22 September 2022

Markazmu ada pada RUH-mu





Bergerak tanpa batas, menghujam tanpa ada yang tersakiti..., 

Biarlah Rabb penetap takdir, tugas kita ikhtiar agar berkah senantiasa hadir sebagai spirit menjelma jadi keadaban dalam keberadaban.

Bila kekuasaan diambil dengan cara paksa, maka diujung kekuasaannya dia akan dipaksa untuk turun dari kekuasasaan.

Bila kekuasaan diambil dengan cara menghina lawan politik, maka diujung kekuasaannya dia akan dihina oleh para pendukung dan masyarakatnya.

Bila kekuasaan menggunakan busser sebagai senjatanya, maka diujung kekuasaannya dia akan dihinakan oleh para busser yang mempersenjatainya

Jadilah pemimpin yang seutuhnya ;

Memimpin dengan kasih sayang

Memimpin karena kecerdasan

Memimpin apa adanya dan tidak mengada-ada.

Yakinilah bahwa suatu sa'at Tuhan akan meminta pertanggungjawaban dari KEPEMIMPINANNYA.

Masih ingat kasus 1,5 milyard yang 1/3 nya mereka gunakan untuk pribadi?

Masih ingat yang tadinya minta 150 jt alasan untuk entertainment, yang akhirnya maksa minta 30 jt ?

Begitu bebasnya mereka memainkan kata-kata, memainkan narasi berjuta makna..

Ingat !

Kemenangan dalam perang bukan dengan kontak sejata, tetapi dengan DIPLOMASI DAN RUH YANG TAK MAU DURHAKA

Tidak ada komentar: