18 Mei 2009

Bantuan untuk Ormas Islam Seret, sejak Dinyatakan Perang terhadap Terorisme



SOREANG, (PR).-
Perang terhadap aksi terorisme ternyata berimbas kepada operasional ormas-ormas Islam seperti Persatuan Islam (Persis). Akibat pencitraan terorisme identik dengan Islam membuat dana-dana bantuan dari Timur Tengah diperketat bahkan susah masuk ke Indonesia.
"Perang terhadap terorisme sudah berlangsung sejak 2001 dan sampai kini masih terus terjadi," kata Sekretaris Pengurus Daerah (PD) Persis Kab. Bandung, Ustaz H. Erry Ridwan Latief, di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) Persis Kab. Bandung di Gedung Persis Desa Langonsari, Kec. Pameungpeuk, Kab. Bandung, Minggu (17/5). Musda tersebut dibuka Sekda Kabupaten Bandung, Sofyan Nataprawira.
Erry mengatakan, tidak bisa dimungkiri bantuan dana dari negara-negara Timur Tengah amat membantu perkembangan ormas-ormas Islam di Indonesia. "Para aghniya (kaum kaya-red.) di Timur Tengah menyalurkan dananya untuk kepentingan kaum Muslimin seperti masjid, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi," katanya.
Dana tersebut cukup besar sehingga dapat menggerakkan kehidupan masyarakat. "Di wilayah Kab. Bandung saja ada tujuh masjid bantuan dari aghniya Qatar, dua masjid di antaranya sedang dalam taraf penyelesaian. Kalau bantuan untuk masjid-masjid dari Timur Tengah rata-rata masih lancar," ujarnya.
Namun, bantuan dalam bentuk lain, misalnya untuk dunia pendidikan dan pemberdayaan ekonomi sudah seret. "Kalau dulu, sebelum kasus terorisme merebak, lembaga-lembaga donor Timur Tengah bisa langsung memberikan bantuan melalui rekening ormas atau pesantren," ujarnya.
Sejak beberapa tahun terakhir, bantuan dari Timur Tengah amat seret, bahkan tidak ada. "Kami akhirnya mengandalkan dana dari umat sendiri yang dikumpulkan melalui Pusat Zakat Umat (PZU) atau lembaga sosial lainnya," katanya.
Terhambatnya dana hibah dari Timur Tengah, kata Budi, lebih disebabkan kesalahpahaman dengan menyamakan Islam sebagai teroris. "Teroris selalu digambarkan berserban, membawa tasbih, atau gambaran sesat lainnya. Citra seperti ini yang harus mulai dikikis," ujarnya.
Pilih pengurus
Musda Persis Kab. Bandung dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pengurus, serta memilih pengurus baru. Ketua PD Persis Kab. Bandung saat ini, Ustaz Oom Surahma, tidak bersedia dipilih kembali karena sudah mejabat Ketua PD Persis selama dua periode. "Qanun Asassi (Anggaran Dasar) maupun Qanun Dakhili (Anggaran Rumah Tangga) Persis hanya membolehkan seseorang menjabat dua periode," kata ketua panitia Musda, H. Hasyim Suryadi.
Pada saat bersamaan, diadakan Musda Persistri Kab. Bandung untuk memilih pengurus baru periode 2009-2013. Musda Persis dimeriahkan dengan diskusi buku mengenai kiprah K.H.E. Abdurrahman, Sabtu (16/5). (A-71)***

11 Mei 2009

Kaban : Partai Tak Lolos PT Bisa Bergabung


Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban mengatakan, partai politik yang tidak lolos "parliamentary threshold" (PT) atau ambang batas perolehan suara bisa bergabung untuk memenuhi ambang batas tersebut sehingga suara rakyat tidak hilang.
ADVERTISEMENT

"Harus dicari solusi alternatif agar suara partai tidak hilang," katanya di Jakarta, Minggu malam.

Besarnya ambang batas tersebut adalah 2,5 persen dari suara sah secara nasional. Partai yang tidak lolos PT tidak diikutsertakan dalam penentuan kursi di DPR.

Menurut penghitungan akhir Komisi Pemiihan Umum (KPU), hanya sembilan partai yang lolos PT, sehingga gedung DPR hanya akan diisi oleh anggota yan berasal dari sembilan partai tersebut.

Itu juga berarti, sebanyak 29 partai peserta pemilu lainnya tidak lolos, termasuk PBB yang hanya memperoleh 1,79 persen suara atau di urutan sepuluh.

Kaban yang juga Menteri Kehutanan itu mengatakan, jumlah suara partai yang tidak lolos PT cukup berarti, yakni 18 juta suara.

Sebenarnya, kata Kaban, ada aturan yang memungkinkan partai yang tidak lolos PT untuk bergabung. Aturan tersebut tercantum di UU tentang Partai Politik.

Namun, katanya, sepertinya KPU tidak berani menerapkan aturan tersebut. Mengenai sikap PBB terhadap keputusan KPU tersebut, Kaban menyatakan menghormati keputusan itu.

Sebenarnya, kata Kaban, partai-partai yang tidak lolos PT sudah menjalin komunikasi mengenai masalah tersebut.

Mengenai arah dukungan PBB pada pemilu presiden, Kaban menegaskan sekali lagi bahwa PBB akan berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Sembilan partai yang lolos PT adalah Partai Demokrat, Partai Golar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Parta Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra, dan Partai Hati Nurani Rakyat

7 Mei 2009

KONSPIRASI VERSI INDONESIA ??


Ketika menyeruak Kasus Antasari Azhar, maka habislah perhatian Bangsa Indonesia terhadap ketidakseriusan KPU sebagai penyelenggaraan Pemilu 2009. Inilah Konspirasi dibalik perencanaan terstruktur untuk mengaburkan problem Pemilu 2009 (Rhani Juliani, Huebat yah ?!)
Selain larangan bermain golf, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga harus membatasi pertemuan-pertemuan di tempat publik seperti hotel. Namun konon, saat masih menjabat sebagai Ketua KPK, Antasari Azhar sering bertemu orang di hotel.

Kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir berdalih, pertemuan-pertemuan itu untuk menjaga efektivitas kerja. "Pak Antasari selalu berpikir efektivitas jadi terkadang dia (Antasari) harus jemput bola," katanya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (7/5/2009).

Jemput bola yang dimaksud Ari adalah, Antasari terkadang harus menemui pihak-pihak yang tidak berani datang ke KPK untuk melaporkan kasus tertentu. "Kan terkadang ada orang yang nggak berani untuk lapor dan sebagainya, jadi kadang Pak Antasari harus yang datang menemui kalau memang laporannya akurat dan kasusnya besar," katanya.

Antasari diketahui pernah bertemu Rhani Juliani di Hotel Grand Mahakam. Di hotel inilah Antasari bertemu dengan Kombes Wiliardi Wizar, mantan Kapolres Jaksel yang menjadi tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Di hotel ini pula Antasari pernah bertemu dengan Nasrudin.

Dalam aturan kode etik KPK, KEP-06/P.KPK/02/2004 pasal 6 ayat 1 huruf R, S, T, dan U diatur jelas mengenai hal yang bersifat pribadi. Aturan tersebut yakni:

(R) Memberitahukan kepada pimpinan lainnya mengenai pertemuan dengan pihak lain yang akan dan telah dilaksanakan, baik sendiri atau bersama, baik dalam hubungan dengan tugas maupun tidak

(S) menolak dibayari makan, biaya akomodasi, dan bentuk kesenangan, entertainment lainnya oleh atau dari siapa pun.

(T) Independensi dalam penampilan fisik antara lain diwujudkan dalam bentuk tidak menunjukkan kedekatan dengan siapa pun di depan publik

(U) Membatasi pertemuan di ruang publik seperti di hotel, restoran atau lobi kantor atau hotel, atau di ruang publik lainnya, dan

(V) memberitahukan kepada Pimpinan yang lain mengenai keluarga, kawan, dan pihak-pihak lain yang secara intensif masih berkomunikasi

30 April 2009

Harapan Underground PBB : Lepaskan Koalisi Pilpres, Mari Fokus Benahi Partai !!!



Bismillahirrahmaanirrahiem,
Partai Bulan Bintang sejak awal berketetapan hati untuk memajukan kader terbaiknya sebagai calon presiden, Bang Yusril Ihza Mahendra dengan kompetensi dan pengalaman panjangnya dalam politik dan pemerintahan insyaallah adalah salah seorang kader terbaik yang akan dikhidmatkan untuk bangsa dan ummat, namun raihan pemilu 2009 dan patokan 20 % sebagai persyaratan pencapresan telah menjadi halangan yang mengebiri hak setiap warga negara untuk mencalonkan dan dicalonkan.

Jika kita obyektif mengukur kapabilitas seorang kandidat secara head to head maka sebenarnya Bang YIM sangat layak dan pantas diperhitungkan dalam kompetisi, namun semua itu kandas lantaran kendaraan partai dalam hal ini Partai Bulan Bintang belum "cukup bertenaga" untuk tinggal landas.
focus
Menanggapi kenyataan ini sebagian besar kader, simpatisan dan KB Partai Bulan Bintang merespon positif gagasan Prof. Din Syamsudin agar terbentuk koalisi Islam dalam Pilpres mendatang, namun melihat kenyataan hari ini sepertinya harapan tersebut akan sulit terealisasi.

Kenyataan inilah yang melatar belakangi harapan agar Partai Bulan Bintang sebagai institusi Partai mengambil sikap Netral pada pilpres mendatang seraya tetap fokus membenahi internal partai dan bersiap menjadi oposisi dan pengawas pemerintah diluar lingkar kekuasaan, konsekuensi dari pilihan netralitas partai maka kader, simpatisan dan KB PBB dimanapun "dibebaskan" untuk memilih siapa saja sesuai dengan hati nuraninya, Partai bisa membantu menfaslitasi dengan merumuskan sejumlah kriteria pemimpin yang layak dipilih versi PBB...Wallahu A'lam

Bagaimana kita seharusnya menyikapi hal ini ?!?!
(Lasykar Hijau)

20 April 2009

Kabupaten Bandung Berusia 368 Tahun


SOREANG, (PRLM).- Kabupaten Bandung, Senin (20/4) genap berusia 368 tahun. Puncak peringatan "Dalem Kaum" diisi dengan upacara di Lapangan Upakarti dan sidang paripurna khusus DPRD Kab. Bandung. Semua peserta memakai baju tradisional Sunda.

Bupati Bandung, H. Obar Sobarna, akan memimpin upacara puncak Hari Jadi Kab. Bandung yang disatukan dengan peringatan Hari Kartini. "Puncak Hari Jadi Kab. Bandung dan peringatan Hari Kartini pada 21 April berdekatan, sehingga upacaranya disatukan," kata Kasi Pemberitaan Humas Pemkab Bandung, Drs. Asep Sahdiana, Minggu (19/4).

Selepas upacara, akan dilakukan penghancuran 13.000 botol minuman keras. "Jumlah miras yang berhasil disita tidak bisa lagi tertampung di gudang Satuan Polisi Pamong Praja," kata Kepala Satpol PP Kab. Bandung, Yayan Subarna.

Peringatan Hari Jadi Kab. Bandung berlangsung sederhana meski tidak melupakan aspek kemeriahan. Sejumlah kegiatan digelar seperti gerak jalan wisata dan lomba dayung tradisional, pertandingan olah raga antarkaryawan, serta sepak bola persahabatan antara pejabat Pemkab Bandung dan pimpinan serta anggota DPRD pada Jumat (18/4) lalu.

Di bidang keagamaan, dilakukan kegiatan khataman Alquran yang diikuti ribuan PNS. Kegiatan di bidang lainnya, antara lain operasi katarak gratis, donor darah, pengobatan gratis di setiap Puskesmas, dan pembuatan akta kelahiran gratis bagi warga kurang mampu. "Kami juga akan menggelar Pameran Pembangunan di Lapangan Gading Tutuka, Soreang, dari 30 April sampai 10 Mei," kata Edi.

Di tengah-tengah hiruk pikuk Hari Jadi Kab. Bandung, sejumlah warga mengungkapkan unek-uneknya agar Pemkab Bandung lebih memperhatikan penataan kawasan dan kecamatan. "Lihat saja pusat-pusat kota kecamatan seperti Dayeuhkolot, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Rancaekek, Margahayu, Pangalengan, Ciwidey, dan lain-lain. Kemacetan, PKL, sampah, dan parkir tumpang tindih," katanya.

Hal sama dikatakan Sekretaris PD Persatuan Islam Kab. Bandung, H. Erry Ridwan Latief. "Kabupaten Bandung dan kecamatan-kecamatannya belum memiliki aturan tata ruang yang baik sehingga siapa saja yang mau, bisa membangun. Belum lagi dengan cara pikir dan cara bertindak yang belum sama antara eksekutif dan legislatif," katanya. (A-71/das)***

16 April 2009

UP DATE Raihan suara PBB

Puteri ke 5 (lima) pa H. Eri : Barami Maulidajindi LatiefahData Raihan Suara Akhir Partai Bulan Bintang DPRD Prov dari Jabar 2 Suara Partai : 15.792 No. Urut : (1) Abd. Santosa : 13.353, (2) H. Eri Ridwan Latif : 13.587, (8) Deddy Rahman : 11.360. Total Suara : 65.730. Update 28 April 2009 pukul : 00.00 wib, Subhanallah. Untuk DPR-RI No. Urut (2) Prof.DR. M. Abdurahman, MA : 24.109, Untuk DPD-RI No (5) DR. Eggi Sudjana, SH. MSi : 98.454

12 April 2009

LINTAS GENERASI MASYUMI


H. Eri bersama KH. A. Sambas salah satu tokoh "Masyumi" di Kabupaten Bandung. "Semoga tali perjuangan Masyumi senantiasa terikat rapih diantara generasi Penerus Perjuangan Rosulullah"

4 April 2009

Kompak nieccchhhh...

Eri Ridwan Latif, Drs. H bersama KH. Deddy Rahman dalam Kampanye Terakhir Partai Bulan Bintang 1 April 2009 : "Satukan Kekuatan umat untuk wujudkan Daulatul Ummah"

Bersama Kader Bulan Bintang


H. Eri bersama Kader Pendukung Bulan Bintang di Kampanye putaran Terakhir di Terminal Gading Tutuka Soreang 1 April 2009