JAKARTA, MENITS.com – Pengamat
politik Rico Marbun menilai wacana pencapresan Yusril Ihza Mahendra dan Puan
Maharani sah-sah saja. Tetapi menurutnya, ada tantangan tersendiri bagi Yusril
dan PBB untuk melakukan pinangan terhadap Puan tersebut. Tantangannya adalah
bagaimana menaikkan suara PBB dalam pemilihan legislatif.
“Itu wacana yang sah. Tetapi
tantangannya adalah bagaimana PBB dapat meraih perolehan suara yang maksimal di
pemilihan legislatif,” ujar pengamat politik Rico Marbun saat di wawancara oleh
Menits.com, Minggu (10/3/2013)
Menurut Rico, perolehan suara di
parlemen dalam sejarah politik Indonesia, selalu menjadi ukuran untuk mengusung
calon presiden dan wakil presiden. Bila suara PBB minimal dapat mengimbangi
suara PDIP, maka bisa kemungkinan pinangan Yusril atas Puan tersebut dapat
terpenuhi.
“Perolehan suara di parlemen selalu
menjadi patokan untuk mengusung calon presiden. Bila perolehan suara PBB besar,
pinangan kepada Puan bisa saja terpenuhi,” terangnya.
Selain itu, Rico juga mengingatkan
PDIP untuk berhati-hati dalam menentukan calon presiden. Menurutnya, PDIP mesti
belajar dari Golkar yang dalam beberapa pemilihan kepala daerah selalu kalah.
“PDIP mesti belajar dari Golkar yang
berkali-kali kalah dalam pemilihan kepala daerah. PDIP harus cerdas bagaimana
menentukan calon presiden dan wakil presiden nanti,” pungkasnya. (M001)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar