7 Mei 2020
"KH. A. LATIEF MUCHTAR: "Figur Pembaharu Persis"
Banyak orang terkejut ketika mendengar sang _"Singa Tua"_, KH. A. Latief Muchtar, MA. meninggal dunia. Di saat banyak orang menyimpan harapan besar pada pundak beliau untuk memperjuangankan kepentingan umat Islam di DPR-MPR, Allah SWT, justru memberinya jalan terbaik dengan menariknya dari kemelut panjang bangsa Indonesia yang terjadi hingga sekarang. Kepergiannya tidak hanya membuat para pendukung merasa kehilangan, namun orang-orang yang sebelumnya kontra dengan sikap pemikiran beliau pun, tak kuasa menahan tangis.
Bagi anggota dan simpatisan persis, kepergian Ustadz Latief merupakan kehilangan besar. Beliau adalah ulama besar dan kharismatik yang sulit dicari, seorang tokoh yang diseganu karena keluasan ilmu dan keteguhan prinsip dalam mempertahankan Al-Quran dan Sunnah. Selain itu, yang membuat beliau menjadi tokoh langka adalah keberhasilannya tampil sebagai figur pembaharu persis dalam berbagai bidang.
Dalam bidang Jam'iyyah, Ustadz Latief mampu membuktikan bahwa persis bisa menjadi organisasi yang mandiri dan tak menutup diri. Dikenal oleh semua orang, baik nasional maupun internasional, namun tidak mengikatkan diri pada negara atau kekuatan politik manapun. Beliau pun menampilkan persis sebagai gambaran mini dari bangunan kaum muslimin yang saling menopang satu sama lain, _kal jasadil wahid_ seperti kesatuan tubuh yang saling membantu dengan tujuan menyatukan umat dalam satu pondasi bangunan yang kokoh dan tidak bercerai berai sesuai moto persis _"Wa'tashimuu bi hablillahi jamii'an walaa tafarraqu"_.
Dalam bidang dakwah, beliau mencoba memberikan nuansa dan warna baru dalam petak kekuatan dakwah di Indonesia. Salah satunya, dengan mengubah metods dakwah persis melalui pendekatan persuasif-edukatif. Persia tidak lagi garang dan menantang, tapi berusaha mencari kejelasan, bukan kepuasan. Garapan dakwah pun tidak terbatas pada rutinitas dakwah di kalangan anggota dan simpatisan persis, tapi dikembangkan ke dunia kampus. Beliu pun mendukung sepenuhnya pembentukan organisasi otonom mahasiswa dalam satu wadah Himpunan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswi Persis. Beliau benar-benar hendak menjadikan persis sebagai sebuah organisasi yang tetap sesuai dengan kondisi zaman dan kebutuhan umat yang lebih realistis dan kritis. Dakwah persis ditampilkan secara argumentatif dan persuasif berdasarkan Al-Quran dan Hadits, maupun secara akal. Tetapi semua itu tidak merubah pendirian persis dalam bidang fiqih ibadah, ketegasan dalam mengeluarkan hukum tetap menjadi ciri khas persis.
Dalam bidang Ekonomi, ustadz Latief berusaha memberdayakan ekonomi dan kesejahteraan umat islam dan menghindari umat dari praktek bisnis dan dunia perbankan yang masih mempergunakan sistem bunga konvensional. Kemudian beliau merintis pendirian bank Perkredian Rakyat (BPR) sebagai bentuk Bank Islam tanpa bungn dengan nama BPR Amanah Rabbaniyah dan beliau duduk sebagai komisarisnya.
Dalam bidang pendidikan, ustadz Latief menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan kuantitas pesantren persis yang tersebar di seluruh Indonesia. Visi beliau adalah mencetak kader-kader ulama persis yang handal. Kemudia beliau merealisasikan visi nya tersebut dengan mendirikan Pesantren Luhur pada tahun 1988 yang kemudian mengalami beberapa penyesuaian nama antara lain Pondok Pesantren Tinggi (PPT), kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Ushuludin (STIU), dan terahir Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis dengan jurusan dakwah dan tafsir hadits. Pada tanggal 28 Juli 1997, STAIPI berhasil mewisuda para sarja agama islam.
Sebagai seorang pembaharu, pemikiran Ustadz Latief tidak berhenti pada kepuasan diraihnya, namun terus berputar tanpa lelah. Sebagai bukti, tiga minggu sebelum beliau wafat, di kantor PP. Persis beliau masih sempat membicarakan pendirian Unuversitas Ahmad Hasan, sebagai sebuah universitas persis yang berbasis agama dan pengembangan teknologi, dengan terlebih dahulu mendirikan Sekolah Tinggi Teknologi Pengukuran (STTP) Ahmad Hasan jurusan fisika dengan spesialisasi instrumentasi dan teknologi syari'ah islam.
Dalam bidang diplomatik, beliau berhasil merintis hubungan internasional yang lebih rapat. Ustadz Latief beberapa kali melakukan kunjungan ke negara-negara timur tengah dalam proses pencarian dukungan moril dan materil untuk membangun mental serta sarana dan pra sarana fisik umat islam, khususnya jam'iyah persatuan islam. Melalui usahanya ini, telah banyak dibangun masjid-masjid megah yang yersebar di cabang-cabang persis melalui bantuan luar negri, khususnya negara-negara Timur Tengah antara lain Kuwait dan Saudi Arabia. Disamping itu, jalinan internasionalnya mencakup berbagai hal, diantaranya menjalin ukhuwah islamiyah antar sesama muslim di dunia. Baik melalui forum Organisasi Konferensi Islam (OKI) maupun Majlis Ta'sisi Rabithah 'Alam Islami (Moslem Wordl League). Ketika terjadi perang teluk, beliau berusaha membangun solidaritas umat islam dengan membuat berbagai pernyatan sikap dan keprihatinan. Ketika terjadi perang di Bosnia, beliau membuka pendaftaran untuk para sukarelawan perang Bosnia. Beliau juga pernah mengusulkan dibentuknya tentara PBB dari negara-negara yang tergabung dalam OKI untuk menengahi apabila terjadi konflik di dunia islam.
Dalam aktivitas politik, langkah yang ditempuh oleh Ustadz Latief adalah kesediaannya sebagai politikus melalui PPP. Sekaligus melahirkan pro dan kontra dalam tubuh persis, tetapi cita-cita luhur dan idealisme nya sungguh sangat dalam, beliau terjun ke dunia politik hingga akhirnya terpilih sebagai anggota dewan, dengan tujuan untuk memperjuangkan kepentingan umat islam melalui jalur politik. Selama ini beliau melihat gelagat para politikus dan anggota dewan yang terlalu banyak bicara tanpa bukti, atau diam saja ketika hak-hak umat terampas. Ia ingin menjalankan amanah umat dengan baik, sehingga gambaran dari idealisme seorang ulama politikus.
Banyak hal yang telah dilakukan oleh beliau yang sebelumnya tak terpikirkan. Beliau mampu tampil sebagai figur pembaharu persis yang piawai dengan wawasan dan pergaulannya yang luas. Ketika beliau dimakamkan pun, yang hadir tidak hanya anggota dan simpatisan persis, namun tokoh-tokoh nasional yang sebelumnya bersebrangan dengam persis, semisal Jalaludin Rahmat dan tokoh nasional lainnya pun ikut menghadirinya. Ini bukti, bahwa eksistensi dan wawasan berpikir beliau diakui dan disegani.
Kini, kepergiannya amat mengejutkan. Tetapi, itulah taqdir Allah yang tidak bisa ditolak. Warisannya berupa semangat jihad, amat berharga. Mudah-mudahan Allah SWT melimpahkan rahmat dan maghfirohnya.
Rukman Nashrudin.
Majalah Hayatul Islam, No. 05 Th. I/15 Juni - 15 Juli 2000. Hal: 15-16.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tiga pemuda pernah belajar di bawah atap yang sama. Mereka menyerap pelajaran tentang perlawanan terhadap p...
-
Oleh : Pepen Irpan Fauzan _Borosngora Persatuan Islam_ Koran _Sipatahoenan_ pada 27 Djanoeari 1933 memberitakan pujian-apresiatif para tok...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar