan diri dululah. Jadi saya juga ngak mau pusing. Jadi kalau bulan Syaban orang mau ruwahan saya ikut ruwahan. Saya ngak mau pusing, kalau orang tahlil saya tahlil aja.... kemarin apa bang katanya, mau nahlilin abang Taufik .. oh iya saya tahlil..

Gus dur dulu pernah bilang sama saya “Bang, bang yusril inikan anak orang Masyumi”

“kenapa Gus?”

“yah ngak bisa tahlil, ngak bisa baca talkit”

“Siapa bilang? Kalau perlu Gus dur masih hidup saya Talkinin sekarang...”

“ oh jangan!” katanya begitu, ternyata Gus dur takut juga di talkinin hehehe, dikirain saya tidak bisa baca Talqin. Dikampung saya biasa bacain talqin setiap hari orang mati, ngak ada urusan saya bilang begitu.. jadi yang begitu-begitu kita agak toleran lah. Begitu ya... Saya pikir ya bagus jugalah sudah menjelang puasa, ada orang Nisfu syaban mengingatkan dua minggu lagi puasa loh! Terus orang baca yasin, terus orang bersihkan rumah, bersihkan Masjid, bersihkan kuburan... saya pikir baik sajalah pekerjaan itu, ngapain dipersoalkan begitu ya...

Kemarin dibilang ke saya di twitter pada nanya Bid`ah baca yasin bang katanya dimalam Nisfu sya`ban .. yah kalau tidak baca yasin yah.. dibaca saja sura al-baqarah saya bilang... hehehe..

Hehehehe... Jadi udahlah kita agak sedikit anulah begitu ya...walaupun kita tahu yang benarnya gimana yang begini.. tapi sudahlah supaya kita ini agak lebih akomodatif dengan semua dan mudah-mudahan ya kita mendapat dukungan yang kuat dari segala komponen dan masyarakat, gitu yah.

Saya juga kalau lihat teman-teman di Yogya atau di solo tulis brosur-brosur tentang saya... saya pun bacanya ketawa begitu.. ditulisnya pake bahasa jawa ada bahasa Indonesianya . saya dibilang apa, Yusril itu sudah disebut dalam ramalan joyoboyo apa begitu... disebut katanya ini Satrio pinandito, Rojo tanpa Mahkoto... segala macamlah.. saya juga kalau baca juga tertawa... tapi sudahlah saya pikir, pusing amat dengan urusan begini-begini..

Jadi saya pernah ngikutin pak kyai entus, ki dalang itu manggung di tempatnya pak Muhanto di Kudus sana. Dibikin gambar cheng ho begitu, diwayangin di depan... apa-apa dia bilang. Saya Cuma ketawa aja dengerin begitu.. yah sudahlah untuk apa kita mempersoalkan masalah-masalah seperti ini... jadi tolong kepada para caleg agak lebih tolerans lebih terbukalah....

Lalu saya juga ingin berpesan kepada saudara-saudara semua, ini jangan diam. Rakyat awam itu melihat simbol-simbol. Banyak komplain yang disampaikan kepada saya, bang katanya dikabupaten ini, Rokan hilir itu ngak ada kegiatan bang katanya... jadi sebenarnya bagi orang awam, partai itu ada kalau dilihat ada benderanya, dipasang diatas pohon... jadi itu kecil bagi kita, yah tapi bagi orang awam itu penting. Menunjukkan simbol bahwa kita ada disitu. Dan penyakit orang PBB itu kalau disuruh masang bendera.. malasnya bukan main! Ini bingung saya.... (pada tertawa) padahal ini kerjaan kecil saja, apa sih susahnya begitu ya.. ada disatu kabupaten, masuk di kampung saya juga.... “Mau minta bendera bang!”...... saya kasih 5 ribu benderanya, waktu saya datang kesitu kok benderanya ngak dipasang... mau dipasang katanya bang itu untuk beli bambu segala macam ngak ada duitnya... aduh.... saya pikir bagaimana kalau begini sontoloyo semua... (tertawa semua) gak ada semangat bekerja gitu..., jadi buatlah ada semangat... simbol-simbol partai itu, pasanglah dimana-mana.. saya bantu juga.. saya sekarang sudah mulai terpikir nih, saya mau cetak bendera berapa kabupaten, 520 kabupaten, taruhlah kita kasih 5000 satu kabupaten, tapi... dipasanglah! Dan inisiatif juga para caleg itu, ramai-ramai kumpul di DPC... ini caleg pusat, ini caleg propinsi, ini caleg kabupaten, udah bikin saja masing-masing nyumbang 100 biji...lalu pasang. Jadi orang tahu, oh ada partai PBB disini .

Saya dikirimin foto 2 biji, saya lihat foto itu ketawa saya... foto dari kabupaten wamena.. ‘PBB Mendaftarkan Caleg’ jadi orang pada baris dan ada beberapa orang pake koteka lagi bawa bendera PBB.. wah ini dashyat ini saya pikir!... ini kalau di lihat pak fuad amsyari, ini bisa ngomel dia... wah bagaimana ini melanggar etik, bisa dibawa ke badan kehormatan (pada ketawa).. takjub juga saya melihatnya, luar biasa juga begitu ya...



Kemarin ada orang datang ke kantor saya.. namanya Natalius apa begitu..

“pak saya lagi perkara di MK ini pak... ,”

“loh bagaimana ini urusan”

“yah kita lawan pak..”

“Bagaimana melawan, bapak ini siapa?”

“Oh saya calon bupati pak.., saya ketua PBB wamena”.... eh bukan wamena sebelahnya itu

“Bapak...?”

“Saya orang kristen pak tapi saya ketua PBB”

Dia calon bupati, sampai sekarang mandek. Jadi dia ngadu kesaya ini ngak benar MK pak. Masak MK mutus, lawan saya dimenangkan sudah putaran kedua pak katanya,putaran pertama kalah tinggal 2 pasangan dan saya lawan Bupati Incumbent. Gak jelas suaranya akhirnya MK memutuskan berdasarkan musyawarah adat.

“Apa bisa pak..”

“Oh, gak bisa dong..”

Dia datang lagi ke saya, “itu KPU kabupaten itu tidak mau melaksanakan keputusan MK”

Saya bilang “kenapa kok ngak ngasih tahu?”

“Oh saya baru pak, ini kabupaten pemekaran.., yah disitu ada satu orang padang, disitu buka warung padang.. yah dia bilang mau bikin PBB terus saya dipanggil, supaya saya jadi ketuanya... yah saya jadi ketua PBB”

Ini yang begini-begini yang kita udah Alhamdulillah.... orang kristen, baru saja jadi ketua PBB langsung jadi calon Bupati mau mengalahkan Incumbent... itu luar biasa! Walaupun dia beragama Kristen.

Jadi kita terbukalah dengan keadaan-keadaan seperti ini. Jadi dulu juga waktu Partai Masyumi masih ada itu tahun 50, pada waktu itukan ada DPR Republik Indonesia Serikat, DPR RIS dan Senat Republik Indonesia Serikat. Kan dulu kan dua, ketika Pak Natsir sampaikan Mosi Integral, dibubarkanlah RIS, dibentuk negara kesatuan RI. Kalau sudah negara kesatuan kan tidak ada lagi senat, maka anggota senat menjadi anggota DPR. Dan pada waktu itu anggota senat dipersilahkan untuk bergabung ke partai-partai. Nah pada waktu itu ada 2 orang yang keturunan belanda, yang bergabung ke Masyumi. Pertama adalah Doktor Setia budi atau Dowes dekker ke III, yang ada jalan setiabudi di bandung atau disini setiabudi itu orang Masyumi jangan lupa itu.jangan salah, jangan dikira orang ngak jelas. Itu orang Masyumi . dia senator pada waktu itu, bergabung langsung ke Masyumi . satu lagi namanya YMF Rembref, itu orang diangkat menjadi anggota DPR sebagai orang Indo belanda, dan dia Kristen. Dia bergabung ke Masyumi. Ada itu dalam sejarahnya. Supaya kita tahu, jadi kalau kita lihat ke dalam rancangan UUD Republik Indonesia yang dibawa Masyumi ke konstituante, membuktikan satu-satunya jabatan yang tidak boleh diserahkan kepada bukan muslim adalah jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

Kalau begitu ya kalau ada seperti dikabupaten pecahan wamena itu ya, orang kristen mau jadi ketua PBB kalau saya sih tidak keberatan, silahkan sajalah . saya tanya sama bapak itu,

“Pak orang Islam ada berapa dikampung bapak itu?”

“Ada 186 orang pak orang islam”

Orang Islam cuma 186 orang disatu kabupaten. Bagaimana kita mau bikin pengurus PBB, yah biar sajalah orang kristen mau jadi orang PBB. Sepanjang dia setuju dengan asas-asas dan perjuangan kita. Itu aja,kita terima aja kok.

Jadi harapan saya kepada bapak dan ibu-ibu, ngak usah terlalu panjang ceramah kita ini, tapi waktu makin singkat dan dana kita terbatas, sementara ini tolonglah bergotong royong dulu, sambil Pak kaban sama saya cari-cari duit dulu. Mudah-mudahan dapat duit, dapat rejeki , entah namanya dipinjamin atau di Infaqin sama Pak Kaban, yah tunggu sajalah..

Tapi paling tidak sekarang ini kita berharap, para caleg kita berkontribusilah semampu-mampunya . paling tidak untuk bikin bendera, melakukan sosialisasi, bakti sosial kecil-kecilan dikampung supaya kita kelihatan bahwa kita ada aktivitas. PBB ini memang penyakitnya tidak berduit, itu saja yang dari dulu. Kalau kita banyak duit nya barangkali partai kita ini lebih besar daripada sekarang. Tapi Insya Allah kedepan ini lebih baik kita dibandingkan dengan yang lalu. Kenapa kita tidak berduit? Karena memang kita tidak terlibat korupsi. Saya 3x jadi menteri tetap saja miskin. Pak kaban begitu juga. Jadi jangan dikira jadi menteri itu enak. Saya pengalaman jadi menteri gajinya 5 Juta rupiah. Setelah itu naik jadi 20 juta waktu saya berhenti. Dan sampai hari ini saya dapat pensiun jadi menteri. Berapa Pensiun menteri? Rp. 850.000,- rupiah. Yah itulah, kalau besok disuruh saya jadi menteri, sudahlah saya kasihlah bambang setyo lah jadi menteri. Karena saya tahu tidak ada enaknya jadi menteri itu. tiap hari dimaki orang yang gajinya kecil, udah pensiun, pensiunnya 850 ribu rupiah. Jadi saya diketawain oleh Almarhumah ibu saya. Ibu saya waktu itu tanya sama saya..

“Ril, kamu itu kan 3x jadi menteri. Pensiunnya berapa?”

“850 ribu” saya bilang

“oh, masih besaran saya 50 ribu! Pensiun saya 900 ribu!”

Padahal ibu saya itu pensiun Janda, yang bapak saya Almarhum kepala KUA kecamatan, sudah pensiun lam, anak sudah dewasa. Tinggalah beliau sendiri, dapat pensiun janda. Katanya pensiun saya lebih besar 50 ribu daripada pensiun kamu. Jadi saya pikir Naudzubillah min Zalik saya jadi menteri, capek kita. Siapa yang mau jadi menteri Pak sahar atau silahkanlah besok-besok silahkan ikutan daftar ajalah..

Itulah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf kalau ada kata-kata yg kurang baik, mudah-mudahan setelah ini nanti kita akan melakukan pertemuan lagi, dan mungkin setelah pemilu kita betul-betul menata pengkaderan partai kita ini supaya lebih solid, lebih kuat, lebih paham akan visi dan misi perjuangan .

Terima kasih banyak .
Wassalaamu'alaikum wrwb

26 Juni 2013

Kembali Berjuang Untuk Kabupaten Bandung


Insya Allah, beliau  (Drs. H. Eri Ridwan Latif, M.Ag) berjuang lagi di 2014 utk DPRD Kab. Bandung dari Partai Bulan Bintang (14) No. Urut 2 Daerah Pemilihan VII (Pameungpeuk, Arjasari, Banjaran, Cangkuang, Cimaung, Pangalengan) "Ekspresikan Hijaumu". Allahu Akbar

17 Juni 2013

SIKAP POLITIK PERSIS





Nomor : 1613/U-C.3/PP /2008 Bandung, 17 Dzulhiiiah 1429 H
Lampiran : - 15 Desember 2008 M
Perihal : Sikap Politik
Kepada yth.
Seluruh Jajaran Pimpinan Persatuan Islam
Di
Seluruh Indonesia
Menghadapi Pemilu 2009, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) setelah memperhatikan :
1. Amanat Muktamar XIII, bahwa dalam menyikapi perkembangan sosial polltik lima tahun kedepan Muktamar Persis mengamanatkan kepada kebijakan Musyawarah Lengkap PP Persis dengan mempertimbangkan berbagai usul, saran, situasi, dan kondisi yang berkembang, dan kepada seluruh anggota Persis dan bagian otonom diamanatkan untuk mentaatinya. Mengingat Bidgar Siyasah hanya ada di Pimpinan Pusat, maka yang bertanggungjawab dan menjalankan kebijakan siyasah di wilayah dan daerah adalah Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah.
2. Keputusan Musyawarah Lengkap PP Persis yang diperluas dengan agenda pembahasan Sikap Politik Persis menghadapi Pemilu Legislatif 2009
3. Musyawarah Kerja IV PP Persis pada tanggal 1 - 3 November 2008
Maka dengan ini kami sampaikan beberapa kebijakan dalam menghadapi Pemilu 2009 sebagai berikut :
1. Persis pada dasarnya mendukung perjuangan semua Partai Politik Islam.
2. Peran aktif Persis dalam kegiatan Pemilu 2009, tidak hanya ikut menyalurkan aspirasi, tapi juga memfasilitasi anggota/kader Persis yang bertanggung jawab terhadap misi da'wah Persis, siap dan layak maju dalam bursa Calon Anggota Legislatif, baik DPR/D maupun DPD.
3. Dalam rangka memelihara keutuhan Jam'iyyah, PP Persis menganjurkan kepada seluruh Keluarga Besar Persis untuk menyalurkan aspirasinya (memllih) anggota kader Persis yang menjadi caleg di dapil tersebut atau caleg yang memiliki integritas moral yang tinggi dari Partai Politik yang memiliki visi, misi dan komitmen yang sama dengan Persis, untuk dapil yang tidak ada caleg dari anggota/kader Persis. Penyaluran aspirasi (memilih) diatas dilaksanakan dengan memperhatikan arahan/petunjuk Pimpinan Daerah/Pimpinan Cabang setempat
4. Untuk menghindari kesan Persis sebagai underbow partai polltik tertentu, maka kami instruksikan kepada seluruh jajaran Pimpinan Persatuan Islam untuk tidak mengizinkan penggunaan jabatan dan asset jam'iyyah seperti ; Mesjid, Madrasah, Pesantren, Kantor, dsb untuk kegiatan partai politik.
5. Untuk menghindari hal-hal yang akan mempengaruhi kinerja Jam'iyyah, tasykil Pimpinan Persis dari mulai Pimpinan Pusat sampai dengan Pimpinan Jama'ah yang menjadi caleg agar non aktif dari jabatannya terhitung 1 Pebruari 2009 sampai dengan berakhirnya Pemilu Legislatif. Dan setelah itu aktif seperti semula
6. Seluruh calon anggota Legislatif dari Persis dan Keluarga Besar Persis berkewajiban untuk memelihara silaturahmi dan ukhuwah dengan mereka yang berbeda partai.
7. Untuk pelaksanaan lebih lanjut dari surat edaran ini, Bidang Jam'iyyah cq Bidgar Siyasah akan membuat petunjuk Teknis, memimpin dan memonitor pelaksanaannya.
Demikian agar dijalankan sebagaimana mestinya, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Tembusan disampaikan kepada ykh :
1. Majelis Penasihat PP Persis di Bandung
2. Pesantren Persatuan Islam di Seluruh Indonesia

1 Juni 2013

Tanggal 1 Juni dimata Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH. M.Si





Sebagian orang menyebut tanggal 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila, yg sekarang sebagian orang menyebutnya dg istilah Hari Pancasila. Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea ke 4. Saya lebih suka menyebut Pancasila sebagai "landasan falsafah negara" bukan dasar negara atau ideologi sebagaimana sering kita dengar, istilah landasan falsafah negara itu bagi saya lebih sesuai dengan apa yg ditanyakan Ketua BPUPKI dr. Radjiman Wedyodiningrat. Diawal sidang, Radjiman berkata, sebentar lagi kita akan merdeka. Apakah filosofische grondslag indonesia merdeka nanti?. Radjiman tidak bertanya tentang ideologi negara atau dasar negara. Dia bertanya filosofische gronslag atau landasan falsafah negara. Bagi saya ucapan Radjiman itu benar. Landasan falsafah adalah sesuatu rumusan yg mendasar, filosofis dan universal. Beda dengan ideologi yang bersifat eksplisit  digunakan oleh suatu gerakan politik, yang berisi basis perjuangan, program dan cara mencapainya. Landasan falsafah negara haruslah merupakan kesepakatan bersama dari semua aliran politik ketika mereka mendirikan sebuah negara. Karena itu landasan falsafah negara harus menjadi titik temu atau common platform dan semua aliran politik yang ada di dalam negara itu. Ada beberapa tokoh yang menanggapi pertanyaan Radjiman. Mereka menyampaikan gagasan tentang apa landasan falsafah negara Indonesia merdeka itu. Supomo, Hatta, Sukarno, Agus Salim, Kiyai Masykur, Sukiman adalah diantara tokoh-tokoh yang memberi tanggapan atas pertanyaan Radjiman. Sukarno menyebut 5 asas yang diusulkannya itu sebagai Pancasila. Setelah semua tanggapan diberikan, Supomo berkata bahwa dalam BPUPKI itu terdapat 2 golongan, yakni golongan kebangsaan dan golongan Islam. Golongan Islam, kata Supomo, menghendak Indonesia merdeka berdasarkan Islam. Sebaliknya golongan kebangsaan menghendaki negara persatuan nasional yang memisahkan antara agama dengan negara. Setelah itu dibentuklah Panitia 9 untuk merumuskan landasan falsafah negara berdasarkan semua masukan yang diberikan para tokoh. Kesembilan tokoh itu adalah Sukarno, Hatta, Ki Bagus, Agus Salim, Subardjo, Kahar Muzakkir, Wahid Hasyim, Maramis dan Yamin. Sembilan tokoh itu, 4 mewakili Gol Kebangsaan, 4 mewakili Gol Islam, dan 1 mewakili Gol Kristen, sembilan tokoh ini merumuskan naskah proklamasi yang sekaligus akan menjadi Pembukaan UUD. Naskah tersebut disepakati pd tgl 22 Juni 1945. Yamin menyebut naskah itu "Piagam Jakarta" yg berisi gentlemen agreement seluruh aliran politik di tanah air. Dengan Piagam Jakarta kompromi tercapai, Indonesia tidak berdasarkan Islam, tapi juga tidak berdasarkan sekularisme yang pisahkan agama dengan negara

Untuk tetap kuliah Yusril bekerja sebagai Kondektur, guru mengaji, penjual ikan dan penjual kelapa





Di balik penampilannya yang modis dan terpelajar ternyata Yusril Ihza Mahendra memiliki cerita menarik saat pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta. Pria kelahiran Desa Manggar, Bangka-Belitung ini sempat bekerja serabutan dan tinggal dari masjid ke masjid selama kuliah di UI. 

Pengagum tokoh politik nasional Muhamad Natsir sempat mengalami masa-masa sulit. Pengalaman tahun pertamanya di Jakarta. "Saya sempat tinggal di masjid saat pertama kali tiba di Jakarta ini," Selama tahun pertama Yusril berkuliah di FH UI kondisinya dapat dikatakan agak mengenaskan. Bagaimana tidak, selama masa itu Yusril muda harus rela tidur di lantai masjid yang lembab dan dingin. Tidak hanya itu, selama tahun pertama berkuliah di UI, Yusril dapat dikatakan tidak memiliki alamat tetap. Sebab, Yusril sering sekali berpindah-pindah masjid.


"Ada banyak masjid yang dulu sempat saya tinggali, mulai dari Masjid Al-Ahzar (Kebayoran Baru) hingga masjid-masjid di Kawasan Bendungan Hilir," terangnya. Salah satu alasan Yusril tinggal di Masjid tersebut adalah untuk memenuhi nasihat Ibundanya Ny. Nursiha Sandon sebelum merantau ke Jakarta. Tidak hanya itu, selama berkuliah di UI, Yusril juga sempat bekerja serabutan. Upaya tersebut dilakukan agar Yusril dapat tetap berkuliah dan bertahan hidup di Jakarta. 


Yusril menjelaskan berbagai pekerjaan sempat digelutinya selama berkuliah di UI. Mulai dari mengajar hingga berjualan ikan di pasar. "Saya sempat menjalaninya," tukasnya dengan nada meyakinkan. Diceritakan, pada tahun pertamanya berkuliah di Jakarta dirinya sempat mengajar. Yusril yang saat itu tinggal di Masjid Al-Azhar lebih banyak mengajarkan ngaji dan bela diri kepada para jemaah masjid tersebut. Dan hasilnya ternyata cukup lumayan. Setidaknya hasil mengajar itu membuat Yusril muda tetap dapat hidup dan berkuliah di Jakarta. 


Disamping itu, Yusril juga mengungkapkan sejak tahun pertama berkuliah dirinya juga akrab dengan salah satu Guru Besar UI yang sekaligus juga merupakan tokoh Masyumi yakni Prof. Dr. Usman Raliby. Usman inilah yang kelak akan menjadi mentor yang menuntun Yusril untuk bergaul dan berguru dengan tokoh politik Masyumi. Tidak hanya berhenti sampai disitu, setelah melakukan berbagai konsultasi dengan keluarganya yang berada di Bangka-Belitung, Yusril mulai melakukan berbagai pekerjaan lain. 


Yusril mengaku bahwa dirinya sempat berjualan ikan dan kelapa selama berkuliah di Jakarta.


"Yah, memang tidak setiap hari saya berjualan ikan, tapi saya sempat mengalaminya," terangnya. Berbagai macam ikan dijual Yusril kala itu. Mulai dari ikan-ikan segar hingga ikan asin yang tahan lama disimpan. "Saya membawanya sendiri ke pasar," tukas pakar hukum tata negara tersebut. Demikian halnya saat Yusril berjualan kelapa. Menurut Guru Besar Hukum UI tersebut kelapa yang dijualnya berasal dari seorang kawannya yang tinggal di Kalimantan.  

"Kelapa-kelapa tersebut didatangkan dari Kalimantan. Saya yang menjualnya disini," terangnya 
Yusril juga menjadi kondektur Bus Ajiwirya dan Orien, lalu saat menumpang di rumah kerabatnya, Yusril sempat ikut beternak ayam membantu di tempat dia menumpang, belajar menyetir mobil dan membantu menjual telor untuk di kirim ke pasar.

Meski didera berbagai kesulitan, namun tekad Yusril untuk menaklukkan Ibu Kota Jakarta ini tidak surut. Yusril yakin, di Jakarta ini dirinya juga akan mencicipi pengalaman manis. Termasuk diantaranya adalah bertemu dengan Tokoh Masyumi Moh. Natsir yang dikaguminya sejak kecil.


"Pak Usman-lah yang membawa saya untuk bertemu dan berkenalan dengan Moh. Natsir,"katanya. 


Berbagai pengalaman di Jakarta tersebut ternyata membuat pria kelahiran Manggar, Bangka Belitung 5 Februari 1956 ini kian matang. Setelah tujuh tahun berkuliah, Yusril akhirnya meraih gelar kesarjanaannya tahun 1983.Setelah tamat dari UI, bintang Yusril kian cemerlang. Yusril pun menempuh pendidikan Pasca Sarjana di UI dan University of Punjab, Pakistan. Sebelum masuk dalam kancah politik nasional, Yusril sempat bekerja di Sekretariat Negara untuk membuat naskah pidato Presiden Soeharto kala itu. Selama 2 tahun bekerja Yusril setidaknya telah menulis 204 naskah pidato bagi mantan orang kuat Indonesia tersebut. Nama Yusril sendiri mulai mengemuka saat akan lengsernya Presiden Soeharto 21 Mei 1998. Bersama tokoh-tokoh reformasi lainnya seperti Amien Rais, Yusril mempelopori lahirnya reformasi.

Nasionalis PBB lebih kuat dari pada Partai Nasionalis




 WAWANCARA YUSRIL IHZA MAHENDRA DI JAK TV11 Maret 2013

Jak TV 
Pak Yusril dalam melakukan gugatan ke Pemerintah hampir semuanya berhasil, terakhir ini PBB dinyatakan lolos oleh PTTUN karena menggugat keputusan KPU

Yusril Ihza Mahendra:
Yah mulanya dikalahkan KPU di Bawaslu , tapi kita lakukan banding ke pengadilan Tinggi TUN dan akhirnya di menangkan. Tapi sampe sekarang KPU nya masih binggung mau diapain keputusan PTTUN ini, katanya hari ini mereka bilang belum tahu isi putusannya seperti apa. saya heran... padahal 2 orang KPU hadir dipersidangan itu lengkap dengan penasehat hukumnya, mereka sudah dengar keputusan Hakim.. tapi kok masih belum tahu juga putusannya seperti apa..saya heran

Jak TV
Tapi biasanyakan menunggu dikirim secara resmi keputusannya menerima seperti itu.. begitu pak yusril.. administrasi kan

Yusril Ihza Mahendra:
Betul.. tapi ini begini, ini kan sengketa tata negara pemilu yang sangat khusus ya... yang bukan diatur didalam UU pengadilan Tata Usaha Negara tapi ini diatur didalam UU Pemilu itu sendiri. Jadi prosesnya itu memang berjalan begitu cepat. Jadi Putusan dari Pengadilan TUN itu harus dilaksanakan oleh KPU dalam waktu 1 minggu. Walaupun saya tidak sependapat bahwa mereka itu punya hak banding.. tapi andaikata mereka mau mengajukan banding , ehmm bukan banding.. kasasi ya.. itu waktu yang ada pada mereka Cuma satu minggu sejak  putusan dibacakan  kemarin, bukan sejak putusannya diterima

Jak TV
Jadi sudah jelas ya mestinya seperti itu

Yusril Ihza Mahendra:
Sudah jelas

Jak TV
Seandainya kemudian kita tau ya ada PKPI ya.. partainya sutiyoso juga tidak memenangkan , meskipun bukan PT TUN tapikan melalui bawaslu tidak ada respon juga ya dari KPU.. nah ini kalau anda tidak direspon juga keputusan PTTUN bagaimana ini pak?

Yusril Ihza Mahendra:
Hehehe.. ya memang Pak Sutiyoso itu saya sangat bersimpati kepada beliau dan prihatin dengan sikap KPU terhadap keputusan Bawaslu yang... sebenarnya teori hukum administrasi negara yang namanya upaya administratif, kalau bahasa belandanya administratief beroep itu mengikat. jadi putusan bawaslu itu kalau mengatakan PKPI lolos, itu harus dipatuhi oleh KPU, sebab KPU tidak bisa banding ke pengadilan tinggi TUN atas putusan itu.  tapi ya mereka menolak dan sampai sekarang Pak Sutiyoso dan Partainya terkatung-katung. Mereka mau naik banding ke pengadilan tinggi, sudah lewat waktunya 3 hari. Nah PBB ini bukan putusannya Bawaslu, ini putusan Pengadilan Tinggi

Jak TV
Lebih kuat pak secara hukum

Yusril Ihza Mahendra:
Oh ya pasti!... kalau pengadilan tinggi, pengadilan memutuskan sesuatu itu presiden saja harus patuh  apalagi Cuma KPU.. kecuali KPU nya itu memang yahh Super sakti begitu ya hehehe  pasti akan kita hadapi terus 

Jak TV
Dihadapi terus..seandainya ini kan kita selalu menantikan eksekusinya ini kan, kapan ini PBB dikasih Nomer urut peserta pemilu seperti itu ya... seandainya itu tidak terjadi, apa yang akan dilakukan Pak Yusril?

Yusril Ihza Mahendra:
Yah saya sih sambil ketawa-ketawa mengatakan kalau KPU tidak mau Eksekusi keputusan pengadilan TUN nanti malah PBB yang akan mengeksekusi KPU hehehe

Jak TV
Oh dengan cara apa pak eksekusinya?

Yusril Ihza Mahendra:
Yah bisa aja kita serang mereka, bisa kita bubarkan anggota-anggota KPU yang tidak punya tanggungjawab itu, yang bisa kita tuntut mereka sampai kemanapun

Jak TV
Tapi tetap konstitusional kan pak?

Yusril Ihza Mahendra:
Tetap Konstitusional... artinya bukan 7 orang anggota KPU itu saya gebukin, bukan begitu maksudnya Hahaha... saya betul-betul melakukan suatu perlawanan secara hukum dan kalau saya katakan saya lawan, betul-betul saya lawan dan saya  melihat sampai kemana akhirnya mereka bisa bertahan.. karena putusan pengadilan yang incrach misalnya besok mereka tidak ada upaya hukum.. tidak mau melaksanakan.. itu masalahnya sangat serius itu ya.. karena KPU ini dibebani tugas  melaksanakan pemilu yang mewujudkan demokrasi  ditanah air kita ini dan tidak ada demokrasi tanpa hukum. Yah kalau KPUnya  tidak taat pada hukum, mereka taat pada siapa?

Jak TV
Tapi ini yang menarik Pak yusril.. ya kita penasaran, apa sih resepnya pak yusril bisa menang terus di PT TUN ya.. kalau contohnya  di kasus PBB ini.. sebenarnya ada 10 partai yang ikut juga menggugat di PTTUN ya.. ini kenapa PBB yang menang?

Yusril Ihza Mahendra:
Ya.. karena kekuatan argumentasi dan alat-alat bukti yang diajukan kepengadilan. Mungkin temen-temen yang lain itu kurang begitu jeli ya dan kurang begitu memahami secara spesifik  apa sih yang di gugat di pengadilan TUN itu? lewat putusan pejabat tata usaha negara termasuk putusan KPU itu hanya bisa di batalkan oleh pengadilan dengan 2 alasan. Pertama,putusan itu bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan  yang berlaku, yang kedua putusan pejabat tata usaha negara itu bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik dan karena ini terkait dengan pemilu, bertentangan dengan asas-asas penyelenggaraan pemilu seperti diatur didalam UU penyelenggaraan pemilu disini. Jadi kalau dibawa kepengadilan hakim lihat apakah yang dilakukan oleh KPU selama melakukan verifikasi ini sesuai aturan perundangan atau tidak , kedua apakah itu dilaksanakan sesuai asas pemerintahan yang baik, misalnya asas kepastian hukum, asas keadilan, asas proporsionalitas asas profesionalitas dan sebagainya. Kalau tidak memenuhi asas itu, peradilan batal.

Jak TV
Dasar-dasar dan argumentasi yang cukup kuat.. dan itu tentunya akan memberi inspirasi ya bagi publik ya bahwa keadilan masih bisa dicari melalui pengadilan.. tidak harus dengan cara demo atau cara-cara lainnya begitu ya... masih ada harapan pak yusril ya

Yusril Ihza Mahendra:
Ya.. saya memaknai dimenangkannya PBB melawan KPU di sidang pengadilan tinggi TUN ini adalah kemenangan hukum atas kesewenang-wenangan. Kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh KPU... jadi sepertinya mereka itu sudah mematok dikepalanya itu, bahwa partai yang ikut pemilu itu Cuma boleh 10.. dan kita melakukan suatu perlawanan gigih dan dipersidangan mereka gak bisa bertahan..boleh dikatakan keok semua begitu ya.. dan ketika pengadilan memutuskan bahwa PBB dimenangkan dan mereka kalah , nah berarti mereka tidak siap untuk menerima kekalahan ini . menurut saya sih tidak perlu bersikap seperti itu ya... KPU itukan menjalankan tugas negara, bukan menjalankan tugas pribadi mereka masing-masing .dan karena itu kalau diperintahkan oleh pengadilan bahwa.. oh anda kalah anda harus melaksanakan , begitu perintah pengadilan dalam kasus ini adalah begini Memerintahkan kepada KPU supaya merevisi keputusan nomer 5 tahun 2013 dan mencantumkan PBB sebagai peserta pemilu 2014.. nah itu harus mereka laksanakan , terus dengan mengatakan oh kami mau mempelajari dulu, apakah keputusannya itu benar atau tidak 

Jak TV
Apakah ada semacam arogansi atau ada kepentingan?

Yusril Ihza Mahendra:
Ya.. bisa dibilang arogansi bisa juga ada kepentingan bisa juga karena ketidakpahaman.. loh kalau misalnya diputuskan pengadilan.. pengadilan mengatakan memerintahkan kepada KPU supaya melaksanakan ini, dia bilang oh akan mempelajari putusannya benar atau tidak.. kalau begitu semua orang akan membangkang pada pengadilan.   Misalnya saya diadili.. Yusril dituduh maling ayam.. dihukum 3 tahun penjara.. saya bilang oh saya mau baca dulu putusan pengadilannya bener apa ngak bener... bener gak ada orang yang dipenjara dengan cara-cara begitu. Ini KPU ini memberikan pendidikan yang buruk kepada masyarakat dan tidak mau patuh kepada hukum.. yah kalau sudah kalah.. kalah aja. Saya dulu jadi menteri kehakiman seringkali eh... misalnya saya pecat pegawai penjara yang sudah 2 tahun ngak kerja-kerja, yah kita peringatkan.. kita pecat. Dia melawan ke Kapeg, badan urusan kepegawaian.. putusan badan kepegawaian mengatakan menteri kehakiman salah..orang ini harus diaktifkan kembali.. saya ngak mau pusing, saya aktifkan lagi .. wong ini ngak ada urusan kepentingan pribadi saya. Saya menjalankan tugas negara. Jadi prinsipnya dalam hukum tata usaha negara itu, orang bisa menggugat kalau dia dirugikan. Yah jadi pihak-pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan keberatan kepada Bawaslu dan kalau tidak puas dapat mengajukan gugatan ke pengadilan tinggi TUN. Jadi ada dalam pasal 268  dalam UU pemilu itu pihak-pihak yang merasa dirugikan 

Jak TV
Ah ini kalau bicara pasal-pasal bisa panjang lagi nih pak yusril   

Yusril Ihza Mahendra:
KPU itukan tidak ada dirugikannya.. KPU kalau PBB ikut Pemilu.. KPU rugi apa? kecuali dia punya agenda sendiri.. kalau KPU itu, PBB kalau perintah pengadilan suruh ikut.. ikut aja! Ngak ada rugi gak ada untungnya bagi dia   

Jak TV
Masih banyak lagi ya pertarungan-pertarungan dibidang hukum oleh Yusril Ihza Mahendra ya... yg seringkali berakhir dengan kemenangan pak yusril  ini ya... Uji materil juga banyak pak ya

Yusril Ihza Mahendra:
Ya ada beberapa kali saya menguji UU ke Mahkamah konstitusi dan hasilnya ya banyak yang dikabulkan, ada juga yang ditolak  oleh Mahkamah Konstitusi dalam arti bukan perkaranya itu tidak dikabulkan tapi MK mengatakan tidak berwenang mengadili perkara itu.. saya kira bagus jugalah apa yang dilakukan itu bisa mengajari yang muda-muda, mengajari masyarakat bahwa kekuasaan itu bisa dilawan dengan hukum sebenarnya. Kalau masyarakat menjadikan hukum itu sebagai satu mekanisme menyelesaikan konflik. itu baik sekali daripada menggunakan kekerasan, makar, demo segala macam

Jak TV
Tapi tampaknya tidak semua masyarakat punya kemampuan dan argumentasi hukum seperti pak yusril ya

Yusril Ihza Mahendra:
Ya kita belajarlah

Jak TV
Atau menggunakan jasa pak yusril ya .. atau bagaimana penasehat hukum.. yah tadi tamunya adalah tokoh kita adalah pakar hukum tata negara, ini kami hadirkan juga pakar hukum tata negara juga ini  pak Irman putra sidin ... selamat malam

Irman Putra Sidin:
Malam Mbak rahma


Jak TV
Ya tentunya ada komentar ini untuk pak yusril ya.. melihat sepakterjangnya pak yusril ini di bidang hukum

Irman Putra Sidin:
Ya saya kira beliau cukup fenomenal ya.. orang dulu selalu berfikiran bahwa hukum pidana itu yang utama saya kira beliau bisa menganggkat bahwa yang paling tinggi dalam sebuah negara itu adalah UU dasar. Orang dulu tidak pernah menyangka bahwa kalau orang dicekal itu kalau..... dulu bayangan orang kalau orang sudah dicegah maka itulah terjadi.. udah nikmati saja hidup seperti itu. nah ternyata di uji bicara konstitusional berubah.. konstruksi yang sudah puluhan tahun itu, mungkin suatu saat itu penahanan itupun bisa berubah konstruksinya seperti itu. nah inilah magisnya dari UU dasar itu..magisnya  hukum tata negara itu dia berdiri diatas segala hukum dan saya kita beliau selama ini bisa mampu mempertontonkan itu. saya pun orang yang menggeluti ilmu ini merasa sangat menikmati manuver-manuver hukum tata negara itu. seperti itu.. yang tadinya orang terlalu mengeyampingkan namanya hukum tata negara itu.. yang utama adalah proses upaya paksa dari negara.. tapi ternyata dengan mekanisme konstitusional, sistem pembatasan kekuasaan seperti itu maka rakyat bisa individu melakukan perlawanan terhadap sistem hukum yang sudah berjalan puluhan tahun sekalipun itu masih bisa dibatalkan 

Jak TV
Tapi itu tentunya angin segar ya pak irwan bagi ditengah pesimisme publik ya terhadap proses pengadilan...seringkali ada keputusan-keputusan yang sangat menyinggung rasa keadilan publik, begitu mungkin ya... nah ini bisa menghapus presepsi publik bahwa sebenarnya masalah keadilan itu hanya masalah lobi-lobi atau kekuasaan atau uang begitu

Irman Putra Sidin:
Iya saya kira inilah salah satu apa yang dipertontonkan bahwa sistem yang sudah ada ini itu  sesungguhnya  kalau masih bisa sesungguhnya masih ada upaya orang mencari keadilan itu secara konstitusional ya. Tidak ada jalan buntu namanya keadilan. Orang selalu berfikir bahwa ketika sudah begini yah terimalah nasib itu padahal sebenarnya kehidupan konstitusional itu sangat dinamis kan? Apa yang dulu konstitusional maka bisa jadi besok menjadi inskonstitusional. Begitu juga sebaliknya

Jak TV
Jadi menurut anda ini belum buntu nih di tengah... mungkin banyak yang skeptis ya..tentang proses pengadilan di indonesia ini..anda melihatnya  masih ada harapan  nih pak Yusril 

Yusril Ihza Mahendra:
Masih.. yah kita tidak boleh pesimis, yah artinya memang semua pihak itu harus mendukung tegaknya didalam hukum republik indonesia ini. Walaupun memang kita tahu bahwa aparatur penegak hukum kita itu secara kualitas itu rata-rata dibawah standar.. kemudian juga mafia hukum yang berperan, yang mempengaruhi pengadilan itu dengan cara-cara diluar hukum begitu. Dan saya pikir tetap kedepan ini perlu itu ditegakkan ya.. dan ini sangat tergantung kepada presiden sebetulnya. Presiden itu sebagai pemimpin pemerintahan tertinggi itu sangat berpengaruh dalam proses penegakkan hukum itu sendiri. Bukan artinya dia mencampuri urusan pengadilan, tidak.. tapikan kalau hukum pidana itu, mesti diawali oleh polisi..oleh jaksa begitu ya... dan itu semua adalah aparat-aparat negara yang berada dibawah presiden.. ya presiden harus memberikan arahan yang jelas itu penegakkan hukum harus begini harus begini tidak boleh menyimpang dari keadilan , tidak boleh mengingkari prinsip-prinsip hukum itu sendiri.. dan kalau itu di turuti oleh semua aparatur penegak hukum dampaknya akan sangat baik bagi seluruh rakyat indonesia ini 

Jak TV
Itu sebabnya anda masih terus semangat ya mengajukan berbagai uji materi juga ya.. diantara selama perjalanan ini, karir anda dibidang hukum ini mana yang menurut anda paling fenomenal yang besar pengaruhnya mungkin    

Yusril Ihza Mahendra:
Sebenarnya ini saya lakukan karena saya sekarang berada diluar pemerintahan. Dulu ketika saya ada dipemerintahan sih saya ngak mengambil cara seperti itu karena saya tahu mana hukum yang ngak bener saya perbaiki, yang ngak ada saya ciptakan, banyak sekali produk-produk hukum yang dulunya tidak ada menjadi ada. misalnya UU jabatan notaris, tentang PPATK, pembentukan KPK, dan termasuk UU kejaksaan Agung  dan yang lain juga  misalnya adalah  pemisahan dari badan-badan  peradilan itu dari pemerintah. Itu boleh dibilang udah lebih 100 tuh UU lahir dan membangun sistem bernegara yang lebih sehat sebetulnya. Jadi ya kalau  sekarang ini, saya pun tidak sembarangan juga tiba-tiba saya gugat pemerintah ke pengadilan.. gak. Saya beritahu dulu eh ini sebenarnya salah.. contohnya terakhir saya ini, menteri pendidikan nasional kita Pak Nuh.. dia itu memberhentikan Rektor Syiah Kuala di aceh. Saya ingatkan beliau ini salah ini saya bilang.. saya tulis surat dua kali, saya telepon, saya ngomong , sampai 2 jam pelantikan rektor yang baru itu saya masih telepon beliau. Beliau tetap gak peduli... ya udah! 

Jak TV
Ini tentu bisa jadi  pembelajaran juga bagi publik ya pak yusril .. kan pak yusril pernah dicekal dulu ya..tapi karena yang di cekal pak yusril jadi beda lagi nih..malah dibatalkan pak yusril ya..

Yusril Ihza Mahendra:
Ya jadi sebenarnya dulu itu pencekalan itu seperti tanpa batas. Kemudian dibatasi jadi setahun diperpanjang 6 bulan 6 bulan, 2 tahun. Terus ada UU imigrasi yang baru bukannya tambah lebih baik, malah tambah lebih kacau karena orang di jegal selama-lamanya 6 bulan, tapi dapat di perpanjang setiap 6 bulan. Berarti kalau 6 bulan 6 bulan sampai mati orang itu bisa dicekal. Nah saya mengajukan ke Mahkamah Konstitusi, saya anggap itu bertentangan  dengan Hak-Hak asasi manusia , bertentangan dengan hak setiap orang untuk bepergian keluar negeri dan hak dia untuk kembali. Dan akhirnya itu di kabulkan oleh mahkamah konstitusi dan UU itu dinyatakan batal satu pasal itu dan kemudian dinyatakan bahwa orang dicekal itu maksimum hanya 2 kali 6 bulan. Jadi setelah 2x 6 bulan orang tidak bisa dicekal lagi..satu hal yang sebenarnya belum sempat saya uji ke Mahkamah konstitusi itu adalah ketentuan KUHAP mengenai berapa lama sih orang bisa dinyatakan sebagai tersangka? Ambil contoh misalnya Ibu Siti Fadillah, itu sudah dinyatakan tersangka kira-kira ya lebih setahun yang lalu.. terus itu diserahkan kepengadilan tidak di SP3 kan juga tidak , terus dijadikan tersangka. Bahkan saya ada kenal orang sudah 16 tahun dinyatakan sebagai tersangka. Ini ngak bisa begini 

Jak TV
Jangan-jangan ini juga berlaku juga untuk anas urbaningrum  ya pak ya...

Yusril Ihza Mahendra:
Hahaha..kalau itu KPK..KPK biasanya lebih cepat 

Jak TV
Kita bicara soal Pilpres nih..  pak yusril sekarang ini. Kita tahu nih pak yusril tahun 1999 ya dulu mempunyai peluang untuk jadi presiden ya pak..

Yusril Ihza Mahendra:
Ya waktu itu masih dipiih oleh MPR .. calonnya Cuma 3 orang. Ibu Mega, Gusdur sama saya. Tapi detik-detik terakhir saya di desak supaya mundur 

Jak TV
Oleh Poros tengah dulu itu ya

Yusril Ihza Mahendra:
Iya..supaya katanya beri kesempatan sama Gusdur.. ya udahlah saya bilang..walaupun saya bertahan waktu itu ngak mau mundur, barangkali ya Gusdur bisa kalah juga (tertawa)

Jak TV

Tapi keinginan itu belum pudar kan sampe saat ini tampaknya 

Yusril Ihza Mahendra:
Yah barangkali siapa tau ya.. itu tertunda, siapa tahu (tertunda pada tahun 1999)

Jak TV
Tertunda begitu ya pak.. rencana di 2014 ini  bahkan pak yusril mewacanakan ini berduet dengan Puan Maharani 

Yusril Ihza Mahendra:
 (Tertawa) ini mulanya wartawan Antara yang mewawancarai saya seperti itu dan saya sebenarnya senyum-senyum aja. Saya bilang ya.. idealnya ya kalau ada regenerasi  dan kemudian saya bisa maju sama mbak puan, jadi ini bisa ya Insya Allah jadi pasangan yang ideal dan Insya Allah akan didukung oleh mayoritas rakyat kalau jadi presiden dan seterusnya dan seterusnya dan itu ternyata dimuat oleh Antara  dikutip oleh media-media yang lain dan saya waktu itu agak tersengat juga ini. Ngomong-ngomong sembarangan beginikan tergantung orang yang diajak, oh ngapain saya ikut dia..oh mati saya (ketawa)..Alhamdulillah Respon dari mbak puan sendiri ya..tidak menolak , positiflah 

Jak TV
Tidak menolak tapi belum mengiyakan ya pak ya

Yusril Ihza Mahendra:
Ya karena masih tergantung kepada Ibu Megawati sebagai pengambil keputusan terakhir, tapi ya pak Taufik kemas sudah mengatakan ya ini jalan aja.. Insya Allah ini jadi..yah kita lihatlah perkembangannya kedepan

Jak TV
Anda melihat Pak Irman ini peta Pilpres ini, salah satunya ada kalau menurut pak Yusril ini akan berduet dengan Puan Maharani 

Irman Putra Sidin:
Ya semoga sakinah mawadah warohmah aja nih.. kita harapkan 2014 ini banyak menu prasmanan buat pemilu presiden ya, sehingga apa..kita warga negara bisa memilih banyak calon-calon alternatif. Ada beliau, namun saya kira beliau sudah tidak diragukan lagi pengalaman beliau dibidang pemerintahan karena apa? ternyata memimpin itu tidak bisa juga asal populer saja tapi butuh pengalaman juga seperti itu. karena kalau asal  mengandalkan popularitas itu agak sulit melakukan menagement pengelolaan negara seperti itu. karena apa yang dikelola ini berbagai macam kepentingan disitu, tidak bisa kita mengandalkan wajah kita yang cukup populer seperti itu untuk tiba-tiba langsung jadi presiden, seperti itu. nah di 2014 saya kira banyak tokoh-tokoh bermunculan selain beliau, ada Surya paloh,  ada Yudi Chrisnandi, ada Hari Tanoe ,ada Aburizal Bakrie dan harapan saya adalah menu dalam prasmanan Pemilu Presiden itu nanti lebih banyak lagi, mungkin seperti Puan Maharani ada Edi Baskoro dan lain sebagainya itu bisa menjadi calon pilihan-pilihan, ada Rhoma Irama seperti itu

Jak TV
Ini menarik Pak Yusril.. Menu prasmanan kata Pak Irman, tapi kan kalau melihat sistem Pemilu kita tentu saja menu prasmanan itu sulit dicapai, mengingatkan harus ada Persyaratan PT  (Presidential Threshold)   dan lain sebagainya, mempersulit ya untuk partai-partai kecil termasuk PBB ini pasti akan kesulitan juga ini

Yusril Ihza Mahendra:
Saya pikir PBB ini Insya Allah tahun ini  punya harapan . ditengah-tengah keterpurukan partai-partai karena keterlibatan dari tokoh-tokohnya  dalam tindak pidana korupsi. Jadi PBB ini ngak banyak  omongan, gak pernah teken Pakta Integritas, ngak pernah teriak-teriak anti korupsi tapi sampai hari ini belum pernah ada pimpinan PBB itu yang diadili karena Korupsi

Jak TV
karena tidak banyak juga pak dipemerintahan kali pak 

Yusril Ihza Mahendra:
PBB waktu ada di kabinet Jilid 1 pak SBY , PBB punya 3 orang di kabinet.. saya, MS Kaban, Abdurahhman Saleh jaksa agung malah pada waktu itu, dan  Abdurahhman saleh itu di olok-olok sebagai Ustad tidak mubalig. Dia jadi jaksa agung tapi ya gak ada melakukan sesuatu yang tidak baik dan saya kira dibandingkan dengan jumlah kursi PBB yang ada di DPR RI yang Cuma 14 orang, ada 3 orang di kabinet itu, itu hal yang luar biasa sebenarnya. Jadi ya ini satu catatan penting bagi masyarakat mengenai keterlibatan tokoh-tokoh partai didalam kursi DPR RI. Insya Allah mudaha-mudahan PBB lebih menguat dalam Pemilu kali ini, apalagi jumlah partai itu makin terbatas.. yah kalau sekiranya 10 partai kemarin sudah dinyatakan lolos , yah sekarang ini baru satu PBB yang dimenangkan oleh pengadilan ,maju 11 partai 

Jak TV
Apa yang anda optimis , bukannya tren partai Islam Menurun nih...

Yusril Ihza Mahendra:
Begini aja..itu bukan partai Islam menurun, semua partai menurun sebenarnya ya..berapa banyak partai-partai nasionalis yang mati itu lebih banyak daripada partai Islam. Partai-partai Islam tetap saja bertahan sepanjang sejarah, mungkin di Indonesia ini sampai kapanpun selalu akan ada 2 kelompok, kelompok kebangsaan dan kelompok Islam. Dan tidak bisa salah satu itu menguasai, berkuasa sendiri tanpa yang lain. saya pikir inilah ciri yang ada pada kita orang Indonesia ini, dan PBB pun sebenarnya ngak bisa juga dikatakan oh ini Cuma Partai Islam..ini juga partai Nasionalis . bahkan kadang-kadang ya..sikap Nasionalisme dari PBB itu lebih kuat dari.. lebih Tegas daripada partai-partai nasionalis sendiri 

Jak TV
Mengapa sih pak dari dulu sampai sekarang, pak Yusril ingin menjadi Presiden ini?

Yusril Ihza Mahendra:
Sebenarnya saya tuh tidak terlalu ambisi juga sebenarnya, seperti tahun 1999 itu..yah sayakan tinggal satu langkah saja waktu itu terpilih jadi presiden. Tapi pada waktu itu karena di desak mundur, ya mundur aja. Dan saya Cuma merasa sangat prihatin dengan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara kita ini, dan bagaimana kita harus mengurai masalah yang di hadapi ini dan menyelesaikan persoalan-persoalan besar yang dihadapi oleh bangsa ini. Saya pikir saya merasa terpanggil, bukan karena mengada-ada ya.. paling tidak saya pernah bekerja di balik Presiden, mulai dari Pak Harto, Pak Habibie speech writer nya ... Pak Harto, Pak Habibie dan Pak SBY begitu ya.. dan mengatur sidang-sidang kabinet, bagaimana menyelesaikan  persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini. Saya ngak seperti orang binggung, seperti orang yang tidak punya pengalaman apa-apa, begitu terpilih jadi Presiden terus gak atau apa  yg harus dilakukan

Jak TV
Tapi kan kita tahu indonesia punya banyak masalah-masalah besar ini.. Pak Yusril menurut anda presiden yang dibutuhkan ini adalah presiden yang punya pengetahuan hukum, management pemerintahan dan lain-lain? ataukah yang sanggup menyelesaikan masalah-masalah besar yaitu misalnya korupsi seperti itu

Yusril Ihza Mahendra:
Seperti 3 kursi menteri itu, bisa saja kita tindak seperti sekarang ini tangkapin orang, hukum orang korupsi tapi kalau tindakan hukum itu sangat perlu .. tapi kita membuat sistemnya itu yang mampu mencegah orang melakukan korupsi .jadi ya seperti itu juga dibidang-bidang yang lain.. jadi inti masalah yang dihadapi adalah keadilan dan kepastian hukum. Orang yang mau apa aja jadi susah, sudah semua aturannya gak jelas, tidak ada kepastian, orang sudah enak-enak tiba-tiba peraturan berubah, tiba-tiba dilarang, tiba-tiba diganggu-ganggu oleh preman dan segala macam..jadi ini saya kira persoalan yang mendasar yang harus diselesaikan yaitu menyangkut persoalan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat kita ini. Jadi indonesia ini negara hukum tapi ya...

Jak TV
Bukan masalah ekonomi ini pak yang utama , karena kesejahteraan itulah yang mungkin yang paling nomer 1 ya bagi masyarakat 

Yusril Ihza Mahendra:
Zaman pak Harto pikirannya begitu, ekonomi yang utama dan hukum diabaikan.tapi yang terjadi akhirnya kan jadi ketimpangan dimana-mana, terjadi korupsi yang begitu besar.. mungkin paradigmanya sekarang kepastian hukum dan ketidakadilan harus ditegakkan lebih dulu. Yah Itu yang melandasi pembangunan ekonomi dan juga menjalankan roda pemerintahan.. jadi saya pikir tidak salahlah pendiri bangsa kita dulu mengatakan Indonesia ini adalah sebuah negara Hukum bukan negara ekonomi           

Jak TV
Tetap Hukum sebagai Panglima

Yusril Ihza Mahendra:
Sebagai Panglima... ekonominya jalan. Tapi kalau hukumnya kacau balau, ekonominya rusak juga tidak berjalan

Jak TV
Kalau menurut anda Pak Irman, ini presiden yang seperti apa ini yang dibutuhkan bangsa indonesia

Irman Putra Sidin:
Saat ini kita dalam keadaan yang sangat lemah, banyak warga negara menuntut keadilan..menuntut keadilan bagi negara itu . dibayangan saya, jangankan dia memproduksi keadilan buat warga negara..negara itu buat dirinya sendiri aja itu dia tidak mampu memproduksi keadilan buat dirinya. Ketidakpastian yang dituju dimana-mana bukan hanya pada level warga negara, bukan pada level pakar, tapi bagi negara itu sendiri mengelola pemerintahan dia pun tidak ada jaminan kepastian hukum seperti itu. sehingga apa? memang kedepan ini pendekatan yang pertama yang harus dibangun siapapun yang menjadi presiden adalah perubahan tatanan sistem. Mungkin tahun pertama itu dia melakukan perubahan tatanan sistem sehingga apa? orang baik masuk dalam sistem itu tidak berubah menjadi jahat dan orang jahat masuk yang masuk kesitu dia berubah menjadi baik .. nah apa yang terjadi sekarang, mungkin satu orang baik yang masuk kedalam sistem yang tidak jelas seperti ini, sistem yang tidak memberikan jaminan kepastian hukum itu, orang baik masuk tiba-tiba jadi jahat dia didalam, tiba-tiba dia diteriaki jahat, diteriaki apa dan lain sebagainya. Padahal dia tidak ngerti apa-apa disitu, dari semua tindakan keseharian apa yang dilakukan karena memang sistem menggiring dia untuk melakukan tindakan-tindakan itu yang kemudian kita di luar mengatakan bahwa anda jahat, anda jahat dan anda jahat. Kira-kira seperti itu.. jadi apa, kedepan memang suka atau tidak suka, pemimpin kedepan itu harus bisa melihat persoalan bangsa ini  akar persoalannya yang apa sih? seperti itu.. akar persoalan bangsa ini apa sih sebenarnya? Yang saya rasakan selama ini ya itu...negara ini gamang.. kekuatan politik juga gamang? Dalam keadaan lemah..diapun dalam keadaan tidak percaya diri, makanya saya tidak percaya yang namanya presidential threshold itu.. dalam arti bahwa, siapa elite dalam sebuah partai politik otomatis dia menjadi presiden, saya masih berprediksi bahwa suatu saat mereka akan mencari sendiri tokoh-tokoh yang akan mereka calonkan untuk menjadi calon presiden seperti itu.. tergantung dari tokoh itu, orang itu kalau orangnya bagus atau tidak ditengah ketidak percayaan dan ketidak percayaan diri dari para partai-partai politik ini, untuk kemudian dia mencari orang ..oh mungkin ini yang paling pas untuk kita jual di masyarakat... jadi saya tidak percaya karena saya ketua umum Parpol maka otomatis..saya yang bakal di calonkan oleh partai politik saya

Jak TV
Apalagi sekarang trennya ini beda nih pak Yusril.. anda yakin akan di terima publik? Mengingat sekarang tren publik tampaknya sudah lebih condong.. misalnya anda kan seorang yang akademisi bicaranya yang penuh dengan argumentasi hukum begitu ya pak ya.... sementara publik tampaknya sekarang lebih terpikata atau lebih tertarik dengan tokoh-tokoh yang low profile.. yah macam-macam Jokowi gitu loh pak 

Yusril Ihza Mahendra:
(Tertawa) Yah bisa juga begitu.. tapi saya kira persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita ini memerlukan penyelesaian perfectional  menyeluruh yah karena bersifat fundamental begitu.. jadi memang masyarakat menilai orang begitu ya.. dan nanti juga akan diuji kemampuannya. Apakah dia mampu melaksanakannya..

Jak TV
Apakah pemilih kita cukup cerdas menurut anda Pak Yusril?
    

Yusril Ihza Mahendra:
Yah sudah berkali-kali ikut Pemilu, dan sudah berkali-kali memilih presiden.. mudah-mudahan yah sekarang rakyat mulai berfikir rasional ya.. dulu.. yah cobalah Pak Gusdur dipilih jadi presiden..Almarhum.. hasilnya seperti itu.. lalu dipilih ke Ibu Megawati, setelah itu pilih Pak SBY 2 kali.. yah mungkin orang akan berfikir, kita butuh presiden yang stylenya itu agak beda gitu..keras, tegas namun cerdas dan punya keberanian dalam menyelesaikan masalah-masalah yang di hadapi. Mungkin pada level pemerintahan daerah, menyelesaikan masalah jakarta 

Jak TV
Menurut anda, anda memenuhi kriteria itu pak Yusril
   
Yusril Ihza Mahendra:
Insya Allah, mudah-mudahan.. saya yakin dengan 

Jak TV
Menurut anda kalau melihat ya pemilih sekarang tentunya ya..ini kira-kira diterima publik ngak dari pak Yusril menurut anda pak Irman


Irman Putra Sidin:
Kita harus mengajarkan pemilih untuk memilih yang rasional ya..bukan memilih karena kita anggap tindakan dan wajahnya itu populer..seperti itu. nah itulah tugas...kan inikan negara ini berbagai macam elemen..ada Partai politik,  ada negara itu sendiri ada yang namanya media disitu  yang juga berperan disitu..makanya ini harus bersinergi untuk bagaimana mencerdaskan pemilih itu. mencerdaskan pemilih bahwa pemimpin yang anda butuhkan dari sebuah persoalan negara itu apa sih sebenarnya apa sih? Bukan hanya sekedar wajahnya populer, tindakan-tindakannya populer, saya kira  itu tidak mendidik buat bangsa itu kedepan.. sehingga tidak mencari tokoh yang ada pencitraan tapi dia punya konsep, ketika dia terpilih menjadi pemimpin dia bisa langsung melakukannya

Jak TV
Tinggal setahun lagi, persiapannya seperti apa menghadapi banyak tokoh-tokoh populer lain ini pak Yusril?

Yusril Ihza Mahendra:
Yah tidak apa-apa, mungkin banyak orang  yang dicalonkan atau mencalonkan jadi presiden itu makin banyak pilihan bagi rakyat. Jangan dibatas-batasi 20% yang kita lihat sekarang ini akibatnya calon presiden yang itu-itu aja.orang kan sebenarnya pengen mencari Alternatif tokoh-tokoh baru yang selama ini potensial tapi belum diberikan kesempatan untuk memimpin bangsa dan negara ini..jadi..makin luas diberikan kesempatan ini, makin baik rakyat dapat menentukan pilihan yang dianggap sesuai untuk memimpin bangsa dan negara ini 

Jak TV
Itu alasan anda mengaet Puan Maharani biar bisa memenuhi syarat 20% untuk mengajukan calon presiden

Yusril Ihza Mahendra:
Iya sebenarnya kami bermaksud menguji dalam rapat-rapat khusus untuk membatalkan 20% itu.. tapi andaikata tidak yah sebenarnya bisa bergabung dengan partai-partai yang lain. jadi sebenarnya mungkin supaya penggabungannya itu tidak terlalu luas tidak perlu banyak Partai .. tapi kan partai sedikit sekarang , Cuma tinggal barang kali 11-12 partai peserta pemilu 

Jak TV
12 kalau PBB masuk ya

Yusril Ihza Mahendra:
11 kalau PBB masuk, jadi ya dengan begitukan pilihan untuk dicalonkan presiden  jadi tidak banyak lagi. 20% berarti kan Cuma ada 5 pasangan calon , mungkin tidak akan sebanyak itu.. jadi kalau berkoalisi untuk pencalonan presiden, saya pikir itu baik 


Jak TV
Tahukan sistem kita juga  menyebabkan ini kan politik berbiaya tinggi ini.... sudah siap logistik ini pak yusril..

Yusril Ihza Mahendra:
Yah memang itu sisi yang paling lemah bagi saya ya... dari dulu sebenarnya partai saya PBB itu ngak bisa jadi partai besar, bukan karena kita itu tidak populer dan tidak  mendapat dukungan masyarakat... kadang-kadang kita ngak punya uang untuk bayar saksi, kita suaranya di colong dimana-mana  begitu... jadi ya bagaimanapun juga sebenarnya faktor uang itu sangat penting dalam politik kita sekarang.. kami ngak bisa bikin iklan banyak-banyak di TV karena duitnya ngak ada.. siapa tahu setelah PBB Lolos Pemilu ini..ikut Pemilu..yah barangkali rakyat kasihan sama PBB ini terus mau kasih koin kayak KPK kemarin begitu ya.. siapa tau juga ini bisa mendobrak PBB sehingga mencapai suara lebih besar daripada yang lalu-lalu. Mudah-mudahanlah seperti itu.. jadi kalau mau saweran saya senang juga nih.. siapa tahu Yusril mau calon presiden dia ngak punya duit, cepe aja deh satu orang ngumpulin duit secara sukarela        

Jak TV
(Ketawa) Ok baik kalau pak Irman..sekaligus closing statement ya ini sudah di ujung acara nanti juga Pak Yusril.. silahkan pak Irman 

Irman Putra Sidin:
Harapan saya tokoh-tokoh seperti beliau harus berani muncul ya untuk meramaikan bursa calon presiden kita , karena warga negara ini butuh banyak prasmanan dari sebuah menu yang dihidangkan nanti di pemilu 2014.. saya kira harapan saya pemilih dan warga negara itu tidak  larut dengan namanya popularitas seperti itu, tidak larut dengan karena tokoh ini sering dicitrakan melakukan tindakan-tindakan populer.. tapi dia harus berfikir bahwa tokoh ini punya konsep , punya pengalaman untuk bisa melaksanakan sebuah tindakan-tindakan guna menghadapi persoalan-persoalan negara ini. Tahun pertama ketika dia tahun 2014 terpilih adalah memberikan jaminan kepastian kepada  negara itu sendiri, kepada pasar itu sendiri, kepada warga negaranya itu sendiri.. bahwa memang negara ini hadir.. hadir dalam kehidupan 24 jam warga negara itu.. mungkin itu yang saat ini kurang kita rasakan, baik di negara itu sendiri , baik diwarga negara itu sendiri, baik dilingkup pasar itu sendiri.. yang tadi beliau cerita itu . saya kira ini yang harus dipikirkan bagi calon-calon presiden yang akan muncul

Jak TV
Baik ini yang terakhir nih pak Yusril..silahkan


Yusril Ihza Mahendra:
Saya berharap walaupun ini bukan kampanye buat seluruh rakyat kepada kekuatan politik yang akan muncul didalam 2014 ini, Insya Allah PBB akan ikut dalam pemilu dan Insya Allah kalau tidak ada halangan saya akan maju pencalonan Presiden dan akan memberikan suatu alternatif yang barangkali style kepemimpinan yang jauh berbeda dari pada para pemimpin yang ada selama ini

22 Mei 2013

Bergerak untuk kemenangan ummat Islam



Pemilu 2014 bapak Drs. H. Ery Ridwan Latief, M.Ag masuk dalam bursa Calon Legislatif DPRD Kabupaten Bandung dari PARTAI BULAN BINTANG No. 14 Daerah Pemilihan VII (Pameungpeuk, Arjasari, Banjaran, Cangkuang, Cimaung, Pangalengan) No. Urut 2. Semoga berhasil pak Haji... umat mendukungmu

Pertaruhkan hidup untuk IZZUL ISLAMI WA MUSLIMIN

Pak H. Eri Ridwan Latif bersama KH Deddy Rahman dalam sebuah pertemuan Akbar PARTAI BULAN BINTANG