1 November 2013

Kami Muak dan Bosan



oleh Taufik Ismail

Dengarlah kami akan menyanyi lagu yang tidak nyaman di hati
Lagu tentang sebuah negeri, negeri yang sedih dan ngeri

Dahulu pada abad abad yang silam, negeri ini penduduknya begitu rukun
Pemimpinnya jujur dan ikhlas, memperjuangkan kemerdekaan

Mereka secara pribadi tidak menumpuk numpuk harta dan kekayaan
Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan
Hubungan kemanusiaannya adalah kesantunan dan kesetia kawanan

Semuanya ini fondasinya adalah keimanan

Tapi ... negeri ini berubah jadi negeri maling, copet, rampok, bandid & makalar

Negeri pemeras, pencoleng, penipu, penyogok, & koruptor, negeri banyak omong

Orang banyak omong fitnah kotor tukang dusta, jago intrik, dan ingkar janji

Kini, mobil tanah deposito, relasi dan kepangkatan

Kini politik ideologi kekuasaan disembah sebagai tuhan

Kini dominasi materi menggantikan tuhan

Kemudian alkohol nikotin heroin kokain sabu ekstasi ganja dan mriyuana
Pornografi hp dan internet bagian dari gerakan shwat merdeka
Seks tanpa aturan gaya neoliberal dan ultra liberan merajalela
Setiap 15 detik seorang bayi diaborsi di ujung jalan jauh disana

Kini negeri ini penuh denga wong edan gendheng sinting
Negeri padat ........ urang gilo orang gila kronis nyaris sempurna imfausta

Jika mereka dibawa ke depan meja pengadilan
apa betul mereka akan mendapatkan hukuman
Divonis juga tapi diringan ringankan, bahkan berpuluh puluh dibebaskan
Yang mengelak dari pengadilan lari keluar negeri dibiarkan
Semua tergantung kecil besarnya uang sogokan

Di RRC koruptor dipotong kepala, di Arab Saudi koruptor dipotong tangan,
di Indonesia koruptor dipotong masa tahanan 

Tidak ada komentar: