14 Oktober 2012

DIBUANG SAYANG ...... Untuk Sannandika

Suatu saat ketika aku rindu
aku masih tak berani panggil namamu
walau kita seakan tak berjarak
tapi masih saja ku aku sisakan ruang..
untuk aku mengatur degup jantungku..desiran darah di nadiku..
lagu rindu itu seolah lenyap ditelan sunyi
dan berlabuh di ujung waktu..
tiap detik waktu bersamamu ...
itu satu tablet obat yang akan menyembuhkan buncahan rindu itu...
Candumu buatku lemah tak berdaya...
Di buang sayang..

Seandainya matahari kau beritahu indahnya malam..
apakah ia akan datang kemari ?
Tak ada tempat yg aman tuk sembunyikan senyum manismu..pada bunga...  kupu-kupu.... gerimis...pada mentari ? ah kadang mentari mengubahnya jadi pelangi..dan semakin nampak betapa indahnya engkau tersenyum
Sayang..bantu aku untuk menulis..syair rindu..sunyiku pada pena..meja coklat ini kini berdebu..
Seakan lautan kata itu kini membeku
pena itu menggigil goreskan kegelisahan
kini aku tulis pada selembar kertas abu
tdk aku lipat..
kubentuk sebuah perahu..bertuliskan namamu..
kemudian aku layangkan menuju padamu
ternyata kamu jauh..dan perahu itu kembali padaku..
kubuka kembali lipatan itu..namamu masih utuh di situ..
Ada rasa gelisah ketika aku ingin melukis pelangi di matamu
Aku hanya mampu membuat hati ini bahagia diambang kebahagiaan itu
sementara membiarkan kebahagiaan itu menjadi milikmu saja..
Saat ini aku sedang igin menulis dan biarkan pena ini asyik menari dari sudut ke sudut
hingga penuh kertas lembar demi lembar..

"When one door of happiness closes..another opens..but often we stare so long at the closed door that..we'll soon realize that the open door..for however long it was opened..is now closed too..."

Air matamu menetes membasahi kertas syairku..membasuh setiap aksara..menggenangi setiap huruf..
lalu tersisa butiran air matamu dan menetes di akhir paragraf..dan.. aku selalu hanyut dalam rindu.
Sist..jika kamu tak memebisikkannya untukku..mungkin tak ada puisi di senja ini..
sist..lihatlah huruf rindu beterbangan menjelma bintang-bintang..kemudian menysun cerita di cakrawala.
sist sayang..bulu matamu yang lepas biar kujadikan kuas..tuk melukis..biar indah seindah rinduku padamu...
menggoreskan kata selembut senyummu..selembut ucapmu...
Torehan warna membias jadi abu dan ungu...
dan aku tak mampu tuk dapat memeluk wangi tubuhmu...
membungkam lingkar bibirmu..
Saat ini aku sedang memandangmu..
aku hanya bersyukur bisa memandangmu
aku hanya mampu memeluk bayangmu
aku tak bisa sentuh bibirmu
aku tak mampu bisikkan kata merayu
hanya jutaan kata menumpuk membentuk bulir rindu..
peluk aku sayang...
Sudah ga ada bulu mata yang lepas
sudah ga ada butiran crystal air matamu yg membentuk tanda seru di pipi merahmu..

Tidak ada komentar: