17 Agustus 2010
16 Agustus 2010
Kita Termasuk yang Mana...?
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
Di antara tanda kebahagiaan dan keberuntungan, tatkala ilmu seorang hamba bertambah, bertambah pulalah sikap Tawadhu’ (rendah hati) dan kasih sayang yang dimilikinya; setiap kali bertambah amalnya, bertambah pula rasa takut dan waspada di dalam dirinya ; tatkala bertambah umurnya, berkuranglah ketamakannya terhadap dunia; tiap kali hartanya bertambah, kedermawanannya pun bertambah; setiap kali kedudukan dan martabatnya bertambah tinggi, maka bertambah pula kedekatannya dengan manusia, dirinya akan semakin memperhatikan kebutuhan mereka, dan merendahkan diri di hadapan mereka.
Di antara tanda kebinasaan seorang, tatkala ilmunya bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya; tiap kali amalnya bertambah, bertambahlah ‘ujub (bangga diri) dalam dirinya, semakin meremehkan orang lain, dan justru memandang baik dirinya; tatkala umurnya bertambah, ketamakannya terhadap dunia justru semakin bertambah; tiap kali hartanya bertambah, bertambah pula sifat kikir yang dimiliki; setiap kali kedudukan dan martabatnya bertambah, bertambah pula keangkuhan dan kecongkakannya.
Seluruh hal di atas merupakan cobaan dari Allah yang diperuntukkan kepada para hamba-Nya. Di antara mereka ada yang beruntung sebagian yang lain justru celaka.
Demikian pula dengan kemuliaan, seperti kerajaan, kekuasaan, dan harta, semua adalah cobaan. Allah ta’ala berfirman,
فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ (٤٠)
“Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Rabb-ku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).” (QS. An Naml: 40).
Demikian pula kenikmatan, semua adalah cobaan dari-Nya sehingga akan nampak siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur (ingkar). Sebagaimana musibah juga cobaan dari-Nya, karena Dia menguji para hamba dengan berbagai nikmat dan musibah.
Allah ta’ala berfirman,
فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (١٥)وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (١٦)
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dirinya dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu mempersempit rizkinya, maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku.” (QS. Al Fajr: 15-16).
Maksud dari ayat di atas, tidak setiap orang yang Aku lapangkan rizkinya dan Aku beri kesenangan duniawi, maka hal itu merupakan bentuk pemuliaan-Ku terhadapnya. Dan tidak setiap orang yang Aku persempit rizkinya dan Aku uji dengan kemiskinan, maka hal itu merupakan kehinaan baginya.
Kampanye Simpatik Ridho-Darus
H. Ery Ridwan Latief ikuti Kampanye Simpatik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor 8 (Ridho Darus) di Lapangan Baru jati Ciparay Ahad, 15 Agustus 2010
25 November 2009
HIMPUNAN HAJI QORNUL MANAZIL Persatuan Islam
Telah Terbit Almanak Baru H2QM
DISALOKASI KETA’ATAN

Rahmat (cinta dan kasih sayang Allah SWT) bagi setiap orang yang beriman merupakan suatu kebutuhan yang bersifat mutlak.
Sebab, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, selain usaha dan kerja keras, kita akan bisa menyelesaikan bermacam masalah dalam kehidupan ini, sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan dan godaan.
Raudhah terasa seakan Rosulullah berada disana terlontar do’a yang singkat : ''Salamun 'alaika ya Rasulullah.''. pertanda seorang umat Muhammad mencintai Nabi dan ajarannya, juga bentuk penghormatan kepada Nabi,
adalah perintah kepada orang beriman, karena Allah dan para malaikat-Nya senantiasa bersalawat untuk Nabi,
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS 33 A-Ahzab:56).
Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat : dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan : Allahuma shalli ala Muhammad.
Dengan mengucapkan Perkataan seperti : Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya : semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.
mengenai Ka'bah, Allah melukiskannya sebagai al-Bayt al- 'Atiq, yaitu rumah ibadat yang antik dan agung.
Muhammad Al-Ghazali dalam bukunya Akhlak Seorang Muslim (1983: 5-6) menyatakan bahwa meskipun ibadah-ibadah yang diperintahkan ajaran Islam sangat bervariasi cara dan bentuknya, seperti misalnya shalat yang menekankan pada aspek ucapan dan perbuatan; ibadah zakat tekanannya pada pengeluaran sebagian harta yang dimiliki; ibadah shaum (puasa) pada upaya untuk menahan diri (imsak) dari makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari selama satu bulan penuh; ibadah umrah dan haji tekanannya pada kekuatan fisik dan kekuatan harta (isthitha'ah), namun ibadah-ibadah tersebut memiliki ruh dan napas yang sama.
Yakni, terbentuknya akhlak yang mulia dalam kehidupan seorang Muslim. Akhlak mulia itu tercermin terutama setelah yang bersangkutan melakukan kegiatan-kegiatan ibadah tersebut.
Allah SWT berfirman tentang sifat-sifat orang mukmin yang akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan:
Dan sesungguhnya pada harta mereka terdapat bagian tertentu bagi orang yang meminta ataupun yang tidak meminta.'' (QS 70: 24-25).
Ibadah haji dan umrah, akan menumbuhkan ruh dan nafas pengorbanan yang tinggi, persamaan, ukhuwah, dan persaudaraan antara sesama Muslim, dan mujahadah (kesungguhan) dalam melakukan berbagai tugas pengabdian kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia.
Allah menguji manusia dengan menurunkan musibah adalah menguji ketajaman iman kita
“Al-halaalu bayyinun” : Yang halal sudah jelas dan
“Al-haromu bayyinun” : Yang haram juga sudah jelas
Kedudukan hukum Allah bukan untuk diperbincangkan, tapi untuk dilaksanakan
Rahmat Allah bisa didapat dengan lima cara :
Pertama, orang yang beriman selalu berusaha bersinergi dengan sesamanya.
Kedua, aktif melakukan kegiatan amar makruf nahyi mungkar
Ketiga, mendirikan shalat
''Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya''. (QS Al-Fath [48] ayat 29),
Keempat, mengeluarkan sebagian dari hartanya,
Kelima, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala hal.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS. An-Nisaa : 59) Ayat ini ayat yang paling suka disalahgunakan oleh para pemimpin yang sesungguhnya jauh dari Allah dan Rasulnya, padahal hanya ingin dita’ati umatnya
Said Hawwa : Keta’atan kepada Allah dan Rosulnya ada kata “Ta’atilah” menggambarkan Keta’atan mutlaq, tidak perlu dipertanyakan lagi harus “bilaasy-syakkin wa laa roibin” tanpa keraguan dan kebimbangan, sedang keta’atan terhadap pemimpin adalah keta’atan yang bersyarat ; dikuatkan dengan kalimah sesudahnya “jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)”
Tidak ada yang layak untuk disebut pemimpin, karena (ketika) mereka menghadapi masalah, mereka enggan mengembalikan persoalan itu pada Al-Qur’an dan as-Sunnah
dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami."
Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka(QS.Al-Baqarah : 167)
Allah SWT menegaskan bahwa semesta alam adalah 'ayat-ayat-Nya' yang diperlihatkan kepada manusia.
Dia ingin menunjukkan eksistensinya pada manusia lewat sebuah 'tanda', sebagai petunjuk atas adanya 'Yang Menandai'.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. al-Baqarah ayat 164)
Ibnu Arabi menyebut bahwa alam adalah 'cermin' sekaligus 'bayangan' Tuhan. Lewat alam ini, Tuhan sebetulnya ingin memperlihatkan, mengenalkan, sekaligus melihat dirinya sendiri lewat pantulan dalam 'cermin'.
Dalam terminologi tasawuf dikatakan Allah SWT ber-tajalli lewat alam.
Sebaliknya, tanpa rahmat dan pertolongan-Nya, tidak mungkin kita bisa menuntaskan persoalan-persoalan yang kita hadapi.
Apakah itu persoalan pribadi, keluarga, terlebih lagi persoalan masyarakat dan bangsa. Rahmat dan pertolongan Allah pasti akan diberikan kepada setiap orang yang beriman, yang memiliki perilaku dan amaliah, seperti tergambar dalam QS At-Taubah [9] ayat 71, yaitu:
dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( QS At-Taubah [9] ayat 71)
Henning Sieverts in Jazz Break Revival Edisi Ke XV (KlabJazz)
2 November 2009
KH Siddiq Amin Berpulang

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Umat Islam di Indonesia kehilangan seorang sosok ulama, KH Siddiq Amin (54). Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) itu mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (31/10), pukul 22.10 WIB, di RS Al Islam, Bandung.
Kiai Siddiq wafat setelah selama hampir sebulan dirawat di RS Al Islam karena stroke. Ia juga sempat menjalani operasi untuk mengeringkan darah yang pecah di otaknya. Segala ikhtiar telah dilakukan, namun Allah SWT menakdirkan lain. Ia akhirnya berpulang.
Jenazah Kiai Siddiq kemudian dibawa dari RS Al Islam dan disemayamkan di Masjid PP Persis, Jl Kemerdekaan, Kota Bandung. Terbalut rasa duka, berduyun-duyun warga Persis dan Kota Bandung, bergantian memasuki masjid, mendoakan dan menyalatkan sang kiai.
Di antara para pelayat, terlihat sejumlah ulama terkenal, seperti Ketua MUI Kota Bandung KH Miftah Farid dan Athian Ali Da'i. Ahad (1/11), pukul 07.00 WIB, ambulans membawa jenazah Kiai Siddiq menuju ke kediamannya, Pesantren Persis 67 Benda, Tasikmalaya.
Ahmad Heryawan, gubernur Jawa Barat, tiba tepat saat jenazah Kiai Siddiq akan dibawa ke Tasikmalaya. Ia menatap wajah mendiang Kiai Siddiq yang telah ada di dalam mobil ambulans. Dan, doa pun dilantunkannya untuk kiai kharismatik itu.
Menurut Ahmad, ia turut berduka cita atas wafatnya Kiai Siddiq. ''Kepergian almarhum harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan upaya dakwah. Almarhum merupakan sosok yang konsisten menyampaikan syiar Islam kepada umat,'' katanya.
Tokoh Persis Kabupaten Bandung, Ery Ridwan Latief, menjelaskan, almarhum banyak meninggalkan investasi syiar Islam bagi umat. Bahkan, menurut dia, banyak jasa yang ditanamkan oleh almarhum yang perlu ditiru oleh umat Muslim lainnya.
''Yang membuat kami salut, beliau sama sekali tak mencari popularitas di balik kualitas gerakan dakwahnya,'' ungkap Ery. Rasa kehilangan merasuk dalam diri Ketua Umum MUI Kota Bandung, Miftah Farid. ''Kami kehilangan sosok ulama yang hingga akhir hayatnya terus berdakwah.''
Hal sama dirasakan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), Athian Ali Da'i. Ia mengatakan, dirinya merasakan kehilangan luar biasa atas wafatnya Kiai Siddiq. Ia menilai, Kiai Siddiq merupakan ulama yang teguh memegang prinsip.
''Saat negeri ini sedang mengalami krisis ulama, salah satu sosok ulama yang dikenal konsisten dalam berjuang di jalan Allah juga teguh dalam memegang prinsip Islamnya itu, kini telah dipanggil oleh Allah SWT,'' ungkap Athian.
Bagi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH Hafizh Utsman, sosok Kiai Siddiq merupakan ulama yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan cerdas. Sebagai pemimpin organisasi besar seperti Persis, Kiai Siddiq merupakan sosok yang cerdas.
Doa pun tak pernah putus mengalir. Ribuan santri, masyarakat, dan pejabat Kota Tasikmalaya, menshalatkan mendiang Kiai Siddiq di Masjid Benda. Tak semua jamaah tertampung. Mereka pun harus bergantian menshalatkan jenazah Kiai Siddiq sebelum dimakamkan.
Mendiang Kiai Siddiq menjabat sebagai ketua umum PP Persis sejak 1999, menggantikan KH Abdul Latief yang wafat. Ia kemudian dikukuhkan menjadi ketua umum sejak 2000 dan terpilih kembali pada 2005, untuk periode 2005-2009, dalam Muktamar Persis pada 9 September 2005.
Sekretaris Dewan Hisbah PP Persis, Wawan Shofwan, mengungkapkan tim dokter telah memberikan isyarat jika penyakit yang diderita oleh Kiai Siddiq membutuhkan proses la ma untuk penyembuhannya. irfan/sandi/c03 ed: ferry
31 Oktober 2009
KH. DRS. SHIDDIQ AMIENULLAH, MBA TELAH TIADA
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) K.H. Shiddieq Amin (53) meninggal dunia pada Sabtu (31/10) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Almarhum sempat dirawat tiga minggu di RS Al Islam Bandung, akibat mengalami stroke dan penyumbatan di otaknya.
Menurut Bendahara Umum PP Persis, H. Andi Sugandi, almarhum dilarikan ke rumah sakit akibat terserang stroke pada Jumat (9/10) lalu. "Saat itu Ustaz Shiddieq akan ke Bandung setelah mengisi pengajian di Kota Tasikmalaya. Namun, di daerah Nagreg, Kab. Bandung, Ustaz Shiddieq terkena serangan stroke sehingga dilarikan ke RS Al Islam," katanya.
Hasil analisis tim dokter, Ustaz Shiddieq mengalami pendarahan di otak kanan dan ada penyumbatan. Akhirnya, pada Senin (12/10) dilakukan operasi yang berjalan sukses.
Namun, sejak masuk RS sampai wafat, Ustaz Shiddieq hanya terbaring tanpa memberikan reaksi (koma). "Memang kata dokter muncul reaksi ketika diberikan stimulan dari obat-obat yang diberikan. Namun, Allah sudah menggariskan takdir-Nya untuk Ustaz Shiddieq," kata H. Andi.
Rencananya, jenazah Ustaz Shiddieq akan langsung dibawa ke Pesantren Benda, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, untuk disalatkan dan dimakamkan esok harinya. Selama ini Ustaz Shiddieq merupakan pengasuh pesantren tersebut.
"Rencananya jenazah Ustaz Shiddieq disemayamkan dulu di masjid Kantor Pusat PP Persis sampai Minggu (1/11) pukul 8.00 WIB agar umat ikut menyalatkannya," katanya.
Sementara itu, berbagai ucapan belasungkawa diterima "PR" dengan wafatnya Ustaz Shiddieq.
"Alim ulama dan warga Jawa Barat kehilangan sosok ulama yang tekun dan tak kenal menyerah dalam dakwah," kata Ketua Umum MUI Jabar K.H. Hafizh Utsman.
Cendekiawan Islam Prof. Dr. Dadan Wildan merasa benar-benar kehilangan atas kepergian almarhum. "Beliau telah membawa Persis dengan baik, dan lebih fokus dalam pencerahan," katanya.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan pimpinan ormas-ormas Islam di Jawa Barat seperti Wakil Ketua PW NU Jabar K.H. Surjani Ichsan, Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Jabar H. Djadja Djahari, Ketua PW Muhammadiyah Jabar H. Dadang Kahmad, Pengurus Al Irsyad Al Islamiyah Jabar H. Abdullah Syuaib, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar H.R. Maulany, dan lain-lain.
Mereka merasa sangat kehilangan dengan kepergian Ustaz Shiddieq. "Semoga jejak perjuangan Beliau bisa dilanjutkan," tutur Djadja. (A-71)
Menurut Bendahara Umum PP Persis, H. Andi Sugandi, almarhum dilarikan ke rumah sakit akibat terserang stroke pada Jumat (9/10) lalu. "Saat itu Ustaz Shiddieq akan ke Bandung setelah mengisi pengajian di Kota Tasikmalaya. Namun, di daerah Nagreg, Kab. Bandung, Ustaz Shiddieq terkena serangan stroke sehingga dilarikan ke RS Al Islam," katanya.
Hasil analisis tim dokter, Ustaz Shiddieq mengalami pendarahan di otak kanan dan ada penyumbatan. Akhirnya, pada Senin (12/10) dilakukan operasi yang berjalan sukses.
Namun, sejak masuk RS sampai wafat, Ustaz Shiddieq hanya terbaring tanpa memberikan reaksi (koma). "Memang kata dokter muncul reaksi ketika diberikan stimulan dari obat-obat yang diberikan. Namun, Allah sudah menggariskan takdir-Nya untuk Ustaz Shiddieq," kata H. Andi.
Rencananya, jenazah Ustaz Shiddieq akan langsung dibawa ke Pesantren Benda, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, untuk disalatkan dan dimakamkan esok harinya. Selama ini Ustaz Shiddieq merupakan pengasuh pesantren tersebut.
"Rencananya jenazah Ustaz Shiddieq disemayamkan dulu di masjid Kantor Pusat PP Persis sampai Minggu (1/11) pukul 8.00 WIB agar umat ikut menyalatkannya," katanya.
Sementara itu, berbagai ucapan belasungkawa diterima "PR" dengan wafatnya Ustaz Shiddieq.
"Alim ulama dan warga Jawa Barat kehilangan sosok ulama yang tekun dan tak kenal menyerah dalam dakwah," kata Ketua Umum MUI Jabar K.H. Hafizh Utsman.
Cendekiawan Islam Prof. Dr. Dadan Wildan merasa benar-benar kehilangan atas kepergian almarhum. "Beliau telah membawa Persis dengan baik, dan lebih fokus dalam pencerahan," katanya.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan pimpinan ormas-ormas Islam di Jawa Barat seperti Wakil Ketua PW NU Jabar K.H. Surjani Ichsan, Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Jabar H. Djadja Djahari, Ketua PW Muhammadiyah Jabar H. Dadang Kahmad, Pengurus Al Irsyad Al Islamiyah Jabar H. Abdullah Syuaib, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar H.R. Maulany, dan lain-lain.
Mereka merasa sangat kehilangan dengan kepergian Ustaz Shiddieq. "Semoga jejak perjuangan Beliau bisa dilanjutkan," tutur Djadja. (A-71)
15 Oktober 2009
Kondisi Ust. Shiddiq Kamis, 15 Okt 2009
Pagi ini Bapa masih stabil,Tensi 140,tapi ada Sesak Napas jd suport Oksigen yg kmarin sudah diKurangi tekanannya,skarang ada peningkatan Lg dr Mesin.
Suhu badan yg kmarin Sempat Panas sampai 38,8
pagi ini turun hingga 37,2.
@Arif Rahman Hakim (ibnu siddiq amin)
Suhu badan yg kmarin Sempat Panas sampai 38,8
pagi ini turun hingga 37,2.
@Arif Rahman Hakim (ibnu siddiq amin)
Kabar meninggalnya Pimpinan PERSIS Beredar Luas di Masyarakat

Kabar meninggalnya Pimpinan PERSIS Beredar Luas di Masyarakat
“Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun telah meninggal Ustadz Siddiq Amin di RS Al-Islam, akibat gagal operasi” begitu tulisan dari sms yang beredar dari orang ke orang, bahkan di facebook pun kabar meninggalnya Ustadz Siddiq Amin telah beredar luas.
Arif Rahman anak Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Ustadz Siddiq Amin saat dikonfirmasi alhikmah membantah isu yang telah berdar luas di masyarakat itu “saya dipanggil dr Rani yang menangani ustdz pukul 07.30 tadi pagi katanya kondisi ustadz masih sama dengan hari kemarin (Selasa 13/09)” ungkap Arif
Saat ini menurut arif dokter yang menangni Ustdz Siddiq Amin sedang Konsentrasi menstabilkan tekanan darah, kalau darah itu diatas 150 maka diberikan obat, begitupun kalau tekanan darah itu dibawah 140 maka diberi obat supaya naik menjadi antara 140-150.
Setelah melakukan operasi pada hari Minggu pukul 02.00-04.30 pernapasan Ustdz Siddiq dibantu oleh mesin. Sekarang ini menurut Arif mesin tersebut sedikit demi sedikit telah dikurangi dan lebih menggunakan oksigen dari tabung. “kata dokter Mudah-mudahan lima hari kedepan kita sudah bisa berkomunikasi dengan Ustadz sidiiq” tutur Arif
Sms yang diterima Arif pun banyak baik dari pulau jawa ataupun diluar pulau jawa. Bahkan masyarakat lain ada yang menerima sms bahwa Ustdz Siddiq Amin dipindahkan ke RS lain.
Kronologi Peristiwa di Nagreg
Hari Jumat 09/09 Ustdz Siddiq Amin mengisi pengajian di Ciamis Jawabarat pukul 14.00 setelah pengajian selesai di waktu ashar, ia berangkat ke Bandung karena seperti biasa Ia berada di Bandung hari Jumat sampai Minggu dan selama perjalanan pulang pergi dari Tasik ke Bandung atau sebaliknya itu Ustdz Siddiq tidak suka diantar oleh supir.
Arif yang waktu itu baru pulang ke rumahnya dari kampus STIPI di Ciamis mendengar HPnya berbunyi dengan sedikit berlari ia meraih HP tersebut namun sayangnya panggilan itu berhenti, setelah dilihat ternyata nama bapaknya.
Tidak lama kemudian hpnya kembali berbunyi dan berhenti sebelum ditekan tombol penerimanya. Untuk ketiga kalinya HP itu berbenyi dan Arif berhasil menekan tombol penerimanya, “A bapa sepertosnamah struk ayeuna bapa di Nagreg sateacan tanjakan enggal aa kadieu (A Bapak sepertinya struk sekarang bapak di nagerg sebelum tanjakan, cepat Aa kesini)” terdengar suara yang sangat berat.
Tanpa pikir panjang Arif langsung menelepon Aan Iskandar (sekretariat PP Persis) yang kebetulan sedang berada di Cinunuk menuju Tasik bersama Atif latiful Hayat. 30 menit kemudian atau sekitar 18.00 Aan telah menemukan Ustdz Siddiq Amin di dalam mobil yang telah terparkir dipinggir jalan dengan kacamata dan HP tergeletak dibawah jok, mesin mobil, AC serta lampu masih menyala. Ustz Siddiq pun langsung dibawa ke RS Al Islam dan setelah dicek darahnya naik dari yang biasanya 90-120 menjadi 225.
“Kaca mobil tertutup lampu sen kiri nyala, lampu depan juga nyala, mesin nyala, sehingga orang sekitar mengira pengemudinya nyangkanya lagi istirahat biasa saja. tidak sakit, kalau tau sakit parah mungkin barang beliau raib,” tutur An Iskandar.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tiga pemuda pernah belajar di bawah atap yang sama. Mereka menyerap pelajaran tentang perlawanan terhadap p...
-
1. Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekah Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, at...





