
Bapak-bapak dan ibu-ibu saudara-saudara keluarga besar Partai bulan bintang
yang dimuliakan Allah swt.Hari ini kita bersyukur kehadirat Allah SWT, kita
semua berkumpul di Hotel Kartika Chandra ini dalam rangka orientasi bagi para
calon-calon anggota dewan perwakilan rakyat republik Indonesia dalam Pemilu
2014 dari Partai Bulan Bintang.
Pertemuan ini selain kita maksudkan untuk bersilaturrahim antara kita sesama
kita mengingat banyak kader-kader baru, banyak anggota-anggota baru banyak
calon-calon legislatif baru yang bergabung ke PBB dibandingkan dengan pemilu
sebelumnya.
Selain dari pada itu kesempatan ini kita manfaatkan untuk secara lebih dalam
memahami persoalan-persoalan partai , misi partai dan persoalan-persoalan yang
terkait dengan kehidupan bangsa dan negara kita.
15 tahun sudah keberadaan PBB ditengah-tengah masyarakat Indonesia dan kita
telah memainkan peran politik yang signifikan dalam memberikan warna bagi
perjalanan politik bangsa dan negara kita selama 15 tahun terakhir ini.
Kehidupan sebuah partai sangat banyak dinamikanya, mengalami pasang surut,
mengalami hal-hal yang menyenangkan maupun mengalami hal-hal yang mengenaskan
dan menyedihkan bagi kita semua. Partai politik bisa menjadi besar , bisa juga
menjadi kecil, bisa juga kecil dalam jangka yang sangat panjang, atau bisa juga
besar dalam jangka waktu yang sangat panjang. Tapi tidak ada partai politik
yang tidak mengalami masa pasang surut dalam perjalanan sejarahnya.
Saya teringat pada tahun 1998 ketika partai ini mulai berdiri,kita
membandingkan partai bulan bintang itu dengan partai sosial demokrat jerman,
dia sudah ada berkembang dan baru 100 tahun kemudian partai itu menguasai dunia
politik di negara itu. PBB memang lahir dengan tantangan2 yang sangat besar
diawal kelahirannya. Partai ini secara tegas menyatakan sebagai partai yang
meneruskan cita-cita perjuangan partai politik Islam Indonesia Masyumi yang
didirikan pada 1945 dan terpaksa membubarkan diri pada tahun 1960. Usia Masyumi
Cuma 15 tahun dan usia PBB sekarang ini sudah 15 tahun. Kalau kita
membandingkan 2 periode sejarah itu memang nampak jauh sekali perbedaannya.
Masyumi lahir dari awal sebagai kekuatan politik yang besar, yang menghimpun 2
sayap kekuatan Ormas Islam Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. PBB lahir di era reformasi
tahun 1998 ketika pengaruh dari Partai Masyumi sudah mulai berkurang ditengah2
masyarakat kita bahkan sebagian besar generasi muda sudah tidak mengenal Partai
Masyumi itu. dibubarkan tahun 1960 dan oleh pemerintah orde baru dianggap
organisasi atau partai politik yang terlarang. Kita dengan segala keberanian
menghidupkan kembali semangat itu, semangat persatuan umat Islam sesunguhnya
yang berhimpun didalam satu partai politik Islam Indonesia pada tahun 1945.
Yang dimaksudkan akan menjadi satu-satunya partai politik Islam ditanah air
kita, namun sejarah menunjukkan kepada kita Partai Islam terpecah dan berpecah
belah dan melemahkan kekuatan politiknya sendiri sampai ketika itu terjadi
pertarungan Ideologi antara Islam Nasionalis , sekuler dan komunis dan Partai
Islam yang membawa semangat kemoderenan seperti Masyumi terpaksa tersingkir
dari kekuasaan oleh karena menentang rezim yang berkuasa dimasa itu di bawah
Presiden Soekarno yang orientasi politiknya makin hari makin berkembang kearah
kiri kearah sosialis dan komunisme. Kita menghidupkan kembali cita-cita awal
kemerdekaan tahun 1945 yang pada waktu itu pada waktu mendirikan partai politik
Islam Indonesia Masyumi tujuannya adalah untuk menjunjung Tinggi agama Islam
dan menegakkan kedaulatan negara. Itulah tujuannya yang awal sekali. Dari awal
itu pun telah memainkan suatu peran penting baik peran diplomasi, peran politik
maupun peran kemiliteran dalam menegakkan negara kesatuan republik indonesia
ini. Apa yang dikatakan pak fuad amsyori tadi betul adanya, kita adalah Islam
dan kita sekaligus adalah Nasionalis. Dua-duanya itu bagaikan menyatu dalam
diri kita karena memang partai politik didirikan khusus untuk sebuah bangsa dan
sebuah negara, dan tiap tujuan untuk meraih atau mengambil alih atau memegang kekuasaan
politik di sebuah negara dan karena itu partai politik tidak bisa bergerak
dibeberapa negara kecuali hanya di satu negara saja. Itu bedanya partai politik
dengan gerakan dakwah atau Harikat Islamiyah yang lain yang bisa menjangkau
negara-negara lain, tapi sebuah partai pada dasarnya hanya berdiri disebuah
negara untuk meraih, membangun kekuasaan politik dan membawa bangsa dan negara
itu kepada apa yang mereka cita-citakan.
Kita adalah Partai politik berasaskan Islam, mencintai bangsa dan negara Indonesia
berjuang untuk memajukan prikehidupan kebangsaan indonesia dengan dilandasi
dengan ajaran-ajaran Islam. Itulah yang menjadi misi, itulah yang prinsip yang
dianut oleh partai bulan bintang ini. Mudah-mudahan tidak timbul kesalahpahaman
dan khususnya saudara-saudara para calon anggota legislatif dapat menjelaskan
kepada rakyat bahwa partai bulan bintang adalah partai Islam , Partai Indonesia
juga sekaligus berdasarkan Islam didirikan untuk menyelesaikan
persoalan-persoalan bangsa dan negara indonesia dan membawa negara republik
Indonesia ini kearah kejayaan dan kemuliaan dimasa depan. Itulah yang menjadi
prinsip –prinsip yang kita pegang teguh itu.
Mengapa kita bersikap demikian? Kita sesungguhnya meyakini bahwa Islam itu
adalah Huddanli al nas wabayyinaati mina al huda wa al furqon Alquran adalah
petunjuk , penjelasan dan pembeda antara kebenaran dengan kesalahan, dan ajaran
ini bersifat universal dan kita berupaya untuk menerapkannya dalam kehidupan
keseharian kita masing-masing baik dalam artian pribadi , keluarga , masyarakat
dan kehidupan bangsa dan negara kita ini. Jangan kita biarkan negara kita ini
menjadi negara yang sekuler yang menganggap bahwa urusan keagamaan dan urusan
keduniaan adalah 2 hal yang berbeda dan harus dipisahkan. Perbedaan antara
politik orang sekuler dengan politik Islam terletak disini (Meletakkan tangan
didada) sejauh orang memegang teguh tauhid dan menerapkan prinsip-prinsip
dibidang ahlak dalam berpolitik, maka selama itu maka politik yaitu dapat
dikatakan politik yang bersifat Islam. Sedangkan sebaliknya yang melihat
politik adalah semata-mata politik saja nah itulah politik yang sekuler. Bagi
orang sekuler dunia ini adalah dunia saja sedangkan bagi orang yang beragama,
bagi orang Islam, dunia ini bukan sekedar dunia saja. Tapi dunia ini ada suatu
makna ada suatu tujuan ada suatu itikad yang ingin di capai dengan penciptaan
dunia ini. Dalam politikpun kita tidak pernah melepaskan etik dari politik dan
menyadari bahwa tauhid adalah landasan dari sikap dan perilaku politik kita
semuanya. Kita sudah merdeka 68 tahun lamanya sampai sekarang. Tugas-tugas itu
makin banyak dan makin berat. Kit amendirikan partai karena kita ingin mengisi
perjalanan bangsa dan negara kita ini, sesuai dengan arah yang menjadi
cita-cita, yang menjadi landasan, yang menjadi ideologi dari partai kita ini.
Islam sendiri kita ketahui peran Islam bukan Ideologi, Islam adalah Dinullah
Ideologi itu pikiran manusia, Islam sebagai Dinullah itu memberikan suatu
petunjuk bagaimana kita menyelesaikan persoalan-persoalan kita. Pemikiran
Reflektif kita terhadap ajaran-ajaran Islam dalam menyelesaikan
persoalan-persoalan kita itulah yang membentuk sebuah ideologi politik yang
dianut oleh Partai Bulan Bintang ini. Itu semua dapat dibaca dalam Anggaran
Dasar dan dapat dibaca juga didalam tafsir asas dari Partai Bulan Bintang ini.
Sehingga kalau orang tanya kepada kita, apa bedanya partai Bulan Bintang dan
Partai Keadilan Sejahtera. Apa bedanya PBB dengan PPP dan sebagainya, maka kita
mengatakan yah semua adalah Partai Islam. Tapi secara ideologi dia bisa berbeda
dalam menafsirkan petunjuk-petunjuk dalam Alquran dan sunah itu dalam menjawab
persoalan-persoalan yang kita hadapi ini. Ijtihad bisa berbeda dan PBB itu
jelas pandangannya itu jelas dari awal tokoh-tokohnya dulu terlibat dalam
membentuk , mendirikan negara Republik Indonesia ini. Kita terima ini sebagai
suatu kenyataan yang kita perjuangkan adalah bagaimana kita mengisi warna,
bentuk dan isi Islam kepada negara Republik Indonesia ini. Dari situ jelas kita
beda dengan Hizbut Tahrir misalnya yang berkeinginan untuk membentuk Khilafat
Islamiyah dengan merubah struktur yang ada ini. Kita tidak. Kapan-kapan memang
saya berencana untuk kita terbitkan kembali buku-buku tentang Masyumi
tulisan-tulisan dari DR. Sukiman Wirjosandjojo, tulisan dari muhammad Natsir,
tulisan dari H. Agus Salim , tokoh-tokoh masyumi yang awal sekali juga
tokoh-tokoh ulama Masyumi pada waktu itu seperti Hadratus Syech Haji Hasyim
Asyhari, Kyai Haji Wahab Hasbullah, Kyai Haji Wahid Hasyim yang menulis begitu
banyak pemikiran-pemikiran Islam untuk menjawab persoalan-persoalan politik
bangsa dan negara kita agar kita dapat lebih mengetahui dan menyadari ada
kesinambungan sejarah yang terus menerus memberi Inspirasi kepada kita untuk
menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi sekarang ini . jangan kita
lepaskan pertautan historis dengan para pendahulu oleh karena kita sebenarnya
adalah generasi Melanjutkan apa yang telah mereka rintis, apa yang telah mereka
perjuangkan, apa yang telah mereka tegakkan dan kita meneruskan cita-cita
perjuangan kita tetap negara republik Indonesia yang kita perjuangkan adalah
mengisi Ruh dan semangat Islam dalam perjalanan hidup bangsa dan negara kita
kedepan sambil kita memecahkan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi oleh
bangsa dan negara kita sekarang ini.
Satu hal yang harus kita sadari bersama-sama adalah bahwa negara ini sangat
kaya, negara ini sangat-sangat besar, betul-betul besar dibandingkan dengan
negara-negara lain kecuali dibandingkan sama cina, sama rusia atau kanada,
negara kita ini memang negara yang sangat-sangat besar. Saya sering diminta
oleh pengurus-pengurus di cabang-cabang supaya mengunjungi disetiap cabang.
Saya katakan, ada 520 lebih cabang Partai bulan bintang di seluruh Indonesia ini.
Sehingga jika saya datang satu hari satu cabang saja, maka satu tahun tidak
semua cabang dapat dikunjungi. Jadi memang ini negeri sangat besar dan sangat
kaya tapi mengapa kita hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan seperti
sekarang? Sebabnya adalah ketidakmampuan kita dalam mengelola, menata kehidupan
berbangsa dan bernegara yang lebih baik. sistem kita bernegara itu masih jauh
dari pada baik dan efektif, sehingga banyak waktu terbuang sia-sia, proses
pengambilan keputusan sangat lambat dan management menjalankan roda
pemerintahan dinegara kita ini tidak bisa berjalan secara efektif. PBB
memikirkan itu! karena itu kita sebenarnya berupaya untuk membangun sebuah
sistem, sistem bernegara yang kuat, sistem bernegara yang efektif dan efisien
sehingga kita dapat mengelola negara ini secara lebih baik, lebih cepat
dibandingkan dengan waktu dahulu maupun keadaan sekarang ini . yang kedua kita
harus betul-betul menyadari bahwa tidak akan ada siapapun yang akan
menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini kecuali kita sendiri.
Jangan terlalu banyak kita bergantung kepada bangsa-bangsa lain, kepada orang
asing karena mereka tidak akan pernah menginginkan bangsa dan negara kita ini
menjadi bangsa yang kuat dan maju. Pengalaman dimasa yang lalu kita sudah
dijajah oleh kekuatan asing. Ekonomi kita di obrak-abrik oleh kekuatan
imperialisme dan yang sangat mengenaskan ialah ketika terjadi krisis tahun 1997
dampaknya masih terasa sampai sekarang dan kita berkelahi teus di internal
bangsa kita, sementara sebenarnya skenario untuk menenggelamkan bangsa kita
pada tahun 1997 itu masih belum banyak diketahui oleh masyarakat kita sendiri.
Dan ketika krisis itu terjadi tahun 1997 kita tidak siap untuk menjawab
menghadapi apa yang terjadi pada saat itu karena Ilmu kurang dan kita memang
tidak punya pengalaman menghadapi krisis yang sangat dashyat seperti itu.
pemerintah orde baru pada waktu itu selalu mengklaim fundamental ekonomi kita
kuat, cadangan devisa kita besar, stabilitas politik kita mantap dan kita
dianggap akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan internal kita sendiri.
Tapi tiba-tiba dengan satu goncangan dibidang moneter pada waktu itu 1 US$
adalah Rp.2500 tiba-tiba mengalami krisis dibidang moneter melompat menjadi
Rp.16500 sehingga tidak ada satu usahapun yang dapat mengkalkulasi,
merencanakan kegiatan usahanya, kita bingung apakah kita akan melepaskan kurs
kita dengan fluktuatif mengikuti perkembangan mekanisme pasar ataukah kita akan
PEK seberapa jumlah yang kita mau tentukan kita dalam keadaan panik, kita melepaskan
bunga bank, semua Kolaps dan pemerintah pada waktu itu mengambil kebijakan
untuk mengatasi bank-bank yang Kolaps memberikan bantuan likuiditas yang
disebut dengan BLBI yang sampai sekarang masalahnya tetap rumit untuk kita
selesaikan bersama-sama. Malaysia pada waktu itu mengambil sikap yang jauh
berbeda. Malaysia menolak kerjasama dengan IMF dan bank dunia kita sebaliknya
menerima mereka. Malaysia zero Count , Nol Count bunga bank , kita biarkan
sampai 70% bunga bank pada waktu itu dan kemudian malaysia PEK uangnya 1 US$
(Sebesar) 3,4 Ringgit , kita biarkan mengambang terus dan kita betul-betul
dalam keadaan krisis dan saya ingat betul pada waktu Megawati menjadi Presiden,
menteri keuangan Boediono pada waktu itu melaporkan dalam sidang kabinet bahwa
cost kita dalam menanggulangi krisis adalah jumlahnya 632 Trilyun dan itu
menjadi tanggungan negara dan menjadi beban bagi seluruh rakyat sampai hari
ini.
Kalau kita lihat sebenarnya BLBI Pada waktu itu dikucurkan oleh pemerintah
untuk membayar utang kepada pihak asing, sehingga mereka tidak mengalami
kerugian sama sekali dan bahkan mereka mendapat keuntungan yang luar biasa oleh
karena ketika uang d pinjam dalam bentuk US$ dan ketika harus kembalikan, kita
harus membandingkan atau menghitung rupiah dalam Dollar maka terjadinya adalah
Hutang pada awalnya Rp.2500 tapi ketika bayar, bayarnya Rp.16.500 dan itu luar
biasa dampaknya sampai sekarang ini. Memang kejadian itu yang kemudian yang
menciptakan PERPU Kepailitan, merumuskan begitu banyak kebijakan yang sampai
hari ini masih ini kita rasakan segala dampak dan akibatnya.
Karena itu saya mengingatkan saudara-saudara tidak ada siapapun yang akan mampu
menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini kecuali kita sendiri. Lebih baik
kita tidak bisa percaya kepada kekuatan-kekuatan asing, dia tidak berpihak
kepada kita. Kenapa mereka tidak berpihak kepada kita? Pertama, negeri ini
sangat kaya raya. Saya tahu mungkin nanti saatnya saya akan kemukakan bagaimana
kita harus menyelesaikan persoalan bangsa ini, bagaimana kita harus
melipatgandakan APBN kita, sehingga kita memperkuat fundamental ekonomi kita,
membiayai seluruh pembiayaan negara yang harus kita tanggulangi dan kita pikul
bersama, nanti akan dikemukakan menjelang pemilihan Presiden. Saya tidak ingin
ide-ide ini dicuri oleh pihak-pihak lain.. jadi kita nanti tidak dikemukakan
sekarang ini.
Jadi kekayaan kita tidak pernah habis kalau ilmu kita punya, ini prinsipnya.
Jadi kalau orang tanya kepada saya bagaimanakah sikap kita terhadap
kontrak-kontrak karya yang sudah ditandatangani baik pada masa presiden
Soekarno dan pada masa presiden Soeharto, Freport dan lain-lain. saya
mengatakan kalau kita Nasionalisasi bukan persoalan kita berani atau tidak
berani , tapi apakah itu realistis atau tidak? Kita pernah melakukan
nasionalisasi pada tahun 1952, pertama kali kita menasionalisasi De Javasche
Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank Central dan itu dulu dilakukan oleh
Menteri keuangan Masyumi , Mr. Yusuf Wibisono., Jadilah Bank Indonesia itu.
tapi kita bayar sama Belanda, kita Nasionalisasi KPM menjadi Pelni,kita bayar
sama Belanda, Nasionalisasi KLM menjadi Garuda, kita bayar, kita Nasionalisasi
Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton menjadi PN Tambang Timah kita
bayar sama belanda! Persoalannya kita harus kalkulasi, kalau kita Nasionalisasi
Freeport maka harus dianggarkan dalam APBN, apakah itu akan menguntungkan atau
tidak? Maka saya mengatakan yang paling efektif adalah kita melakukan
renegosiasi apakah kontrak dilaksanakan dengan konsisten ataukah terjadi
kecurangan –kecurangan didalamnya? dan kalau terjadi kecurangan-kecurangan kita
bisa menuntut pembatalan kontrak. Kalau kontrak kita batalkan maka di bawa ke
badan Arbitrase internasional dan pengalaman kita selana ini kita selalu kalah
di Arbitrase Internasional. Terakhir saya ingat kita kalah di Arbitrase New
York dalam kasus Balongan kilang minyak yang tidak jadi dibangun dan kita
dikalahkan oleh Arbitrase karena perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh
pemerintah pada umumnya sangat-sangat lemah dan selalu menguntungkan Pihak
Asing dan merugikan Negeri kita sendiri. Tapi barangkali dengan teknologi yang
berkembang kita dapat mengatasi semua itu , barangkali suatu saat kita hanya
akan mengatakan sama seperti kepada Belanda yang dulu telah menambang dalam
sampai 400 M dibawah tanah, mereka hanya mengambil Timah. Apa yang ada dibawah
mereka ditinggalkan diatas, sama seperti Freeport sekarang. Mereka menambang
dibawah tanah , ditinggal diatas yang dibawah “konon” hanya tembaga, mungkin
juga yang lain tapi yang tertinggal masih banyak. Mungkin suatu kali kita akan
mengatakan yah, terima kasih kepada Freeport anda sudah angkat ini barang ke
atas kami tinggal mengolah dan akan menjadi suatu Real Act Metal yang akan
menjadikan bangsa Indonesia ini sebagai bangsa yang akan kembali kedepan
mungkin akan menaklukkan dari perjalanan dunia ini. Nantilah lebih detail kita
akan kemukakan.
Mengapa mereka tidak ingin kita menjadi maju? Pertama memang negara ini sangat
kaya. Sudah ditambang sama Belanda, sudah ditambang sama Republik, sudah
dikerjain sama perusahaan-perusahaan perusahaan-perusahaan tambang asing, tapi
tetap kekayaan itu tidak pernah habis-habisnya sampai hari ini dan malah makin
banyak, makin banyak.
Yang kedua, Negeri ini negeri Muslim terbesar di dunia, tidak akan pernah
orang-orang yahudi, Orang-orang Nasrani, orang-orang sekuler itu akan senang
kalau melihat Indonesia ini menjadi sebuah negara muslim yang kuat dan maju di
dunia ini. Kita lihat negara-negara timur tengah sudah dikacaukan habis sama
mereka, di adu domba satu dengan yang lain tidak bisa maju-maju sampai sekarang
,perang tanpa henti-hentinya. Kita Alhamdulillah bisa membangun asia tenggara
yang damai bebas dari knflik-konflik yang besar dan menjadikan forum Asean
sebagai forum dialog untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Konflik regional.
Tidak ada yang senang dengan kita.
Yang ketiga, Letak kita yang sangat strategis ini. Indonesia pada waktu Prof.
Mohctar Kusumaatmadja menjadi Menteri luar negeri. Kita berhasil memperjuangkan
apa yang disebut dengan UNCLOS (United Nations on the Law of The Sea) tentang
hukum laut Internasional. Kita pada waktu itu di sokong oleh Inggris Filipina
dan Jepang yang menyatakan bahwa negara di dunia ini ada yang disebut dengan
negara-negara kepulauan. Atau disebut Archipelagic State . yang spesifik tidak
ada pada negara yang tidak bercorak Archipelagic kepulauan itu. apa yang
penting adalah menurut hukum laut Internasional batas suatu negara itu adalah
14 Mil ditarik dari air surut yang paling jauh, kesana ditarik ketengah laut
,sampai disitulah batas negara. Kalau begitu antara kalimantan dan pulau jawa,
siapa yang punya laut di tengah2 itu? Archipol maka kita mengatakan laut antara
2 pulau dalam sebuah negara kepulauan adalah kedaulatan dari negara itu, bahkan
kita mengajukan konsep tentang batas laut 200 Mil yang disebut dengan dengan
Zone Economic Exclusive yang sebenarnya membuat luas wilayah kita makin besar ,
cadangan minyak kita juga sebenarnya masih sangat besar. Dan dengan konsep
Archipol itu maka timbul persoalan... saya ingat suatu hari saya menyelesaikan
perundingan tapal batas Indonesia dengan Vietnam yang berunding 24 tahun tidak
selesai-selesai. Pada waktu itu saya dengan saudara Hasan Wirayudha memfinalkan
Penetapan Tapal Batas republik Indonesia dan republik Vietnam. Dengan itu
sempat Mahathir Muhammad agak kesal dan dia bilang sama saya “Yusril... itu
pulau awak kecil sangatlah, maksudnya dia bilang pulau anda kecil sekali di
ujung pulau natuna. Akibatnya karena kita Archipelagic maka batas laut kita itu
dari pulau tioman dipantai timur malaysia di tarik sampai ke dekat kota Ho Chi
Minh City yang mengakibatkan malaysia itu terpisah antara semenanjung malaya -
Sabah sarawak disana, itu persis seperti Pakistan barat dan Pakistan Timur yang
dulu dipisahkan oleh daratan India, karena dibelah begitu. Hanya kita
memberikan konsesi kepada malaysia, meskipun kita perang dengan Malaysia, maka
pesawat malaysia baik militer maupun sipil bisa terbang dari sabah ke
semenanjung atau ke serawak melintasi batas itu tanpa memerlukan izin dari
pemerintah Indonesia, termasuk Nelayan malaysia bisa melaut di situ sejauh
adalah nelayan-nelayan tradisional malaysia. Kita sebenarnya konsekuensi dari
negara kepulauan itu maka kita harus memberikan kesempatan bagi negara lain
untuk melintas negara kita , maka kita hanya membuka 3 pintu yang disebut
dengan Jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) pertama adalah alur laut dari
lautan Hindia, Selat Sunda dibagian timur pulau belitung itu samapi ke barat
pontianak, sampai ke Natuna, terus ke Asia Timur. Kedua melalui Selat Lombok
dan selat makasar dan yang ketiga ada alur dari sebelah timur dari pulau
Halmahera sampai ke selatan. Amerika serikat berkali-kali memaksa kita supaya
kita membuka alur dari barat ke timur yang dulu saya menjadi Menteri Kehakiman
tidak pernah saya mau memberikannya! Saya katakan lebih baik saya mati
berdiri daripada membungkuk kepada Amerika Serikat! Karena kalau dia buka
jalur dari barat ke timur sebenarnya susah bagi kita untuk mempertahankan kedaulatan
negara kita sendiri.. apa yang belakang sempat diributkan dulu mengenai kapal
yang dibawah laut itu, Namru. Memang kita sampai pernah mencabut status
diplomatik dari awak kapal Namru itu... agak mengherankan saya ada kapal selam
bekerja dibawah laut, petugasnya adalah marinir Amerika Serikat tapi Amerika
memaksa supaya seluruh mereka diberi status Diplomatik dan pakai paspor
diplomatik. Udah dibawah laut tentara kenapa harus diberi status diplomatik?
Ada apa ini? Kan memang ada satu penelitian di bawah laut sampai hari ini kita
juga belum tahu, kemungkinan juga adalah pengembangan dari senjata biologi yang
dilakukan oleh kapal Namru itu. Jadi tidak akan pernah senang mereka kalau kita
ini menjadi kuat dan bersatu. Itu harus kita pahami betul.
Jadi banyak kawan-kawan kita itu terlalu percaya pada orang asing. Bahwa kita
sering ditipu oleh orang asing itu sendiri. Banyak UU kita ini kalau nanti
saudara-saudara sudah terpilih menjadi Anggota DPR, akan banyak yayasan-yayasan
, banyak kelompok-kelompok, banyak lembaga-lembaga bantuan yang mendekati para
anggota DPR dengan Draft rancangan UU dan ketika itu kita pelajari sebenarnya
adalah kepentingan-kepentingan asing yang bermain dibalik itu. itu betul! Harus
lebih hati-hati, harus waspada seperti misalnya UU Minerval bikin hancur
pertambangan kita karena kesalahan membuat UU. Dan itu konsultan-konsultannya
orang asing semua. Kadang-kadang orang australia baru-baru ini katanya
memberikan Allowance atau memberikan bantuan untuk merevisi UU tentang terorisme.
Dan itu sebenarnya bukan kepentingan kita, itu kepentingannya mereka. Hati-hati
betul jangan sampai kita secara tidak sadar kita kemudian diperalat oleh
negara-negara lain, untuk kepentingan mereka. Termasuk persoalan kedaulatan
Australia tidak akan pernah merasa senang karena negara itu ada diselatan,
kalau mereka mau pergi ke utara, mau lewat wilayah kita ini harus “kulonuwun”
sama pemerintah Indonesia, itu memang iya.
Dulu pernah saya nekat-nekatan suatu hari, ketika terjadi perang di Teluk
Persia, pada waktu itu Armada Laut Amerika serikat bergerak dari Huang di
Wilayah timur Filipina akan pergi ke Teluk Persia dan tidak ada pilihan mereka
harus lewat selat makasar, saya waktu itu mengatakan okey kita berikan ini tapi
berlaku ketentuan UNCLOS bahwa senjata harus di tutup meriam harus di sarungi,
aktivitas milter berhenti sampai mereka lewat Selat bali. Apa yang tejadi?
Ketika kapal induk itu ada diperairan selat bali, tiba-tiba salah satu pesawat
F16 Tomcats waktu itu mengudara dan ditangkap oleh radar kita dimalang, dan
pada waktu itu menteri pertahanan menelpon saya “Menteri kehakiman, radar
menangkap ada pesawat Amerika mengudara 6 Menit, apa yang dilakukan?”....
Kejar!! Saya bilang. Dan 5 pesawat kita naik dari Malang dan berhadapan di
udara dengan satu pesawat Amerika Serikat.... secara teknis ya kalau terjadi
penembakan lima pesawat kita akan rontok, itu pesawat F15 Eagle mengahdapi F18
Tom Cats, tapi kita ingin tunjukkan ini negara kita dan kita punya
kedaulatan!.. orang bilang gila ini! Pesawat tempur rongsokan menghadapi
pesawat tempur serba modern. Tapi di udara diperingatkan dan pesawat Tomcats
itu kembali mendarat di kapal induk Amerika Serikat. Dan besoknya Duta Besar
Amerika Serikat datang meminta maaf dan mengatakan ada kesalahan Teknis, yang
dalam hati saya mengatakan masa mungkin ada kesalahan teknis satu pesawat bisa
naik ke udara? Sebenarnya hal-hal seperti ini harus kita jaga, Ibarat kita
mengatakan walaupun Cuma tinggal punya parang kita dirumah kalau musuh datang,
parang itulah kita bawa keluar. Inilah jaga bangsa dan negara kita ini jangan
sampai kita digangu oleh siapapun. Ini pesan saya kepada saudara-saudara calon
anggota legislatif.
Mengapa saya berkata begitu? Pada waktu para pendahulu kita mengadakan muktamar
umat Islam di Madrasah Mualimin muhamadiyah petanggungan Yogyakarta pada
tanggal 1 November 1945, mereka mendirikan Partai Politik Islam Indonesia dalam
tanda kutip “Masyumi” namanya dan pada hari ke tiga keputusannya itu apa?
mengumumkan dan meminta dukungan dunia agar mensupport kemerdekaan Indonesia.
Hari itu DR. Sukiman Wirosenjoyo menyampaikan Telegram kepada raja Saud dan
telegram disampaikan kepada Muhammad Al Jina Presiden dari Islamiq Muslim Leaq
of India pada waktu itu. permintaannya pertama, mohon Raja Saud menyampaikan
kepada orang-yang sedang wukuf di arafah, memberitahu kepada mereka Bahwa
INDONESIA SUDAH MERDEKA. Minta negara-negara mereka menyokong kemerdekaan
Indonesia, Raja Saud berpidato di padang Arafah. Itu diplomasi pertama yang
luar biasa. Kedua, DR. Sukirman menyampaikan pidato melalui radio Jogya, pesan
kepada Muhammad Al Jina supaya menyerukan kepada tentara British Army dari
divisi ke 22 tentara Punjab supaya tidak ikut bertempur melawan bangsa
Indonesia. Besok Paginya Al Jinna menjawab melalui pidato radio India dan
menyerukan kepada tentara Inggris yang berasal dari India yang beragama Islam
supaya tidak ikut bertempur melawan orang Indonesia. Akibat pidato Jinna itu
maka pasukan India yang ada disurabaya dipimpin Kapten Muhammadi Ziah Ulhaq,
yang belakangan menjadi presiden pakistan, itu serentak mereka Disersi, naik ke
kapal dan tidak mau bertempur. Dan ada 2 batalion tentara punjab menyerah di
lapangan banteng. Mereka di kirim pergi ke bandung untuk bertempur. Sampai di
sukabumi ketika mereka siap bertempur orang pakai Allahu Akbar, Tentara India
Muslim itu bagaimana mau tembak berani? Mereka pulang ke jakarta dan meletakkan
senjatanya dilapangan banteng. Mengatakan kami tidak mau bertempur.., kemudian
oleh Inggris mereka ditawan. 2 batalion itu ditempatkan dipulau Onrus, di Pulau
Seribu. Sebagai tawanan perang. Saya masih bertemu dengan dua orang diantara
mereka yang pada tahun 70-an menjadi marbot di masjid Agung AL-Azhar. Orang itu
selalu pakai baju tentara, jadi Satpam di situ dan kelihatannya seperti tampang
orang India. Dia bilang saya tentara Punjab yang menyerah dulu dan pernah
ditawan Inggris dan saya tidak mau pulang ke India saya tetap menjadi warga
negara Indonesia, yang bertempur itu adalah pasukan Burka. Pasukan Burka itu
bukan India, pasukan Burka itu pasukan Nepal. Yang pakai sorban itu beragama
Sigh itu yang sangat kejam yang banyak membantai orang di surabaya dan di
bandung. Tapi tentara muslim India hampir 100% disersi. Jadi itu Jinna bersikap
demikian terhadap pidato Sukiman melalui radio, pesan kepada Jinna .
pada waktu itu juga muktamar Masyumi mengatakan membentuk pasukan Hizbullah dan
Barisan sabilillah, untuk mempertahankan kemerdekaan dan mereka mengadakan
latihan perang dilapangan Asri Yogyakarta. Yang ketiga jangan dilupakan
Hadratus syeh Kyai Haji Hasyim Ashari, yang diangkat menjadi ketua Majelis
Syuro Masyumi mengeluarkan fatwa Jihad. Kyai Haji Hasyim Ashari mengeluarkan
Fatwa Jihad dalam kedudukannya sebagai ketua Majelis Syuro Masyumi! Itu jangan
dilupakan. Sekarang sering di Klaim ah itu Ketua NU, Ngak... beliau mengucapkan
itu dalam kapasitas sebagai Ketua Majelis Syuro Masyumi, Fatwa Jihad melawan
penjajah. Jadi kalau kita ingat sejarah seperti itu, kita ini rasa-rasanya
tidak mungkin berhianat kepada bangsa dan negara kita ini. Ini hasil perjuangan
para pendahulu kita semua dan kita wajib untuk meneruskannya. Banyak sekali
hal-hal yang kadang-kadang salah paham dan musti diluruskan. Contoh misalnya
orang selalu bilang kita kehilangan 2 pulau. Pulau Sipadan dan pulau Ligitan.
Nanti saudara-saudara sebagai anggota DPR, kalau terpilih Insya Allah akan juga
menghadapi beban ini. Saya mengetahui masalah ini. Sebenarnya dan
sejujur-jujurnya kita tidak pernah kehilangan pulau! Mengapa?? Karena sejak
awal pulau Sipadan dan Pulau Ligitan itu tidak jelas dalam Peta kita, juga
tidak jelas dalam peta Malaysia. Awalnya memang begitu. Beda dengan pulau
sebatik. Pulau sebatik itu sudah jelas sejak zaman belanda dibagi dua. Bagian
utara masuk namanya pada waktu itu British north Borneo, jadi Inggris
kalimantan utara. Itu belakangan baru gabung ke malaysia. Bagian selatan pulau
sebatik itu masuk Netherlands India. Ada pulau yang sempat diperselisihkan
Belanda dan Spanyol. Itu pulau Miangas. Dalam peta Filipina pulau itu dibilang
Pulas Las Palmas. Letaknya di utara dari Pulau Sangihe talaud. Pulau itu
penduduknya 4500 orang, 400 orang Indonesia, 4100 orang filipina. Orang belanja
disitu pakai uang peso lebih banyak daripada pakai uang rupiah. Itu Miangas.
Pulau itu diselesaikan oleh Arbitrase Washington tahun 1906, karena belanda dan
Amerika serikat pada waktu itu Filipina menjadi jajahan Amerika. Berselisih
amerika dengan ini di bawa ke Arbitrase Washington dan Arbitrase memutuskan
pulau Miangas milik Hindia Belanda. Sampai hari ini pulau itu lebih dekat ke
pulau Dafao Filipina, tapi itu wilayah Indonesia. Penduduknya lebih banyak
orang filipina daripada orang Indonesia.
Pulau Sipadan Ligitan itu tidak jelas di peta Inggris tidak Jelas di Peta
Belanda! Beda dengan pulau sebatik. Pada waktu kita mengesahkan UNCLOS kita
coba klaim pulau itu sebagai pulau punya kita. Pada waktu bersamaan malaysia
juga bilang pulau itu punya kita. Jadi memang tidak jelas pulau itu punya
siapa? Dari awal itu ngak jelas. Dan kita sudah berunding selama 22 tahun untuk
menyelesaikan persoalan Miangas itu . sampai Mahathir bilang ke saya..” Gini
sajalah, kamu yusril kamu bilang sama pemerintah Indonesia sudahlah daripada
kita ribut kita bagi dua saja ini pulau. Yah indonesiakan sudah banyak
pulaunya, untuk apa lagi ambil ini pulau...” kata mahathir. Dia bilang sama
saya. Yah salah satunya sipadan masuk kita Ligitan masuk Malaysia. Tapi
pemerintah kita juga tidak mau. Tawaran kompromi tidak mau. Karena ini
perundingan tidak selesai-selesai mengenai status pulau sipadan dan ligitan itu
maka akhirnya Pak Harto dan Pak Mahathir pada waktu itu sepakat untuk membawa
masalah ini ke International Court of Justice, membawa ke ICJ di DeenHag. Biar
ICJ yang memutuskan siapa yang berhak atas kedua pulau ini. Tolong anda putuskan
Pulau ini punya siapa? Lalu kita bawa argumen, malaysia juga bawa argumen dan
kita sewa pengacara. Tapi pada waktu kita mau serahkan ke ICJ itu, MOU kita
dengan Malaysia mengatakan apapun putusan ICJ akan diterima oleh kedua negara
dengan sukarela. Itu sikap kita. Ketika diputuskan ICJ malamnya, ICJ mengatakan
malaysia lebih berhak atas kedua pulau ini daripada Indonesia. Jadi kita tidak
pernah kehilangan dua pulau! Ini sudah salah paham semua, susah menjelaskannya
begitu. Dan ketika kita kehilangan dua pulau, dari awal pulau itu tidak jelas
punya siapa?? Kita saling Klaim.
Jadi nanti banyak hal yang harus kita sikapi. Saya betul-betul berharap jika
saudara-saudara terpilih menjadi anggota DPR, kita Islam, kita komitmen
kebangsaannya jelas sekali.. kita tidak mau dipermainkan oleh kekuatan-kekuatan
asing untuk kepentingan mereka sendiri dengan merugikan kepentingan bangsa kita
ini.
Saya juga ingin berpesan kepada saudara-saudara, bahwa kedepankan rasionalitas
daripada emosi. Nanti kita akan adu argumen di DPR. Pernah dulu kita 13 orang
menghadapi fraksi-fraksi besar. PDIP, Golkar, dan lainnya. Tapi mekanisme di
DPR itu sebelum votting, maka apapun itu satu fraksi satu fraksi didengar.
Tanya semua fraksi itu harus sampai kepada persetujuan kalau itu sudah selesai.
Pada saat itu sebenarnya tidak ada beda antara fraksi besar dengan fraksi
kecil. Kekuatannya ada pada argumentasi. Sering fraksi kita itu menyetop sidang
DPR bahkan menghentikan sidang MPR, hanya dengan kekuatan 13 orang. Maka itu
saya berharap PBB sekali ini harus melampaui Parlementary Threshold yang
ditetapkan oleh UU. Harus kita lakukan!
Saya kali ini All out! Support! Bantu kawan-kawan sebagai calon-calon anggota
DPR, agar terpilih kita punya fraksi walaupun tidak terlampau besar, tapi fraksi
yang solid dan kuat, punya argumentasi yang jelas dan akan mempengaruhi
Produk-produk DPR yang akan datang.
Tanyakanlah kepada Pak Kaban, saksi . beliau anggota DPR sama-sama dengan saya
tahun 1999. Saya Cuma 22 hari jadi anggota DPR. Terus masuk kabinet, terus
berhenti sebagai anggota DPR. Sering fraksi golkar dan fraksi PDIP itu bertanya
sama PBB, bagaimana ini ya? Jadi kita ngajarin mereka (tertawa) ini kenyataan
bukan kita takabur. Jadi rupanya kita punya kekuatan. Apalagi kalau sekiranya
jumlah anggota DPR kita sekarang, katakanlah mencapai angka 7 atau 8
persen.kita akan mempunyai sebuah kekuatan yang besar.
Yang kedua, persoalan pilpres ini. Ini persoalan Pilpres kalau bahasa Soeltan
Batugana ini “ngeri-ngeri sedap” katanya. Ngeri-ngeri sedap barang ini katanya.
Kita belum tahu peta politik kita ini, tapi harus kita sadari partai mengalami
krisis tokoh. Semua orang. Partai-partai juga sedang mengalami krisis-krisis
besar tersangkut masalah-masalah hukum sekarang. Jangan pulalah kita memanfaatkan
musibah yang menimpa partai-partai lain. tapi realistis dilapangan kita harus
tahu. Sekarang orang yang menjadi pemilih setia partai Islam, pilihannya itu
makin besar kearah PBB. Partai A partai B sudah mengalami musibah. Kalau
musibah itu “Inna lillahi wa innaillahi rajiun” kata Quran kan begitu. Jadi ini
ada tren kepada kita. Tren kepada kita yang makin menguat. Harus disadari bahwa
pemilih kita itu adalah dari segala macam warna masyarakat. Jadi kita jangan
MENYEMPITKAN diri. Jangan kita mengatakan harus begitu harus begini, ngak.
Partai itukan ada misi dakwahnya. Dan tidak bisa orang itu seketika menjadi
Mu`minin dan Mu`minat seperti kita. Gak bisa. Latar belakang keluarga berbeda.
Latar belakang sejarah berbeda. Mungkin ada orang baru masuk Islam setahun yang
lalu mau disamakan dengan dia yang sudah dari zaman sunan Kalijogo nenek
moyangnya beragama islam pula. Ngak proporsional! Ini baru masuk Islam kemarin.
Dia dari zaman sunan Kalojogo nenek moyangnya sudah muslim. Ngak bisa disamakan
begitu... , jadi kita harus lebih Fleksibel lah. Tapi yang kurang-kurang
Islamnya itu kita dakwahi terus supaya menjadi Islam yang baik, jangan dijauhi
jangan dimusuhi!
Saya ingin menegaskan, kita ini seperti Masyumi dulu. Ada orang sering tanya
saya, PBB itu PERSIS (Organisasi Islam) ya Pak Yusril?......
“Persis sama siapa?” saya bilang,
“Bukan, PERSIS (Organisasi Islam) yg dibandung” katanya
“Oh..” saya bilang tidak, sambil ketawa saya bilang PBB itu ASWAJA.. Ahlul
Sunnah Wal Jammaah.
“yang bener?” Katanya
“Oh iya... sebaliknya kan Ahlul Bidah wal kulafa”
kenapa saya bilang begitu sambil ketawa-ketawa? Jadi saya bilang begini itu ada
fatwa Masyumi tahun 1954. Ditandatangani oleh Kyai Haji Ahmad Ashari, ketua
Majelis Syuro. Itu sikap Masyumi terhadap Mashab, itu kita pegang terus sampai
sekarang. Dikatakan Masyumi adalah Partai Politik, bergerak dalam lapangan
politik, terutama adalah lapangan Politik. Dan karena itu Masyumi tidak
mencampuri Urusan Mashab-Mashab. Jadi urusan Mashab-mashab itu diserahkan kepada
masing-masing. Pada waktu itu ada NU sebelumnya , ada Muhammadiyah, Jamiatul
Qaslia, ada PUI, ada Al-Irsyad, dan jalur dakwah Wal Irsyad, ada Matlaul Anwar,
ada Nahdatul woton semuanya itu anggota Masyumi. Jadi kalau berdebat soal
Khilafiah bisa rame di situ. Karena itu Majelis Syuro mengambil sikap, Masyumi
Lapangan kegiatannya adalah Politik. Utamanya. Jadi tidak memasuki soal
Mashab-Mashab. Lah itu pegangan kitalah.. jangan kita bawa Partai perdebatan
persoalan Nisfu Syaban. Ini hadisnya ini shohih atau Dhoif yang di jadikan
dalil untuk malam Nisfu syaban termasuk puasa Nisfu Syaban. Banyak yang nanya
saya, saya ngak mau jawab. Tau sih tau, tapi udahlah jangan nanya saya soal itu
gitu saya bilang. Bukan tidak bisa jawab, hadist aja sudah kumpulin juga, Cuma...
udahlah. Jadi persoalan seperti itu jangan kita masuki, sehingga ada persatuan
diantara kita, sesama kita ini. Jadi kalaupun nanti sholat subuh ada orang PBB
yang pakai Qunut, ada yang ngak pakai, udah kita jangan ribut soal itu. supaya
dijelaskan nanti. Nanti jangan ibu sebagai caleg ditanya orang... PBB ini
wahabi ya...kan pusing kita jawabnya? .... saya bilang tetangga saya itu pak
Wahab tapi sudah meninggal saya bilang. Hehehe... jadi kita tidak usah pusing
dengan soal itu ya....
Nah yang kedua, kita ini, ini kaitannya dengan Pilpres. Yah Pilpres ini One
Person One Vote. Satu orang satu suara. Itu profesor dengan orang yang ngak
tamat SD, suaranya sama. Dengan 1 suara. Jadi jangan dilupakan 66% penduduk
kita itu tinggal di pulau jawa.. bukan berarti orang jawa.. iya kan? Tinggal di
pulau jawa!..... orangnya itu orang jawa dijawa tengah sana, ada orang sunda
ada orang madura dibagian timur sana,harus kita sadari... jadi kalau orang maju
ke pencalonan presiden, memenangkan seluruh propinsi tapi kalah di pulau
jawa.... Abis! Karena itu kekuatan dipulau jawa sangat penting. Inikan ada In
balance. Dalam parlimetary threhold sekarang ini, PBB katakanlah bisa dapat 30
kursi. Tapi diakumulasi suaranya itu mendapat suara di Bangka belitung, di
kepulauan riau , dimaluku utara.. disana dengan 68 ribu suara bisa satu kursi
anggota DPR. Dimaluku utara atau di Bangka belitung. Tapi dijawa mana bisa? Itu
anggota DPRD kabupaten yang barangkali kayak gitu.... nah kita bisa dapat 30
kursi tapi kalau dikumpulin karena kita menang disuara-suara daerah kecil,
tidak sampai 3,5% kita ngak bisa dilantik! Ngak dianggap memenhi threshold...
ini masalah bagi kita. Karena itu kekuatan kita dipulau jawa, sangat-sangat
penting!.....
Karena itu memang kita fokus di jawa tengah, jawa timur, jawa barat, banten,
jogya, untuk diperkuat ini. Karena pengurus kita loyo nih DPW,DPC diseluruh
daerah. Makanya kita harus bergerak lebih kuat. Nah persoalannya apa yang
pernah dikatakan Sri Sultan Hamangkuboewono X kesaya, mungkin ada benarnya.
Kata beliau “Pak yusril, orang jawa itu yang abangan sama santri itu mana yang
lebih banyak?” Yah masih lebih banyak abangan. Orang jawa yang transmigrasi
berpindah sendiri keluar jawa bahkan sampai ke suriname, itu bukan orang
santri. Itu abangan semua.. orang di suriname aja bikin Masjid tetap ngadap
kebarat, kok jawa kok ngadapnya kebarat, kan berencana ke timur.. ngak apa-apa
tetap aja ke barat. Kalau saya ngak mau ribut, orang itu sudah mau sholat saja
sudah syukur Alhamdulillah bagi saya begitu ya...., kenapa? Karena di suriname
itu, tanya sama Sultan Hamengkubuwono... bertemu kita dengan tokoh-tokoh agama.
Ada kristen ada Islam ada hindu, macam-macam. Ada satu yang pakai blangkon.
Jadi sama Sri Sultan, “loh.. sampean iki sopo?”
“saya ini pemimpin kromo jowo..” Jadi pemimpin agama Jawa. Rupanya ada agama
jawa di suriname, dia kebatinan itu.
Harus kita pahami ideologis kaum modernis muslim, itu tidak bisa menyentuh
mereka. Makanya Masyumi tahun 1955, waktu itu propinsi kita itu ada 15, tahun
1955. Masyumi menang 10 Propinsi. Kalahnya itu 5 Propinsi. Jawa tengah kalah
yang menang PNI, Jawa timur kalah yang menang NU, Bali kalah yang menang PNI,
kalimantan selatan yang menang NU dan partai katolik menang di Propinsi Sunda
kecil pada waktu itu... NTT sekarang. Jadi kita menang 10 kalah 5 tapi di DPR
suara Masyumi dengan PNI sama 58 – 58. PNI itu Partai yang paling tidak
Rasionalis, meskipun mengaku Partai nasionalis. Karena PNI hanya menang di Jawa
tengah dan Bali. Berarti bukan Partai Nasionalis itu. Masyumi jauh lebih
nasionalis dia menang di 10 Propinsi. Papua belum ikut pemilu pada waktu itu
pada tahun 1955. Kalau kita lihat sosiologis politiknya, orang jawa abangan ini
bedanya Cuma 2, kalau tidak PNI, PKI. Makanya di Solo, Jogya pemilu setelah tahun
1958, PKI Menang 72%. Jadi tidak bisa. Ikut NU aja mereka ngak mau apalagi ikut
Masyumi yang puritan.
Nah sekarang suara ini sangat penting. Oleh karena itu saya berharap. Ada
akidah, ada pikiran dikepala kita tetapi ketika berhadapan dengan yang lain
cobalah kita sedikit lebih lunak dan lebih akomodatif. Bukan kita mentolerir
ya... artinya paham-paham seperti itu sudahlah kita menahan diri dululah. Jadi
saya juga ngak mau pusing. Jadi kalau bulan Syaban orang mau ruwahan saya ikut
ruwahan. Saya ngak mau pusing, kalau orang tahlil saya tahlil aja.... kemarin
apa bang katanya, mau nahlilin abang Taufik .. oh iya saya tahlil..
Gus dur dulu pernah bilang sama saya “Bang, bang yusril inikan anak orang
Masyumi”
“kenapa Gus?”
“yah ngak bisa tahlil, ngak bisa baca talkit”
“Siapa bilang? Kalau perlu Gus dur masih hidup saya Talkinin sekarang...”
“ oh jangan!” katanya begitu, ternyata Gus dur takut juga di talkinin hehehe,
dikirain saya tidak bisa baca Talqin. Dikampung saya biasa bacain talqin setiap
hari orang mati, ngak ada urusan saya bilang begitu.. jadi yang begitu-begitu
kita agak toleran lah. Begitu ya... Saya pikir ya bagus jugalah sudah menjelang
puasa, ada orang Nisfu syaban mengingatkan dua minggu lagi puasa loh! Terus
orang baca yasin, terus orang bersihkan rumah, bersihkan Masjid, bersihkan
kuburan... saya pikir baik sajalah pekerjaan itu, ngapain dipersoalkan begitu
ya...
Kemarin dibilang ke saya di twitter pada nanya Bid`ah baca yasin bang katanya
dimalam Nisfu sya`ban .. yah kalau tidak baca yasin yah.. dibaca saja sura
al-baqarah saya bilang... hehehe..
Hehehehe... Jadi udahlah kita agak sedikit anulah begitu ya...walaupun kita
tahu yang benarnya gimana yang begini.. tapi sudahlah supaya kita ini agak
lebih akomodatif dengan semua dan mudah-mudahan ya kita mendapat dukungan yang
kuat dari segala komponen dan masyarakat, gitu yah.
Saya juga kalau lihat teman-teman di Yogya atau di solo tulis brosur-brosur
tentang saya... saya pun bacanya ketawa begitu.. ditulisnya pake bahasa jawa
ada bahasa Indonesianya . saya dibilang apa, Yusril itu sudah disebut dalam
ramalan joyoboyo apa begitu... disebut katanya ini Satrio pinandito, Rojo tanpa
Mahkoto... segala macamlah.. saya juga kalau baca juga tertawa... tapi sudahlah
saya pikir, pusing amat dengan urusan begini-begini..
Jadi saya pernah ngikutin pak kyai entus, ki dalang itu manggung di tempatnya
pak Muhanto di Kudus sana. Dibikin gambar cheng ho begitu, diwayangin di
depan... apa-apa dia bilang. Saya Cuma ketawa aja dengerin begitu.. yah
sudahlah untuk apa kita mempersoalkan masalah-masalah seperti ini... jadi
tolong kepada para caleg agak lebih tolerans lebih terbukalah....
Lalu saya juga ingin berpesan kepada saudara-saudara semua, ini jangan diam.
Rakyat awam itu melihat simbol-simbol. Banyak komplain yang disampaikan kepada
saya, bang katanya dikabupaten ini, Rokan hilir itu ngak ada kegiatan bang
katanya... jadi sebenarnya bagi orang awam, partai itu ada kalau dilihat ada
benderanya, dipasang diatas pohon... jadi itu kecil bagi kita, yah tapi bagi
orang awam itu penting. Menunjukkan simbol bahwa kita ada disitu. Dan penyakit
orang PBB itu kalau disuruh masang bendera.. malasnya bukan main! Ini bingung
saya.... (pada tertawa) padahal ini kerjaan kecil saja, apa sih susahnya begitu
ya.. ada disatu kabupaten, masuk di kampung saya juga.... “Mau minta bendera
bang!”...... saya kasih 5 ribu benderanya, waktu saya datang kesitu kok
benderanya ngak dipasang... mau dipasang katanya bang itu untuk beli bambu
segala macam ngak ada duitnya... aduh.... saya pikir bagaimana kalau begini
sontoloyo semua... (tertawa semua) gak ada semangat bekerja gitu..., jadi
buatlah ada semangat... simbol-simbol partai itu, pasanglah dimana-mana.. saya
bantu juga.. saya sekarang sudah mulai terpikir nih, saya mau cetak bendera
berapa kabupaten, 520 kabupaten, taruhlah kita kasih 5000 satu kabupaten,
tapi... dipasanglah! Dan inisiatif juga para caleg itu, ramai-ramai kumpul di
DPC... ini caleg pusat, ini caleg propinsi, ini caleg kabupaten, udah bikin
saja masing-masing nyumbang 100 biji...lalu pasang. Jadi orang tahu, oh ada
partai PBB disini .
Saya dikirimin foto 2 biji, saya lihat foto itu ketawa saya... foto dari
kabupaten wamena.. ‘PBB Mendaftarkan Caleg’ jadi orang pada baris dan ada
beberapa orang pake koteka lagi bawa bendera PBB.. wah ini dashyat ini saya
pikir!... ini kalau di lihat pak fuad amsyari, ini bisa ngomel dia... wah
bagaimana ini melanggar etik, bisa dibawa ke badan kehormatan (pada ketawa)..
takjub juga saya melihatnya, luar biasa juga begitu ya...
Kemarin ada orang datang ke kantor saya.. namanya Natalius apa begitu..
“pak saya lagi perkara di MK ini pak... ,”
“loh bagaimana ini urusan”
“yah kita lawan pak..”
“Bagaimana melawan, bapak ini siapa?”
“Oh saya calon bupati pak.., saya ketua PBB wamena”.... eh bukan wamena
sebelahnya itu
“Bapak...?”
“Saya orang kristen pak tapi saya ketua PBB”
Dia calon bupati, sampai sekarang mandek. Jadi dia ngadu kesaya ini ngak benar
MK pak. Masak MK mutus, lawan saya dimenangkan sudah putaran kedua pak
katanya,putaran pertama kalah tinggal 2 pasangan dan saya lawan Bupati
Incumbent. Gak jelas suaranya akhirnya MK memutuskan berdasarkan musyawarah
adat.
“Apa bisa pak..”
“Oh, gak bisa dong..”
Dia datang lagi ke saya, “itu KPU kabupaten itu tidak mau melaksanakan
keputusan MK”
Saya bilang “kenapa kok ngak ngasih tahu?”
“Oh saya baru pak, ini kabupaten pemekaran.., yah disitu ada satu orang padang,
disitu buka warung padang.. yah dia bilang mau bikin PBB terus saya dipanggil,
supaya saya jadi ketuanya... yah saya jadi ketua PBB”
Ini yang begini-begini yang kita udah Alhamdulillah.... orang kristen, baru
saja jadi ketua PBB langsung jadi calon Bupati mau mengalahkan Incumbent... itu
luar biasa! Walaupun dia beragama Kristen.
Jadi kita terbukalah dengan keadaan-keadaan seperti ini. Jadi dulu juga waktu
Partai Masyumi masih ada itu tahun 50, pada waktu itukan ada DPR Republik
Indonesia Serikat, DPR RIS dan Senat Republik Indonesia Serikat. Kan dulu kan
dua, ketika Pak Natsir sampaikan Mosi Integral, dibubarkanlah RIS, dibentuk
negara kesatuan RI. Kalau sudah negara kesatuan kan tidak ada lagi senat, maka
anggota senat menjadi anggota DPR. Dan pada waktu itu anggota senat
dipersilahkan untuk bergabung ke partai-partai. Nah pada waktu itu ada 2 orang
yang keturunan belanda, yang bergabung ke Masyumi. Pertama adalah Doktor Setia
budi atau Dowes dekker ke III, yang ada jalan setiabudi di bandung atau disini
setiabudi itu orang Masyumi jangan lupa itu.jangan salah, jangan dikira orang
ngak jelas. Itu orang Masyumi . dia senator pada waktu itu, bergabung langsung
ke Masyumi . satu lagi namanya YMF Rembref, itu orang diangkat menjadi anggota
DPR sebagai orang Indo belanda, dan dia Kristen. Dia bergabung ke Masyumi. Ada
itu dalam sejarahnya. Supaya kita tahu, jadi kalau kita lihat ke dalam
rancangan UUD Republik Indonesia yang dibawa Masyumi ke konstituante,
membuktikan satu-satunya jabatan yang tidak boleh diserahkan kepada bukan
muslim adalah jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.
Kalau begitu ya kalau ada seperti dikabupaten pecahan wamena itu ya, orang
kristen mau jadi ketua PBB kalau saya sih tidak keberatan, silahkan sajalah .
saya tanya sama bapak itu,
“Pak orang Islam ada berapa dikampung bapak itu?”
“Ada 186 orang pak orang islam”
Orang Islam cuma 186 orang disatu kabupaten. Bagaimana kita mau bikin pengurus
PBB, yah biar sajalah orang kristen mau jadi orang PBB. Sepanjang dia setuju
dengan asas-asas dan perjuangan kita. Itu aja,kita terima aja kok.
Jadi harapan saya kepada bapak dan ibu-ibu, ngak usah terlalu panjang ceramah
kita ini, tapi waktu makin singkat dan dana kita terbatas, sementara ini
tolonglah bergotong royong dulu, sambil Pak kaban sama saya cari-cari duit
dulu. Mudah-mudahan dapat duit, dapat rejeki , entah namanya dipinjamin atau di
Infaqin sama Pak Kaban, yah tunggu sajalah..
Tapi paling tidak sekarang ini kita berharap, para caleg kita berkontribusilah
semampu-mampunya . paling tidak untuk bikin bendera, melakukan sosialisasi,
bakti sosial kecil-kecilan dikampung supaya kita kelihatan bahwa kita ada
aktivitas. PBB ini memang penyakitnya tidak berduit, itu saja yang dari dulu.
Kalau kita banyak duit nya barangkali partai kita ini lebih besar daripada
sekarang. Tapi Insya Allah kedepan ini lebih baik kita dibandingkan dengan yang
lalu. Kenapa kita tidak berduit? Karena memang kita tidak terlibat korupsi.
Saya 3x jadi menteri tetap saja miskin. Pak kaban begitu juga. Jadi jangan
dikira jadi menteri itu enak. Saya pengalaman jadi menteri gajinya 5 Juta
rupiah. Setelah itu naik jadi 20 juta waktu saya berhenti. Dan sampai hari ini
saya dapat pensiun jadi menteri. Berapa Pensiun menteri? Rp. 850.000,- rupiah.
Yah itulah, kalau besok disuruh saya jadi menteri, sudahlah saya kasihlah bambang
setyo lah jadi menteri. Karena saya tahu tidak ada enaknya jadi menteri itu.
tiap hari dimaki orang yang gajinya kecil, udah pensiun, pensiunnya 850 ribu
rupiah. Jadi saya diketawain oleh Almarhumah ibu saya. Ibu saya waktu itu tanya
sama saya..
“Ril, kamu itu kan 3x jadi menteri. Pensiunnya berapa?”
“850 ribu” saya bilang
“oh, masih besaran saya 50 ribu! Pensiun saya 900 ribu!”
Padahal ibu saya itu pensiun Janda, yang bapak saya Almarhum kepala KUA
kecamatan, sudah pensiun lam, anak sudah dewasa. Tinggalah beliau sendiri,
dapat pensiun janda. Katanya pensiun saya lebih besar 50 ribu daripada pensiun
kamu. Jadi saya pikir Naudzubillah min Zalik saya jadi menteri, capek kita.
Siapa yang mau jadi menteri Pak sahar atau silahkanlah besok-besok silahkan
ikutan daftar ajalah..
Itulah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf kalau ada
kata-kata yg kurang baik, mudah-mudahan setelah ini nanti kita akan melakukan
pertemuan lagi, dan mungkin setelah pemilu kita betul-betul menata pengkaderan
partai kita ini supaya lebih solid, lebih kuat, lebih paham akan visi dan misi
perjuangan .
Terima kasih banyak .
Wassalaamu'alaikum wrwb